Meriahkan Bulan Ramadan, MAN 4 Sleman Gelar Lomba Virtual

Dalam rangka memeriahkan Bulan Suci Ramadan 1442 H, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MAN) 4 Kabupaten Sleman menggelar Islamic Manesa Competition (IMSAC) untuk siswa-siswi SMP/MTs se-Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Kegiatan dilakukan secara virtual dengan mengambil tema ‘Ramadan Moment Membentuk Insan Berkarakter dan Kreatif di Masa Pandemi’.

“Kami selenggraakan berbagai lomba virtual yakni Da’i, Adzan, Murattal, Qiroáh dan Viral atau Video Ramadan new Normal. Selain itu juga kami selenggarakan Makhorijul Huruf bagi masyarakat umum, berupa pelatihan bagi masyarakat umum dan semua dilaksanakan secara virtual,” jelas Nira Intan Sari, perwakilan Seksi Acara IMSAC pada Kamis (15/04/2021) saat siaran pers di MAN 4 Sleman, DIY.

Kegiatan ini lanjut Nira diadakan untuk memberikan wahana untuk mengisi bulan Ramadan dengan berbagai kegiatan positif, kreatif, dan penuh prestasi.

Satria Pradana, Ketua Panita IMSAC menginfokan bahwa pada gelaran IMSAC, para peserta akan memperebutkan Trofi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY dan uang pembinaan senilai jutaan rupiah. Selain itu, para pemenang nantinya juga akan mendapatkan sertifikat penghargaan.

“Kami berharap banyak siswa-siswi SMP/MTs se Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Informasi kegiatan dapat dilihat di web kami MAN 4 Sleman – Mulia Sejati (), silahkan bergabung. Alhamdulillah beberapa sudah masuk,” lanjut Satria.

Satria juga mengajak masyarakat umum, baik perorangan atau lembaga untuk turut berparisipasi dalam bentuk sponsporship maupun mengajak anak-anak seusia SMP/MTs untuk berkreasi secara virtual. Selain dukungan penuh dari Kementerian Agama DIY, IMSAC juga memperoleh dukungan dari BAZNAS, BSM, BPD, STIE IEU, Toko Prima dan lainnya.

Sosialisasi kegiatan IMSAC sendiri diselenggarakan mulai 25 Maret hingga 20 April 2021, dan pendaftaran peserta mulai 18 Sya’ban hingga 8 Ramadhan (1-20 April 2021). Untuk jadwal technical meeting diselenggarakan 9 Ramadan (21 April) bersamaan dengan pelatihan Makhorijul Huruf. Pengiriman karya mulai 5 – 12 Ramadhan (17-24 April), dan penilaian karya mulai 14 – 16 Ramadan (26-28 April) oleh dewan juri.

“Sedangkan pengumuman para pemenang akan diselenggarakan pada 17 Ramadan 1442 H (29 April 2021). Penyerahan hadiah akan diselenggarakan pada 18 Ramadan atau 30 April 2021 di studio Manesa Cinema,” jelas Satria. (Edy/KIM Moyudan)




Awasi Protokol Kesehatan, Lurah Caturtunggal Safari Tarawih Keliling

Depok – Lurah Caturtunggal beserta pamong lakukan safari tarawih keliling (tarling) di Masjid Darul Hikmah Padukuhan Manggung, Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Rabu (14/4/2021).

Dalam sambutannya, Lurah Caturtunggal, Agus Santoso menyampaikan bahwa pelaksanaan tarawih keliling yang diawali di Padukuhan Manggung ini sebagai bentuk kepedulian dari pemerintah kalurahan dalam pengawasan serta penerapan protokol kesehatan dalam menjalankan ibadah, khususnya pelaksanaan salat tarawih di wilayah Caturtunggal. “Kami apresiasi penerapan protokol kesehatan di Masjid Darul Hikmah ini. Selain dalam rangka beribadah serta memakmurkan masjid, kegiatan tarling ini juga sebagai ajang untuk bersilaturahmi dengan masyarakat di setiap padukuhan,” jelas Agus Santoso.

Pada kesempatan ini juga disampaikan bantuan operasional kegiatan Masjid Darul Hikmah Manggung, Alquran dan seperangkat alat salat dari Lurah Caturtunggal. Agus juga memberikan pengarahan mengenai penerapan protokol kesehatan dalam pelaksanaan ibadah dan menyempatkan berdialog dengan jamaah.

Ketua Takmir Masjid Darul Hikmah yang diwakili tokoh masyarakat setempat, Sudarmanto, menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada Pemerintah Kalurahan Caturtunggal atas kegiatan safari tarawih keliling yang telah dilaksanakan. Menurutnya kegiatan ini sebagai sarana ibadah, juga silaturahmi antara pemerintah kalurahan dengan masyarakat, khususnya jamaah Masjid Darul Hikmah. “Di bulan yang baik ini, diharapkan menjadi semangat untuk terus berlomba-lomba berbuat kebaikan,” ujar Sudarmanto.(Danang/KIM Depok)




Peringati Milad Aisyiyah ke-107, PCA Tempel Gelar Bakti Sosial

Dalam rangkat memperingati Milad Aisyiyah yang ke 107 H/105 M, Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Kapanewon Tempel mengadakan bakti sosial dengan berkunjung dan memberikan bantuan ke Panti Asuhan Baitul Qowwam di Dusun Plumbon, Mororejo, Kapanewon Tempel, Sleman, pada Minggu (11/4/2021). Kedatangan rombongan disambut oleh anak asuh di panti, didampingi oleh pengurus panti.

Sri Suryati, ketua rombongan dalam kunjungan menyebutkan bahwa kunjugan dilakukan sebagai bentuk perayaan hari jadi Aisyiyah yang ke 107. “Tahun ini dilaksanakan kunjungan untuk berbagi ke Panti Asuhan Baitul Qowwam,” ungkapnya.

Bantuan kemudian diserahkan secara simbolis berupa beras dan kebutuhan pokok harian, serta sejumlah uang. Sri Siryati berharap dengan kunjungan dan bakti sosial yang dilakukan ini dapat menumbuhkan dan membangun kepedulian semua warga Aisyiyah di bawah koordinasi PCA Tempel.

Panti Asuhan Baitul Qowwam sendiri saat ini meiliki anak asuh yang terdiri dari 31 putri dan 23 putra. Beberapa diantaranya ada yang menempuh Program Bidik Misi dari pemerintah di Perguruan Tinggi Negeri, maupun Swasta. “Beberapa ada yang berkuliah di UGM, UNY, UIN, UII, UAD, dan UNRIYO,” ujar Saryana, Sekertaris Panti Asuhan Baitul Qowwam.

Selain itu, Panti Asuhan Baitul Qowwam saat ini juga sedang dalam proses pembangunan asrama dan masjid secara terpusat. “Proses pembangunan baru memasuki tahap pembersihan lahan untuk meratakan tanah, dan masih terbuka peluang jariyah dengan mengirimkan lewat Rekening Bank Syariah Mandiri (BSM) 0307075359, An. Agus. T, QQ. Baitul Qowwam,” kata Saryana. (Arief Hartanto)




MTs N 4 Sleman Salurkan Bantuan Untuk Siswa dan Warga Kurang Mampu

Sleman – Memasuki bulan suci Ramadan, sejumlah pihak menggelar sejumlah aktivitas sosial berbagi guna membantu sesama. Tak terkecuali pada lembaga pendidikan layaknya Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 4 Sleman yang membagikan bantuan kepada siswa dan warga sekitar sekolah di Kalurahan Tridadi, Kapanewon Sleman, Sabtu (10/4/2021).

Menurut Kepala MTs N 4 Sleman, Istoyo Bambang Irianto, kegiatan rutin tiap tahun ini merupakan bentuk kepedulian sekolah terhadap siswa dan masyarakat dalam menyongsong bulan Ramadan.

“Setiap mau puasa, agar fakir miskin di sekitar kita dan anak-anak kita itu tidak terjadi kekhawatiran tidak dapat sahur maupun berbuka,” ujar Istoyo.

Istoyo menuturkan bahwa bantuan yang dibagikan bersumber dari dana Badan Amil Zakat Nasional Daerah (Baznasda), Taktis, serta guru PNS. Adapun bantuan yang diberikan berupa paket sembako yang terdiri dari beras 5kg, gula, minyak, mie, dan sirup.

Tak hanya dibagikan pada siswa dan masyarakat sekitar, kegiatan bakti sosial ini juga dibagikan pada Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT).

“Jadi yang utama di dalam bakti sosial itu, sasarannya adalah fakir miskin di sekitar kita, itu ada dua dusun sekitar 35 orang. Yang kedua, sasarannya adalah siswa-siswa yang kurang mampu, itu ada sekitar 5 anak tiap kelas dari total 18 kelas, jadi ada 90 anak. Kemudian bapak ibu guru GTT dan PTT. Totalnya 154 orang,” jelas Istoyo.

Untuk teknis pembagian, penerima bantuan mendatangi langsung ke sekolah, tentunya dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan pembagian sesi.

Berkat adanya kegiatan bakti sosial ini, sejumlah penerima bantuan pun merasa terbantu. Misalnya saja Sumiyati, warga sekitar sekolah.

“Matur nuwun pun paringi meniko. Alhamdulillah merasa terbantu sekali, aku kan barusan suamiku meninggal, apalagi masih ada anak kecil kelas 5 dan umur sudah 57, jadi terimakasih banget. Mugi-mugi MTs lebih maju, guru-guru mendapat rahmat Allah,” ungkap Sumiyati.

Begitu juga bagi Tri, wali dari siswa Romi Darmayanti yang berterimakasih kepada MTs 4 Sleman karena telah membantu keluarga yang kekurangan.

Sementara itu, Samsul Arif, selaku guru GTT penerima bantuan merasa kegiatan ini amat membantu. Ia juga berharap agar kegiatan bermanfaat seperti bakti sosial ini dapat terus berlanjut dikemudian hari.

“Alhamdulillah program seperti ini tentunya sangat membantu ya, khususnya untuk guru-guru GTT dan PTT baik juga ekstrakulikuler. Dan ini tentunya sebagai kepedulian dari madrasah kepada kami yang berstatus GTT dan TTP. Semoga bisa dilaksanakan terus untuk masyarakat di sekitar sini,” tuturnya. (Rep Afiqa)




Membentuk Generasi Islami dengan Tingkatkan Kualitas Pembelajaran Alquran

Depok – Kemampuan mengajar ustadz/ustadzah Taman Kanak-Kanak Alquran (TKA) dan Taman Pendidikan Alquran (TPA) menjadi salah satu indikator kesuksesan dalam pembelajaran Alquran. Untuk itu perlu upaya meningkatkan pengetahuan dan kompetensi bagi para pengajar TPA agar para santri bisa menangkap materi dengan baik sehingga tercipta generasi Qurani yang berkarakter, islami, dan berwawasan global.

Namun, di tengah pandemi covid-19 ini diakui memang ada kendala dalam proses belajar mengajar. Jika sebelumnya kegiatan TPA dilaksanakan dengan tatap muka, namun kini harus menyesuaikan protokol kesehatan pencegahan penyebaran covid-19. Ketika pembelajaran jarak jauh menjadi opsi yang harus dilakukan, nyatanya tidak semua TPA memiliki fasilitas memadai untuk mendukung pembelajaran secara daring.

Merespon hal tersebut, rata-rata kegiatan TPA tetap berjalan dengan metode tatap muka langsung. “Seperti yang disampaikan oleh Mendikbud bahwa jangan sampai ada lost generation karena terlalu lama pelajaran online. Ya mau tidak mau memang belajar Alquran bagi anak-anak tetap harus dengan tatap muka”, ujar Mujiono, Ketua Badan Koordinasi (Badko) TKA/TPA Kabupaten Sleman saat memberikan sambutan kegiatan Pelatihan Taklim Lintas Unit dengan tema Menjadi Pendidik, Mengajar Dengan Hati di Kantor Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Sabtu (10/4/2021).

Pelatihan ini diinisiasi oleh Badko TKA/TPA Rayon Kapanewon Depok, Sabtu (10/4/2021) dan diikuti 56 pengajar TPA di lingkup Kapanewon Depok. Acara dibuka oleh Anggota DPRD Kabupaten Sleman dari Fraksi Partai PKS Daerah Pemilihan Depok Berbah, M. Agus Mas’udi.

Agus menyatakan mendukung kegiatan ini, terlebih menjelang Bulan Ramadhan yang sudah dekat. “Bulan yang sering disebut Bulan Alquran ini, tentunya akan banyak kegiatan ibadah, salah satunya mentadhaburi Alquran. Di sinilah peran para ustadz/ah sangat diperlukan untuk membentuk kepribadian anak yang berakhlak mulia. Saya berharap, dari pelatihan ini tercipta kreativitas, semangat belajar tiada henti, dan siap mengawal kegiatan Badko,” ujar Agus.

Dalam pelatihan ini Badko juga menghadirkan motivator, dosen, sekaligus pakar hypnotherapy Hasan Abdullah Alkaff. Bang Hasan, demikian akrab disapa, memulai pelatihan dengan ice breaking agar para peserta tertarik mengikuti pelatihan. Metode ini pula yang dia harapkan dimiliki para ustadz TPA.

“Bapak ibu perlu belajar mencairkan suasana ketika memulai mengajar. Seperti pesawat terbang, dua hal  yang penting adalah ketika take off dan landing, saat memulai dan mengakhiri. Pembukaan yang baik, tentunya akan berkesan di hati para anak-anak TPA, ” ujar Bang Hasan yang sehari-hari juga berprofesi sebagai dosen tersebut.

Bang Hasan menyarankan agar para pengajar TPA memilih kata atau diksi yang positif. Sehingga perlu membiasakan bertutur kata yang baik. Kata-kata negatif harus dihindari. “Jangan katakan anak itu bodoh, tapi katakan ia belum mampu, sehingga auranya positif,” ujarnya.

Motivator yang dikaruniai 6 anak tersebut, berbagi pengalaman ketika mengajar di kampus. Perlu ada strategi mengajar karena beragam usia dan latar belakang. Demikian pula ketika mengajar TPA, perlu ada pembedaan agar sesuai dengan kemampuan dan usia anak. Diharapkan melalui pelatihan ini, para ustadz/ah bisa memperoleh ilmu dan perubahan tindakan agar proses belajar dengan hati bisa tercapai sehingga kegiatan TPA menjadi lebih menyenangkan.(Andri/KIM Depok)