Pengurus Takmir Masjid Darul Hikmah Dilantik, Umat Harus Nyaman Beribadah

Depok – Kepengurusan Takmir Masjid Darul Hikmah Kompleks Kantor Kapanewon Depok Kabupaten Sleman periode 2021-2025 sudah terbentuk dengan Haji, terpilih sebagai ketua. Sebanyak kurang lebih 28 orang pengurus baru dilantik oleh Sayuti, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Cabang Depok di Gedung Sasana Anglocita Tama, Kantor Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Jumat, (9/4/2021).

Sayuti berharap kepengurusan yang baru bisa membawa visi yang jelas mengingat Masjid Darul Hikmah ini berada di kompleks perkantoran yang berada di pinggir Jalan Ring Road. “Gambaran visi tersebut antara lain bagaimana upaya takmir untuk menjadikan Masjid Darul Hikmah sebagai masjid transit, tetap nyaman ketika digunakan jamaah. Bisa dengan penambahan fasilitas air minum gratis, sehingga jamaah yang dari jauh, berkendara dan mampir di masjid betah beribadah di sini,” tutur Sayuti saat memberikan pengarahan usai melantik pengurus takmir.

Masyarakat pengguna layanan yang ada, pas waktu-waktu salat bisa beribadah di sini misalnya waktu sholat dhuha, sehingga masjid bisa lebih makmur. “Mungkin bisa dengan memasang tulisan-tulisan yang menarik jamaah agar masyarakat yang sedang mengurus layanan sambil menunggu pelayanan, bisa mampir di masjid dengan segala fasilitas pendukungnya,” imbuhnya.

Hal senada juga diungkapkan Panewu Depok, Abu Bakar saat memberikan pembinaan kepada pengurus takmir yang baru tersebut. Terlebih, rencana pembangunan jalan tol Jogja Solo akan segera dimulai dan kemungkinan serambi masjid di sisi selatan terdampak. “Untuk itu perlu dipikirkan bersama bagaimana merelokasi tempat wudhu yang berdekatan dengan Jalan Ring Road, entah itu di sisi utara Masjid atau sisi barat Masjid”, kata Abu.

Lebih lanjut Abu menyampaikan tentang kegiatan Masjid Darul Hikmah yang selama ini baru sebatas pelaksanaan salat wajib. Padahal di lokasi yang sama juga ada kantor sekretariat Badan Koordinasi (Badko) TKA/TPA Rayon Depok. “Saya harap bisa berkolaborasi dengan pengurus Badko, sehingga masjid lebih makmur. Kemarin sudah ada rencana kegiatan dari BADKO tentang pelatihan animasi, silakan bisa memanfaatkan kompleks masjid,” imbuh Abu.

Ketua Takmir terpilih Sun Haji pun mengajak seluruh pengurus agar memaksimalkan perannya. Pengurus takmir yang berlatar belakang beragam seperti dari Muhammadiyah, NU, Remaja Masjid, Masyarakat, KUA, PKK, dan lain-lain tersebut diharapkan tidak lagi membawa baju masing-masing, melainkan baju yang sama yakni takmir masjid. “Tidak ada lagi saya dari unsur mana, kamu dari mana, kita satu visi. Diharapkan jelang Ramadhan nanti, pengurus takmir bisa berkumpul untuk duduk bersama membahas kegiatan dalam rangka memakmurkan masjid,” ujar Sun Haji.

Sun Haji pun menerangkan gambaran singkat masing-masing bidang mulai dari bidang idarah, imarah, dan ri’ayah. Bidang-bidang tersebut sudah dirinci dalam lampiran Keputusan Panewu Depok Nomor 12/KPTS/III/2021. “Mari bersama-sama kita perbaiki kekurangan-kekurangannya. Misal yang adzan diseragamkan, khotib juga demikian, agar jamaah lebih nyaman dan betah,” pungkasnya.(Andri Afriyanto/KIM Depok)




Pengurus IPHI Kapanewon Ngaglik Dilantik

Untuk menjaga dan melestarikan kemabruran bagi jemaah haji di wialayah Ngaglik, dilakukan Pelantikan Pengurus Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Cabang Kapanewon Ngaglik, Rabu (7/4/2021). Bertempat di Gedung IPHI Ranting Kalurahan Sukoharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman, pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Pengurus Daerah IPHI Kabupaten Sleman, Nur Hamid. Terpilih sebagai Ketua IPHI Cabang Ngaglik periode 2020-2025 adalah Salamun Shodry.

Nur Hamid dalam kesempatan tersebut menyebutkan bahwa pelantikan pengurus IPHI ini merupakan pelaksanaan hasli Muktamar VI Nomor 5 Tahun 2015 Tentang Penyempurnaan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga IPHI.

“Semoga para pengurus dapat berkerja sesuai dengan amanat tersebut, sesuai dengan visi yaitu terwujudnya haji mabrur sepenjang hayat, serta misi menjaga dan melestarikan kemabruran haji, meberdayakan potensi haji, serta mengembangkan dakwah demi kemaslahatan umat dan bangsa,” ujarnya.

Selain itu, Nur juga berpesan agar para pengurus IPHI dapat menjadi teladan bagi masyarakat, terutama dalam menyikapi pandemi COVID-19 yang masih berlangsung sampai saat ini dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Juga memberdayakan umat atau jemaah untuk berusaha meningkatkan ekonomi agar bisa mengatasi masalah pandemi serta menjaga dan melestarikan hubungan yang harmonis, sehingga saling memperkuat rasa persaudaraan diantara sesama,” ungkap Nur.

Hal tersebut juga senada dengan peryataan Panewu Depok, Subagya. Ia berharap agar para pengusus IPHI dapat memberikan motivasi kepada masyarakat untuk dapat mematuhi protokol kesehatan.

Pelantikan pengurus IPHI Ngaglik sendiri dihadiri juga oleh unsur Muspika Ngaglik, Lurah se-Kapanewon Ngaglik, dan Kepala KUA Kapanewon Ngaglik. (KIM Ngaglik/Srp)




Kemenag Imbau Masyarakat Agar Tetap Patuhi Prokes Jalani Ramadan

Menjelang bulan Ramadan 1442 H/2021, Kementerian Agama (Kemenag) Sleman bersama Kabag Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sleman memberikan arahan dalam rangka persiapan pelaksanaan Ibadah Ramadan di Kabupaten Sleman tahun 2021.

Bertempat di Pendopo Parasmanya, Tulus Dumadi, selaku Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kementerian Agama Kabupaten Sleman menuturkan, bahwa Menteri Agama telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor (SE) Nomor 3 Tahun 2021 untuk mengatur pelaksanaan ibadah di bulan Ramadan. Berdasarkan surat edaran tersebut, umat Islam diperbolehkan melaksanakan kegiatan peribadatan di masjid atau mushola seperti biasa, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Sesuai Surat Edaran Menteri Agama Nomor 3 Tahun 2021, secara umum memang diperbolehkan melaksanakan ibadah tarawih di masjid atau mushola, namun dengan kapasitas 50%,” ungkap Tulus pada Selasa (6/4/2021).

Begitu pula dengan kegiatan ceramah, pengajian, tausiyah atau kultum yang dibatasi dengan durasi maksimal 15 menit. Kegiatan lain seperti buka puasa, sahur, tadarus Alquran, Nuzulul Quran, dan Zakat Fitrah dibatasi jumlah kehadiran paling banyak 50% dari kapasitas tempat.

Menurut Tulus, untuk menghindari penyebaran virus corona, diperlukan upaya pemantauan dari takmir atau pengurus masjid serta satuan gugus tugas covid dalam menerapkan protokol kesehatan dalam jalannya kegiatan peribadatan bulan Ramadan. Begitu pula dengan pelaksaan idul fitri yang memperhatikan protokol kesehatan secara ketat. Dengan begitu dapat mencegah munculnya kluster baru di masjid atau mushola.

“Pengurus masjid diharapkan mengedepankan protokol kesehatan seperti penyediaan tempat cuci tangan, pemantauan penggunana masker, penerapan jaga jarak antar jamaah satu dengan lainnya, pemghimbauan untuk membawa mukena atau sajadah sendiri masing-masing,” tutur Tulus.

Selain itu, pelaksanaan ibadah menurut Tulus juga harus memperhatikan keputusan dan rekomendasi dari Satgas COVID-19.

“Kita tidak dapat memungkiri untuk tetap memperhatikan keputusan dari satuan tugas terkait tentang kondisi situasi wilayah yang orange atau merah, maka itu menjadi pertimbangan pemangku kebijakan di dalam wilayahnya dalam memberikan batasan ibadah Ramadan di masjid,” tambahnya.

Terkait proses vaksinasi yang sedang berlangsung, Tulus juga menyebutkan bahwa pemberian vaksinasi tersebut tidak akan membatalkan puasa, sehingga masih bisa terus untuk dilakukan pada bulan Ramadan.

“Vaksinasi selama bulan Ramadan diperbolehkan sesuai dengan Keputusan Fatwa MUI No 13 Tahun 2021, bahwa didalamnya boleh dilaksanakan asal tidak menimbulkan bahaya, boleh dilakukan di pagi hari, atau kalau tidak memungkinkan karena akan menyebabkan fisik lemah boleh dilakukan di malam hari, dan tidak membatalkan puasa,” jelas Tulus.

Tulus menghimbau masyarakat agar dapat menyikapi pelaksaan ibadah Ramadan dengan baik untuk mencegah meluasnya penyebaran COVID-19 yang masih berlangsung sampai saat ini.

“Masyarakat dihimbau untuk lebih arif melaksanakan ibadah Ramadan dengan memperhatikan penerapan protokol kesehatan sehingga jangan sampai muncul kluster baru”, tambahnya.

Sementara itu, terkait kegiatan rutin budaya yang umum dilakukan sebelum memasuki bulan Ramadan, Kabag Kesra Kabupaten Sleman, Iriansyah mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut diperbolehkan selama tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Untuk kegiatan hajatan dan lainnya masuk dalam kategori sosial kemasyarakatan, dan sekarang timbul kluster di layatan, maka kami mungkin akan mengeluarkan surat edaran untuk penegasan terkait pelaksanaan protokol kesehatan di kegiatan sosial kemasyarakatan dan diawasi gugus tugas,” ungkap Iriansyah. (Rep Afiqa)




Pengurus IPHI Kapanewon Turi Dilantik

Sebagai bentuk upaya peningkatan pembinaan Jemaah Haji, Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kapanewon Turi gelar Pelantikan Masa Bakti 2020-2025, pada Rabu (31/3/2021) di Gedung Dakwah Muhammadiyah Ngablak, Bangunkerto, Turi. Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Pengurus Daerah IPHI Sleman, Noor Hamid yang kemudian diiringi dengan penyusunan tugas dan wewenang pengurus baru. Terpilih sebagai ketua IPHI Turi Masa Bakti 2020-2025, Masjkuri didampingi oleh Suraya sebagai Sekretaris.

Noor Hamid pada kesempatan tersebut menyebutkan para pengurus IPHI Turi yang dilantik diharapkan dapat terus memengang amanah yang dipercayakan. “Tidak semua orang bisa jadi anggota IPHI, karena harus berhaji lebih, serta harus mampu semua syarat rukun berhaji serta menjaga kemabrurannya dihadapan Allah SWT,” ujar Noor.

Sementara itu, Abu Hanifah, Kepala KUA Turi berharap agar para pengurus IPHI Turi yang baru dapat membina para jemaah haji agar dapat menjadi haji yang mabrur. “Mabrur dalam peribadatan harus berperan dan menjadi suri tauladan untuk pembinaan jemaah haji sebagai wujud meningkatkan kesatuan dan persatuan bangsa, keimanan, dan ketakwaan, serta amal nyata,” tutur Abu.

Hal tersebut senada dengan pernyataan Masjkuri, Ketua IPHI Kapanewon Turi terpilih untuk masa bakti 2020-2025 yang menyatakan bahwa IPHI merupakan persaudaraan haji yang memiliki misi untuk melaksanakan penyuluhan, pembimbingan, dan pembinaan kepada calon jemaah haji untuk dapat mengimplementasikan haji mabrur di masyarakat. “Selain juga untuk meningkatkan partisipasi umat dalam pembangunan bangsa yang diridhoi Allah SWT,” ujar Masjkuri.

Acara pelantikan juga dihadiri oleh Panewu Anom Kapanewon Turi Bambang Krismanto, beserta Muspika Turi, MUI, Lurah se-Kapanewon Turi, dan Kapolsek Turi. (Arief Hartanto)




Bentuk Karakter Murid dengan Lingkungan Sekolah yang Sehat

Pendidikan memiliki peran untuk menyiapkan sumber daya manusia dalam pembangunan bangsa, negara, dan agama. Salah satu hal terpenting adalah bagaimana mendidik karakter, yaitu penanaman nilai-nilai yang meliputi pengetahuan, kesadaran, dan kemauan, serta tindakan dalam melaksanakan nilai-nilai tersebut. Selain itu, keadaan lingkungan pendidikan juga dapat menjadi tolak ukur bagaimana kualitas pendidikan yang diterima.

Hal tersebutlah yang menjadi pokok pembahasan dalam acara Workshop Muhammadiyah Green School (MGS), Sabtu (20/3/2021) yang diadakan di Gedung Dakwah Muhammadiyah PCM Turi, Sleman. Acara

Workshop MGS sendiri merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di PCM Turi. Workshop tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, wawasan serta stakeholder sekolah Muhammadiyah di Turi dalam menjalankan program Muhammadiyah Green School.

“Muhammadiyah mempunyai komitmen untuk menyiapkan sumber daya manusia melalui amal usaha di bidang pendidikan. Pendidikan di sekolah Muhammadiyah tidak hanya mengemban misi menyelenggarakan proses pendidikan, tetapi juga mengemban amanah sebagai media dakwah amar ma’ruf nahi munkar sehingga pendidikan karakter sangat diutamakan,” terang Agus Nugroho Setiawan, Dosen Program Studi Agroteknologi UMY.

Sementara itu, Septi Nur Wijayanti, Dosen Program Studi Hukum UMY menggarisbawahi mengenai pentingnya menjaga lingkungan pendidikan yang sehat, Menurutnya, lingkungan yang sehat merupakan kebutuhan dasar manusia. “Lingkungan yang sehat merupakan lingkungan yang dapat memberikan tempat untuk berlindung dan menumbuhkan kehidupan yang baik secara fisik, psikologis dan maupun sosial,” ucapnya.

Menyikapi hal itu, Septi menambahkan bahwa Muhammadiyah mempunyai komitmen terhadap lingkungan, hidup bersih, dan pendidikan sehat. “Oleh karena itu, sekolah Muhammadiyah harus mampu memenuhi hak konstitusional siswa dan guru terhadap lingkungan yang bersih dan sehat,” tukas Septi.

Lingkungan sekolaj sendiri memiliki peran penting sebagai wadah mengembangkan diri dan membangun sebuah karakter. Atas dasar itu, lingkungan sekolah harus didesain dengan tujuan untuk dapat membentuk karakter yang baik, serta mampu menjadi sumber pembelajaran. Selain itu, lingkungan sekolah juga harus dapat menciptakan atmosfer pendidikan yang kondusif, afar peserta didik dapat aktif mengembangkan potensi diri mereka untuk mendapatkan pengetahuan mengenai spiritual, keagamaan, kecerdasan, akhlak, dan keterampilan yang diperlukan.

“Pendidikan jangan lagi dipahami sebagai sebuah beban, tetapi harus menjadi sesuatu yang menyenangkan, membebaskan, memanusiakan dan memaknai kehidupan secara baik,” tambah Anisa Dwi Makrufi, Dosen Prodi Pendidikan Agama Islam UMY. (Arief Hartanto)