Peringati Isra’ Mi’raj, KOKAM Gamping Gelar Long March

Dalam rangka memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Gamping adakan kegiatan Long March Spesial Isra’ Mi’raj, yang diadakan pada Rabu (10/3/2021) hingga Kamis (11/3/2021).

Kegiatan Long March dimulai dari titik awal di Masjid Agung Gamping, Gamping Tengah, Ambarketawang menuju Pondok dan Panti Asuhan Muhammadiyah Abu Dzar Al-Ghifari, Kalimanjung, Sleman. Peserta kegiatan berjumlah lebih kurang 50 orang yang berasal dari anggota KOKAM cabang Gamping, maupun KOKAM cabang lainnya di Kabupaten Sleman.

Nurcahyo Noviantoro, Komandan KOKAM Gamping menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan wadah untuk saling mengingatkan, memberi semangat, dan mempererat tali silaturahmi antar anggota KOKAM. “Kegiatan ini mengambil tema ‘Memaknai KOKAM Sebagai Gerakan Ilmu dan Amal’ dalam bentuk tadabbur peristiwa Isra’ Mi’raj dan kegiatan long march,” jelas Nurcahyo.

Tadabbur Peristiwa Isra’ Mi’raj sendiri diisi oleh Ustad Ghoffar Ismail, Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah. Pada kesempatan tersebut, Ghoffar menggarisbawahi mengenai pentingnya ibadah sholat lima waktu.

“Memaknai Isra’ Mi’raj sebagai peritistiwa yang dialami oleh Nabi SAW untuk mendapatkan perintah sholat serta betapa pentingnya sholat bagi Hamba Nya serta sholat adalah tiang agama dan sholat adalah amal pertama yg dihisab,” ungkap Ghoffar.

Selain Long March dan Tadabbur, acara juga diisi dengan kegiatan Latihan baris berbaris bersama Koramil Gamping, sebagai upaya untuk membentuk karakter disiplin dalam setiap diri anggota KOKAM.

“Jadilah Pemuda Muhammadiyah yang memiliki kedisiplinan, KOKAM sebagai garda depan Muhammadiyah jangan sampai terkontaminasi narkoba dan miras. Jaga selalu nama baik diri, keluarga , masyarakat dan persyarikatan,” sebagaimana ditegaskan Achip Widayana, Anggota Koramil Gamping yang bertindak sebagai instruktur kegiatan. (Arief Hartanto)




Pembanguanan Gedung Yayasan Baitul Qawwam Tempel Dimulai

Kamis (11/3/2021) bertempat di Dusun Plumbon Tengah Mororejo, Tempel, Yayasan Baitul Qowwam memulai persiapan pembangunan Gedung Komplek mereka dengan mengadakan do’a bersama. Acara yang juga bertepatan dengan perayaan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1442 H tersebut dihadiri oleh Lurah Mororejo, Perangkat Kalurahan Mororejo, Pengurus dan warga Panti Yayasan Baitul Qowwam, dan perwakilan Keluarga HS. Siswodiharjo.

Lurah Mororejo, Jaka Ristanta pada kesempatan tersebut menyampaikan rasa antusiamenya terhadap pembangunan gedung Yayasan Baitul Qowwam. Menurutnya, rencana pembangunan tersebut merupakan salah satu inisiatif untuk membangun generasi milenial yang dibekali dengan ilmu dan agama yang kuat sebagai pondasinya.

“Karena ke depan tantangan generasi muda tidak semakin ringan karena harus berhadapan dengan gempuran peradaban yang bisa mengikis atau bahkan merusak keimanan jika tidak dibentengi sejak awal, sebagaimana dirintis oleh panti ini,” ungkap Jaka.

Baitul Qowwam atau yang bisa juga disebut sebagai Empowering House (Rumah Pemberdayaan) merupakan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) yang menampung dan mengasuh anak yatim dan miskin. Lembaga yang berdiri tahun 2009 ini memberikan pendidikan kepada anak-anak yang kurang mampu, serta mencukupi kebutuhan hidup serta biaya pendidikan mereka. Bahkan, banyak diantara anak-anak tersebut yang berhasil melanjutkan pendidikan mereka sampai ke jenjang perguruan tinggi. Beberapa diantaranya di UIN ada 3 anak, UGM dan UII ada 2 anak, serta di STIE YKPN dan UAD masing-masing 1 anak.

Ketua Panti Baitul Qowwam, Agus Triyanta menyebutkan bahwa anak-anak tersebut memang ditempa untuk menjadi ‘berdaya’. “Baitul Qowwam bertujuan untuk membangun kepribadian anak agar memiliki integritas (akhalqul karimah), kemandirian, solidaritas, dan ketekunan,” ujar Agus.

Sampai saat ini, Baitul Qowwam telah mengasuh 136 orang anak yang berasal dari berbagai tempat seperti Tangerang, Bekasi, Cirebon, Magelang, Sleman, Kulonprogro, Yogyakarta, Gunung Kidul, Klaten, Sragen, Karanganyar, Wonogiri dan Pacitan. Anak-anak tersebut diarahkan untuk menjalankan program-program yang berorientasikan pemberdayaan, mencakup character building, enterpreunership, dan academic achievement.

Lembaga ini memiliki pandangan bahwa IQ bukan menjadi faktor utama dalam pendidikan, melaikan ketekunan yang ditunjang dengan konsentrasi yang baik yang menjadi faktor kesuksesan seorang anak. “Karena itulah di Baitul Qowwam, para pengurus dan pengasuh berupaya keras untuk membangun atmosfir yang baik bagi tumbuhnya optimisme anak, yang hal ini merupakan prasarat kunci bagi lahirnya prestasi mereka, menerapkan disiplin yang tegas tanpa harus mengorbankan kegembiraan anak,” jelas Agus lagi.

Pembagunan Gedung Komplek ini diharapkan dapat memperlancar setiap kegiatan di Yayasan Baitul Qowwam. Rencananya, gedung akan dibangun di atas tanah wakaf seluas 1700 m persegi. Panitia membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin berkontribusi dengan memberikan bantuan melalui rekening BSM: 0307075359 An. Agus T. QQ.

Wasilah selaku perwakilan keluarga berharap pembangunan gedung baru ini dapat menjadi ladang amal bagi keluarganya. “Semoga diberi kemudahan dan kelancaran. Untuk semua anak-anak panti  diberikan kellancaran dan dimudahkan dalam membimbing mereka,” ungkapnya. (Arief Hartanto)




Karakter Mulia dan Tujuan yang Jelas adalah Kunci Sukses Seseorang

Salah satu hal yang harus diperhatikan bagi peserta didik adalah akhlak dan karakter mulia. Seorang peserta didik harus memiliki karakter dan kepribadian yang disiplin, serta menjunjung tinggi kejujuran. Hal itu yan disampaikan oleh Mohamad Yusuf, Kepala Sekolah MAN 4 Sleman, ketika membuka acara Achievement Motivation Training (AMT) bagi peserta didik kelas XII IPS dan IIK, Rabu (10/3/2021) di Aula MAN 4 Sleman.

Yusuf mengingatkan agar para peserta didik memiliki niat dan hasrat untuk menomorsatukan pendidikan, supaya dapat meraih kesuksesan hidup.

“Sebagai peserta didik madrasah, untuk dapat mencapai kesuksesan harus lulus terlebih dahulu dari madrasah ini. Oleh karena itu, ikuti dan jalani semua persyaratan yang diberlakukan di madrasah agar lulus dengan nilai baik. Dengan nilai baik akan lebih mudah studi lanjut kuliah di Perguruan Tinggi yang diinginkan,“ pesan Yusuf.

Sementara itu, Nurwahyudin Al-Azis, seorang motivator yang sudah sering mengisi di tingkat nasional menegaskan bahwa sukses itu harus dibangun dari diri sendiri. Menurutnya salah satu cara usaha yang dapat dilakukan oleh peserta didik adalah rajin berolahraga, seperti senam dan senam otak untuk memicu otak bagian Neurocortex lebih aktif.

Azis juga menambahkan bahwa penting bagi peserta didik untuk mengenali penyebab kegagalan dalam diri seseorang, seperti tujuan yang tidak jelas, menganggap tujuan mustahil, tidak merasa harus, tidak fokus, pembenaran kesalahan, beralasan, menyalahkan, dan tidak tahu jalur menuju sukses.

“Peserta didik kelas XII ibarat berada di tempat yang posisinya genting. Maka harus sadar posisi, supaya tidak terjatuh. Untuk sukses perlu memiliki tujuan yang jelas, pastikan tujuan dituliskan,” beber Azis ketika memberikan materi mengenai Auto Suggestion Power.

Untuk menghindari kegagalan, seseorang harus menghapus beberapa sifat yang dapat menjadi penyebabnya seperti minder, pesimis, malas, dan ceroboh. “Minder adalah penghambat kesuksesan, pesimis penghalang kesuksesan, malas adalah musuh utama kesuksesan, sedangkan ceroboh adalah penghancur kesuksesan. Ingat prestasi luar biasa tidak bisa diraih dengan biasa,” tandas motivator yang juga pernah mengisi pelatihan di berbagai provinsi itu. (KIM Moyudan/eds)




Warga Minggir Gelar Do’a Lintas Agama untuk Keselamatan Bersama

Sebagai bentuk permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk terhindar dari bencana, warga Dusun Keliran, Sendangagung, Minggir, Sleman adakan Do’a Bersama Lintas Iman, Kamis (4/3/2021).

Kegiatan yang diadakan di pinggir Sungai Progo ini diikuti oleh warga dari berbagai agama seperti Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu dan Budha. Selain itu, acara juga dihadiri oleh Anggota DPR RI Komis X, My Esti Wijayanti, dan berbagai elemen masyarakat seperti Relawan Jaringan Komunikasi Mandiri (JKM), Bhabinkamtibmas Sendangagung, dan Babinsa Koramil Minggir.

Do’a bersama lintas agama ini diprakarsai oleh Sukardi Siratmaja, seorang tokoh kebudayaan di Kapanewon Minggir. Menurutnya, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperat kerukunan antar iman dalam menjaga kelestarian alam, dan memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar terhindar dari bencana alam.

“Tema yang diambil adalah Wakdul Lih Simbah, yang bermakna warga peduli lingkungan hidup sing manembah,” ungkap Sukardi.

Prosesi permohonan do’a sendiri dilakukan oleh masing-masing pemuka agama, yaitu Durmo Suprihatin sebagai perwakilan Agama Katolik, Uti Suprapti Mangir perwakilan Agama Hindu, Totok Tejamano perwakilan Agama Budha, Sunowo perwakilan Agama Kristen Protestan, dan Solikhin sebagai perwakilan Agama Islam.

Inti dari permohonan masing-masing pemuka agama tersebut adalah meminta perlindungan dari Tuhan Yang Maha Esa agar terhindar dari segala mara bahaya , bencana, serta diberikan kebahagiaan, kesejahteraan dan keselamatan.

Pada kesempatan tersebut dilakukan pula kegiatan penanaman pohon perindang di sekitar Sungai Progo, sebagai bentuk pelestarian alam lingkungan di sekitar sungai. (Daris/KIM Minggir)




Cegah Penyebaran COVID-19 di Masyarakat, KUA Margowulih Adakan Pembinaan Rois

Menyikapi kondisi pandemi COVID-19 yang masih melanda sampai saat ini, Kantor Urusan Agama (KUA) Kalurahan Margoluwih, Kabupaten Sleman mengadakan kegiatan lintas sektor Pembinaan Rois se-Kalurahan Margoluwih, Rabu (3/2/2021) bertempat di Kediaman Margo Utomo, Rois Dusun Cibuk Lor I, Margoluwih, Seyegan, Sleman.

Kegiatan yang diadakan secara rutin selapanan (35 hari) sekali ini diikuti oleh 14 Rois dari 14 padukuhan wilayah Margoluwih. Hadir dalam kegiatan tersebut Penyuluh Agama dari KUA, perwakilan Puskesmas Seyegan, Bhabinkantibmas, dan Kamituwo Kalurahan Margoluwih.

Dalam sambutannya Sri Widodo, Kamituwo Margoluwih menyampaikan tentang kegiatan kemasyarakatan yang harus disesuaikan dalam kaitannya dengan pencegahan COVID-19. Widodo mengingatkan adanya kebijakan dari kalurahan bahwa pelaksanaan kegiatan sosial kemasyarakatan dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat termasuk kegiatan takziah.

“Untuk takziah sudah ada kesepakatan tidak dilakukan siaran warga. Untuk menghindari kerumunan sementara upacara pemakaman juga dibuat sederhana dengan meniadakan sambutan sambutan, kegiatan tahlilan dengan prokes ketat dan jumlah dibatasi. Demikian juga dengan kegiatan hajatan warga,” terangnya.

Ia juga meminta agar warga melalui dukuh untuk dapat berkoordinasi dengan kalurahan bila terdapat salah satu warga yang terindikasi COVID-19. “Agar bisa segera menghubungi Puskesmas,”

Pembinaan Rois dari KUA sendiri dilakukan oleh Petugas Penyuluh Agama, Haris Bahalwan. Ia menjelaskan mengenai tindakan preventif yang dapat dilakukan untuk mencegah penyebaran COVID-19 di masyarakat. Haris memberikan 3 solusi untuk menghambat penyebarannya yaitu dengan edukasi, tindakan nyata dan keteladanan.

“Ketiga solusi tersebut dituangkan dalam pelaksanaan 3 M yaitu mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker, dan juga menjaga jarak, termasuk menjauhi kerumunan dan membatasi mobilisasi/interaksi,” ujarnya.

Sementara itu, Heri dari perwakilan Bhabinkantibmas meminta para Rois untuk mewaspadai mengenai keterlibatan warga masyarakat terhadap organisasi masyarakat yang telah dilarang oleh pemerintah. “Hal ini terkait dengan keamanan dan ketertiban di masyarakat sendiri,” imbuh Heri.

Pada kesempatan yang sama, Jumarko dari Puskesmas Seyegan memaparkan mengenai perkembangan kondisi kasus COVID-19 di wilayah Seyegan yang mengalami peningkatan. Pada PTKM tahap kedua ini menurut Jumarko, cakupan pandemi di Kabupaten Sleman mengalami peningkatan hingga berada diatas rata-rata nasional. Jumarko juga menambahkan bahwa trend penularan sekarang ini banyak terjadi ditempat kerja.

Dibagian akhir, Jumarko nengingatkan bahwa pada bulan Februari ini ada pemberian kapsul Vitamin A secara gratis bagi balita usia 6 bln – 11 bln (kapsul biru) dan balita usia 12 bln – 59 bln (kapsul merah).  “Manfaat kapsul vitamin A ini adalah untuk meningkatkan imunitas atau kekebalan tubuh. Distribusi dari pemberian kapsul vitamin A melalui kegiatan posyandu,” ungkap Jumarko.

Kegiatan kemudian ditutup dengan siraman rohani yang disampaikan oleh Moh. Jaelani dari KUA Margoluwih. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)