Bimwin Angkatan VIII Kecamatan Seyegan, Kemenag Sleman Batasi Peserta

Bimwin penting diikuti oleh calon manten, di mana dasar yang kuat menentukan kualitas keluarga dalam mengarungi mahligai rumah tangga. Demikian substansi dari materi yang disampaikan oleh H. Sa’ban Nuroni, Kepala Kantor Kementerian Agama Islam Sleman pada kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi Calon Manten (Caten) Angkatan VIII Kecamatan Seyegan.

Acara yang dihelat selama dua hari pada Senin (3/8/2020) dan Selasa (4/8/2020) ini berlangsung di Kurahan, Margoagung, Seyegan.

Dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, jumlah peserta dibatasi yaitu 10 pasang caten yang dalam waktu dekat akan melaksanakan ijab kabul pernikahan. Direncanakan Bimwin Kabupaten Sleman ini akan dilaksanakan sampai dengan 60 angkatan sampai akhir tahun. Dimana Kecamatan yang jumlah perkawinannya banyak akan mendapat Bimwin lebih dari satu kali.

Dalam Bimwin bagi caten ini diberikan sejumlah materi yaitu kebijakan Kemenag tentang Bimwin, perkenalan, harapan dan kontak belajar, mempersiapkan keluarga Sakinah, membangun hubungan dalam keluarga, menenuhi kebutuhan keluarga, menjaga kesehatan reproduksi, mempersiapkan generasi berkualitas, serta evaluasi, refleksi dan post test.

Dari 8 materi yang diberikan, ada 2 materi yang wajib diikuti yaltu materi kebijakan Kemenag tentang Bimwin dan mempersiapkan keluarga sakinah.

Adapun narasumber selain diambilkan dari ASN di lungkungan Kemenag sendiri, juga dihadirkan pemateri dari Puskesmas yaitu bidan dan psikolog yang memberikan materi tentang kesehatan reproduksi. Di samping itu ditunjuk fasilitator, yaitu ASN dan non ASN yang sudah mendapat Bimtek untuk melakukan pendampingan.

Di kesempatan tersebut, H. Handoyo, Kepala KUA Kecamatan Seyegan menjelaskan bahwa Bimwin ini sangat penting mengingat angka perceraian di Seyegan yang meningkat dan sangat diperlukan untuk peningkatan ketahanan keluarga.

Handoyo mengatakan bahwa KUA juga memberikan konseling pra nikah kepada caten untuk pembekalan.

Di sela sela materi juga diadakan kegiatan bermain peran, di mana pasangan caten diminta untuk memperagakan perannya kelak menjadi orang tua yang nenjadi teladan bagi anak-anaknya.

Diakhir acara, kepala KUA Kecamatan Seyegan mengingatkan kepada peserta bahwa meskipun materinya diberikan secara teoritis namun materi ini sangat bernanfaat sebagai pondasi awal dalam membina rumah tangga. Dirinya juga berpesan tentang 3M kata kunci yaitu Mulai dari sekarang, Mulai dari diri sendiri, dan Mulai dari yang kecil.

Sebelum ditutup diberikan kepada para peserta Sertifikat Bimbingan Perkawinan dari Kemenag Sleman. (Sutarto Agus/KIM Kec. Seyegan)




Angkatan Muda Muhammadiyah Turi Berbagi Ratusan Paket Kurban

Pandemi Covid-19 saat ini ternyata tidaklah menjadikan surut
semangat umat muslim di Turi Sleman untuk memaknai hakikat ibadah kurban. Demikian
yang dilakukan Pemuda Muhammadiyah Turi, KOKAM Cabang Turi Sleman dengan kegiatan
Berbagi Daging Kurban 1441 H di mana kali ini membagikan ratusan paket daging kurban
untuk warga Dusun Pandansaren, Ngumbul, Ngepreh, Tunggularum, Gondoarum, di
seputaran lereng Merapi, Turi, Ndungrong, Sekendal, Sabtu (1/8 /2020).

Azis Yon Haryono, Ketua Pemuda Muhammadiyah Turi dalam
kesempatan tersebut menyampaikan antusiasmenya membantu kegiatan ini. “Terbukti
kami mendapatkan amanah ratusan daging kurban dari berbagai Ranting
Muhammadiyah seperti Ganggong, Dadapan, Randusongo, Ngentak, Perum Gama Asri
bahkan dari Ranting Garongan Wonokerto 2 menyerahkan seekor sapi kepada kami
panitia untuk bisa dimanfaatkan,” ujarnya.

Sementara itu, Pratikno, perwakilan Ranting Wonokerto 2
didampingi Ketua Cabang Muhammadiyah Turi, Bambang Rahmanto ketika menyalurkan satu
ekor sapi mengatakan bahwa Ranting Garongan terdapat peningkatan jumlah kurban.

“Biasanya kami hanya mengeluarkan daging dan kambing, namun
tahun ini menyerahkan seekor sapi dari Jemaah Masjid Ash Sholeh untuk kegiatan
PM/KOKAM Cabang Turi yang akan disalurkan ke tempat binaan dan ini insyaAllah
akan lebih bermanfat,” tandasnya. (Arief Hartanto)




Musala Assalam Salakan Terapkan Protokol Kesehatan Potong Hewan Kurban

Usai melakukan salat Idul Adha, pengurus takmir Musala Assalam Padukuhan Salakan, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban yang dilakukan di halaman setempat dengan menerapkan protokol kesehatan guna pencegahan penularan wabah Covid-19.

Panitia peringatan Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriyah Musala Assalam Salakan tahun 2020 menerima tiga sapi dan lima ekor kambing untuk kurban yang dibagikan kepada 302 warga sekitar Musala Assalam.

Pemotongan hewan kurban dipimpin oleh Rois Padukuhan Salakan, Slamet Sarmadi yang dibantu oleh beberapa warga masyarakat. Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Padukuhan Salakan, Suyana serta Ketua RW 26, Sukirdi.

Setelah dilakukan penyembelihan hewan kurban, guna memastikan keamanan daging yang akan dibagikan kepada masyarakat maka organ dalam hewan sapi yaitu hati, paru-paru, serta limpa diperiksa oleh petugas pemantau kesehatan hewan kurban dari Pemerintah Kabupaten Sleman yang bekerjasama dengan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten sleman dan UGM Yogyakarta yang telah melakukan pemantauan kesehatan hewan kurban sehingga dapat dipastikan daging kurban yang akan dibagikan kepada warga RT 01, RT 02, RT 03, dan RT 08 benar-benar daging yang sehat dan aman untuk dikonsumsi masyarakat,” tutur Suyana, Jumat (31/7/2020).

Suyana menambahkan bahwa pelaksanaan pemotongan hewan kurban di Musala Assalam dari awal hingga selesai tidak ada kendala, semua berjalan sesuai dengan rencana. Pembagian daging kurban juga teratur karena sebelumnya panitia telah membagikan kupon kepada masyarakat sesuai dengan wilayahnya masing-masing untuk menghindari kerumunan orang. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kec Gamping)




Pemkab Sleman Adakan Monitoring Pengelolaan Hewan Kurban di Seyegan

Pemerintah Kabupaten Sleman menggelar kegiatan Monitoring Pengelolaan Hewan Kurban di 3 kecamatan, yaitu Kecamatan Prambanan, Kecamatan Ngaglik, dan Kecamatan Seyegan. Kegiatan ini dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Harda Kiswaya pada hari Jumat (31/7/2020).

Rombongan Tim Monitoring yang terdiri dari Setda, Asisten Setda, Staf Ahli, beberapa Kepala Dinas dan Kepala Bagian tiba di Masjid Al Barokah, Ngaran, Margokaton, Seyegan yang merupakan lokasi terakhir kegiatan monitoring tepat pukul WIB.

Setelah ucapan selamat datang dari Takmir Masjid, sedikit
diceritakan juga bahwa di masa Covid-19 tahun ini Masjid Al Barokah justru
terjadi kenaikan jumlah hewan kurban, yakni mencapai 5 ekor sapi dan 9 ekor
kambing.

drh. Gigi Bawono dari Puskeswan Kecamatan Seyegan pun menyatakan bahwa dari sapi-sapi yang disembelih dalam kondisi sehat, baik itu hati, paru dan limpa.

“Penanganan daging dan kotorannya pun sudah baik meskipun
belum bisa mengurangi penggunaan plastik seperti anjuran pemerintah,” ujarnya.

Sementara itu, Tim Monitoring diwakili oleh Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Sleman, H. Sa’ban Nuroni, menekankan bahwa di masa pandemi sekarang ini semua kegiatan tak terkecuali kegiatan keagamaan selalu ditekankan dengan protokol kesehatan sehingga sarana pendukung harus disiapkan oleh takmir masjid. Oleh karena itu, pihaknya membekali Masjid Al Barokah dengan dua buah thermo gun untuk mendukung pelaksanaan protokol kesehatan selama kegiatan kurban berlangsung. (Sutarto Agus/KIM Kec. Seyegan)




LPB PDM Sleman Pasang Spanduk Waspada Corona

Pandemi
Covid-19 di Indonesia yang kasusnya terus meningkat dari hari ke hari dalam
pandangan Muhammadiyah harus disikapi dengan tetap melaksanakan protokol
kesehatan secara ketat. Tiga protokol kesehatan yaitu memakai masker, mencuci
tangan dan menjaga jarak harus secara disiplin dilaksanakan oleh masyarakat.

Menurut
Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana Pimpinan Daerah Muhammadiyah (LPB PDM) Sleman, Fauzan Yakhsya, masyarakat
mulai tidak peduli dengan penyebaran virus Corona dan banyak yang berasumsi
dengan istilah new normal berarti keadaan sudah normal seperti sediakala.

“Padahal
nyatanya pandemi ini belum berakhir,” ujarnya ketika ditemui di Markas Komando
MCCC di Sleman pada Senin (27/7/2020).

Dikatakan
Fauzan, upaya melawan Covid-19 dijawab LPB PDM Sleman dengan memasang puluhan
spanduk di berbagai titik strategis di Kabupaten Sleman dan membagikan ratusan
buku imbauan untuk mengingatkan bahwa wabah Corona belum berakhir.

“Dikoordinasi LPB PDM Sleman dan MCCC dibantu oleh relawan Muhamadiyah Sleman, usaha harus dilaksanakan semua pihak secara gotong-royong karena tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah saja,” tandasnya. (Arief Hartanto)