Kafilah Kabupaten Sleman Kembali Berjaya di FASI XI DIY

Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) XI tingkat DIY kembali
digelar pada Minggu (8/3/2020) bertempat di Kompleks Perguruan SMAM 2
Yogyakarta, SDM Sukonandi, dan Kanwil Kementerian Agama DIY.

Gelaran yang tahun ini mengambil tema Bina, Santri, Jujur,
Arif, Ramah, Santun (Bisa Juara Satu) ini merupakan ajang bagi para santri TKA (Taman
Kanak-Kanak Alquran) dan TPA (Taman Pendidikan Alquran) se-Yogyakarta untuk
mengembangkan bakat, berkreasi dan berprestasi.

Lomba yang difestivalkan pun beragam, mulai dari tartil
Alquran, adzan dan ikamah, nasyid islami, peragaan salat, cerdas cermat Alquran,
mewarnai, ceramah agama Islam, hingga kaligrafi.

Kafilah Kabupaten Sleman dengan santri 123 dan 25 official
maupun pendamping siap untuk mempertahankan juara umum yang disangdang pada
tahun sebelumnya. 

Mujiyono didampingi Arif Rahman selaku Ketua Kafilah Sleman
juga berharap, ajang Festival Anak Sholeh Indonesia 2020 ini dapat melahirkan
santri-santri berkualitas serta melahirkan generasi-generasi bangsa yang
tangguh secara mental, berakhlak mulia, dan berdaya saing tinggi.

Setelah bersaing dengan 4 kafilah lain se-DIY, Kafilah
Sleman kembali berjaya dengan tampil sebagai juara umum pada Festival Anak Sholeh
Indonesia 2020. (Harjito, Moyudan)




MWCNU Gamping Peringati Hari Lahir NU ke-94

Dalam rangka memperingati hari lahirnya Nahdlatul Ulama ke-94, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Gamping menggelar Lailatul ijtima’ yang berlokasi di Masjid At-Taqwa, Mejing Lor, Ambarketawang, Sabtu (7/3/2020) malam.

Ketua Ranting NU Ambarketawang, Ariman Hisyam menyampaikan bahwa sebelum dilaksanakan pengajian malam hari ini, digelar Sema’an Alquran dan Bahtsul Masa’il di siang hari yang merupakan satu rangkaian kegiatan. Adapun sebagai Mauidhoh Hazanah, K.H. Junaedi dari Kota Yogkarta dengan mengangkat tema Takwa.

Kegiatan diikuti oleh segenap pengurus MWCNU Gamping, Muslimat PAC Gamping, Ranting NU, serta Badan Otonom NU se-Kecamatan Gamping. Turut hadir dalam Lailatul Ijtima’ Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang NU Kabupaten Sleman, H. Ismail Ahmad, Rois Syuriyah MWCNU Gamping, K.H. Ahmad Mabarrun, serta Ketua Tanfidziyah MWCNU Gamping, H. Saliman.

Dalam ceramahnya, K.H. Junaedi mengungkapkan bahwa dengan bertakwa kepada Allah SWT akan dapat kita raih kemuliaan hidup serta kebaikan di dunia. Nilai takwa sangat dibutuhkan bahkan menjadi modal sosial di dalam membangun sebuah peradaban masyarakat dengan berbagai kompleksitas permasalahan yang terus menghadang. Selain itu, nilai takwa akan memberi kontribusi positif bagi kehidupan sosial yang lebih luas.

“Terdapat empat sifat utama orang yang bertakwa. Pertama, orang yang merasa takut kepada Allah SWT (Al-Khaufu Minal Jalil). Kedua, orang yang beramal dengan apa yang diwahyukan oleh Allah SWT (Al-Amalu bi At-Tanzil). Ketiga, orang yang merasa cukup dan rida dengan pemberian Allah SWT (Ar-Ridha bil Qalil). Dan yang terakhir adalah orang yang senantiasa mempersiapkan bekal untuk menghadapi kematian dan kembali menghadap Allah SWT (Al-Isti’dadu li Yaumir Rahil),” ungkap K.H. Junaedi bersemangat. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kec Gamping)




Pemuda Muhammadiyah Sleman Tebar Ribuan Benih Nila di Pakem

Minggu (8/3/2020) di Padukuhan Purworejo, Hargobinangun, Pakem, Sleman diadakan kegiatan tebar ribuan benih nila di beberapa kolam milik warga setempat. Menurut Kepala Dukuh Purworejo, Eko Nugroho Muhammad, agenda ini merupakan kerjasama pihaknya dengan program Tebar Bibit Ikan Perdana sebagai Program Pemberdayaan Umat Bidang Pemberdayaan Perikanan dan Pertanian Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Sleman.

Sementara Eko Sumardiyanto Ketua PDPM Sleman mengatakan Pemuda
Muhammadiyah Sleman mencoba berkontribusi bagi upaya pemberdayaan ekonomi kader
dan keumatan.

“Sebagai sebuah organisasi kepemudaan dengan potensi
kader dan jejaring yang ada khususnya di tingkat desa dan kecamatan yang cukup
banyak hendaknya bisa menjadi motor penggerak secara kolektif dalam sebuah
gerakan pemberdayaan ekonomi keumatan. Hal ini diawali dengan penebaran benih nila
untuk mengembangkan jaring ekonomi perikanan yang sangat potensial di
Pakem,” tegas Eko.

Dalam kesempatan tersebut, hadir pula Ketua Pimpinan wilayah
Pemuda Muhammadiyah Yogyakarta, Anton Nugroho beserta rombongan didampingi
jajaran Sleman Pemuda Muhammadiyah Sleman, Arif Hakim selaku sekretaris, Aat
selaku bendahara, Ahmad S Sinatra, Amin Darojat, Abdurrahman Darojat,
Parijoabuzayan, Mbah Kasur, dan Sarjiyanto. (Arief Hartanto)




Tari Trengganon, Tarian Salawat Berlatar Belakang Islam

Sleman- Tari Trengganon menjadi salah satu kesenian yang tampil dalam acara Sleman Gumyak Jumat (6/3/2020) di Wisdom Park UGM.

Tari Trengganon termasuk dari kesenian tarian rakyat yang sudah tua. Tari Trengganon ini bisa disebut juga tarian turun temurun dari nenek moyang yang sampai saat ini masih hidup walaupun sudah jarang sekali ditemui. Demikian dikatakan Sayadi, Pembina Tari Trengganon Al-Fatah, usai kelompoknya pentas.

Dijelaskan Sayadi, tarian ini termasuk kesenian atau tarian rakyat dengan jenis tarian salawatan berlatar belakang Islam. Kesenian tari yang berdiri sejak tahun 1980 ini hanya tinggal satu yang masih aktif dan berkembang hingga saat ini, yakni di Desa Parakan Wetan, Sendangsari, Minggir, Sleman.

“Sejarah terian ini dulunya berasal dari Malaysia yang bernama Tarangganu,” tukas Sayadi.

Menurut Sayadi, Tari Trengganon ini memiliki keunikan tersendiri misalnya dari pakaian dan gerakannya.

“Pakaian yang digunakan merupakan perpaduan antara pakaian Melayu dan kain tradisional Jawa, sedangkan gerakannya seperti gerakan silat Melayu. Diiringi oleh lagu dan alat musik tradisional bedug dan rebana yang dibawakan oleh orang-orang tua. Lagu-lagu yang dinyanyikan juga beragam yakni salawat dan lagu daerah Melayu,” ujar Suyadi.

Sayadi mengatakan bahwa pihaknya berupaya terus melestarikan Tari Trengganon tersebut dengan merintis anak-anak yang masih kecil untuk dijadikan penari.

“Agar tidak punah dan masih tetap ada di Indonesia khususnya di Sleman,” kayanya mantab.

Gayung bersambut Egis Firmansyah, salah satu penari mengaku bahwa dirinya mulai belajar tarian tersebut sejak umur 8 tahun.

“Saya sangat senang bisa belajar Tarian Trengganon ini, yang mungkin tidak semua orang bisa memainkan tarian tersebut,” ucapnya dengan bangga. (Rep Septian)




BMT Insan Mandiri Gerakkan Ekonomi Kerakyatan

Ekonomi dalam Islam harus mampu memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat, rasa adil, kebersamaan dan kekeluargaan serta kesempatan seluas-luasnya kepada setiap pelaku usaha. Untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan tersebut lembaga keuangan syariah harus bisa berfungsi menghimpun dan menyalurkan dana dari dan kepada anggotanya.

Baitul Mal wal Tamwil (BMT) atau disebut dengan koperasi syariah yang didirikan oleh kelompok masyarakat berfungsi sebagai media penghimpun, penyalur, dan pendayaguna dana anggota seperti zakat, infak, sedekah, dan wakaf serta sebagai lembaga yang bersifat produktif dipandang sangat strategis sebagai penggerak ekonomi kerakyatan. Untuk itu BMT harus senantiasa berkembang dengan terus meningkatkan omzet dan aset agar anggotanya lebih sejahtera.

Demikian dikatakan Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun saat membuka Rapat Anggota Tahunan ke-22 BMT Insan Mandiri dan Tutup Buku Tahun 2019 yang digelar di Gedung Serbaguna Kabupaten Sleman pada Sabtu (15/2/2020).

“Agar koperasi/BMT tersebut tetap eksis diperlukan kerja keras, kerja cerdas, serta kerja tuntas. Pengelola harus aktif dan kreatif agar koperasi kuat dan selalu berorientasi kepada kesejahteraan anggotanya bukan pengurusnya saja,” kata Sri Muslimatun.

Sri Muslimatun juga berharap agar BMT cerdas menangkap peluang secara baik, membangun kepercayaan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan anggota dengan demikian akan lebih sejahtera, mandiri, dan berdaya, serta bisa bersaing dengan koperasi atau lembaga keuangan yang lain.

Muhammad Banudi, Ketua Pengurus BMT Insan Mandiri menyatakan bahwa rapat anggota tahunan memegang kekuasaan tertinggi serta mempunyai arti yang sangat penting untuk melakukan evaluasi kinerja kepengurusan, menyampaikan laporan pertanggungjawaban pengurus, sekaligus merumuskan rencana kerja satu tahun ke depan dan juga pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU).

Dalam uraiannya Koperasi Syariah BMT Insan Mandiri melayani anggotanya di 2 kantor yaitu kantor pusat yang terletak di Jalan Parasamya, Beran Lor, Tridadi, Sleman dan kantor cabang di Murangan. BMT Insan Mandiri berdiri 10 Oktober 1996. Pada akhir 2019 ini anggota pendiri 99 orang, anggota biasa 2629 orang, dan kini memiliki aset lebih dari 10 miliar rupiah.

Untuk laporan pertanggungjawaban, Mujiono, Wakil Ketua Pengurus mengungkapkan bahwa untuk bidang keuangan dan usaha koperasi ini memiliki rasio keuangan yang meliputi likuiditas, solvabilitas, rentabilitas, serta efisiensi yang masuk dalam kategori sehat baik dan aman.

“Lima tahun terakhir BMT Insan Mandiri mempunyai aset yang terus bertambah yaitu 5,8 miliar pada tahun 2015 menjadi 10,2 miliar pada tahun 2019 begitu pun pertumbuhan Sisa Hasil Usaha (SHU) mengalami peningkatan dari 98,2 juta pada tahun 2015 menjadi 132,4 juta tahun 2019,” ungkapnya.

Sedangkan bidang maal dan sosial, BMT Insan Mandiri juga menerima dan menyalurkan zakat, infak, sedekah, hewan kurban, serta memberikan sumbangan rutin ke sejumlah institusi pendidikan dan meningkatkan kepedulian sosial kepada anggota dan masyarakat.

Rancangan kerja satu tahun ke depan, diungkapkan Mujiono BMT Insan Mandiri akan terus meningkatkan pelayanan anggota dan calon anggota, aset, pendapatan dan SHU, pun kerja sama dengan pihak lain serta performa pengurus. (Upik Wahyuni/KIM Ngaglik).