Safari Tarawih Keliling di Cangkringan

Cangkringan – Safari Tarawih Keliling perdana oleh
Pemerintah Kecamatan Cangkringan dilaksanakan Rabu (8/5/2019) di Masjid Jami
Hasna Padukuhan Kuwang Desa Argomulyo Kecamatan Cangkringan. Ikut hadir dalam rombongan
safari ini Pramono, Camat Cangkringan yang baru. Selain camat, juga ikut hadir  Muspika Cangkringan, KUA, Puskesmas, UPT Yandik,
UPK Cangkringan, Pemerintah Desa Argomulyo dan lembaga desa (PKK, LPMD, Karang
Taruna).

Ashomad sebagai Ketua Takmir Masjid Jami Hasna memberikan
sambutan, ucapan selamat datang, dan sejarah singkat mengenai pembangunan
masjid serta status kepemilikan tanah yang digunakan untuk berdirinya masjid.

Kapolsek Cangkringan AR Sutarman memberikan sambutannya
sebagai pimpinan rombongan safari tarawih dan menyatakan ucapan terimakasih
atas sambutan seluruh jamaah. Kapolsek juga berpesan agar semangat kebersamaan
dan bergotong senantiasa dipupuk demi kehidupan yang rukun dalam bermasyarakat.
Dalam kesempatan ini Kapolsek juga menambahkan informasi adanya rekruitmen calon
anggota Polri, “Mungkin ada sanak saudara yang berminat untuk mendaftar,” ujar AR
Sutarman.

Hudaya Subkhan dari KUA Cangkringan dalam tausiyahnya menyampaikan tentang sumber kebahagiaan yang terdiri dari hati yang selalu bersyukur, sabar saat menerima cobaan, dan seorang istri yang rela atau ikhlas dengan semua pemberian suami tanpa ada keluh kesah. “Jadilah hidup ibarat duit, setiap orang akan menyukainya, atau menjadi gula yang tidak begitu sering disebut tapi bisa membahagiakan orang lain. Tetap jadilah islami namun tetap cinta NKRI,” pesan Hudaya Subkhan. (KIM Cangkringan/Marmansyah)




Bupati Sleman Berpesan Jaga Kerukunan Usai Pemilu

Ngaglik – Beragam tokoh-tokoh bersepakat bahwa selayaknya
proses pasca pemilu 17 April lalu dijalani dengan tertib dan masyarakat tinggal
menunggu dan mempercayakan hasilnya kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Bupati Sleman, Sri Purnomo, berpesan kepada masyarakat
Sleman agar tetap bersama menjaga suasana kondusif, aman, dan damai. “Pemilu
sudah selesai, sambil menunggu pengumuman akhir perlu kita mengendalikan diri,
jangan sampai kita berbuat yang tidak terpuji, hasil apapun kita menunggu
keputusan KPU,” tutur Sri Purnomo saat Safari Tarawih Keliling di Masjid
Usuludin, Dusun Gemutri , Desa Sukoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman,
Rabu (8/5/2019).

Lebih lanjut Sri Purnomo menyatakan dalam suasana Ramadan, masyarakat harus menjaga kerukunan intern agama dan juga antar agama sehingga kehidupan menjadi damai dan aman serta nyaman dan hidup berdampingan. “Apalagi di Kecamatan Ngaglik ini sudah masuk kategori semi perkotaan, otomatis pola kehidupan pasti mengalami perubahan-perubahan, untuk pendatang baru mestinya bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan termasuk dalam hal perekonomian dan sosial budayanya,” lanjut Sri Purnomo.

Pernyataan Sri Purnomo ini selaras dengan tokoh agama di Ngaglik KH Darwis Syafei dalam kesempatan berbeda. “Kita tahu kemarin sebelum pemilu beda pilihan mungkin, tapi itu sudah selesai kita tinggal tunggu hasilnya, yang penting kita semua bersatu kembali membangun wilayah kita ini. Mari rajut kembali kebersamaan,” ungkap KH Darwis Syafei saat mengisi tausiyah buka puasa bersama di tempat dan hari yang sama sebelumnya.

Sementara itu Subagya selaku Camat Ngaglik dalam Safari Tarawih Keliling tersebut menyampaikan laporan hasil pemilu di kecamatan Ngaglik yang berjalan lancar aman dan damai, “Walaupun banyak kendala, semua bisa diatasi dengan baik dan aman, dan kami mengharapkan masyarakat kembali bekerja seperti biasa sesuai tugas dan pekerjaan masing masing, sehingga semua kembali normal, aman, dan damai,” ungkap Subagya.

Dalam kesempatan Safari Tarawih Keliling ini, Bupati Sleman sekaligus menyerahkan bantuan sebesar Rp17,5 juta yang merupakan dana gabungan dari pemerintah kabupaten, kecamatan dan desa. Bantuan juga diserahkan Camat Ngaglik sebesar Rp7 juta yang merupakan dana gabungan yang dihimpun dari Desa Sukoharjo, Badan Permusyawaratan Desa, dan Bank Perkreditan Rakyat. Kedua bantuan ini diterima langsung oleh Suwarno sebagai Ketua Takmir Masjid Usuludin.

Suwarno menyampaikan bahwa masjid Usuludin dibangun pertama di Desa Sukoharjo pada tahun 1946 yang diprakarsai Mbah Kyai Haji Asyari. “Masjid ini sudah dipugar 4 kali sampai saat ini, dan
rencananya renovasi ke-5  akan menghabiskan
biaya Rp 102,5 juta, sementara modal awal saat ini sebesar Rp. 20,5 juta. Terima
kasih atas ditunjuknya Masjid Usuludin sebagai tempat safari tarawih keliling,
juga bantuan dari Bupati Sleman dan Camat Ngaglik untuk mendukung rencana
renovasi dan kegiatan Masjid Usuludin ini,” ungkap Suwarno.

Safari Tarawih Keliling di Masjid Usuludin ini dipadati masyarakat di sekitar Dusun Gemutri karena kehadiran Bupati Sleman Sri Purnomo didampingi para asisten, staf ahli bupati, kepala perangkat daerah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, Camat Ngaglik, Forum Pimpinan Kecamatan Ngaglik dan jajaran kepala desa di wilayah Kecamatan Ngaglik. (KIM Ngaglik/Suripto)




14-19 Mei, Pasar Lebaran Sleman di Selatan Lapangan Pemda

Sleman – Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten
Sleman, kembali menggelar Pasar Lebaran Kabupaten Sleman Tahun 2019. Acara ini
merupakan kegiatan tahunan yang digalakkan dalam rangka menyambut Hari Raya
Idul Fitri 1440 H.

Pasar Lebaran akan diselenggarakan selama 6 hari mulai dari Selasa, 14 Mei sampai dengan Sabtu, 19 Mei 2019 nanti. Kegiatan akan mulai beroperasi pada pukul WIB. Untuk lokasinya sendiri, Pasar Lebaran tahun ini akan diadakan di Jalan Candi Sari, tepatnya di sisi selatan Lapangan Pemda Sleman.

Pustopo, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah mengatakan
bahwa pasar lebaran ini bertujuan untuk memfasilitasi UMKM binaan Pemerintah
Kabupaten Sleman untuk memasarkan produknya sekaligus memberikan motivasi
kepada mereka agar lihai memanfaatkan peluang terutama pada bulan Ramadan dan
Idul Fitri.

“Sekaligus juga sebagai fasilitator bagi masyarakat guna
memperoleh kebutuhan lebaran serta menumbuhkembangkan minat masyarakat agar
memanfaatkan produk-produk lokal. Dan pastinya sebagai momen penjualan sembako
murah,” ungkap Pustopo dalam keterangan persnya, Selasa (7/5/2019).

Pasar Lebaran tahun ini mengusung tema “Bangga Berlebaran
dengan Produk Sleman”. Sebanyak 75 stand telah disediakan untuk mengisi
kegiatan tersebut, dimana peserta yang ikut memeriahkan berasal dari Forum
Komunikasi (Forkom) UMKM 17 kecamatan se-Kabupaten Sleman.

Tidak hanya itu, perhelatan ini juga nantinya akan diisi dengan beragam rangkaian kegiatan. Diantaranya ialah bazar (produk makanan olahan, tradisional, fashion, produk hasil pertanian, tanaman hias, dan lain sebagainya). Sembako murah bagi masyarakat umum dan paket sembako murah bagi KK miskin, aneka perlombaan bagi anak-anak tingkat TK hingga SD, dan kategori umum. Terakhir ialah program Talk Show yang akan menghadirkan narasumber-narasumber inspiratif. (Rilis DinkopUKM/Rep Bilqis).




Jalan Sehat Songsong Ramadhan

Turi – Memasuki bulan Ramadhan 1440 H, PCM (Pimpinan Cabang Muhammadiyah) Kecamatan Turi menggelar Jalan Sehat Songsong Ramadhan 1440 H yang ramai diikuti warga di Desa Bangunkerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Minggu (28/4/2019).

Menurut Bambang Rahmanto Ketua PCM Turi kegiatan ini adalah ungkapan kegembiraaan dalam menyongsong bulan penuh kemuliaan bagi umat Islam. “Juga sebagai ajang untuk hiburan bagi warga setelah melalui tahapan pemilu yang cukup menyita pikiran dan emosi,” terang Bambang Rahmanto.

Jalan sehat ini mengambil rute di seputaran Desa Bangunkerto menempuh jarak lebih kurang 5 Km dengan start dan finish di Lapangan Bangunkerto. Selain pembagian ratusan hadiah untuk peserta dan pemberian santunan untuk lanjut usia, jalan sehat ini juga dimeriahkan atraksi kesenian dan drumband dari berbagai amal usaha yang ada di Turi. Selain itu juga ada pemeriksaan kesehatan gratis dari SMKM 2 Turi serta aneka bazar yang menampilkan aneka potensi ekonomi dari warga Aisyiyah, Nasyiatul Aisyiyah dan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah.

PCM Turi berharap rangkaian kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin tahunan sebagai bentuk dakwah dan syiar Muhammadiyah yang nantinya dilaksanakan secara bergiliran di desa-desa dalam wilayah Turi.

Camat Turi Abdul Haris Sunaryo dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya kepada organisasi Muhammadiyah. “Muhammadiyah selama ini telah banyak berkiprah dalam kegiatan keagamaan, sosial, dan pendidikan di Turi. Di masa depan semoga Muhammadiyah masih akan senantiasa memberikan darma baktinya kepada masyarakat, bangsa, dan agama. Semangat ini harus dikobarkan dalam kerangka amar maruf nahi munkar”, kata Abdul Haris Sunaryo.

Rangkaian kegiatan menyambut bulan Ramadhan ini masih akan berlanjut dengan Pengajian Akbar Sambut Ramadhan pada 5 Mei 2019 mendatang di Masjid Al Iman Desa Bangunkerto dengan menghadirkan pembicara Ustadz Harjaka , yang juga merupakan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman. (Arief Hartanto )




Doa Bersama Iringi Rangkaian Acara Boyong Songsong Kapanewon Cangkringan

Cangkringan
– Pemerintah Kecamatan Cangkringan mengadakan gelar doa bersama dalam rangkaian
acara ulang tahun pindahnya Kecamatan Cangkringan ke-6 ke gedung yang baru, Selasa
(23/4/2019) di Kantor Kecamatan Cangkringan. Doa bersama dipimpin oleh Kepala
KUA Kecamatan Cangkringan, Khamim.

Acara
ini dihadiri oleh karyawan Kecamatan Cangkringan, Muspika, pemerintah desa se-Kecamatan
Cangkringan, serta perwakilan organisasi masyarakat di Cangkringan.

Dalam
sambutannya Camat Cangkringan, Mustadi menyampaikan bahwa kantor yang baru
sebagai pengingat bahwa kita dan seluruh warga Cangkringan harus bisa selaras
dan menjaga alam serta mampu berdampingan hidup menyelaraskan diri sebagai
warga lereng Merapi.

“Tidak
perlu takut dengan Merapi namun harus paham dengan segala kondisinya.
Cangkringan sekarang sudah bangkit, mari jaga semangat dalam membangun
kebaikan, apa yang sudah baik terus dijaga dan yang belum agar terus diupayakan
menuju yang lebih baik,” ujar Mustadi.

Disampaikan
juga oleh Mustadi bahwa Rabu (24/4/2019) akan diadakan ziarah ke makam mantan
camat yang pernah menjabat di Kecamatan Cangkringan, yakni almarhum Hardono,
almarhum Dahuri, dan almarhum Bambang Nur Wiyono. (Marmansyah)