Kepengurusan FKUB Gamping Masa Bakti 2019-2024 Resmi Terbentuk

Gamping – Kamis (31/1/2019) pukul WIB, Pemerintah Kecamatan Gamping, khususnya Seksi Ketentraman dan Ketertiban (Tramtib) memfasilitasi pembentukan kepengurusan Forum Keagamaan Umat Beragama (FKUB) Tingkat Kecamatan Gamping yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai II Kantor Camat Gamping.

Hadir dalam rapat pembentukan kepengurusan antara lain, Camat Gamping, Arif Marwoto, Wakil Komandan Koramil 17/Gamping, Kapten (Inf) Nugroho Agung, Sekretaris Kecamatan Gamping, Trisno Sunardi, Kepala Seksi Tramtib Gamping, Harley Benyamin Josua, Pengurus FKUB Kabupaten Sleman, H. Yuwan Sikro, serta para tokoh masyarakat dan tokoh agama di wilayah Kecamatan Gamping.

Pembentukan kepengurusan ini dilaksanakan berdasarkan Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Nomor 10 Tahun 2007 tentang pedoman pembentukan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Dewan Penasehat FKUB Provinsi DIY dan Kabupaten/Kota di DIY.

FKUB adalah forum yang dibentuk oleh masyarakat dan fasilitasi oleh pemerintahan dalam rangka membangun, memelihara, dan memberdayakan umat beragama untuk kerukunan dan kesejahteraan. Sebagai pengurus FKUB mempunyai tugas melakukan dialog dengan pemuka agama dan tokoh masyarakat, menampung aspirasi ormas keagamaan dan aspirasi masyarakat, menyalurkan aspirasi ormas keagamaan dan masyarakat dalam bentuk rekomendasi sebagai bahan kebijakan pemerintah, melakukan sosialisasi peraturan perundang-undangan dan kebijakan di bidang keagamaan yang berkaitan dengan kerukunan umat beragama dan pemberdayaan masyarakat, serta memberikan rekomendasi tertulis atas permohonan pendirian rumah ibadat.

Dalam sambutannya, Arif Marwoto menyampaikan bahwa perlunya membentuk kepengurusan FKUB di tingkat Kecamatan untuk menjaga toleransi antar pemeluk agama dan menjaga persatuan, kesatuan antar warga demi satu tujuan yaitu terciptanya kondisi keamanan yang kondusif di wilayah Kecamatan Gamping.

“Tahun 2019 ini adalah tahun politik, dimana terdapat banyak gesekan-gesekan karena pilihan yang berbeda, untuk itu kita perlu mensiasati dan mencegah terjadinya perselisihan antar umat beragama agar wilayah Gamping tetap aman dan kondusif,” ungkap Arif.

Di sisi lain, Kapten (Inf) Nugroho Agung berharap dengan terbentuknya kepengurusan yang baru ini dapat memberikan manfaat yang maksimal untuk kita semua.

“FKUB adalah organisasi kemasyarakatan binaan pemerintah yang bertugas mengkoordinasikan antar tokoh agama yang ada di Gamping agar terjalin hubungan antar umat beragama yang baik. Untuk saat ini FKUB harus mendukung situasi keamanan menjadi kondusif di tahun politik ini,” pesan Wadanramil 17/Gamping.

Giat diakhiri dengan pembacaan hasil musyawarah yang disaksikan pejabat Muspika Gamping yakni Ketua, H. M. Nasrulloh, Wakil Ketua I, Djoko Purwono, Wakil Ketua II, Samino Sinto Wibowo dan Sekretaris, Adnan Iman Nurtjahjo. Selanjutnya para pengurus dalam waktu dekat akan mengadakan rapat koordinasi guna menyusun program kerja yang akan dilaksanakan dalam waktu satu tahun ke depan. (Adnan Nurtjahjo)




“Sedekah Sedino Sewu”, Uang Receh yang Berarti untuk Orang Lain

Ngaglik
– Ada pemandangan agak berbeda di Semie Susu Candiwinangun, Sardonoharjo,
Ngaglik pada Senin (28/1/2019). Warung yang biasanya didominasi anak muda
tersebut, petang kemarin tiba-tiba riuh oleh keceriaan 30 anak kecil didikan
komunitas “Omah Ngaji” Banguntapan, Bantul.

Rosyid,
Ketua komunitas Omah Ngaji menyatakan bahwa kedatangan mereka adalah inisiasi
dari komunitas Love Masjid dan Omah Ngaji, sekaligus dalam rangka kegiatan
outing para santriwan-santriwatinya.

“Hadir
di tengah kita 3 anak penyintas bencana gempa Palu yang kehilangan kedua orang
tuanya. Namun hari ini kita semua kesini bukan untuk mengharap iba, tapi karena
ingin bersilaturahmi dan saling bertukar pengalaman dengan kakak-kakak
komunitas Love Masjid,” ujarnya membuka pertemuan.

Bayu
Imam Prakasa, Koordinator Lapangan Love Masjid mengucapkan selamat datang
kepada semua yang hadir dan merasa sangat bergembira dapat berbagi cerita
tentang aktivitas harian masing-masing komunitas. Selepas itu, acara kemudian
diisi dengan diskusi dan tanya jawab di antara semua yang hadir.

Di
penghujung acara Rosyid menyerahkan celengan kecil bertuliskan “Sedekah
Sedino Sewu” kepada pemilik warung sebagai upaya fund rising komunitasnya
dan khususnya sebagai pengingat bagi semua yang melihat tentang arti penting
uang seribu.

“Uang
seribu bagi sebagian orang bisa jadi dianggap sebagai uang receh, uang parkir
atau uang toilet. Namun, bagi sebagian kita yang kurang beruntung, seribu bisa
sangat berarti bagi kelangsungan hidup,” tandasnya.

Di
temui seusai acara, Bayu menambahkan bahwa pertemuan semacam ini sangat penting
bagi sesama pegiat komunitas seperti dirinya. Bergerak di bidang apapun,
kegiatan berbasis komunitas memerlukan kawan untuk saling mendukung dan saling
mengingatkan.

“Sebelum
hari ini, Love Masjid juga pernah bertemu dengan beragam komunitas dari seluruh
penjuru Yogyakarta, baik dalam kapasitas sebagai tuan rumah maupun sebagai
tamu. Karena pada dasarnya berbagi kebaikan adalah tentang kemanusiaan secara
umum, bukan eksklusif milik pribadi atau golongan maka sejak awal kami sengaja
membuka ruang diskusi, ruang belajar bersama bagi para pihak dari berbagai
latar belakang,” ujar pria yang juga akrab disapa mas Bay ini. (DHI)




Kiprah Awal UPZ Masjid Besar Baiturrahman Klidon

Ngaglik
– Takmir Masjid Besar Baiturrahman Klidon menyerahkan dana pengumpulan zakat, infak,
sedekah (ZIS) sebesar Rp 5 juta sebagai tahap awal sebagai Unit Pengumpul Zakat
(UPZ) Baznas Kabupaten Sleman, Jumat (25/1/2019) di Kantor Baznas Kabupaten
Sleman. 

Hal
ini penting karena semua orang mempunyai kewajiban zakat sesuai tuntunan agama Islam
dalam rukun Islam. Dengan adanya penyetoran dana ZIS ini, kewajiban telah terpenuhi.
Demikian arahan Kriswanto selaku Ketua Baznas Kabupaten Sleman.

Sementara
itu Suripto yang ditugasi oleh takmir untuk menyetorkan dana ZIS mengaku merasa
lega dan tenang. “Semoga bisa memberikan motivasi masjid yang lain untuk juga
menjadi UPZ Baznas Sleman,” harapnya.

Untuk
selanjutnya, akan diadakan sosialisasi sebagai tindak lanjut kesepakatan antara
UPZ Baiturrahman dan Baznas Sleman. Rencana sosialisasi akan dilaksanakan pada Minggu
(27/1/2019) di Serambi Masjid Besar Baiturrahman Klidon. Sosialisasi akan
dihadiri 100 peserta dari 25 Masjid Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila yang
ada di DIY. (Srp)




IPHI Ranting Desa Sinduharjo Terima Silaturahmi Perdana Pengajian Rutin IPHI Ngaglik

Ngaglik
– Sabtu (19/1/2019), IPHI Cabang Kecamatan Ngaglik mengadakan silaturahmi 2
bulanan bergilir setiap ranting desa se-Kecamatan Ngaglik yang tujuannya adalah
untuk terus para jemaah haji selalu hadir dalam kajian silaturahmi untuk
menjaga kemabruran haji di Gedung Serbaguna Desa Sinduharjo.

Ketua
IPHI Ranting Sinduharjo, H. Sudjoko selaku tuan rumah acara silaturahmi
menyampaikan selamat datang dan terima kasih kehadirannya. “Apabila ada
kekurangan dalam penyelenggaraan mohon maaf sebesar besarnya semoga pertemuan
ini mendapatkan manfaat dan barokah dari Allah SWT,” ucap Sudjoko.

Selanjutnya,
Ketua IPHI Cabang Kecamatan Ngaglik, H Supriyadi memaparkan perkembangan IPHI
Cabang Kecamatan Ngaglik bahwa setiap ranting sudah terbentuk dan mengadakan
kegiatan pengajian rutin. “Untuk tahun 2019 calon haji Kecamatan Ngaglik
berjumlah 148 orang untuk itu segera dipersiapkan memulai manasik haji untuk
periode 2019,” kata Supriyadi.

Sementara
itu, Kepala Desa Sinduharjo Sudarja menyambut baik atas kehadiran para jemaah
haji se-Kecamatan Ngaglik.

“Desa
Sinduharjo ketiban sampur dalam pengajian IPHI Cabang Ngaglik, semoga pertemuan
ini membawa keberkahan untuk para haji dan hajah se-Ngaglik,” pungkas Sudarja.

Dalam
kesempatan pengajian ini, acara kajian dipercayakan kepada Ustaz H. Jadiyo, dengan
tema menjaga haji mabrur. H. Jadiyo mengatakan dengan tema tersebut setiap haji
dan hajah diharapkan bisa menjaga kemabruran hajinya. “Caranya adalah seperti
menghadiri silaturahmi pengajian seperti sekarang ini dan selanjutnya jangan
lupa selalu berdzikir kepada Allah SWT,” pesan H. Jadiyo. (Srp)




Pengurus MWCNU Gamping Masa Khidmat 2018–2023 Gelar Musyawarah Kerja Guna Siapkan Program Kerja Selanjutnya

Gamping – Minggu (13/1/2019) pukul WIB, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Gamping menyelenggarakan Musyawarah Wakil Cabang tahun 2019 yang dihelat di Gamping Lor, Desa Ambarketawang, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman.

Musyawarah dihadiri oleh Camat Gamping, Arif Marwoto, Kepala Desa Ambarketawang, Sumaryanto, Kepala Desa Balecatur, Hj. Sebrat Haryanti, Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (NU) DIY, Arif Rohman, perwakilan Kantor Urusan Agama Kecamatan Gamping, ranting NU, Banser, Fatayat, Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), serta Muslimat.

Acara yang dipandu oleh Sukadi ini diawali dengan laporan dari ketua Penyelenggara musyawarah, H. Saliman. Dalam laporannya disampaikan bahwa pasca dilantiknya pengurus MWCNU Kecamatan Gamping di bulan Desember 2018 maka perlu dibuatnya program kerja untuk satu tahun kedepan. Berkaitan dengan program kerja yang direkomendasikan pada penyelenggara Konferensi MWCNU Gamping 2018 maka perlu disampaikan pada perhelatan ini.

Sebelum musyawarah dimulai, panitia membagi personil menjadi empat komisi. Antara lain, Komisi A bidang keorganisasian, pendidikan dan dakwah yang dipimpin oleh Achmad Shofi, Komisi B bidang perekonomian dan pemberdayaan umat yang dipimpin oleh Ali mahsun, Komisi C bidang fund raising dan sistem keuangan yang dipimpin oleh Yatin Ngadiyono, serta Tim Sidang pleno yang dipimpin oleh H. Saliman.

Diakhir musyawarah Ketua Tanfidziyah MWCNU Gamping meminta kepada peserta musyawarah untuk selalu mengingat sembilan butir komitmen sebagai pengurus yaitu memegang teguh amanat jami’iyah dan jama’a, menegakkan dan mensyiarkan ajaran islam Ahlussunnah wal jama’ah, mengutamakan kepentingan jami’iyah dan jaama’ah, mejaga dan membesarkan Nahdlatul Ulama, memberikan sesuatu kepada NU bukan mengharapkan sesuatu dari NU.

Selain itu sebagai pengurus juga harus meningkatkan Ukhuwah Islamiyah, senantiasa membiasakan diri tepat waktu dalam setiap kegiatan, bila dalam 6 bulan berturut-turut tidak aktif, tugas dan wewenang akan dilaksanakan oleh orang lain. Serta menjunjung tinggi komitmen bersama. (Adnan Nurtjahjo)