30 Pasangan Pengantin Ikut Nikah Bareng

editSebanyak 30 pasang pengantin mengikuti nikah bareng yang diselenggarakan oleh Panitia Hari Jadi Kabupaten Sleman, bekerjasama dengan Paguyuban Mustoko, di Masjid Agung Sleman, Selasa (26/5).

Mereka menikah dengan mas kawin seperangkat alat salat, sepasang burung merpati dan satu buah pohon dibayar tunai.

Ketua Umum Panitia Nikah Bareng, Linda Afriani, mengatakan usai menjalani akad nikah, mereka akan mengikuti resepsi yang berlangsung di Rumah Dinas  Bupati Sleman. Dalam perjalanan ke lokasi resepsi, akan dimeriahkan dengan kesenian jathilan dan edhan-edhanan.

“Dari 30 pasang tersebut, 14 mengikuti akad nikah. Sedangkan 16 hanya resepsi saja karena mereka telah mengikuti akad sebelumnya. Dari peserta, juga ada 14 pasang tuna netra. Mereka ada yang ikut akad, ada juga yang tinggal resepsi,” katanya.

Sebelumnya, panitia memberikan fasilitas berupa foto pre wedding dengan baju yang disediakan panitia dan dapat mereka bawa pulang. Sedangkan untuk resepsi, pakaian disewakan oleh perias yang berjumlah 30 orang.




Kabupaten Bantul Juara Umum MTQ DIY 2014

Sleman – Kontingan Kabupaten Bantul keluar sebagai juara umum dengan 19 kafilah sebagai juara I dalam Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat DIY tahun 2014, yang berlangsung di Kabupaten Sleman mulai tanggal 1 – 3 Mei 2014.

Perhelatan MTQ tingkat DIY tahun 2014 tersebut, ditutup oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Provinsi DIY Drs H Sulistyo SHCn Msi, ditandai dengan penyerahan piala bergilir kepada Kontingan Kabupaten Bantul sebagai juara umum, di halaman Masjid Agung  Dr Wahidin Sudiro Husodo Beran Tridadi Sleman, Sabtu (3/5) .

Sebagai juara umum dalam MTQ tersebut, kontingen Kabupaten Bantul dengan 19 kafilah meraih juara I. Peringkat kedua diduduki kontingen Kota Yogyakarta dengan 9 kafilah meraih juara I, peringkat ketiga dengan 7 kafilah meraih juara I  diraih kontingan tuan rumah Kabupaten Sleman.

Sedangkan peringkat empat dan lima diraih kontingan Kabupataen Kulonprogo dan Kabupaten Gunungkidul, masing-masing dengan 3 kafilah meraih juara I , sedang Kabupaten Gunungkidul belum ada yang meraih juara I.

Gubernur DIY dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten Pemerintahan dan Kesra Sulistyo,  berharap MTQ tersebut tidak hanya diukur dari sukses prestasi penyelenggaraan serta prestasi kejuaraan.

“Namun yang lebih penting adalah untuk peningkatan pemahaman, penghayatan dan pengamalan nilai-nilai Al Quran, dalam rangka membentuk manusia yang beriman dan bertaqwa yang melandasi kehidupan masyarakat,” katanya.

Gubernur juga berharap Al Quran hendaknya dipakai sebagai pedoman dalam membangun DIY agar mendapat banyak hikmah dan keberkahan yang disediakan Allah.




Prambanan Juara Umum MTQ Kabupaten Sleman

MTQ

Sleman, InfoPublik – Kafilah Prambanan berhasil meraih kejuaraan terbanyak, yakni 8 kategori berhasil menjadi juarai I, disusul Kecamatan Ngaglik 6 kategori dan Kecamatan Kalasan 4 kategori. Ini merupakan hasil penyelenggaraan MTQ Tingkat Kabupaten Sleman, yang digelar Sabtu, 1 Juni 2013, di Desa Sidoarum Kecamatan Godean.

Menurut Drs. H. Kuntadi selaku penyelenggara MTQ, kegiatan ini melibatkan peserta kafilah dari 17 kecamatan, berjumlah 310 orang yang terbagi dalam 10 cabang, meliputi cabang Tilawah Dewasa 23 orang, cabang M2KQ 8 orang, cabang Tahfidz 1–5 Juz 32 orang, cabang Tilawah Remaja 33 orang. Kemudian, cabang Tilawah Anak 33 orang, cabang Fahmil Qur’an 33 orang, cabang Tartil 31 orang, Cabang Syahril Qur’an 36 orang, cabang Tahfiz 10 Juz, 20 Juz dan 30 Juzcabang Kaligrafi dan  hot 50 orang.

Dikatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menggugah kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, akan pentingnya kembali kepada ajaran Al Quran, dan harapannya nilai-nilai Al Qur’an diharapkan bisa menjadi dasar pembangunan karakter generasi muda. Kegiatan ini, katanya, juga dimaksudkan sebagai wahana mencari wakil duta Kabupaten Sleman mengikuti MTQ Tingkat DIY, sekaligus untuk memberikan motivasi kepada peserta untuk lebih meningkatkan kemampuannya dalam menghafal dan memahami isi Al Qur’an, meningkatkan ukuwah antar kafilah dan untuk mengembangkan bakat kafilah.

Kejuaraan MTQ dibuka oleh Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo, MSI pada pagi hari dan pada sore harinya ditutup oleh Sekda dr. Sunartono, , sekaligus memberikan hadiah berupa trophy, piagam penghargaan dan uang pembinaan.

Bupati Sleman dalam sambutan pembukaan sangat mengapresiasi generasi muda yang ikut serta dalam kompetisi ini, karena melalui MTQ inilah dapat semakin mendekatkan Al Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. “Yang perlu diperhatikan, yaitu bahwa dengan membaca dan memahami Al qur’an semakin sering, maka diharapkan generasi muda juga dapat semakin menjadi manusia yang memiliki akhlaqul karimah,” katanya.

Ditambahkan, tidak dapat dipungkiri bahwa saat ini kondisi keimanan dan akhlaq generasi muda semakin memprihatinkan, seperti tindakan kriminal  yang  melibatkan remaja, anarkisme, seks bebas, hingga kasus narkoba. “Tidak hanya di perkotaan, saat ini kasus-kasus tersebut juga makin sering terjadi di pedesaan. Hal tersebut sudah barang tentu menjadi perhatian dan memerlukan penanganan segera,” katanya.




KUA Kecamatan Turi Wakil Sleman Dalam Lomba Tingkat DIY

mcs

Sleman, InfoPublik – KUA Kecamatan Turi yang mewakili Kabupaten Sleman dalam penilaian KUA percontohan tingkat provinsi,  telah dievaluasi Selasa (21/5), oleh tim yang mayoritas dari Kementerian Agama Provinsi DIY , hanya ada satu anggota tim diluar Kemenag Agama, yaitu Ruse  Sutikno, dari Pemda Prop. DIY.

Anggota tim penilai dengan kurang lebih 10 anggota dipimpin oleh Kepala Kemenag Prop. DIY. Drs. H. Maskul Haji yang dalam kesempatan tersebut antara lain menyampaikan bahwa tugas Kemenag antara lain kewenangan pembinaan terhadap 6 agama di Indonesia.

Dan untuk memperlakukan semua agama sama secara adil dan sinergis. Yang jelas dalam penilaian tersebut tim ingin mengetahui dari dekat kondisi KUA Turi apakah kondisinya sama dengan yang ada dalam laporan, apakah sudah sesuai atau belum.

Lebih lanjut disampaikan bahwa fungsi KUA antara dulu dan sekarang sudah lain, fungsi KUA sekarang adalah fungsi pembinaan. Yang memprihatinkan menurut Maskul Haji bahwa anggaran pembinaan untuk KUA selama satu tahun hanya Rp2 juta. Hal ini menuntut manajemen yang baik agar dapat dilaksanakan dengan baik pula.

Hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu, , Dandim 0732 Satriyo Pinandoyo, Kepala Kantor Kemenag Lutfi Ahmad, SAg, Camat Turi Dra. Endang Widowati.

Bupati Sleman dalam sambutan tertulis, yang dibacakan Wakil Bupati, antara lain menyampaikan bahwa keberadaan KUA  tidak dapat dilepaskan dengan masalah pernikahan.

KUA dituntut tidak hanya memberikan pelayanan admisnistratif pernikahan, namun juga harus berupaya agar pernikahan yang dilangsungkan merupakan tonggak terwujudnya keluarga yang hatmonis, sakinah dan berkualitas.

KUA mempunyai peran besar dalam memberikan edukasi daan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap kualitas kaluarga. Permasalahan keluarga yang sangat komplek apabila tidak dikelola dengan baik, maka akan membawa dampak negatif pada kondisi ketahanan dan kesejahteraan keluarga.

Masih tingginya angka perceraian menunjukkan bahwa upaya untuk membina pernikahan dan keluarga yang harmonis harus terus digalakkan. Berkenaan dengan hal tersebut, keberadaaan lembaga Pembina perkawinan sebagaimana KUA maupun BP4 harus terus dievaluasi dan ditingkatkan kinerjanya.

Keharmonisan keluarga merupakan syarat bagi terwujutnya masyarakat yang sejahtera, oleh karena itu Bupati berharap agar kiprah KUA di sleman semakin optimal.

Sementara itu Kepala KUA Kecamatan Turi pada kesempatan tersebut antara  melaporkan bahwa pemeluk Agama Islam di Kecamatan Turi terdapat jiwa, Kristen , Katolik 226, Hindu 3 dan Budha 2.