Sambut Keberkahan Ramadan, Jemaah Masjid Al Arqom Tegalturi Gelar Khatmil Qur’an 30 Juz

Sleman — Suasana khidmat dan penuh keberkahan menyelimuti Masjid Al Arqom Tegalturi, Karangasem, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Sleman, pada Sabtu (14/3/2026). Puluhan jemaah berkumpul untuk melaksanakan kegiatan Khatmil Qur’an sebagai bentuk penguatan spiritual dan kecintaan terhadap kitab suci di tengah momentum bulan suci Ramadan.

Rangkaian acara dimulai dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an secara bergiliran oleh para jemaah. Dengan duduk melingkar, jemaah melantunkan ayat demi ayat hingga tuntas mencapai 30 juz. Suasana tenang dan khusyuk tercipta selama prosesi berlangsung, mencerminkan semangat kebersamaan masyarakat dalam menjaga tradisi religius di lingkungan Padukuhan Gempol.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Bejo Subekti, sementara sesi doa khatmil Qur’an dipandu oleh Mudji Hamdani. Kehadiran tokoh agama setempat memastikan jalannya acara berlangsung tertib dan sarat makna. Program ini bukan sekadar rutinitas pengajian, melainkan upaya kolektif warga untuk meningkatkan indeks keimanan serta ketakwaan di lingkungan masyarakat perkotaan yang dinamis.

Widayat, salah satu jemaah yang hadir, menekankan bahwa kegiatan ini merupakan momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga. Menurutnya, tradisi membaca Al-Qur’an secara bersama-sama memiliki dampak positif dalam menumbuhkan semangat religiusitas yang lebih kuat di tengah masyarakat.

“Melalui kegiatan ini kami berharap Al-Qur’an tidak hanya dibaca, tetapi juga dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Kebersamaan dalam khataman ini menjadi energi positif bagi kami untuk terus konsisten memperbaiki diri di bulan yang penuh berkah ini,” ujar Widayat di sela-sela kegiatan.

Acara ditutup dengan doa bersama agar keberkahan Al-Qur’an senantiasa menyertai setiap langkah kehidupan para jemaah. Masyarakat Tegalturi berharap kegiatan khatmil Qur’an rutin ini dapat terus terjaga sebagai identitas kampung yang religius, sekaligus menjadi pedoman bagi warga dalam menjalani kehidupan bermasyarakat yang harmonis dan penuh keselamatan. (Tri Suhartati/KIM Depok)




Lazismu PKU Muhammadiyah Yogyakarta Salurkan THR dan Parsel Lebaran bagi Masyarakat Dhuafa

Sleman — Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai kegiatan Tablig Akbar Ramadan yang digelar pada Kamis (12/3/2026) di Selasar Utara Hemodialisa, Gedung RS PKU Muhammadiyah Gamping. Kegiatan yang diselenggarakan oleh LAZISMU PKU Muhammadiyah Yogyakarta, Gamping, dan Sleman ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus penyaluran bantuan THR dan parsel lebaran kepada masyarakat sekitar rumah sakit serta komunitas binaan.

Acara yang berlangsung pada sore hari tersebut dihadiri sekitar 600 peserta dari berbagai komunitas mitra rumah sakit dalam kegiatan bertajuk Ramadan Bahagia Bersama PKU.

“Sekali lagi kami ucapkan selamat datang kepada seluruh peserta Tablig Akbar Ramadan Bahagia bersama PKU di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping,” ujar pembawa acara, H. Alfis Khoirul, saat membuka kegiatan.

Acara diawali dengan pembukaan dan doa bersama, kemudian dilanjutkan sambutan dari Direktur Pelayanan RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, Safiqulatif Abdillah. Dalam sambutannya ia menyampaikan rasa syukur karena kegiatan berbagi di bulan suci Ramadan dapat kembali dilaksanakan melalui program pentasarufan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari para dokter dan pegawai rumah sakit.

“Alhamdulillah pada kesempatan sore hari ini kita masih diberikan karunia oleh Allah sehingga dapat bersilaturahmi dalam rangka pentasarufan ZIS dari para dokter di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta, Gamping, dan Sleman,” ujarnya.

Ketua Kantor Layanan LAZISMU RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta dan Gamping, Tawakal Akbar Darojat, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang diselenggarakan setiap Ramadan.

Ia menyebutkan bahwa pada tahun ini penyaluran THR dan kado lebaran mencapai total sekitar Rp170 juta. Setiap penerima mendapatkan paket sembako senilai Rp250 ribu serta uang tunai sebesar Rp125 ribu.

Bantuan tersebut diberikan kepada berbagai komunitas masyarakat dhuafa yang sehari-hari bekerja di sekitar rumah sakit, seperti tukang becak, pedagang kaki lima, pedagang asongan, pengemudi ojek dan taksi daring, juru parkir, petugas kebersihan, hingga pekerja pendukung di lingkungan rumah sakit.

“Sebagian rezeki yang diperoleh rumah sakit melalui berbagai ikhtiar pelayanan kesehatan merupakan hak masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, Lazismu hadir sebagai jembatan untuk menyalurkan amanah tersebut kepada para penerima manfaat,” tutur Akbar.

“Sebagian dari apa yang selama ini diikhtiarkan bersama oleh ketiga rumah sakit ini adalah menjadi hak untuk Bapak Ibu sekalian. Karena itu kami memohon doa dan dukungan agar PKU Muhammadiyah Yogyakarta, Gamping, dan Sleman dapat terus berkembang, sehingga manfaatnya semakin luas dan membawa keberkahan bagi semua,” sambungnya.

Acara dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an yang dipimpin oleh Ustaz Mansur Hidayah. Para peserta bersama-sama membaca sejumlah surah pendek sebagai pengingat pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai inspirasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Memasuki sesi berikutnya, panitia menggelar prosesi simbolis penyerahan THR dan kado Ramadan kepada sejumlah perwakilan komunitas binaan, di antaranya komunitas pengajian becak, perwakilan pekerja internal rumah sakit, relawan rukti jenazah, serta komunitas masyarakat sekitar.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh jajaran direksi rumah sakit sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan Ramadan. Turut hadir Direktur Utama RS PKU Muhammadiyah Gamping, Ahmad Faesol, Direktur Diklit dan Mutu, Nova Maryani, Direktur Pelayanan, Safiqulatif Abdillah, serta Direktur Utama RS PKU Muhammadiyah Sleman, Eka Yoga Wiratama.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiyah Ramadan yang disampaikan oleh Direktur Utama RS PKU Muhammadiyah Gamping, Ahmad Faesol. Dalam ceramahnya ia mengingatkan pentingnya menjaga silaturahmi sebagai amalan yang membawa keberkahan hidup.

“Barang siapa yang senantiasa menjalin tali silaturahmi, maka dua keuntungan akan didapatkan, yaitu dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan usianya,” ujarnya Ahmad.

Ia juga mengajak jamaah memanfaatkan sepuluh hari terakhir Ramadan untuk meningkatkan kualitas iman dan takwa. Menurutnya, Ramadan merupakan momentum pendidikan spiritual agar setiap muslim mengalami peningkatan kualitas ibadah.

Melalui kegiatan Tablig Akbar ini, Lazismu PKU Muhammadiyah berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, sekaligus mempererat hubungan antara rumah sakit dan komunitas sekitar.

Acara ditutup dengan buka puasa bersama, dilanjutkan salat Maghrib berjamaah, serta pembagian THR secara tertib kepada sekitar 650 penerima manfaat. (Arief Hartanto KIM Kertomandiri Turi)




Pengelolaan ZIS di Sumbersari Terus Berjalan Konsisten Selama Empat Dekade

Sleman – Pemerintah Kalurahan Sumbersari, Kapanewon Moyudan terus mempertahankan tradisi pengelolaan Zakat, Infak, dan Shadaqah (ZIS) yang telah berjalan hampir 40 tahun. Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya kolektif masyarakat dalam mengelola dan menyalurkan zakat secara terkoordinasi kepada masyarakat yang membutuhkan.

Dalam pelaksanaannya, panitia tidak menerima zakat fitrah secara langsung dari muzakki (pembayar zakat). Panitia lebih banyak mengumpulkan zakat fitrah dari lembaga amil zakat yang ada di wilayah Sumbersari maupun dari lembaga pendidikan. Namun demikian, panitia juga tetap menerima zakat secara langsung dari muzakki yang belum sempat menunaikan zakat di lingkungan jamaahnya.

Zakat yang terkumpul selanjutnya ditasyarufkan atau disalurkan kepada masyarakat di sejumlah wilayah, yakni Bantul, Kulon Progo, Gunungkidul, serta sebagian wilayah Sleman.

Untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan kegiatan tersebut, panitia menggelar musyawarah kerja pada Rabu (11/3/2026) di Ruang Rapat Kalurahan Sumbersari, Moyudan, Sleman.

Ketua Penerima dan Penyalur ZIS Sumbersari, Agus Iskandar yang juga menjabat sebagai Kamitua Sumbersari, dalam pengantarnya menyampaikan bahwa kegiatan pengelolaan zakat ini merupakan agenda rutin setiap Idulfitri yang selalu dilaksanakan bersama oleh panitia dan masyarakat.

“Pada Idulfitri 1447 H ini kita kembali akan melaksanakan tugas rutin tersebut. Meskipun kegiatan ini dilaksanakan setiap tahun, kita tetap perlu bermusyawarah untuk melakukan evaluasi, pembenahan, dan perbaikan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa sasaran penerimaan zakat tahun ini masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, yaitu jamaah dari wilayah Bantul, Kulon Progo, Gunungkidul, serta Sleman.

“Melihat banyaknya permohonan yang masuk dari jamaah se-Sumbersari yang berasal dari daerah tersebut, maka kita fasilitasi agar para pemohon dapat terpusat di sini,” tuturnya.

Untuk mendukung kelancaran kegiatan tersebut, Pemerintah Kalurahan Sumbersari juga mengalokasikan anggaran guna memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana pendukung pelaksanaan pengelolaan ZIS.

Melalui suasana musyawarah yang penuh keakraban dan kebersamaan, para peserta rapat sepakat membagi tugas pendistribusian surat permohonan kepada jamaah di wilayah Sumbersari serta lembaga pendidikan.

Selain itu, diputuskan pula bahwa anggota panitia akan mulai mengambil zakat dari jamaah pada Kamis (19/3/2026) atau sesuai kesepakatan dengan masing-masing jamaah. Zakat yang terkumpul selanjutnya akan didistribusikan kepada para pemohon pada Kamis malam dengan pusat kegiatan di Kalurahan Sumbersari.

Melalui pengelolaan yang terorganisir tersebut, diharapkan penyaluran zakat dapat berjalan lebih tertib, tepat sasaran, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan.

(Giek/ KIM Moyudan)




Pemerintah Kalurahan Condongcatur Serahkan Insentif dan Lakukan Pembinaan bagi Rois

Sleman – Pemerintah Kalurahan Condongcatur melaksanakan kegiatan pertemuan sekaligus penyerahan insentif kepada rois se-Kalurahan Condongcatur, Rabu (11/3/2026) di ruang Wacana Loka Kantor Kalurahan Condongcatur.

Sebanyak 51 rois dari 18 padukuhan di wilayah Kalurahan Condongcatur menerima insentif sebesar Rp500 ribu dari Pemerintah Kalurahan Condongcatur, serta Rp150 ribu dari BAZNAS Sleman. Sehingga total insentif yang diterima masing-masing rois sebesar Rp650 ribu.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk silaturahmi, pembinaan, serta apresiasi kepada para rois yang selama ini telah berperan aktif dalam pelayanan keagamaan dan sosial kemasyarakatan di wilayah Condongcatur.

Selain penyerahan insentif, pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada para rois. Pemberian kartu ini bertujuan untuk memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, sehingga rois yang selama ini turut melayani masyarakat dalam berbagai kegiatan keagamaan memiliki perlindungan apabila terjadi risiko kerja (JKK dan JKM).

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji menyampaikan bahwa pemberian insentif ini diharapkan dapat menambah semangat para rois dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat. Dengan begitu, diharapkan para rois semakin memperkuat perannya dalam memberikan pelayanan keagamaan, serta menjaga kerukunan dan nilai-nilai religius di tengah masyarakat Condongcatur.

“Pemberian insentif rutin ini merupakan salah bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian para rois yang senantiasa hadir di tengah masyarakat. Mulai dari kegiatan keagamaan, pendampingan masyarakat, hingga berbagai pelayanan sosial lainnya” ungkapnya.

Reno menambahkan, insentif bagi rois ini diberikan dua kali dalam setahun yaitu menjelang Hari Raya Idul Fitri dan pada saat peringatan Hari Jadi Kalurahan Condongcatur pada bulan Desember. Diharapkan melalui kegiatan ini, para rois semakin termotivasi untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat serta memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan di lingkungan Kalurahan Condongcatur

Sementara itu, Kamituwa Condongcatur, Al Thouvik Sofisalam selaku pengampu bidang kegaiatan juga memberikan penguatan mengenai pentingnya peran rois dalam mendukung pelayanan keagamaan di masyarakat.

“Melalui kegiatan ini diharapkan para rois Condongcatur semakin bersemangat dan siap terus melayani masyarakat dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab,”ucapnya.

Pada kesempatan itu, Ketua Forum Komunikasi (FORKOM) Rois Condongcatur, Tugiyo Abdullah mewakili para rois mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kalurahan Condongcatur atas apresiasinya.

“Kami sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih. Ini sebuah perhatian yang luar biasa dari Pemerintah Kalurahan Condongcatur kepada kami para rois. Melalui kegiatan ini pula, kami berharap terjalin sinergi yang semakin kuat antara pemerintah kalurahan dan para tokoh agama dalam menjaga kerukunan, ketentraman, dan kehidupan sosial masyarakat yang harmonis,” ungkapnya. (Wasana / KIM Depok)




Gelar Sarasehan, MTTM Seyegan Tekankan Peran Aktif Generasi Muda Memakmurkan Masjid

Sleman – Majelis Taklim Takmir Masjid (MTTM) Kapanewon Seyegan menggelar sarasehan dan buka puasa bersama dengan tema “Pembinaan Remaja Masjid”, pada Senin (9/3/2026). Kegiatan yang berlangsung di Joglo Narto Atmojo ini diikuti oleh 30 peserta yang merupakan perwakilan takmir masjid se-Kapanewon Seyegan.

Selain sebagai ajang silaturahmi antar pengurus masjid, sarasehan ini juga menjadi forum pembinaan bagi takmir yang berencana mengajukan proposal bantuan kepada Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta melalui program bantuan dari gubernur.

Salah satu pengurus MTTM yang mewakili anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DIY, Afifudin menyampaikan bahwa pada tahun 2026 terdapat lima masjid yang akan menerima bantuan dari Pemerintah DIY. Ia menekankan bahwa pengurus masjid perlu mempersiapkan proposal dengan baik karena persyaratan administrasi kini semakin ketat.

Dalam kesempatan itu, Afifudin juga menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda dalam kegiatan masjid. Menurutnya, meskipun telah tersedia waktu khusus untuk konsultasi dan pembinaan, kesempatan tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal oleh para pengurus maupun jamaah.

“Masjid perlu menjadi wadah pembinaan yang terarah agar generasi muda merasa memiliki ruang untuk berkontribusi dan beraktivitas,” ujarnya.

Narasumber lain dalam kegiatan ini, Ferry Nugroho, menekankan pentingnya peran pemuda dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045. Ia menyebutkan bahwa Indonesia memiliki bonus demografi yang besar, dengan sekitar 64 persen penduduk merupakan generasi muda.

Namun demikian, menurutnya generasi muda saat ini juga menghadapi berbagai tantangan sosial, seperti tawuran, klitih, pergaulan bebas, hingga penyimpangan perilaku.

“Sebagai negara dengan mayoritas penduduk muslim dan sekitar 64 persen merupakan pemuda sebagai bonus demografi, kita justru dihadapkan pada berbagai persoalan seperti tawuran, klitih, pergaulan bebas, hingga penyimpangan perilaku. Ini menjadi tantangan bagi masjid untuk merangkul mereka kembali,” jelas Ferry.

Ia juga mengajak para pengurus masjid untuk memahami pola pikir generasi muda masa kini serta meninjau kembali komposisi usia jamaah di masjid masing-masing.

Melalui forum sarasehan ini, pengurus MTTM menyatakan siap memberikan pendampingan kepada takmir masjid dalam mengembangkan kegiatan remaja masjid. Salah satu strategi yang disarankan adalah menghadirkan figur pemuda setempat yang mampu menjadi teladan sekaligus penggerak aktivitas di lingkungan masjid.

Dengan demikian, diharapkan masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi ruang yang ramah bagi generasi muda serta pusat pembinaan yang mampu melahirkan generasi muslim yang aktif, berakhlak, dan berkontribusi bagi masyarakat. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)