Sambut Akhir Tahun, Kajian Sabtu Pagi Masjid Baiturrahim Turi Ajak Umat Perkuat Muhasabah Diri

Sleman – Menjelang pergantian tahun, Masjid Baiturrahim Turi menyelenggarakan kegiatan rohani yang mendalam melalui kajian rutin Sabtu Pagi pada Sabtu, (20/12/2025). Ratusan jamaah memadati ruang utama masjid untuk mengikuti pemaparan dari Sutan Kumala Pontas Nasution, seorang dai asal Tapanuli Selatan yang juga aktif sebagai pengajar di Pondok Pesantren Tahfidzil Quran Muhammadiyah Ibnu Juraimi Yogyakarta. Dalam ceramahnya, ia menekankan bahwa momentum akhir tahun masehi seharusnya menjadi cermin untuk mengevaluasi kualitas diri secara spiritual.
Sutan Kumala Pontas Nasution menggarisbawahi bahwa pergantian waktu bukan sekadar seremonial kalender, melainkan peringatan akan berkurangnya jatah umur manusia di dunia. Ia mengajak jamaah untuk menghidupkan kembali semangat introspeksi sebagaimana pesan legendaris dari Khalifah Umar bin Khattab yang meminta umat untuk menghisab diri sendiri sebelum kelak dihisab oleh Allah di hari akhir. Menurutnya, kesadaran akan kematian yang bisa datang sewaktu-waktu merupakan penggerak utama bagi seorang muslim untuk hidup lebih terarah dan penuh makna.
Dalam kajiannya, Sutan merujuk pada firman Allah dalam Al-Quran Surat Al-Hasyr ayat 18 yang memerintahkan orang beriman untuk memperhatikan bekal apa yang telah disiapkan untuk hari esok. Ia menjelaskan bahwa pengulangan kata takwa dalam ayat tersebut menunjukkan betapa krusialnya nilai ketakwaan sebagai fondasi kehidupan. Muhasabah diri yang jujur akan menghindarkan seseorang dari penyakit hati seperti merasa paling suci atau sombong, karena ia menyadari betapa banyaknya kekurangan yang perlu diperbaiki.
“Momentum akhir tahun semestinya dimanfaatkan untuk menghitung dan menilai kembali perjalanan hidup yang telah dilalui. Kita harus bertanya pada diri sendiri, apakah hari ini sudah lebih baik dari kemarin? Sebab, orang yang kualitas amal perbuatannya menurun termasuk golongan yang merugi. Jangan sampai kita menjadi orang yang menyesal di akhirat kelak dan berharap dikembalikan ke dunia karena kurangnya amal shalih,” ujar Sutan Kumala Pontas Nasution di hadapan para jamaah.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa setiap jiwa bertanggung jawab sepenuhnya atas apa yang telah diperbuat selama di dunia. Sutan mengingatkan sebuah hadis tentang lima perkara yang akan dipertanyakan di hari kiamat kelak, mencakup penggunaan umur, pemanfaatan ilmu, cara mendapatkan dan membelanjakan harta, hingga kesehatan jasad. Ia menegaskan bahwa indikator kecerdasan seorang mukmin adalah seberapa sering ia mengingat kematian dan seberapa matang persiapan yang ia lakukan untuk menghadapi kehidupan abadi di akhirat.
Kajian berlangsung dengan suasana khidmat dan ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan umat serta bangsa. Melalui pesan-pesan spiritual ini, pengurus Masjid Baiturrahim Turi berharap para jamaah dapat memasuki tahun yang baru dengan semangat perbaikan diri yang lebih kuat dan komitmen ibadah yang lebih istikamah. (Arief Hartanto/KIM Kertomandiri Turi)



