LAZISNU Sleman Matangkan Proker 2026–2031, Fokus Perkuat Kesejahteraan dan Kemandirian Umat

SLEMAN — Kepengurusan baru Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) PCNU Kabupaten Sleman masa khidmat 2026–2031 mematangkan arah program kerja (Proker) dalam rapat koordinasi yang digelar di Kantor LAZISNU PCNU Sleman, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, pada Sabtu (05/09/2026). Rapat konsolidasi ini diselenggarakan untuk menyusun pijakan strategis pengelolaan dana Zakat, Infaq, Shadaqah (ZIS), Corporate Social Responsibility (CSR), serta dana sosial keagamaan agar berdampak nyata bagi kemandirian umat.

Pertemuan tersebut dipimpin oleh Ketua LAZISNU Sleman Luthfy Avian Ananda dengan didampingi Sekretaris LAZISNU Sleman Adnan Iman Nurtjahjo. Konsolidasi internal ini ditujukan untuk menyamakan visi, menentukan prioritas kerja, serta memastikan setiap bidang di kepengurusan baru memiliki indikator program yang terukur selama lima tahun ke depan.

Ketua LAZISNU Sleman, Luthfy Avian Ananda, menegaskan bahwa pengelolaan dana ZIS di bawah kepengurusannya akan digeser dari pendekatan yang sekadar bersifat karitatif menuju program pemberdayaan berbasis kemandirian ekonomi.

“Program yang disusun perlu memiliki orientasi yang jelas, mulai dari penguatan layanan sosial, pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga program peningkatan kapasitas masyarakat. Kolaborasi dengan berbagai pihak juga diharapkan memperluas daya jangkau program sekaligus memperkuat kapasitas LAZISNU Sleman dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Luthfy Avian Ananda di sela-sela rapat.

Sementara itu, Sekretaris LAZISNU Sleman, Adnan Iman Nurtjahjo, mengutarakan pentingnya membangun tata kelola kelembagaan yang transparan dan akuntabel demi menjaga kepercayaan publik.

“Sistem administrasi, pelaporan, pendataan penerima manfaat, evaluasi program, serta publikasi ke masyarakat menjadi bagian penting yang perlu dibangun sejak awal periode kepengurusan sebagai pertanggungjawaban pengelolaan dana masyarakat,” kata Adnan Iman Nurtjahjo.

Melalui pematangan program kerja sejak awal masa khidmat ini, LAZISNU Sleman berkomitmen menghadirkan sistem filantropi Islam yang profesional dan responsif, sekaligus mendorong masyarakat penerima manfaat di Kabupaten Sleman agar mampu berdikari secara ekonomi. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)




Maulid Akbar Majelis El-Fayyadh Semarakkan Sardonoharjo, Ribuan Jamaah Padati Halaman Kalurahan

Sleman — Ribuan jamaah dari berbagai wilayah memadati halaman Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, untuk menghadiri gelaran Maulid Akbar 2026 Majelis El-Fayyadh pada Jumat (04/09/2026) malam. Perhelatan keagamaan yang dimulai pukul WIB tersebut diselenggarakan sebagai bentuk ungkapan cinta kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus sarana mempererat ukhuwah islamiyah antarwarga.

Acara yang dipimpin oleh Kiai Haji Misbahul Anam bersama jajaran kiai dan tokoh agama setempat ini diisi dengan pembacaan maulid, lantunan selawat yang diiringi oleh Hadroh Majelis El-Fayyadh, penayangan video refleksi sejarah Rasulullah, hingga penyampaian mauidhoh hasanah. Kemeriahan puncak peringatan Maulid Nabi tersebut turut dihiasi atraksi pesta kembang api di atas langit Sardonoharjo serta bazar kuliner Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.

Salah seorang jamaah asal kalurahan tetangga, Anto, mengungkapkan rasa syukurnya dapat hadir dan berselawat bersama ribuan warga lainnya di momen penuh keberkahan tersebut.

“Di bulan Maulid seperti ini, masyarakat sangat antusias mengikuti selawatan. Ini menjadi bentuk kecintaan kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW sekaligus mempererat kebersamaan dan guyub rukun sesama umat Islam,” ujar Anto di sela-sela kegiatan.

Melalui perpaduan antara peningkatan kualitas spiritual, penguatan jalinan silaturahmi warga, serta pemberdayaan ekonomi pedagang kecil, pengurus Majelis El-Fayyadh dan Pemerintah Kalurahan Sardonoharjo berharap tradisi Maulid Nabi ini terus menjadi perekat keharmonisan sosial masyarakat di wilayah Kapanewon Ngaglik. (Egi Prayoga/KIM DSN Ngaglik)




Pengelolaan Masjid Jadi Kunci, Dorong Masjid Makmur dan Memakmurkan di Mlati

Sleman — Lebih dari 600 jamaah memadati Masjid Al Hanif, Padukuhan Warak Kidul, Kalurahan Sumberadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, untuk mengikuti Pengajian Ahad Wage Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Mlati pada Minggu (30/08/2026). Perhelatan keagamaan yang diselenggarakan Pimpinan Ranting Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Sumberadi ini menjadi momentum penting untuk menguatkan kembali peran masjid sebagai pusat peradaban dan solusi sosial umat.

Mengangkat tema Masjid Makmur Memakmurkan, kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang pengajian rutin, melainkan juga menghadirkan pemberdayaan ekonomi dan pelayanan sosial. Panitia memfasilitasi 13 pelaku UMKM lokal, menyediakan layanan potong rambut gratis, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga pentasyarufan dana zakat dan infak melalui Lazismu Mlati kepada anak-anak yatim di wilayah Sumberadi.

Ketua Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, M. Jamaluddin Ahmad, dalam tausiyahnya menegaskan bahwa tantangan utama umat Islam saat ini adalah bagaimana mengelola keberadaan masjid agar hidup dan bermanfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

“Makmur memakmurkan, dari masjid kita bangkit, dan apa pun masalahnya masjid solusinya. Jadi masjid itu dipenuhi jamaah untuk melakukan salat. Masjid juga harus bisa menampung keinginan anak-anak muda,” ujar M. Jamaluddin Ahmad di hadapan ratusan jamaah.

Ia menambahkan, pengelolaan masjid modern tidak boleh hanya fokus pada kemegahan fisik bangunan, melainkan harus diimbangi dengan program pembinaan keagamaan yang kreatif, ramah anak, serta responsif terhadap kebutuhan pemuda. Di samping itu, tata kelola dana infak dan sedekah harus dikelola secara profesional dan transparan guna membantu perekonomian warga serta menguatkan ketahanan keluarga di lingkungan setempat.

Melalui integrasi kegiatan ibadah, pembinaan generasi muda, dan aksi sosial kemasyarakatan ini, PCM dan PCA Mlati berharap seluruh masjid di wilayah Sleman dapat bertransformasi menjadi pusat penguatan akidah sekaligus penggerak kesejahteraan warga. (Arief Hartanto/KIM Kertomandiri)




Suling Naga di Masjid Baitul Jannah, Ustadz Kholisin Ajak Jamaah Bersedekah dengan Harta yang Dicintai

Sleman — Forum Kajian Subuh Keliling dan Pengajian Ngaglik Menjaga Akidah (Suling Naga) edisi ke-10 sukses digelar di Masjid Baitul Jannah, Padukuhan Kandangsari, Kalurahan Sukoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, pada Minggu (30/08/2026). Kegiatan keagamaan yang memadukan kajian rutin Subuh ini mengajak puluhan jamaah untuk memperkuat ketakwaan serta menumbuhkan kesadaran bersedekah menggunakan harta yang paling dicintai.

Pesan spiritual tersebut disampaikan langsung oleh penceramah Ustaz Kholisin saat mengupas tafsir Surah Ali Imran ayat 92. Ia menegaskan bahwa kebajikan yang sempurna baru dapat dicapai tatkala seseorang bersedia menafkahkan sebagian harta yang paling bernilai baginya, yang dianjurkan untuk dimulai dari lingkup keluarga dan kerabat terdekat.

“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan yang sempurna sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya,” tutur Ustadz Kholisin mengutip firman Allah SWT di hadapan para jamaah.

Dalam ceramahnya, Ustaz Kholisin juga menyampaikan pelajaran penting mengenai fikih pengurusan jenazah serta fase sakaratul maut. Ia mengimbau keluarga agar memperlakukan jenazah secara lembut dan tidak memaksakan kondisi fisik jasad jika sudah mengalami kekakuan. Selain itu, ia memaparkan kebiasaan pengajian di Masjid Baitul Jannah yang secara konsisten membagikan salinan materi kajian agar dapat dipelajari kembali oleh jamaah.

“Bersamaan dengan kegiatan Suling Naga pagi ini merupakan pertemuan rutin ke-74. Materi hadis yang dikaji telah mencapai hadis nomor 571. Apabila dalam kajian terdapat ayat Al-Qur’an, pembahasannya dilengkapi dengan Tafsir Jalalain dan disampaikan secara umum agar mudah dipahami jamaah,” jelasnya.

Salah seorang jamaah yang hadir, Ambiyah, menyambut positif rutinnya penyelenggaraan kajian Suling Naga tersebut. Pihaknya merasa mendapatkan bekal pengetahuan ilmu agama yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas ibadah sehari-hari.

“Setiap kajian kami dibagi materi fotokopi yang setengah selesai dikumpulkan lagi. Kajian seperti ini dapat memberikan tambahan pengetahuan keagamaan sekaligus menjadi pengingat untuk terus memperbaiki amal saleh,” ujar Ambiyah.

Melalui penyelenggaraan program Suling Naga secara bergilir ini, masyarakat Kapanewon Ngaglik diharapkan dapat terus mempererat tali silaturahmi antarjamaah masjid sekaligus memperkokoh pemahaman akidah Islam di wilayah setempat. (Endarwati/KIM Donoharjo)




Tingkatkan Kapasitas Pengelolaan ZIS, Lazismu Berbah Gelar Study Inspirasi ke Lazismu Wonosobo

Sleman — Sebanyak 22 personel yang terdiri dari pengurus, jajaran manajerial, pengemudi ambulans, hingga relawan Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Berbah, Kabupaten Sleman, melakukan kunjungan peningkatan kapasitas (study inspirasi) ke Kantor Lazismu Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Wonosobo pada Sabtu (29/08/2026).

Rombongan yang dipimpin oleh Ketua Lazismu PCM Berbah, Ardi Sehami, tiba di lokasi dan diterima langsung oleh pengurus PDM Wonosobo serta Direktur Operasional Lazismu Wonosobo di aula pertemuan setempat. Pertemuan ini diselenggarakan sebagai ruang pertukaran gagasan serta penguatan tata kelola kelembagaan amil zakat.

Ardi Sehami menyampaikan bahwa selain silaturahmi, kunjungan ini bertujuan untuk menyerap program-program inovatif dari Lazismu Wonosobo agar dapat diaplikasikan di wilayah Berbah. Pihaknya juga memaparkan sejumlah program unggulan, mulai dari operasional dua unit ambulans inklusif hingga pencapaian penghimpunan dana kemanusiaan.

“Kekuatan kita salah satunya dalam pengumpulan dana, seperti ketika donasi untuk bencana banjir di Aceh mendapatkan Rp340 juta, terbesar di DIY. Selanjutnya kami ingin mendapatkan informasi kegiatan dari PDM Wonosobo untuk inspirasi yang kita terapkan di Lazismu Berbah,” ujar Ardi Sehami di sela-sela paparan.

Perwakilan PDM Wonosobo, Kus Mulyanto, menyambut hangat kedatangan rombongan dan mengapresiasi keaktifan serta struktur kepengurusan Lazismu Berbah. Sementara itu, Direktur Lazismu Wonosobo, Tabah Setyo Pambudi, membagikan pengalaman mengenai kemandirian finansial kelembagaan melalui pendirian Badan Usaha Milik Amil (Bumal), seperti minimarket dan kantin, yang hasilnya mampu membiayai pembangunan gedung operasional tanpa ketergantungan pada perbankan.

“Dari amil tersebut bisa membuat Bumal, sebuah toko minimarket yang disandingkan dengan PKU Muhammadiyah, juga sebuah kantin. Dari kedua usaha tersebut kita membiayai pembangunan gedung Lazismu pagu anggaran Rp1 miliar. Kita berusaha tidak bersinggungan dengan perbankan,” kata Tabah Setyo Pambudi.

Selain pengembangan ekonomi amil dan pendampingan petani lokal, Lazismu Wonosobo juga memaparkan integrasi laporan keuangan satu atap bersama PDM Jawa Tengah. Rangkaian kegiatan study inspirasi yang diisi dengan diskusi interaktif tersebut ditutup dengan penyerahan cenderamata antarlembaga guna mempererat jejaring perserikatan. (Kusnadi/KIM Berbah)