Dawet Mbah Manto di Berbah yang Berusaha Bertahan di Masa Pandemi

Sleman – Pandemi COVID-19 mempengaruhi segala sektor kehidupan, terutama sektor ekonomi. Banyak masyarakat yang terkena dampaknya, tak terkecuali Busro dan Purwanti, pemilik usaha Dawet Gentong Mbah Manto yang biasa berjualan di Jalan Jogja-Wonosari Km 9.5, tepatnya di depan Pasar Kampung Tegalsari, Kapanewon Berbah.

Purwanti mengatakan bahwa pandemi sangat mempengaruhi kelangsungan usahanya. “Saat sebelum pandemi, penjualan setiap hari bisa 100 porsi namun saat waktu pandemi datang, penjualan turun cukup drastis menjadi sekitar 50 porsi,” kata Purwanti saat ditemui di tempat usahanya, Jumat (1/4/2022).

Bahkan kata Purwanti, penjualan sempat hanya mencapai 20 porsi dawet ketika pandemi berada di puncaknya. “Alhamdulillah saat ini seiring pandemi yang sudah mulai surut penjualan bisa naik lagi meski belum bisa seperti saat sebelum pandemi. Saat ini rata-rata penjualan bisa 35 porsi,” kata Purwanti di sela-sela melayani pembeli.

Para pembeli sendiri dapat menikmati dawet hitam yang dicampur santan dan gula Jawa ini dengan menggunakan mangkok, ataupun dengan dibungkus plastik dan cup gelas plastik. Selain itu, Dawet Mbah Manto juga menerima pesanan untuk pengajian, arisan, pernikahan, dan takjil di bulan puasa.

Seorang pelanggan Dawet Mbah Manto adalah Adurrohman. warga Piyungan Bantul. Ia mengatakan bahwa rasa Dawet Mbah Manto ini segar dan pas (kadar manisnya) sehingga tidak menyebabkan gatal di tenggorokan karena menggunakan gula Jawa murni.

“Ini yang bikin beda dengan dawet lainnya yang membuat saya suka Dawet Mbah Manto,” kata Abdurrahman. (Kusnadi/KIM Tirto Gumregah Berbah)




Kementerian PUPR Gelar Peringatan Hari Air Dunia di Embung Sendangtirto Berbah

Sleman – Kementerian PUPR bersama Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO) menggelar peringatan Hari Air Dunia ke-30 di Embung Sendangtirto, Padukuhan Tampungan, Kalurahan Sendangtirto, Kapanewon Berbah, Sleman, DIY, pada Rabu (30/3/2022). Kegitan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa.

Kegiatan perayaan air dunia sendiri diperingati setiap tanggal 22 Maret, dan setiap tahun memiliki tema yang berbeda. Untuk tahun 2022 ini, tema yang diangkat adalah Ground Water: Making the Invisble Visible, yang kemudian diadaptasikan menjadi Melestarikan Air Tanah Agar Berkesinambungan atau disingkat dengan Mantab.

Danang Maharsa dalam sambutannya mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Sleman akan terus membantu kelangsungan air bersih untuk warga, seperti dengan memanfaatkan sumber air yang tersedia.

“Keberadaan Embung Sendangtirto dan embung-embung lainnya di Sleman diharapkan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat. Selain berfungsi sebagai lahan konservasi dan irigasi, keberadaan Embung Sendangtirto juga menjadi destinasi wisata baru di masyarakat,” jelas Danang.

Sehingga, ia berharap agar masyarakat ikut menjaga dan merawat embung Sendangtirto agar dapat terus membawa manfaat untuk ke depannya.

“Embung ini selain berfungsi menampung air bisa juga menjadi ruang olahraga dan ruang rekreasi. Mari dijaga dan dirawat bersama,” harap Danang.

Sementara itu, Dwi Purwantoro, Kepala BBWSO mengatakan bahwa untuk mendukung perkembanagn Embung Sendangtirto, BBWSO pada kesempatan tersebut menanam 20 batang pohon kelengkeng jenis kristal denga harapan dapat bermanfaat pada masyarakat.

“Semakin banyak pohon yang ditanam maka harapannya kebutuhan air bersih bisa terjaga untuk generasi yang akan datang. Pembangunan embung ini mempergunakan uang rakyat. Harapannya bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar embung Sendangtirto,” kata Dwi. (Kusnadi/KIM Tirto Gumregah Berbah)




DPPP Sleman Tebar Benih Ikan Endemik di Sendangtirto Berbah

Sleman – Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DPPP) Kabupaten Sleman bersama Kalurahan Sendangtirto melaksanakan kegiatan penebaran 1 Kuintal bibit ikan endemi jenis Nilem dan Tawes di Embung Sendangtirto, Padukuhan Tampungan, Kalurahan Sendangtirto, Kapanewon Berbah, Rabu (30/3/2022).

Carik Sendangtirto, Herman Padiyanto mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk menjaga ekosistem dan lingkungan embung agar tetap lestari dan asri. Ia berharap ikan yang ditebar dapat berkembang dengan baik di habitatnya.

“Masyarakat dimohon ikut menjaga ekosistem sungai dengan tidak membuang sampah di embung tidak menyetrum ikan, tidak mengobat (apotas) yang dapat merusak ekosistem dan habitat perairan embung,” kata Herman.

Sementara itu, Dian Widianing Astuti, PPL Perikanan Kapanewon Depok dan Berbah mengatakan bahwa kegiatan penebaran benih ikan endemic ini rutin dilakukan setiap tahunnya, dengan tujuan untuk menjaga keberadaan ikan endemik di perairan umum.

“Berbeda dengan sektor budi daya perikanan, kegiatan penerabaran bibit ikan endemik ini lebih diarahkan untuk kelestarian alam sehingga anak cucu dan generasi mendatang dapat melihat dengan nyata bahwa ada ikan ikan endemik di sungai dan embung,” tambah Dian.

Dian menambahkan bahwa DPPP Kabupaten Sleman melalui Bidang Perikanan pada tahun 2022 melakukan kegiatan penebaran benih ikan di perairan yang terletak di 20 lokasi di wilayah Kabupaten Sleman. “Masing-masing lokasi sebanyak 1 Kuintal dengan Jenis ikan Nilem dan Tawes,” tuturnya. (Kusnadi/KIM Tirto Gumregah Berbah)




Lurah Caturtunggal Pelajari Pengembangan Usaha di Berbah

Sleman – Lurah dan Pamong Kalurahan Caturtunggal Kapanewon Depok melakukan kunjungan ke Omah Dahar Mbah Wanto, Tegaltirto, Kapanewon Berbah pada Senin (28/3/2022). Agus Santoso, Lurah Caturtunggal mengatakan bahwa kujungannya kali ini dilakukan sebagai bentuk sharing pengetahuan mengenai usaha kuliner, terutama tentang bagaimana mengembangkan usaha Omah Dahar Mbah Wanto, yang telah dirintis sejak lama tersebut. Ilmu yang didapat dari hasil sharing tersebut nantinya akan diterapkan di Kalurahan Caturtunggal.

“Kalurahan Caturtunggal yang merupakan area yang ditempati banyak kampus memiliki luas km² dan ditempati sekitar 64 ribu jiwa. Dengan usia produktif sekitar 35 ribu adalah aset potensial yang bisa digerakkan untuk pengembangan UMKM di Caturtunggal. Harapannya semua sharing ilmu dari omah Dahar mbah Wanto bisa diterapkan warga kalurahan Caturtunggal,” kata Agus.

Mbah Wanto dalam kesempatan tersebut menuturkan bagaimana dirinya mengembangkan usahanya, dimulai dari awal dia merintis hingga besar seperti saat ini. Menurutnya, dalam mengembangkan usaha harus mendatangkan manfaat bagi sesama.

“Dalam berusaha sebaiknya tidak hanya mengejar keuntungan semata harus memberi manfaat buat sesama,” kata Mbah Wanto yang juga aktif membina UMKM yang ada di Berbah dan sekitarnya.

Selain itu, Mbah Wanto juga mengingatkan agar tetap bersyukur kepada tuhan atas kesuksesan yang diraih, seperti yang dilakukannya dengan mendirikan pesantren untuk penyandang disabilitas dan juga mantan narapidana di Yogyakarta dan Klaten.

“Itu semua saya lakukan sebagai bentuk rasa syukur pada Gusti Allah dan sodakoh dari Omah Dahar,” tambah mbah Wanto. (Kusnadi/KIM Berbah)




FLH Berbah Gelar Peringatan Hari Air Sedunia 2022

Sleman – Forum Lingkungan Hidup (FLH) Kapanewon Berbah mengadakan Peringatan Hari Air Sedunia tahun 2022 di Embung Sendangtirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, pada Rabu (23/3/2022). Kegiatan yang mengambil tema “Air Tanah yang Tidak Terlihat, Tetapi Dirasakan Manfaatnya” tersebut dihadiri oleh perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman, serta Panewu Berbah.

Kegiatan diawali dengan aksi bersih-bersih sampah, dan kemudian dilanjutkan dengan memilah sampah dengan memisahkan sampah organik dan anorganik di Embung Sendangtirto. Setelah itu, kegiatan juga diisi dengan donasi eco enzyme dengan melakukan penuangan eco enzyme di perairan embung.

Rohmiyanto AP, Panewu Berbah mengapresiasi kegiatan peringatan hari air ini. Dengan momentum peringatan ini, ia berharap dapat terus menjaga kualitas dan keberadaan air. “Karena air sangat dibutuhkan dan harus dijaga kelangsungan untuk anak cucu kelak,” kata Panewu Berbah.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Sleman Purwoko Sasmoyo menyatakan DLH Sleman selalu mendukung kegiatan yang menjaga kelestarian alam.

“Dinas Lingkungan Hidup Sleman akan selalu mendukung kegiatan yang bertujuan menjaga dan mengelola lingkungan,” katanya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sarasehan yang dipimpin Kusnadi, perwakilan FLH Berbah. Dalam kesempatan tersebut, dikemukakan usulan untuk melakukan penanaman pohon untuk konservasi mata air yang bisa menjaga kualitas dan kelangsungan mata air di Embung Sendangtirto.

Usulan tersebut kemudian mendapat persetujuan dari Anggota DPRD yang hadir dalam kegiatan tersebut.

“Yang penting ada komunikasi ke dewan, nanti kita bantu kawal program untuk pemberdayaan masyarakat,” kata Guntur Yoga Pratama, Anggota Komisi C DPRD Sleman. (Kusnadi/KIM Tirto Gumregah Berbah)