Dukuh Rejosari Terpilih Dilantik

Sleman – Lurah Jogotirto secara resmi melantik Dukuh terpilih Padukuhan Rejosari Muhammad Dalis Kurniawan, pada Kamis (17/3/2022) Jam WIB. Pelantikan yang berlangsung di Aula Kalurahan Jogotirto, Kapanewon Berbah tersebut dihadiri langsung oleh Panewu Berbah, Kapolsek Berbah, Kepala UPT Kesehatan Berbah, Kepala KUA Berbah, Pamong Kalurahan Jogotirto, BPK, Lembaga Masyarakat Jogitirto, Panitia Pengisian Dukuh Rejosari, dan tokoh masyarakat.

Pelantikan ini merupakan tahapan terakhir dari rangkaian proses pengisihan dukuh Rejosari dilaksanakan sesusai Perda Kabupaten Sleman nomor 10 tahun 2019 tentang tata cara Pengisian dan Pemberhentian Perangkat Desa.

Dalam sambutannya lurah Jogotirto Mitha Mayasari mengucapkan selamat kepada dukuh Rejosari yang baru saja dilantik. “Harapannya semoga bisa melayani masyarakat dengan lebih baik. Tak lupa lurah jogotirto mengucapkan terima kasih kepada Jogoboyo Jogotirto yang mengampu sebagai dukuh,” ungkap Mitha.

Sedangkan Panewu Berbah Rohmiyanto, AP dalam sambutannya juga mengucapkan selamat kepada dukuh Rejosari yang baru saja dilantik dan setelah pelantikan tersebut dukuh akan menjadi milik masyarakat Rejosari.

“Harapannya dukuh yang baru akan bisa cepat menyesuaikan dengan kedudukan dan penugasan sebagai Dukuh Rejosari,” kata Rohmiyanto.

Di samping itu, Rohmiyanto juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kalurahan Jogotirto dan Panitia Pengisian Dukuh Rejosari karena telah sukses menyelenggarakan proses tahapan pengisian Dukuh Rejosari hingga dilantik. (Kusnadi/KIM Tirto Gumregah Berbah)




Tingkatkan Daya Saing, Disperindag Sleman Gelar Pembinaan Ritel Lokal

Sleman – Sebanyak 20 pelaku usaha ritel di Kapanewon Berbah akan mendapat pembinaan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman selama 3 hari yaitu dari Rabu (16/3/2022) hingga Jumat (18/3/2022), bertempat di Kopi Semar 2, Sumber Lor, Kalurahan Kalitirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman.

Pembinaan yang berasal dari Pokok Pikiran (Pokir) Ardi, Anggota DPRD Sleman Fraksi PAN ini dilakukan dengan tujuan untuk mewujudkan pengusahan ritel lokal yang berdaya saing berbasih manajemen ritel modern yang efektif dan efisien.

Ari Wibowo, Panewu Anom Kapanewon Berbah berharap pembinaan ini dapat menambah bekal para pelaku usaha, khususnya di Berbah dalam meningkatkan usaha ritel yang telah mereka jalani. Menurutnya, dengan ilmu yang diberikan, para pengusaha dapat mengatuh usaha mereka secara terarah sehingga bisa mengurangi risiko kerugian.

“Namun sebaiknya usaha itu tidak hanya memburu keuntungan saja, namun usaha untuk mencari barokah agar bermanfaat bagi sendiri dan masyarakat,” pesan Ari Wibowo.

Kurnia Astuti, Kepala Bidang Usaha dan Perdagangan Disperindag Sleman mengatakan bahwa kegiatan ini rencananya akan dilakukan untuk 19 angkatan, dan Berbah merupakan Angkatan pertama. Pada kesempatan tersebut, wanita yang biasa disapa Nia ini memaparkan mengenai menjamurnya ritel modern yang muncul sehingga mempengaruhi usaha ritel lokal.

“Kondisi tersebut seharusnya menjadikan ritel lokal untuk berbenah dengan mengambil keunggulan ritel modern tentang manajemen, penataan, dan pelayanan,” ungkap Nia.

Nia menambahkan bahwa Pemkab Sleman telah mengatur keberadaan ritel modern ini serta melindungi ritel lokal dan pasar tradisional dengan mengeluarkan Perda Nomor 14 Tahun 2019 tentang Penataan Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan.

“Perlindungan, peluang dan kesempatan yang diberikan pemerintah semoga bisa dipergunakan seluasnya untuk perkembangan usaha masyarakat,” tambah Nia.

Selama 3 hari pembinaan, peserta akan mendapatkan materi dari Disperindag Sleman, narasumber, pakar dan pelaku usaha yang kompenten dalam bidangnya. Selain itu, para peserta juga akan diajak mengunjungi toko ritel besar untuk lebih mengenal tata cara penataan, manajemen, dan pelayanan. (Kusnadi/KIM Tirto Gumregah Berbah)




Dinas Pertanian Gelar Pelatihan Budi Daya Ikan dan Sayur

Sleman – Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman menggelar Pelatihan Budi Daya Ikan dan Sayur yang ditujukan bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) Kalurahan Jogotirto yang diselenggarakan selama 2 hari dari Senin (14/3/2022) hingga Selasa (15/3/2022) di Sekretariat KPI Ngupyo Mino Sanggrahan, Kapanewon Berbah, Sleman. Program ini merupakan hasil dari Pokok Pikiran (Pokir) usulan Ardi Sehami, Anggotar DPRD Kabupaten Sleman.

Ardi Sehami dalam kesempatan tersebut mengatakan pelatihan yang berasal dari pokir anggota dewan ini bertujuan sebagai program pemberdayaan perempuan. “Harapannya, ibu-ibu bisa membantu menjaga ketahanan ekonomi keluarga,” ujar Ardi.

Para peserta nantinya diharapkan dapat membuka usaha, dan Ardi berpesan untuk jangan pernah menyerah karena dalam berusahan pasti ada pasang surutnya. “Sebagai pengusaha harus bisa menciptakan peluang dan harus terus belajar mengikuti perkembangan,” tukas Ardi.

Selain itu, para peserta nantinya juga dapat bergabung dengan komunitas besar, terutama dari pemerintah seperti Rumah Kreatif Sleman yang berada di bawah Dinas Perindustrian dan Perdagangan, dan PLUT yang berada di bawah Dinas Koperasi.

“Satu hal yang penting diperhatikan bahwa bisnis itu dinamis, selalu pasang surut. Makanya perlu belajar manajemen usaha untuk menghadapi perkembangan situasi,” pungkas Ardi. (Kusnadi/KIM Tirto Gumregah Berbah)




Aksi Bersih Sungai Kali Kuning Blendangan Berbah

Sleman – Komunitas Kali Kuning Blendangan mengadakan kegiatan bersih-bersih Sungai Kali Kuning (kalkun) pada hari Minggu (13/3/2022). Lokasi kegiatan bersih Sungai Kali Kuning mengambil tempat di Padukuhan Blendangan, Tegaltirto, Berbah, Sleman, DIY. Kegiatan yang berlangsung dari pukul pagi ini melibatkan berbagai komunitas, sepert Komunitas Kali Kuning Blendangan, Komunitas Sungai Lali Opak, TRB Berbah, Relawan Tegaltirto, dan Forum Linkungan Hidup Berbah. Selain itu, kegiatan juga melibatkan warga masyarakat padukuhan Blendangan, Tegaltirto dengan total 70 peserta yang terlibat.

Panewu Berbah Rohmiyanto, AP memberikan apresiasi aksi bersih-bersih sungai yang melibatkan warga dan komunitas peduli sungai di Berbah. Harapannya kepedulian warga menjadikan sungai bersih dari sampah dan tanaman pengganggu di aliran sungai.”Dengan sungai yang bersih, air mengalir lancar dari hulu sampai hilir,” ujar Rohmiyanto.

Sementara itu, Irianto Wibowo yang merupakan Tokoh Komunitas Sungai Sleman mengatakan bahwa aksi bersih sungai kali ini juga merupakan program Prokasih dari DLH Kabupaten Sleman, yaitu aksi serentak bersih sungai di 10 titik. Perkiraan total warga dan relawan yang terlibat aksi sekitar 500 orang.

“Untuk aksi bersih bersih kali kuning sendiri dilaksanan di 4 titik lokasi, mulai dari hulu di Grogolan Umbulmartani Ngemplak, Kali Kuning Sempu wedomartani, di Kali Kuning Blendangan Tegaltirto, dan di Dawukan Sendangtirto yang merupakan bagian Kali Kuning paling selatan wilayah Kabupaten Sleman,” jelas Irianto.

Menurut Irianto, menjaga dan merawat aliran sungai adalah tanggung jawab semua pihak baik warga yang tinggal di pinggiran sungai, pemerintah, komunitas peduli sungai, media massa, dan pengusaha. Komunikasi aktif dari semua pihak terkait dengan pemanfaatan sungai harus terus dilakukan melalui edukasi yang terus menerus dengan berbagai sistem dan skema

“Dengan dilakukan aksi bersih sungai harapannya ekosistem biota sungai akan terjaga dan sungai akan tetap menjadi menjadi penyangga kehidupan,” pungkas Irianto. (Kusnadi/KIM Tirto Gumregah Gumregah Berbah)




Warga Bulu dan Kelompok Senam Srikandi Bulu Putri Berikan Santunan Kepada Pesantren Disabilitas

Sleman – Sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, warga Bulu Jogotirto Berbah, Sleman, DIY dan kelompok senam Srikandi Bulu Putri menyampaikan tali asih berupa sembako dan sejumlah uang kepada Pondok Pesantren Disabilitas Ainnul Yakin Tepus Gunung Kidul, DIY. Bantuan tersebut diterima langsung oleh mbah Wanto, Pendiri dan Pembina pondok pesantren Ainnul Yakin yang juga owner Omah Dahar Mbah Wanto, di Halaman Rumah salah satu Warga Padukuhan Bulu, Jogotirto, Berbah, Sleman, Minggu (13/3/2022).

Pada kesempatan tersebut, Sudarmo, Dukuh Bulu menyerahkan donasi yang terkumpul berupa uang sejumlah Rp , -, beras 79.5 Kilogram dan satu dus mie instan seraya mengucap terima kasih kepada semua warga dan kelompok senam yang dengan sukarela menyumbambangkan sebagian hartanya  untuk saudara yang membutuhkan. “Harapannya setelah sumbangan diserahkan lewat mbah Wanto nanti bisa sedikit meringankan warga pondok pesantren disabilitas Ainul Yakin” kata Sudarmo.

Mbah Wanto dalam sambutannya mewakili warga dan pengasuh pondok pesantren Ainnul Yakin mengucapkan terima kasih atas pemberian tali asih dari warga Bulu dan kelompok senam Srikandi Bulu Putri. Bantuan tersebut nantinya akan diserahkan kepada pondok pesantren Ainnul Yakin dan diharapkan warga pedukuhan Bulu juga ikut menyerahkan tali asih tersebut. “Saya yakin setiap sodakoh yang dikeluarkan akan dikembalikan berlipat oleh Allah Yang Maha Kuasa,” ujar mbah Wanto.

Pondok pesantren  disabilitas Ainnul Yakin berdiri dari tahun 2016 terletak di Karangtengah, Sumber Wungu, Tepus, Gunung Kidul, DIY sampe saat ini dihuni 317 santri dan 32 pengasuh. Di samping membina warga disabilitas pondok pesantren Ainnul Yakin juga membina warga tuna wisma yang tadinya hidup menggelandang di jalan, diberi pengarahan dan berbagai ilmu keterampilan dengan harapan agar bisa menata kehidupan lebih baik. (Kusnadi/KIM Tirto Gumregah Berbah)