Al-Qur’an Digital Braille Dari Rumah Zakat untuk Disabilitas

Sleman – Relawan Rumah Zakat memberikan bantuan Digital Al-Qur’an Braillle untuk suami istri penyandang disabilitas tuna netra Sarmianto (39) dan Lisnawati (35) di Dusun Jlatren, Kalurahan Jogotirto, Kapanewon Berbah, Sleman, Selasa (22/2/2022). Sarmianto dan Lisnawati merupakan penyandang tuna netra dengan gangguan penglihatan pada sebelah mata sejak lahir, dan hanya bisa bekerja serabutan.

“Alhamduliiah, Al-Qur’an ini bisa kami pakai tiap hari untuk mengaji, agar nanti juga bisa mengajarkan anak-anak kami. Terima kasih Rumah Zakat, Al-Qur’an ini sangat bermanfaat,” ungkap Sarmianto.

Bantuan yang diberikan oleh Rumah Zakat ini pun mendapatkan apresiasi dari pihak Kalurahan Jogotirto.

“Saya mewakili kalurahan Jogotirto mengucapkan terima kasih kepada Rumah Zakat yang telah memperhatikan warga kami penyandang disabilitas. Selama ini program Rumah Zakat sangat bermanfaat sekali di kalurahan ini. Sukses dan semoga berkah,” ucap Arif Aryana, Kamituwa Jogotirto. (Asti/KIM Tirto Gumregah, Berbah)




DLH Sleman Gelar Sosialisasi Pengelolaan Sampah di Klampengan Berbah

Sleman – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman menggelar Sosialisasi Pengelolaan Sampah di Kampung Klampengan, Jlatren, Kalurahan Jogotirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, pada Minggu (20/2/2022) di Rumah Wijiyono, salah satu warga di Klampengan. Acara yang mengambil tema Minim Sampah Plastik ini dihadiri langsung oleh Anggota DPRD Sleman, Rahayu Widi Nuryani, dan Dukuh Jlatren, Mashuri.

Mashuri dalam kesempatan tersebut mengapresiasi sosialisasi yang diberikan. Ia berharap dengan sosialisasi ini, warga Klampengan bisa mengelola sampah dengan baik dan benar. “Karena sampah apabila dikelola dengan baik, bisa juga menghasilkan rupiah, selain lingkungan juga akan menjadi lebih bersih,” tuturnya.

Sedangkan Rahayu Widi Nuryani dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini adalah hasil Pokok Pikiran (Pokir) usulan yang memang ditujukan untuk masyarakat Klampengan. Menurutnya, sosialisasi ini sangat bermanfaat karena sampah menjadi salah satu permasalahan masyarakat di seluruh dunia.

“Harapannya, dengan sosialisasi ini masyarakat mampu mengelola sampah dengan baik sehingga bisa membuka peluang usaha yang lain. Misalnya sampah rumah tangga dikelola menjadi kompos yang bisa menjadi pupuk untuk tanaman sayuran yang ada di pekarang, sebagai warung hidup pemanfaatan pekarangan,” ungkap wanita yang biasa disapa Mbak Nunung ini.

Dengan memanfaatkan pekarangan, Mbak Nunung mengatakan masyarakat dapat mengurangi belanja dan membuat lingkungan menjadi lebih indah.

“Nantinya bila rajin menanam sayuran di pekarangan bisa membuat Kelompok Wanita Tani (KWT) dan bisa mengajukan program kepada dewan,” pungkas Mbak Nunung.

Materi sosialisasi sendiri disampaikan oleh Yaya dan Kusnadi dari Forum Lingkungan Hidup Kapanewon Berbah. Yaya dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa sampah terbagi dalam dua kelompok, yaitu sampah alami (organik) yang memiliki masa penguraian singkat dan sampah tidak alami (anorganik) hasil olahan pabrik yang penguraiannya lama.

“Hal yang penting dalam pengelolaan sampah adalah pengurangan jumlah sampah dan pemilahan sampah dengan jalan memisahkan sampah organik atau sampah basah dengan sampah anorganik atau sampah kering,” jelasnya.

Yaya menambahkan sampah-sampah tersebut dapat dimanfaatkan menjadi hal produktif, seperti sampah organik yang bisa dibuat kompos atau dibuat eco enzyme. “Banyak kreasi pembuatan kerajinan bila tertarik nanti bisa belajar lebih banyak pada kesempatan lainnya,” kata Yaya.

Sementara itu, Kusnadi memaparkan mengenai tata cara pendirian kelompok sampah dan sistem pengelolaannya. Menurut Kusnadi, pembentukan kelompok pengelola sampah harus didasaro dengan keikhlasan dengan tujuan untuk menjadikan lingkungan bersih dan nyaman.

“Namun bila nanti ada nilai ekonominya itu merupakan bonus keiklasan dari apa yang kita lakukan,” ungkap Kusnadi.  

Untuk pengelolaannya sendiri, Kusnadi mengatakan ada dua sistem, yaitu bank sampah dan sedekah sampah.

Bank sampah adalah ketika nasabah atau anggotak kelompok menyetorkan sampahnya dan akan memperoleh hasil penjualan sampah yang disetor. Sedangkan sedekah sampah adalah para penyetor sampah tidak menerima hasil penjualan sampah, namun akan dimanfaatkan untuk kepentingan bersama anggota sesuai dengan kesepakatan. (Kusnadi/KIM Tirto Gumregah Berbah)




Puskesmas Berbah Gelar Sosialisasi Mengenai Penyakit Leptospirosis

Berbah – Puskesmas Berbah menggelar Sosialisasi Tentang Penyakit Leptospirosis pada Selasa (15/2/2022) di Rumah Dukuh Klakah, Sendangtirto, Kapanewon Berbah, Sleman. Sosialisasi dilakukan sebagai bentuk tindak lanjut dari ditemukannya kasus Leptospirosis yang menyerang salah satu warga Padukuhan Klakah, yaitu Sumargiyono.

Leptospirosis sendiri merupakan penyakit zoonosis, yaitu penyakit pada hewan yang bisa ditularkan kepada manusia. “Bisa menumbulkan komplikasi penyakit bila terlambat penanganan, bisa menyebabkan penderita kehilangan nyawa,” jelas dr. Angga, dari Puskesmas Berbah.

Leptospirosis banyak ditularkan dari hewan seperti anjing dan kucing kepada manusia. “Namun yang banyak menulatkan adalah tikus, makanya sering disebut penyakit virus tikus,” terang dr. Angga lagi.

Namun dr. Angga menggarisbawahi bahwa penyakit ini tidak bisa ditularkan melalu perantara manusia.

Leptospirosis sendiri, lanjut dr. Angga, adalah penyakit yang berkembang di daerah tropis, terutama saat musim penghujan dan banjir. Penyebarannya berasal dari Bakteri Latospira Interrogans yang ditularkan melalui gigitan, urin, darah, dan jaringan hewan yang terinfeksi. Biasanya, penularan terjadi lewat air atau tanah basah yang tergenang, sawah, dan danau.

“Bakteri bisa masuk ke tubuh manusia lewat luka, jaringan lunak, hidung, mulut, mata, kelamin, dan juga bisa lewat air yang terminum atau terhirup,” ungkap dokter yang tengah menjalani internship di Puskesmas Berbah tersebut.

Dokter Angga menambahkan bahwa gejala awal penderita Leptospirosis hampir mirip seperti flu biasa. Penderita tidak menyadari telah terinfeksi, sehingga tidak melakukan pemeriksaan secara medis. Penderita akan merasakan gejala selepas masa inkubasi bakteri selama 10 hari, dengan gejala berat yaitu demam tinggi hingga tubuh menggigil, nyeri otot terutama betis, nyeri kepala, perut, sakit tenggorokan disertai batuk kering, mual hingga muntah dan diare, serta mata memerah.

“Para penderita Leptospirosis bila tidak tertangani dengan baik bisa menyerang organ lain dan menimbulkan komplikasi, bisa gagal ginjal, gagal jantung, sakit lever, batuk parah, dan muntah darah,” ungkap dr. Angga.

Untuk pencegahan, dr. Angga mengatakan dapat dilakukan melalui beberapa cara, seperti menjaga kebersihan lingkungan, memakai pelindung seperti sepatu dan sarung tangan ketika melakukan aktivitas di lahan berlumpur, dan mencegah luka bersentuhan langsung dengan air. Selain itu, wagra juga disarankan untuk mengamankan peralatan dan bahan makanan serta peralatan masak, makan, dan minym dari kontaminasi bakteri. Bisa juga dengan menuangkan karbol atau disinfektan pada bagian rumah yang tergenang, dan selalu mencuci tangan pakai sabun setelah melakukan aktivitas di sawah atau di kebun yang mungkin terkontaminasi bakteri.

“Yang penting, lakukan pola hidup sehat dan sanitasi lingkungan,” kata dr. Angga. (Kusnadi/KIM Tirto Gumregah Berbah)




Forkom UMKM BERBAH Lakukan Audiensi dengan DPRD Sleman

Sleman – Sebanyak 11 orang pengurus Forkom UMKM Berbah berkesempatan mengunjungi kantor DPRD kabupaten Sleman, tepatnya Fraksi PAN, Senin (7/2/2022).

Kunjungan tersebut atas undangan anggota DPRD Sleman Fraksi PAN dalam rangka menerima konstituen atau komunitas dari berbagai unsur di Kabupaten Sleman untuk menjaring aspirasi dan mendengarkan pendapat saran dari masyarakat.

Kunjungan pengurus UMKM Berbah tersebut diterima langsung Ketua Fraksi PAN Respati Agus Sasongko, Sekretaris Fraksi Abdul Kadir, dan Bendahara Fraksi Ardi Sehami.

Dalam sambutannya, Ketua Fraksi PAN Respati Agus Sasongko mengapresiasi kunjungan yang dilakukan kelompok UMKM Kapanewon Berbah untuk menyampaikan pendapat dan permasalahan yang dihadapi para pelaku UMKM dalam menjalankan usahanya. Karena tanpa masukan dari masyarakat, keputusan dan usulan yang diambil oleh anggota dewan menjadi kurang tepat sasaran. 

“Oleh sebab itu masukan dan permasalahan akan menjadi perhatian anggota dewan, sesuai dengan fungsi dan kewenangan anggota dewan yaitu membuat peraturan menyusun anggaran dan melakukan pengawasan,” jelas Respati

Sedangkan Sekretaris Fraksi PAN, Abdul Kadir, yang juga merupakan seorang pengusaha konveksi pada kesempatan tersebut memberikan kiat berusaha untuk menjadi pengusaha yang sukses. Ia mengatakan bahwa dalam era digital, UMKM dapat memanfaatkan media sosial secara maksimal dalam mengembangkan usahanya.

Ia menambahkan bahwa dalam melakukan usaha, UMKM harus mempunyai jaringan yang kuat dan besar, komunitas, media sosial untuk memasarkan produk, inovatif, dan kreatif.

“Dan pengusaha harus memiliki branding yang kuat bila ingin usahanya maju dan langgeng,” jelas Abdul Kadir.

Sementara Ardi Sehami, Bendahara Fraksi PAN yang juga merupakan pengusaha Arumanis dan juga Ketua dari Forkom UMKM Kapanewon Berbah mengatakan bahwa dirinya akan selalu mendukung forkom UMKM berbah.

Dalam kesempatan itu, masing-masing pelaku UMKM yang hadir memaparkan usaha yang dijalani mereka, serta kendala yang dihadapi dalam berusaha. Para pengusaha juga menyatakan harapan mereke ke depannya seperti apa. (Kusnadi/KIM Tirto Gumregah Berbah)




Cukupi Ketersediaan Darah, PMI Berbah Rutin Gelar Donor Darah

Berbah – PMI Kapanewon Berbah menyelenggarakan kegiatan kemanusiaan donor darah bekerja sama dengan PMI kabupaten Sleman pada hari Kamis (3/2/2022) di Pendopo Kepanjen Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman.

Kegiatan yang membuka pelayanan dari pukul WIB hingga pukul WIB tersebut diikuti oleh Panewu Berbah, Rohmiyanto, beserta pegawai Kapanewon Berbah, serta Kepala UPT Kesehatan, Heri Pratono dan Anggota TNI Koramil Berbah. Selain itu, ada juga para relawan dan warga masyarakat yang ikut mendonorkan darah mereka.

Rohmiyanto dalam kesempatan tersebut menuturkan bahwa kegiatan donor darah ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan sebanyak tiga bulan sekali, dengan maksud untuk menambah stok darah di PMI Sleman. Diharapkan apa yang dilakukan ini dapat meminimalisir kematian akibat kekurangan cadangan darah.

“Selain tujuan kemanusiaan, dengan melakukan donor darah rutin membuat badan jadi lebih sehat dan segar karena setelah pengambilan darah ada proses regenerasi sel darah yang baru,” imbuh Rohmiyanto usai diambil darahnya.

Meskipun banyak yang mendaftar, tidak semua peserta bisa mendonorkan darahnya. Para calon pendonor harus melalui uji skrining untuk memastikan keamanan darah yang didonorkan. Uji skrining meliputi tes tensi darah, cek berat badan, dan tes pengukuran hemoglobin (HB). Setelah lolos kelayakan menjadi pendonor, baru proses pengambilan darah dilakukan.

Setelah selesai, para peserta kemudian mendapat minuman sehat sari kacang hijau dan goodie bag sebagai bentuk apresiasi telah mendonorkan darahnya. Kegiatan donor darah di Kapanewon Berbah ini sendiri tercatat berhasil mendapatkan 28 kantong darah. (Kusnadi/KIM Tirto Gumregah Berbah)