Warga RT 05 Kranggan 1 Gelar Pemilihan Ketua RT Secara Langsung

Berbah – Warga RT 05 RW 29 Kranggan 1, Jogotirto, Berbah, Sleman menggelar pemilihan RT periode 2022-2027 pada Sabtu (1/1/2022). Kegiatan dihadiri langsung oleh Dukuh Kranggan 1, Suharmadi dan juga Jagabaya Jogotirto, Ali Razikin.

Suharyanta, Ketua Panitia Pemilihan RT 05 mengatakan bahwa pemilihan dilakukan dengan mengambil tata cara pemilihan umum, sebagai bentuk pembelajaran bagi masyarakat dalam menerapkan demokrasi. Panitianya juga berasal dari generasi muda warga RT 05/RW 29.

“Harapannya ada pembelajaran demokrasi dan regenerasi petugas yang berpartisipasi oleh pemuda dalam kegiatan pemilu yang diadakan pemerintah,” tambah Suharyanta yang juga merupakan Wakapolsek Sektor Piyungan.

Pemilihan ketua RT 05 RW 29 diikuti oleh 7 orang calon RT. Pada akhir penghitungan suara, Sukoraharjo memperoleh suara terbanyak 32 suara dan ditetapkan sebagai ketua RT 05 RW 29 periode tahun 2022 – 2027.

“Terima kasih atas kepercayaannya, dan semoga bisa membawa masyarakat RT 05 RW 29 lebih baik lagi,” ujar Sukoraharjo.

Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, panitia pemilihan juga menyediakan door prize berupa sembako, peralatan rumah tangga, dan hadiah utama 2 Unit sepeda motor. Semua hadiah berasal dari sumbangan warga RT 05 sendiri. Langkah ini terbukti berhasil, karena partisipasi masyarakat RT 05 dalam pemilihan tercatat sangat tinggi, hampir 100%.

Dari 92 DPT, 89 orang ikut serta memberikan suaranya. Tercatat hanya 3 orang yang tidak ikut menyumbangkan suaranya karena sedang tidak berada di RT 05. (Kusnadi/KIM Tirto Gumregah Berbah)




Jembatan Kalimadu Resmi Beroperasi

Berbah – Masyarakat Berbah dan Prambanan, terutama warga Kalitirto dan Madurejo akhirnya bisa mudah untuk beraktivitas. Pasalnya, kedua kalurahan tersebut kini telah memiliki akses jembatan yang memudahkan mobilitas antar warga. Sebelumnya, warga di kedua kalurahan tersebut harus memutar jauh jika ingin saling berkunjung, karena posisi kedua kalurahan tersebut yang dipisah oleh aliran Kali Opak. Akibatnya, mobilitas warga di kedua kalurahan tersebut jadi terganggu.

Menyikapi hal ini, Pemerintah Kabupaten Sleman akhirnya membangun jembatan penghubung antar Kalurahan Kalitirto dan Madurejo. Jembatan yang memiliki lebar 9 Meter dan panjang 80 Meter ini diresmikan langsung oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo pada Rabu (29/12/2021). Menghabiskan dana hingga 21,1 Milyar, jembatan ini diberi nama Kalimadu, berasal dari dua kalurahan yang dihubungkan aksesnya, yaitu Kalitirto dan Madurejo.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo berharap pembangunan jembatan ini dapat meningkatkan komunikasi antar warga Kalitirto dan Madurejo, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi antar kalurahan tersebut, terutama di sektor UMKM.

“Bukan hanya peningkatan bidang ekonomi, namun ke depan diharapkan perkembangan di bidang pariwisata bisa dikembangkan karena wilayah Sleman Timur banyak objek wisata andalan, dan Juga perkembangan bidang yang lain sehinga menjadikan masyarakat kabupaten Sleman lebih Sejahtera,” tambah Kustini.

Taufik Wahyudi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman Sleman menuturkan bahwa pembangunan Jembatan Kalimadu ini dilakukan dalam dua tahap. Pembangunan pondasi dilakukan pada tahun 2019 yang menghabiskan dana hingga 10,5 Milyar Rupiah. Kemudian dilanjutkan dengan pembangunan badan jembatan hingga selesai pada tahun 2021.

“Direncanakan tahun 2022 akan dibangun guardrail (pagar pembatas) dan peningkatan ruas jalan yang belum selesai dikerjakan,” ujar Taufik.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Sleman, Arip Pramana berharap jembatan ini dapat mengurangi kepadatan lalu lintas menuju Lava Bantal dan jalan Piyungan Prambanan.

“Karena warga gunung kidul (selatan) Piyungan dan Prambanan bila mau ke Jogja akan bisa melalui jembatan Kalimadu dan akan mepersingkat waktu tempuh,” tambah Arip. (Kusnadi/KIM Tirto Gumregah Berbah)




Penguatan Ekonomi Masyarkat Berbasis Masjid

Berbah – Pengurus Masjd (Takmir) se-Kapanewon Berbah mengikuti Sosialisasi Ekosistem Masjid yang diselenggarakan oleh KUA Berbah di Masjid Al Maulani Kalitirto Berbah, Sleman, Selasa (28/12/2021).

Abu Hanifah, Kepala KUA Berbah mengatakan bahwa kegiatan ini merupakana tindak lanjut dari surat Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman nomor tentang Tindak Lanjut Program Sosialisasi Masjid. Dalam hal ini, hal yang mendapat sorotan dari Abu Hanifah adalah mengenai pentingnya penguatan ekonomi jemaah berbasis masjid.

Sosialisasi sendiri menghadirkan perwakilan Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai narasumber, yaitu Ririn Indarwati dan Arzam Alfianto. Dalam kesempatan tersebut, Ririn menuturkan bahwa BSI saat ini telah menjalin kerja sama dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Kemenag DIY dalam rangka mewujudkan kesejahteraan umat.

“Salah satunya melalui pemberdayaan ekonomi umat berbasis masjid,” ujar wanita yang merupakan perwakilan KCP BSI Ambarrukmo ini.

Untuk mendukung hal tersebut, BSI telah memiliki beberapa program pendukung, seperti IT Qris, Tabungan Easy Wadiah, dan BSI Giro Wadiah. (M.A. Sanusi/KIM Tirto Gumregah Berbah)




Serah Terima Jabatan Panewu Berbah

Berbah – Tampuk pimpinan di lingkup Pemerintahan Kapanewon Berbah resmi dipegang oleh panewu baru, Rohmiyanto. Hal tersebut terjadi setelah dilakukannya serah terima jabatan antara panewu baru dengan yang lama, Wildan Solichin, bertempat di Pendopo Kepanjen Kapanewon Berbah, Senin (27/12/2021).

Pergeseran pimpinan di Kapanewon Berbah terjadi berdasarkan Surat Keputusan Bupati Sleman Nomor 143/ tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Pejabat Administrator dan Pengawas di Lingkungan Pemerintahan Kabupaten Sleman. Proses sertijab dihadiri langsung oleh Asisten Sekda Sleman Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat, serta Forkompimda Berbah.

Panewu lama, Wildan Solichin mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan kepadanya selama ia menjabat sebagai Panewu, sehingga roda pemerintahan dan pembangunan di Kapanewon Berbah dapat berjalan lancar selama 3 tahun ia menjabat. “Meskipun masih banyak kekurangan,” ungkapnya.

Dengan diangkatnya panewu yang baru, Wildan berharap Kapanewon Berbah dapat semakin berkembang dan menjadi lebih baik lagi ke depannya.

Hal senada juga diutarakan oleh Panewu Berbah yang baru, Rohmiyanto. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat di Berbah untuk bersama-sama membangun Berbah menjadi lebih baik lagi.

Sementara itu, Asisten Sekda Sleman Bidang Pemerintahan dan Kesra, H.Y. Aji Wulantara yang hadir dalam sertijab mewakili Bupati Sleman mengucapkan selamat bertugas kepada Panewu Berbah yang baru. Ia juga mengatakan proses pertukaran dan mutasi jabatan merupakan hal yang biasa terjadi di pemerintahan. “Hal tersebut dilakukan dalam rangka pembinaan dan peningkatan karir,” imbuhnya.

Aji mengatakan jabatan panewu memiliki arti penting, di mana panewu merupakan perwakilan langsung pemerintah kabupaten di sebuah kapanewon. “Jadi panewu harus mampu menyelesaikan semua masalah yang ada id wilayah kapanewon tempat ia ditugaskan,” ujar Aji.

Ia juga menggarisbawahi posisi panewu di Kapanewon Berbah karena berbatasan langsung dengan wilayah kabupaten tetangga. Menurutnya, seorang pemimpin yang wilayahnya berbatasan dengan kabupaten lain harus memiliki karakteristik Sleman, di samping kecerdasan intelektual dan emosional.

“Memiliki karakteristik Sleman, yaitu prasojo, welas asih, sembodo, dan tembayatan,” jelasnya

Aji menjelaskan bahwa prasojo memiliki arti sederhana apa adanya, welas asih memberi pelayanan dengan kasih sayang yang tergambar pada pusaka Sleman tombak kyai Turun Sih, sembodo menyelesaikan semua masalah tidak lari dari tanggung jawab, serta tembayatan adalah kerja sama saling menolong.

“Dimohonkan untuk semua elemen baik pemerintahan dan lembaga mendukung program panewu baru. Tanpa dukungan semua pihak, keinginan untuk menjadikan Berbah lebih baik tidak akan berhasil,” tutup Aji. (Kusnadi/KIM Tirto Gumregah Berbah)




Peletakan Batu Pertama Gedung Serbaguna Padukuhan Bulu

Berbah – Berawal dari keinginan warga untuk memiliki tempat pertemuan yang bisa menampung aktivitas kemasyarakatan warga, Sudarmo, Dukuh Padukuhan Bulu, Jogotirto, Berbah, Sleman mengadakan rembug warga. Dari rembug warga tersebut, kemudian disepakati rencana pembuatan gedung serbaguna di atas tanah kas Kalurahan Jogotirto, berupa bangunan satu lantai dengan luas 420 Meter persegi.

Dengan suntikan dana BKK Kabupaten Sleman, kemudian dimulailah pembangunan Gedung Serbaguna Padukuhan Bulu.

Pembangunan diawali dengan prosesi peletakan batu pertama pada Minggu (26/12/2021). Peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh anggota DPR Republik Indonesia, Sukamto, didampingi Dukuh Bulu, Lurah Jogotirto, Anggota DPRD Kabupaten Sleman, Nunung, dan Fery Siswanto, pemilik Omah Dahar Mbah Wanto.

Sukamto dalam kesempatan tersebut mengapresiasi pembangunan gedung serbaguna yang diinisiasi oleh warga Bulu ini. Ia mengatakan akan terus mendampingi proses pembangunan dari awal sampai akhir.

“Untuk pembangunan gedung seluas 400 Meter persegi pastilah diperlukan dana yang tidak sedikit. Namun dengan niat yang baik, tekad yang kuat, dan kebersamaan semua warga saling menanggalkan ego masing-masing, pastilah harapan itu akan terwujud,” pesan Sukamto.

Sementara itu, Mitha Mayasari, Lurah Jogotirto berharap gedung serbaguna yang akan dibangun ini dapat memberi manfaat kepada semua masyarakat Jogotirto, khususnya pedukuhan Bulu.

Hal senada juga disampaikan oleh Fery Siswanto, pemilik Omah Dahar Mbah Wanto. Ia berharap gedung ini dapat bermanfaat bagi masyarkat. Ia juga mengatakan dirinya juga akan terus mendapingi proses pembangunan gedung serbaguna ini. (Kusnadi/KIM Tirto Gumregah Berbah)