FKIM Sembada Gelar Rakor di Kapanewon Berbah

Berbah – Forum Kelompok Informasi Masyarakat (FKIM) Sembada Kabupaten Sleman kembali menggelar rapat koordinasi di Pendopo Kepanjen Kapanewon Berbah, Sabtu (13/11/2021). Rakor diikuti oleh pengurus dan anggota KIM Sembada Sleman, termasuk KIM Tirto Gumregah Kapanewon Berbah ini dihadiri juga oleh Panewu dan Panewu Anom Kapanewon Berbah. Rakor dibuka dengan penampilan tarian tradisional Golek Ayun Ayun yang diperagakan oleh Rena dari Desa budaya Karongan, Kalurahan Jogotirto, Kapanewon Berbah.

Wildan Solichin, Panewu Berbah mengatakan bahwa pembentukan KIM Kapanewon Berbah diatur berdasarkan Keputusan Panewu Berbah Nomor: 22/ dengan ketuanya adalah Tri Sajuli. “Komposisi anggotanya ada yang tua dan ada yang muda dari lintas profesi, agar dapat lebih banyak informasi yang digali dari masyarakat,” ungkap Wildan.

Wildan juga mengatakan bahwa KIM juga harus dapat bertanggung jawab dalam menggali dan memberikan informasi kepada masyarakat.

Hal senada juga disampaikan oleh Sukarjo, Kepala Seksi Pengelolaan Informasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman. Menurut Sukarjo, KIM adalah kegiatan yang dilakukan untuk menggali informasi dari masyarakat dan diberitakan untuk masyarakat.

“Harapannya, selain KIM di Kapanewon, juga dibentuk KIM tingkat kalurahan sehingga akan lebih banyak informasi yang tergali dan tersampaikan,” ujar Sukarjo.

Ketua KIM Sembada Sleman, Suripto memaparkan beberapa hal mengenai KIM Sembada Sleman, seperti pengurus dan tugas yang dilakukan.

”(Pengurus) menjembatani kebutuhan anggota KIM dengan memberikan beberapa pelatihan peningkatan kemampuan untuk menunjang kegiatan menggali dan menyampaikan informasi dari dan untuk masyarkat,” ujar Suripto.

Suripto juga mengapresiasi KIM Kapanewon Berbah yang telah aktif memberikan informasi kepada masyarakat, meskipun baru terbentuk. (Kusnadi/KIM Tirto Gumeregah Berbah)  




FLH Minggir Kulik Sistem Pengelolaan Sampah di FLH Berbah

Berbah – Forum Lingkungan Hidup (FLH) Kapanewon Minggir melakukan kunjungan ke FLH Kapanewon Berbah pada Kamis (11/11/2021) di Kelompok Pengelola Sampah Mandiri (KPSM) Klakah Elok, Padukuhan Klakah, Kalurahan Sendangtirto, Kapanewon Berbah.

Marsono, Ketua FLH Minggir menuturkan bahwa kunjungan ini dilakukan untuk saling berbagi pengalaman antar FLH dalam pengelolaan lingkungan, terutama dalam pengelolaan sampah.

Sementara itu, Kusnadi Priyono, Ketua FLH Berbah mengatakan bahwa FLH Berbah mendapatkan dukungan dari Kapanewon dalam menjalankan kegiatan. “Selain itu ada juga pendampingan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Sleman,” ujar Kusnadi.

Lebih lanjut, Kusnadi memaparkan beberapa kegiatan yang dilakukan oleh FLH Berbah seperti mengadakan sosialisasi pengelolaan sampah, edukasi ke masyarakat, pelatihan kerajinan daur ulang, dan pendampingan kelompok pengelola sampah.

“FLH Berbah juga bermitra denga 24 kelompok, yang terdiri dari 2 TPS3R, dan 22 kelompok lain berbentuk bank sampah dan sedekah sampah,” jelasnya lagi.

Selain itu, FLH Berbah juga pernah turut serta dalam kegiatan World Clean Up Day, yaitu kegiatan bersih-bersih yang serentak dilakukan bersama 113 negara di dunia, yang dilakukan pada September 2018 di Wisata Lava Bantal. “Selain itu ada juga kegiatan peringatan hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) di Dukuh Krikilan, Kalurahan Tegaltirto, Kapanewon Berbah yang difasilitasi DLHK Kabupaten Sleman,” ujar Kusnadi.

Kusnadi juga mengatakan bahwa FLH Berbah memiliki beberapa peralatan inovasi pengelolaan sampah berupa Reaktor Sampah Plastik yang merupakan alat untuk memproses plastik yang tidak berharga, untuk dijual dan diproses menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM), meski kapasitasnya masih bersifat edukasi. “Ada juga komposter berbahan batu paras yang dinamakan Pesona, yang berguna untuk mengolah bahan organik sisa dapur menjadi kompos yang bisa dipakai untuk memupuk tanaman,” jelas Kusnadi lagi. (Retno Andayani/KIM Kapanewon Berbah)




Jaga Kebersihan Lingkungan, Kapanewon Berbah Rutin Gelar Penertiban Sampah Visual

Berbah – Pemerintah Kapanewon Berbah secara berkala menggelar penertiban dan pembersihan sampah visual yang tidak sesuai aturan. Hal tersebut disampaikan oleh Panewu Anom Berbah, Edi Margono. Menurutnya, pembersihan ini perlu dilakukan karena banyak iklan baik berupa poster ataupun baliho yang dipasang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Kadang memasang banner besar melintang jalan, kadang memasang poster pada tiang listrik, tiang telepon, dan pohon di pinggir jalan. Hal seperti itu tidak sesuai dengan peraturan yang ada, tidak enak dipandang dan mengganggu pengguna jalan,” jelas Edi saat Apel Persiapan Penertiban Sampah Visual di Kantor Kapanewon Berbah, Sleman, Kamis (28/10/2021).

Ia juga meminta setiap petugas yang melakukan penertiban untuk mengedepankan pendekatan yang humanis. “Pendekatan humanis, tidak sewenang-wenang,” tambahnya.

Kegiatan penertiban sendiri diikuti sekitar 30 personil yang terdiri dari jajaran dan staff Kapanewon Berbah yang dibantu oleh Linmas Kapanewon Berbah dan Kabupaten Sleman, serta Forum Lingkungan Hidup Kapanewon Berbah.

Daerah yang dilakukan penertiban adalah dari perempatan Krikilan Patung Kopral Samyo menuju wilayah timur di Dusun Sumber, wilayah utara pertigaan Tanjung, wilayah barat Puskesmas Jagalan, dan wilayah selatan di Pasar Kliwon. Selain itu, penertiban juga dilakukan di Jalan Tugu Bumi, hingga perempatan Sampakan Jalan Jogja Wonosari.

Dari penertiban yang dilakukan, terkumpul sampah visual berupa banner sebanyak 1 mobil bak terbuka. Sampah-sampah tersebut kemudian diserahkan kepada Bank Sampah Klakah Elok di Dusun Klakah, Kalurahan Sendangtirto, Kapanewon Berbah, untuk dikelola menjadi bahan kerajinan. (Kusnadi Priyono/KIM Berbah)