Forum Rois Godean Gelar Pengajian Muharam, Bahas Regenerasi Pengurus dan Perkuat Peran Sosial

Sleman – Forum Rois Kapanewon Godean menggelar pengajian rutin dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1447 Hijriah. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kalurahan Sidomulyo, Minggu (6/7/2025) dan diikuti oleh sekitar 140 rois dari seluruh kalurahan di wilayah Kapanewon Godean.

Turut hadir dalam acara ini perwakilan Puskesmas Godean, Babinsa, Bhabinkamtibmas, para Kamituwa, serta perangkat Kalurahan Sidomulyo. Acara diawali dengan pembacaan Gema Wahyu Ilahi dan dilanjutkan dengan amalan kalimat toyyibah yang dipimpin oleh Rois Sidomulyo, Samudi.

Dalam sambutannya, Ketua Forum Rois Godean, Sarbini, menyampaikan bahwa forum ini telah berjalan selama sembilan tahun dan rutin berkeliling dari satu kalurahan ke kalurahan lain setiap tahun. Ia juga menginformasikan bahwa masa kepengurusan forum akan berakhir pada bulan Agustus 2025. Oleh karena itu, setiap kalurahan diminta mengirimkan tujuh perwakilan untuk pemilihan pengurus baru yang dijadwalkan pada bulan September.

Sarbini juga menjelaskan bahwa Forum Rois Godean memiliki tiga agenda tetap dalam setahun, yakni pengajian keliling setiap bulan Muharam, pengajian Sya’ban di Kantor Kapanewon, dan pengajian Maulid di rumah Sofiyan. Ia juga mengapresiasi kerja sama Puskesmas Godean dalam penanganan jenazah yang memerlukan penanganan khusus secara medis, dan berharap kolaborasi tersebut terus berlanjut.

Lurah Sidomulyo, Rustho Busono, dalam sambutannya menyampaikan penghargaan dan rasa haru atas pengabdian para rois yang selama 24 jam siap membantu masyarakat. “Kami dari pemerintah kalurahan merasa terenyuh atas dedikasi rois. Walaupun hingga kini kami belum bisa memberikan imbalan, namun peran rois sangat besar dan layak diapresiasi,” ujarnya.

Tausiah disampaikan oleh Kepala KUA Godean, Abdul Rohim, yang baru saja ditugaskan di Godean sejak Maret 2025, setelah sebelumnya menjabat di Prambanan. Dalam tausiahnya, ia menyampaikan bahwa rois memiliki tiga fungsi utama: sebagai pemimpin, pembimbing di bidang keagamaan dan kebudayaan, serta sebagai teladan yang menyejukkan masyarakat.

Ia juga mengingatkan agar para rois terus berperan aktif membimbing masyarakat, menjauhkan diri dari penyalahgunaan narkoba, dan mengajak masyarakat memperkuat hubungan spiritual dengan memperbanyak wudu dan amalan kebaikan. (Jumeni/KIM Godean)




Cegah Leptospirosis, Warga Godean Dapat Edukasi dari Dinkes Sleman

Sleman – Pemerintah Kapanewon Godean menggelar sosialisasi pencegahan penyakit leptospirosis pada Selasa (24/2/2025). Kegiatan ini diikuti oleh pengurus Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan Kelompok Wanita Tani (KWT) se-Kapanewon Godean. Sosialisasi menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, dr. Torik, serta dr. Lia dari Puskesmas Godean 1.

Sosialisasi ini digelar sebagai respons terhadap kasus leptospirosis yang baru-baru ini ditemukan di wilayah tersebut. Dalam beberapa hari terakhir, dua pasien telah dinyatakan positif terinfeksi bakteri Leptospira, penyebab utama penyakit ini.

Pada kesempatan tersebut, dr. Torik mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap gejala leptospirosis, yang meliputi demam tinggi secara tiba-tiba, tubuh terasa lemas, mata memerah, serta sakit kepala hebat. Selain itu, penderita juga dapat mengalami perubahan warna kulit menjadi kekuningan serta nyeri pada betis.

“Jika mengalami gejala-gejala tersebut, masyarakat disarankan segera memeriksakan diri ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat guna mendapatkan penanganan medis yang tepat, termasuk pemberian antibiotik dan perawatan sesuai gejala,” ujar Torik.

Sementara itu, dr. Lia menambahkan bahwa untuk mencegah penyebaran leptospirosis, masyarakat dianjurkan menerapkan berbagai langkah pencegahan. Paparan sinar matahari yang cukup dapat membantu membunuh bakteri di lingkungan sekitar. Selain itu, mencuci tangan dan kaki dengan sabun setelah beraktivitas sangat penting untuk mengurangi risiko infeksi. Tempat penyimpanan air juga harus ditutup rapat agar tidak terkontaminasi oleh kotoran atau urine hewan pembawa bakteri.

“Langkah pencegahan lainnya mencakup vaksinasi pada hewan peliharaan, terutama yang sering berada di luar rumah, guna mengurangi risiko penularan. Pengendalian populasi tikus juga perlu dilakukan dengan memasang jebakan atau menggunakan racun tikus secara aman dan terkontrol,” ungkapnya.

Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan masyarakat lebih waspada serta dapat menerapkan pola hidup bersih dan sehat untuk mencegah penyebaran leptospirosis di lingkungan sekitar. (Jumeni/KIM Godean)




Kapanewon Godean Gelar Amalan Dzikir Bersama Gus Ridho

Godean – Kapanewon Godean menggelar amalan dzikir yang dipimpin oleh Gus Ridho dari Sidoarum, Minggu (9/2/2025). Kegiatan yang berlangsung di Aula Kapanewon Godean ini diselenggarakan oleh Forum Rois se-Kapanewon Godean dan dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Panewu Godean Rohmiyanto, perwakilan kepolisian, serta tenaga kesehatan dari Puskesmas Godean 1 dan 2.

Dalam sambutannya, Ketua Forum Rois Godean, Sarbini, menyampaikan terima kasih kepada Panewu Godean yang telah memfasilitasi acara ini. Ia juga mengapresiasi kehadiran seluruh peserta, termasuk para ustaz dan tokoh masyarakat. Sarbini menambahkan bahwa Forum Rois Godean memiliki dua program rutin, yakni pertemuan pada bulan Syakban dan Muharam.

Panewu Godean, Rohmiyanto, dalam sambutannya mengabsen kehadiran lintas instansi dan para ustaz yang hadir. Ia berharap, dengan terpilihnya bupati dari wilayah Godean, anggaran dan kegiatan untuk para rois dapat lebih ditingkatkan ke depannya.

Dalam tausiyah yang disampaikan oleh H. Iwan Santoso, dijelaskan bahwa terdapat empat ciri ahli surga, yaitu wajah yang berseri-seri  yang artinya memiliki ekspresi yang menyenangkan dan selalu tersenyum.

Ciri berikutnya adalah hati yang selalu berniat baik, yaitu senantiasa memiliki niat yang baik dalam setiap tindakan.

Berikutnya adalah lisan yang menyenangkan orang lain, yaitu berbicara dengan sopan dan memberikan kebahagiaan kepada sesama.

“Terakhir adalah tangan yang ringan untuk bersedekah, gemar membantu dan berbagi kepada mereka yang membutuhkan,” tegasnya.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan semakin mempererat ukhuwah Islamiyah dan meningkatkan semangat beribadah bagi masyarakat Godean. (H. Iwan Santoso / KIM Godean)




KIM Godean Resmi Dikukuhkan

Sleman – Pengurus Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Kapanewon Seyegan resmi dikukuhkan pada Senin (30/9/2024) di Pendopo Kapanewon Godean, Sleman, DIY. Pengukuhan dilakukan langsung oleh Panewu Godean, Rohmiyanto dan dihadiri oleh Ketua Forum KIM Sleman, Adnan Nurtjahyo serta Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman, Cicilia Lusiani.

Panewu Godean, Rohmiyanto pada kesempatan tersebut mengucapkan selamat bertugas kepada pengurus KIM yang baru dilantik.

Dirinya juga berharap KIM Godean nantinya dapat mempublikasikan apa saja potensi yang ada di Kapanewon Godean.

“Seperti produk khas dari Godean yaitu keripik belut, kerajinan tanah liat, batik, dan UMKM lainnya,” ujar Rohmiyanto.

Sementara itu, Kabid IKP Diskominfo Sleman, Cicilia Lusiani. Ia menggarisbawahi mengenai peran KIM sebagai mitra strategis pemerintah dalam persebaran informasi.

“KIM berperan sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat, memiliki peran strategis dalam meningkatkan literasi digital, memastikan aspirasi masyarakat agar terdengar oleh pemerintah, dan memastikan informasi mengenai kebijakan serta program pemerintah dapat tersampaikan dengan baik,” ungkap wanita yang biasa disapa Lusi ini.

Menurut Lusi, KIM harus bisa menyampaikan informasi yang benar, akurat dan bisa dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Tujuannya supaya masyarakat tahu bahwa info ini benar, dan tahu mana info yg hoax, sehingga warga tidak mudah percaya dan kritis terhadap informasi yang diterimanya.

“Terlebih dalam masa pilkada Sleman, saya berharap keberadaan KIM dapat berperan sebagai penetralisir informasi yang tidak akurat, mengarahkan dan mengoreksi bila ada kesimpangsiuran informasi, meredam hate speech atau ujaran kebencian, menangkal isu-isu yang mengarah pada disintegrasi. KIM harus mampu menjadi benteng yang menjaga integritas demokrasi,” tegasnya.

Lusi berharap, kepengurusan KIM Godean yang baru dilantik ini benar-benar membawa angin baru, semangat baru, inovasi baru, menggali dan mempromosikan potensi Godean, dan membawa  seluruh SDM KIM godean semakin maju.

“Sehingga dapat  membawa manfaat dan keberkahan bukan saja bagi organisasi tetapi juga masyarakat di Kapanewon Godean,” tutupnya. (Jumeni/KIM Godean)




Pokdarwis Sidomulyo Gelar Kirab Budaya

Kalurahan Sidomulyo, Kapanewon Godean menggelar Kirab Budaya pada Jumat (25/11/2022) dalam rangka mengawali kegiatan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kalurahan Sidomulyo. Kirab tersebut diikuti oleh 500 peserta, mulai dari kelompok rois, grup sholawat, bregodo gagak suro, anggota PKK, hingga kelompok wanita tani.

Kirab diawali dari halaman Embung Gagaksuro Gancahan VII menuju sumber mata air Belik Gupit Gancahan VI untuk pengambilan air suci yang selanjutnya dikirabkan menuju makam suruh.

Dalam sambutannya, Lurah Sidomulyo, Rustho Busono mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung jalannya kirab. “Saya berharap ke depan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat serta mohon dukungannya semoga Sidomulyo segera punya desa wisata,” imbuhnya.

Kirab tersebut diakhiri dengan penanamn pohon oleh pejabat yang hadir, pelepasan bibit ikan gabus, dan pelepasan sepasang burung perkutut. (Jumeni/KIM Godean)