Matangkan Persiapan Mlati Fun Run, Panitia Gelar Rapat Koordinasi di Kalurahan Tirtoadi

Sleman – Menjelang gelaran Mlati Fun Run, panitia penyelenggara menggelar rapat koordinasi untuk mematangkan seluruh teknis pelaksanaan kegiatan di Balai Kalurahan Tirtoadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Senin (5/10/2026) malam.

Rapat koordinasi yang dipimpin oleh Windi, Anjas, dan Moko selaku Ketua Panitia Mlati Fun Run ini berfokus pada pengecekan kesiapan tiap bidang, pembagian tugas seksi, serta pemetaan kebutuhan teknis menjelang hari pelaksanaan.

Mengusung tema “Jelajah Mlati dengan Berlari”, ajang olahraga massal yang diinisiasi oleh Pengurus Karang Taruna Kapanewon Mlati ini tidak hanya bertujuan mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat, tetapi juga mengenalkan potensi sejarah, budaya, pariwisata, hingga UMKM lokal Kapanewon Mlati.

Panitia penyelenggara menegaskan komitmennya untuk mengemas kegiatan ini sebagai wadah pemuda yang berdampak positif bagi wilayah setempat.

“Melalui tema ‘Jelajah Mlati dengan Berlari’, kami ingin mengajak masyarakat untuk sehat bersama, kompak bersama, sekaligus mengenal lebih dekat berbagai potensi yang ada di Kapanewon Mlati,” ujar perwakilan panitia usai rapat koordinasi.

Dengan persiapan yang makin matang dan sinergi antarunsur penyelenggara, Mlati Fun Run diharapkan dapat berlangsung lancar, aman, serta mampu membangkitkan perekonomian masyarakat sekitar. (Muhaliashar/KIM Pijar Mlati)




Perkuat Ukhuwah dan Kerukunan Umat, MUI Kapanewon Mlati Gelar Pembinaan dan Sarasehan

Sleman – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kapanewon Mlati menggelar kegiatan pembinaan dan sarasehan di Pendopo Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Sabtu (3/10/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh pengurus MUI Kapanewon Mlati, perwakilan MUI Kabupaten Sleman, unsur Forkopimkap Mlati, Kepala KUA, organisasi kemasyarakatan seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Dewan Masjid Indonesia (DMI), hingga para rois dan tokoh masyarakat se-Kapanewon Mlati.

Panewu Kapanewon Mlati, Dyah Purwanti, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya sarasehan ini. Ia menekankan pentingnya peran MUI dalam menjaga keseimbangan pembangunan wilayah, baik dari segi fisik maupun spiritual kemanusiaan.

“MUI bukan sekadar lembaga, tetapi mempunyai peran yang luar biasa dalam menghimpun semua lembaga Islam. Hal ini penting untuk menyeimbangkan pembangunan, tidak hanya pembangunan fisik tetapi juga manusianya,” ujar Dyah Purwanti.

Perwakilan MUI Kabupaten Sleman, Hanif Anwari, mengimbau seluruh pengurus untuk menjalankan amanah keumatan dengan penuh tanggung jawab. Ia menegaskan dua fungsi utama MUI, yakni sebagai wadah pemersatu ukhuwah Islamiyah serta mitra strategis pemerintah dalam menyelesaikan persoalan keumatan.

Ketua MUI Kapanewon Mlati, A. Hidayatullah Al Arifin, menambahkan bahwa keberagaman pemahaman keagamaan di wilayah Mlati memerlukan wadah komunikasi yang inklusif agar sikap saling menghormati dan kerukunan intern umat Islam tetap terjaga secara berkelanjutan.

Melalui sinergi bersama pemerintah dan lintas ormas ini, MUI Kapanewon Mlati berkomitmen memperkuat program-program keumatan mulai dari pembinaan takmir masjid hingga kegiatan sosial masyarakat. (Y. Edy Setyoharjo/KIM Pijar Mlati)




Uji Core Drill Pastikan Mutu Pengaspalan Jalan Dana BKK di Sumberadi

Sleman – Pekerjaan pengaspalan jalan yang bersumber dari Dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) di Kalurahan Sumberadi, Kapanewon Mlati, telah selesai dilaksanakan. Untuk memastikan kualitas dan ketebalan lapisan aspal sesuai ketentuan, dilakukan uji core drill di sejumlah titik, Kamis (1/10/2026).

Uji core drill merupakan metode pengendalian mutu dengan mengambil sampel inti berbentuk silinder dari lapisan perkerasan jalan. Sampel tersebut kemudian diukur untuk mengetahui kesesuaian ketebalan hasil pekerjaan dengan standar yang ditetapkan.

Pekerjaan pengaspalan yang bersumber dari Dana BKK tersebut mencakup 11 titik, yaitu Cabakan, Bedelan, Kadilangu, Padukuhan Cabakan, Padukuhan Tokerten, Padukuhan Bakalan, Padukuhan Warak Lor, Warak Kidul, Jumeneng Lor, Tegal Cabakan, dan Tundan RT 02.

Kegiatan uji core drill dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Sleman Suryono, perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman, Panewu Mlati Dyah Purwanti, Carik Kalurahan Sumberadi Yuniko Ali Shodiqin, Ulu-Ulu Indarto, Ketua Tuwanggana Ari Subiyantoro, pamong kalurahan, Ketua dan anggota BPKal, dukuh, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta masyarakat.

Anggota DPRD Kabupaten Sleman, Suryono menyampaikan, uji core drill dilakukan pada tiga lokasi dengan mengacu pada ketentuan yang ditetapkan dalam SK Bupati Sleman. Proses pengambilan sampel disaksikan oleh Panewu Mlati, perwakilan Dinas PMK, BPKal, pamong kalurahan, dukuh, Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan tokoh masyarakat.

Pada salah satu lokasi di Padukuhan Bakalan, hasil pengukuran sampel menunjukkan ketebalan masing-masing 2,7 cm, 2,1 cm, dan 2,6 cm. Hasil tersebut dinilai telah memenuhi ketentuan yang berlaku.

Suryono berharap pembangunan infrastruktur tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta dijaga dan dirawat secara bersama-sama agar memiliki usia manfaat yang panjang.

“Semoga bermanfaat bagi masyarakat. Mari dijaga dan dirawat agar awet digunakan masyarakat serta dapat mendukung peningkatan perekonomian,” ujarnya.

Sementara itu, Panewu Mlati, Dyah Purwanti menyampaikan bahwa uji core drill di Padukuhan Tokerten dilakukan pada tiga titik. Hasil pengukuran menunjukkan ketebalan masing-masing 2,5 cm, 2,2 cm, dan 3 cm, dengan rata-rata sekitar 2,5 cm.

Menurutnya, hasil tersebut telah memenuhi standar ketebalan yang ditetapkan, yakni minimal 2 cm.

Dyah juga menyampaikan apresiasi kepada Anggota DPRD Kabupaten Sleman, Suryono, atas dukungannya dalam pembangunan infrastruktur jalan di wilayah Sumberadi.

“Semoga pembangunan ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Ini juga sejalan dengan visi dan misi Bupati Sleman, Dalane Alus, Dalane Padang,” ungkapnya.

Ia menambahkan, apabila masih terdapat ruas jalan yang belum memiliki penerangan, masyarakat dapat mengusulkan kebutuhan lampu penerangan jalan untuk ditindaklanjuti.

Perwakilan Dinas PMK Kabupaten Sleman dari Tim Kerja Keuangan Kalurahan, Ratnaningsih, menyampaikan apresiasi atas pelibatan pihaknya dalam pelaksanaan uji core drill.

Berdasarkan hasil pengujian pada tiga titik, diperoleh rata-rata ketebalan sekitar 2,5 cm. Hasil tersebut dinilai telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Ratnaningsih juga mengapresiasi Pemerintah Kalurahan Sumberadi yang secara konsisten melaksanakan pengujian mutu terhadap hasil pekerjaan pembangunan.

Ia berharap pengendalian dan pengujian mutu dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan pada pelaksanaan pembangunan berikutnya.

Dengan selesainya pekerjaan pengaspalan dan pelaksanaan uji mutu core drill, infrastruktur jalan di Kalurahan Sumberadi diharapkan semakin memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat serta mendukung kelancaran aktivitas dan perekonomian warga.

(Y. Edy Setyoharjo – KIM Pijar Mlati)




Jemput Bola IKD dan Pendaftaran Perlinsos, Kalurahan Sinduadi Dekatkan Layanan kepada Warga

Sleman – Kalurahan Sinduadi terus meningkatkan pelayanan administrasi kepada masyarakat melalui layanan jemput bola aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan pendaftaran Perlindungan Sosial (Perlinsos). Kegiatan tersebut dilaksanakan Rabu (30/9/2026) di Aula Kalurahan Sinduadi.

Layanan jemput bola menjadi salah satu upaya Kalurahan Sinduadi untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Selain di kantor kalurahan, pelayanan dapat dilakukan dengan menyambangi padukuhan maupun komunitas sesuai permohonan masyarakat.

Penanggung jawab kegiatan sekaligus Kaur Tata Laksana Kalurahan Sinduadi, Zenis Ahmad Kiswara, mengatakan layanan tersebut dilakukan untuk membantu masyarakat mengikuti perkembangan administrasi kependudukan di era digital.

“Dari pusat memang ada peralihan dari dokumen kependudukan yang selama ini berbentuk cetak menuju era digital. IKD merupakan administrasi kependudukan secara digital dan sah sesuai dengan peraturan yang berlaku, termasuk ketentuan dari Kementerian Dalam Negeri,” jelasnya.

Menurut Zenis, IKD memberikan kemudahan dan efisiensi bagi masyarakat. Kalurahan Sinduadi memiliki sekitar jiwa, dengan sekitar jiwa di antaranya telah memiliki KTP. Sementara itu, berdasarkan informasi dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, warga Sinduadi yang telah mengaktifkan IKD baru sekitar orang.

“Karena itu kami terus melakukan sosialisasi dan pelayanan jemput bola. Dalam satu tahun, kegiatan seperti ini dilaksanakan sebanyak empat kali,” tandasnya.

Pelayanan jemput bola juga dapat dilaksanakan dengan menyambangi padukuhan. Padukuhan dapat mengajukan permohonan sehingga petugas Kalurahan Sinduadi dapat memberikan pelayanan secara langsung kepada masyarakat.

Informasi mengenai layanan tersebut sebelumnya telah disampaikan melalui berbagai kanal komunikasi Kalurahan Sinduadi, antara lain media sosial Instagram dan YouTube, serta melalui pertemuan dan koordinasi dengan para dukuh.

Selain aktivasi IKD, kegiatan tersebut juga menyediakan layanan dan informasi mengenai pendaftaran Perlindungan Sosial (Perlinsos). Sistem Perlinsos saat ini semakin terintegrasi dengan berbagai data administrasi pemerintah.

Zenis menjelaskan, keterkaitan data kependudukan dengan Perlinsos menjadi penting karena data tersebut menjadi bagian dari proses pendataan masyarakat yang membutuhkan perlindungan dan bantuan sosial.

“Sistem Perlinsos sekarang sudah terkoneksi dengan berbagai data, termasuk Dukcapil, pertanahan, dan perbankan. Data tersebut digunakan untuk melihat kondisi masyarakat sehingga bantuan dapat diberikan secara lebih tepat sasaran,” jelasnya.

Penentuan kelayakan penerima bantuan dilakukan berdasarkan sistem dan kewenangan pemerintah pusat, termasuk pengelompokan masyarakat berdasarkan desil kesejahteraan. Dengan semakin terintegrasinya data, diharapkan penyaluran bantuan sosial dapat menyasar masyarakat yang memenuhi kriteria.

Aktivasi IKD juga memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses layanan administrasi. Saat tidak membawa KTP fisik, identitas kependudukan dalam bentuk digital dapat digunakan untuk keperluan tertentu sesuai dengan layanan yang tersedia.

Melalui pelayanan jemput bola ini, Kalurahan Sinduadi berharap semakin banyak masyarakat yang mengaktifkan IKD sekaligus memastikan data Perlinsos tercatat dengan benar.

(Y. Edy Setyoharjo – KIM Pijar Mlati)




Sinduadi Siapkan 16 Paket Pembangunan melalui BKK Tahap 2 Tahun 2026

Sleman – Pemerintah Kalurahan Sinduadi menggelar sosialisasi rencana pelaksanaan kegiatan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Tahap 2 Tahun 2026, Selasa (29/9/2026). Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Lantai 2 Kalurahan Sinduadi.

Sosialisasi dihadiri Carik Kalurahan Sinduadi K. Fendy Ramadhan, Ulu-Ulu Nurul Muktama, Jagabaya Bagas Ari Wibowo, pamong kalurahan, para dukuh, serta Ketua Sub-LPM Padukuhan yang terkait dengan pelaksanaan kegiatan pembangunan.

Dalam sambutannya, Carik Kalurahan Sinduadi, K. Fendy Ramadhan menjelaskan bahwa kondisi pembiayaan pembangunan kalurahan mengalami perubahan. Dana desa yang sebelumnya dapat mencapai sekitar Rp2,5 miliar, kini sekitar Rp373 juta dan penggunaannya diprioritaskan untuk sejumlah program, antara lain penanganan stunting dan kegiatan Posyandu. Kondisi tersebut membuat ruang pembiayaan pembangunan fisik dari dana desa menjadi terbatas.

Selain itu, pendapatan asli kalurahan juga mengalami penurunan yang antara lain berkaitan dengan pengelolaan aset kalurahan dan kebijakan sebagaimana diatur dalam Peraturan Bupati Sleman Nomor 34 Tahun 2024.

“Jangan sampai kondisi ini membuat semangat kita untuk membangun menjadi patah arang. Untuk pembangunan fisik, Bapak Lurah menyampaikan bahwa salah satu sumber pembiayaannya menggunakan dana BKK,” jelas Fendy.

Ia menyampaikan, pelaksanaan pembangunan melalui BKK Tahap 1 sebelumnya telah berjalan dengan baik. Selanjutnya, Pemerintah Kalurahan Sinduadi akan melanjutkan pembangunan melalui BKK Tahap 2 Tahun 2026.

Sementara itu, Ulu-Ulu Kalurahan Sinduadi, Nurul Muktama menyampaikan bahwa pada tahap kedua terdapat 16 paket kegiatan pembangunan yang akan dilaksanakan di sejumlah padukuhan.

Kegiatan tersebut meliputi pembangunan jalan konblok, saluran air hujan, talud, serta sejumlah pekerjaan fisik lainnya sesuai kebutuhan dan rencana yang telah ditetapkan.

Nurul berharap para dukuh, Ketua Sub-LPM Padukuhan, dan pihak terkait dapat membantu menyampaikan informasi kepada masyarakat, terutama warga yang berada di sekitar lokasi pembangunan.

“Setelah pertemuan ini, kami mohon para hadirin dapat memberikan informasi kepada masyarakat di lokasi yang akan dibangun, sehingga pelaksanaan pembangunan dapat berjalan dengan baik dan hasilnya bisa maksimal,” ujarnya.

Melalui sosialisasi tersebut, Pemerintah Kalurahan Sinduadi berharap pelaksanaan BKK Tahap 2 Tahun 2026 dapat berjalan tertib, transparan, tepat sasaran, serta memberikan manfaat bagi masyarakat di masing-masing padukuhan.

(Y. Edy Setyoharjo – KIM Pijar Mlati)