GEMPAR di Pasar Cebongan, Kapanewon Mlati Dorong Penguatan Ekonomi Rakyat

Sleman – Dalam upaya memperkuat denyut nadi ekonomi kerakyatan, Kapanewon Mlati menggelar kegiatan Gerakan Meramaikan Pasar Rakyat (GEMPAR), yang dipusatkan di Pasar Cebongan, Jumat (24/4/2026).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Panewu Mlati, Dyah Purwanti bersama jajarannya. Suasana pasar tampak lebih meriah dengan kehadiran unsur Forkopimcam, mulai dari perwakilan Koramil hingga pemerintah kalurahan.

Turut hadir dalam aksi ini Lurah Tlogoadi dan Lurah Sumberadi, masing-masing didampingi oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kalurahan serta jajaran pengurus PKK Kapanewon Mlati. Kehadiran mereka bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk dukungan nyata dengan berbelanja langsung di lapak-lapak pedagang pasar tradisional.

Panewu Mlati, Dyah Purwanti, menyampaikan bahwa gerakan ini merupakan langkah strategis untuk memotivasi masyarakat agar kembali mencintai dan berbelanja di pasar rakyat.

“Melalui kegiatan GEMPAR, diharapkan mampu menumbuhkembangkan perekonomian di sektor perdagangan, khususnya di wilayah Kapanewon Mlati, sehingga pedagang lokal semakin berdaya dan sejahtera,” ungkapnya.

Dengan adanya kolaborasi lintas sektor ini, Pasar Cebongan diharapkan tetap menjadi pilihan utama masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi wilayah. (Rd. Novendra Jordan / KIM Mlati)




GEMPAR Kembali Digelar, PKK Sleman Gandeng Kejari Hidupkan Pasar Rakyat

Sleman – Gerakan Meramaikan Pasar Rakyat (GEMPAR) kembali bergelora di Kabupaten Sleman. Kali ini, Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman bersinergi dengan Tim Kerja Kejaksaan Negeri Sleman menyambangi Pasar Denggung, pada Rabu (22/04/2026) untuk berbelanja bersama dan memborong dagangan para pedagang lokal.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman, Parmilah Harda Kiswaya dalam arahannya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk kembali menghidupkan tradisi belanja di pasar rakyat. Menurutnya, aksi nyata seperti ini adalah kunci utama dalam meningkatkan roda perekonomian masyarakat bawah secara langsung.

“Mari kita bersama-sama meramaikan dan berbelanja di pasar rakyat. Dengan membeli produk lokal di pasar, kita membantu ekonomi keluarga para pedagang kita sendiri,” ujarnya. 

Kegiatan ini pun disambut antusias oleh para pedagang di Pasar Denggung. Mereka mengaku sangat terbantu dengan adanya kunjungan rombongan yang memborong berbagai komoditas, mulai dari bahan pangan hingga kebutuhan harian.

“Kami sangat senang dan merasa terbantu. Harapannya kegiatan seperti ini tidak hanya sekali ini saja, tapi bisa rutin dilakukan karena dampaknya sangat terasa bagi pendapatan kami,” ungkap Istatik, salah satu pedagang Pasar Denggung.

Sinergi antara PKK dan Kejaksaan ini diharapkan menjadi pemantik bagi instansi lain dan masyarakat umum untuk terus mengutamakan pasar rakyat sebagai tujuan utama berbelanja, demi mewujudkan ekonomi Kabupaten Sleman yang lebih kuat. (R. Novendra Jordan / KIM Mlati)




Grebeg Takjil dan Pentas Gedruk Meriahkan Pasar Cebongan, Upaya Nyata Hidupkan Ekonomi Pasar Rakyat

Sleman — Semangat untuk menghidupkan kembali eksistensi pasar tradisional terus digelorakan melalui Gerakan Meramaikan Pasar yang berlangsung meriah di Pasar Cebongan, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, Jumat (6/3/2026). Kegiatan bertajuk Grebeg Takjil ini menjadi pusat perhatian masyarakat karena memadukan transaksi ekonomi dengan nuansa seni budaya yang kental, menciptakan atmosfer pasar yang jauh lebih hidup dan atraktif.

Rangkaian acara diawali dengan aksi kepedulian sosial berupa penyerahan bantuan sembako secara simbolis kepada 30 pedagang pasar. Penyerahan bantuan ini dilakukan langsung oleh jajaran pejabat daerah, di antaranya Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sleman, Kepala Dinas Perindag Sleman, serta Panewu Mlati. Pemberian bantuan tersebut diniatkan sebagai bentuk apresiasi dan dukungan nyata pemerintah terhadap kesejahteraan para pelaku ekonomi kecil yang menjadi tulang punggung pasar rakyat.

Suasana di area pasar semakin ramai saat pertunjukan kesenian Gedruk mulai naik panggung dan menghibur para pengunjung. Hentakan musik dan tarian tradisional tersebut berhasil menarik kerumunan massa, termasuk kehadiran komunitas Sembada Touring Club. Menariknya, anggota komunitas motor ini tidak sekadar datang untuk menonton, tetapi turut berpartisipasi aktif melakukan aksi borong berbagai menu takjil yang dijajakan oleh para pelaku UMKM setempat.

Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Sleman, Makwan, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan instrumen strategis untuk menarik minat generasi muda dan masyarakat luas agar kembali berbelanja di pasar tradisional. Ia menilai sinergi antara hobi, seni, dan ekonomi mikro adalah kunci untuk memastikan pasar rakyat tetap relevan di tengah gempuran pasar modern.

“Harapannya, melalui kegiatan seperti ini, masyarakat kembali menumbuhkan rasa cinta terhadap pasar rakyat. Kami ingin membangkitkan kembali memori kolektif bahwa pasar adalah tempat yang menyenangkan. Dengan ramainya pengunjung yang datang, kesejahteraan para pelaku UMKM dan warga sekitar secara otomatis akan meningkat karena perputaran uang terjadi secara langsung di sini,” ujar Makwan saat memberikan sambutan di tengah keriuhan acara.

Peristiwa ini membuktikan bahwa pasar rakyat memiliki potensi besar untuk bertransformasi bukan sekadar tempat transaksi jual beli, melainkan juga ruang sosial dan budaya yang inklusif. Melalui integrasi berbagai kegiatan kreatif seperti Grebeg Takjil ini, roda ekonomi lokal di Kabupaten Sleman diharapkan dapat bergerak lebih efektif dan memberikan dampak kesejahteraan yang lebih merata bagi masyarakat bawah. (Novendra/KIM Mlati)




Saluran Drainase Selesai Dibangun di Padukuhan Gemawang, Tingkatkan Kenyamanan Lingkungan

Sleman – Pemerintah Kalurahan Sinduadi, Kapanewon Mlati, berupaya untuk terus meningkatkan kualitas infrastruktur lingkungan. Salah satunya melalui pembangunan saluran drainase di Padukuhan Gemawang yang telah dilaksanakan pada tahun anggaran 2025.

Ketua Sub Unit Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Padukuhan Gemawang, Yoseph Edy Setyoharjo, menyampaikan bahwa pembangunan drainase tersebut bertujuan untuk menciptakan kondisi jalan yang lebih rata, lebar, bersih, dan nyaman bagi masyarakat. Keberadaan drainase ini juga diharapkan mampu mendukung pengelolaan aliran air secara lebih baik, terutama saat musim hujan.

“Pembangunan saluran drainase ini merupakan bagian dari upaya peningkatan infrastruktur lingkungan guna mendukung kenyamanan, kesehatan, dan keselamatan warga,” ujar Yoseph saat menyampaikan informasi kepada masyarakat di Dusun Gemawang, Sinduadi, Mlati, pada Selasa (13/1/2026).

Sementara itu, Dukuh Gemawang, Achmat Safi’i, menjelaskan bahwa pembangunan saluran drainase memiliki volume pekerjaan sepanjang 12 meter, yang dilaksanakan pada bulan November hingga Desember 2025. Kegiatan ini didanai melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari Kabupaten Sleman, dengan total anggaran sebesar Rp45 juta.

“Dana BKK dimanfaatkan secara bertanggung jawab dan transparan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” jelasnya.

Pelaksanaan pembangunan drainase dilakukan oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Kalurahan Sinduadi dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat. Selama proses pengerjaan, aspek kualitas, ketepatan waktu, serta keselamatan kerja menjadi perhatian utama agar hasil pembangunan dapat berfungsi secara optimal dan berkelanjutan.

Drainase tersebut diharapkan dapat mengurangi potensi genangan air serta meningkatkan kelancaran aliran air di lingkungan Padukuhan Gemawang. Selain itu, keberadaan drainase yang memadai juga diharapkan mampu mendukung terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan tertata dengan baik.

(Edy S / KIM Mlati)  




Biro Bermas DIY Gandeng Bank Mandiri Gelar Peningkatan Kapabilitas Bumkalma lkd se-DIY

Sleman – Dalam rangka mewujudkan Desa Berdaya melalui Badan Usaha Milik Kalurahan Bersama lkd, sebagai representasi dari kegiatan usaha desa, kali ini Biro Bermas DIY menggandeng Bank Mandiri. Hal ini menjadi wujud bersama dalam upaya bersama dalam mendukung pembangunan ekonomi desa yang berkelanjutan. Kegiatan ini dilaksanakan di BBPPM Yogyakarta pada Jumat (20/12/2024).

Hadir dalam kegiatan ini Plt. Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa dan Daerah Tertinggal Kementerian Desa PDT Bito Wikantosa, Staf Khusus Menteri Bidang Kebijakan Publik Kementerian Desa Pembangunan  Daerah Tertinggal Andi Rahma, Kepala Balai Pengembangan Latihan Masyarakat Tunggak Santoso, Kepala Dinas PMK Kabupaten Sleman Samsul Bahri,  Perwakilan Dinas PMK Kabupaten Gunung Kidul, Kabupaten Bantul, Kabupaten Kulon Progo, Senior Vice President Hubungan Kelembagan PT Bank Mandiri (Perseroan) TBK Titik Mustikasari, LKPP Dirjen Pengembangan Iklim Usaha dan Kerjasama Internasional Hajeng Hayu Wandhira, Ketua Asosiasi Bumdesma lkd Nusantara Agus Sudrikamto, Koordinator TAPM DIY Murtadho.

Dalam sambutannya Kepala BBPPM DIY Tunggak Santoso menyampaikan ucapan selamat datang kepada semua peserta. Selain itu juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih untuk terlaksananya kegiatan ini.

“Kami sangat senang menjadi tuan rumah dalam kegiatan ini. Semoga kegiatan ini menghasilkan banyak hal yang bermanfaat,” ungkapnya.

Bito Wikantosa dalam sambutan dan pengarahannya menyampaikan acara ini terkait peluang pengembangan usaha Bumkalma lkd.

“Pelaksanaan makan bergizi gratis menjadi peluang untuk pengembangan usaha Bumkalma lkd. Peluang ini terbuka lebar bagi Bumkal dan Bumkalma lkd. Tinggal bagaimana peluang yang ada bisa dimanfaatkan. Setidaknya dari program Makan Bergizi Gratis ini ada beberapa peluang usaha seperti penyedia bahan baku, dapur umum, distribusi, dan beberapa kebutuhan lain yang diperlukan,” tegasnya.

Sementara itu, Titik Mustikasari dalam materinya menyampaikan terkait dengan kerjasama yang dapat dibangun dengan Bank Mandiri.

Agus Sudrikamto menyampaikan terkait dengan peluang serta proses untuk ikut dalam Program Makan Bergizi Gratis. Ada beberapa proses dan tahapan yang harus dilalui.

“Kami berharap ini adalah peluang bagi teman-teman Bumkalma lkd, terutama yang berada di DIY. Namun demikian ada proses yang harus dilalui untuk ikut serta sebagai pelaku dalam program Makan Bergizi Gratis. Bumkalma wajib mendaftarkan diri dalam e kalalog untuk bisa terlibat dalam program ini. Ini merupakan salah satu peluang usaha bagi Bumkalma yang sudah ada di depan mata. Saya harap teman-teman DIY dapat menangkap dan mamanfaatlan peluang ini,” tukasnya.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Asosiasi Bumkalma lkd Kabupaten Sleman. Selaku koordinator kegiatan ini Aris Nugroho Aji Putranto.

Di akhir acara dilaksanakan Musyawarah Daerah yang dengan tujuan mengangkat koordinator Asosiasi Bumkalma lkd DIY. Menjadi kesepakatan bersama dalam Musda ini Aris Nugroho Aji Putranto sebagai koordinator Asosiasi Bumkalma DIY sekaligus sebagai ketuanya. Musda ini dipimpin langsung oleh Sekjen Asosiasi Bumdesma Nusantara Yoni Afrizal Rahman. (Yoko Erwe/KIM Mlati)