Paguyuban Pametri Tosan Aji “Tejo Kinurung” Gelar Jamasan Pusaka untuk Lestarikan Warisan Budaya

Sleman – Paguyuban Pametri Tosan Aji “Tejo Kinurung” menggelar kegiatan Jamasan Pusaka di Joglo Jeje, Padukuhan Jombor Lor RT 01 RW 18, Kalurahan Sinduadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, Kamis (9/7/2026). Kegiatan berlangsung khidmat dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kamituwa Kalurahan Sinduadi, Hadiyan, Pendamping Budaya Kalurahan Sinduadi, Fitri, Dukuh Jombor Lor, Armunandar, perwakilan Sub Unit LPM Jombor Lor, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Tidar Magelang, serta tokoh masyarakat dan anggota Paguyuban Pametri Tosan Aji “Tejo Kinurung”.
Ketua Paguyuban Pametri Tosan Aji “Tejo Kinurung”, Y. Edy Setyoharjo, menjelaskan bahwa paguyuban tersebut didirikan pada 1 Juni 2022. Meski telah berdiri selama beberapa tahun, kegiatan jamasan pusaka baru pertama kali diselenggarakan sebagai salah satu upaya melestarikan warisan budaya sekaligus memperkenalkannya kepada generasi muda.
“Kami berharap melalui kegiatan ini anak-anak muda semakin mengenal dan mencintai Tosan Aji sebagai warisan budaya adiluhung bangsa. Dengan demikian akan lahir generasi penerus yang peduli terhadap pelestarian budaya,” ujarnya.
Sementara itu, Kamituwa Kalurahan Sinduadi, Hadiyan, mengajak masyarakat untuk memandang Tosan Aji dari sisi eksoterinya, yakni nilai sejarah, filosofi, seni, dan budaya yang terkandung di dalamnya, bukan semata dari sisi esoterinya yang kerap dikaitkan dengan hal-hal mistis. Menurutnya, pemahaman tersebut akan membantu masyarakat semakin memahami keluhuran warisan budaya peninggalan para leluhur.
Dukuh Jombor Lor, Armunandar, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap Joglo Jombor Lor dapat terus menjadi ruang bagi berbagai kegiatan pelestarian budaya yang melibatkan masyarakat.
Pada kesempatan itu, Prodjo Waskito, yang pernah menjabat sebagai camat di Kota Yogyakarta maupun Kabupaten Sleman, memimpin prosesi jamasan pusaka. Ia mengaku senang melihat besarnya perhatian masyarakat terhadap upaya pelestarian budaya melalui kegiatan tersebut.
Kegiatan ini juga memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa KKN Universitas Tidar Magelang. Mereka mengaku antusias karena memperoleh kesempatan menyaksikan secara langsung prosesi jamasan pusaka sebagai bagian dari kekayaan budaya Jawa yang sarat nilai sejarah, filosofi, dan kearifan lokal.
Melalui kegiatan jamasan pusaka ini, Paguyuban Pametri Tosan Aji “Tejo Kinurung” berharap kesadaran masyarakat untuk menjaga, merawat, dan melestarikan Tosan Aji sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia terus meningkat. Dengan demikian, nilai-nilai luhur warisan leluhur dapat terus diwariskan kepada generasi penerus. (Edy – KIM Pijar Mlati)



