Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman Canangkan Sumbersari sebagai Rintisan Kalurahan Gemar Membaca

Sleman – Perda Kabupaten Sleman Nomor 22 Tahun 2019 Tentang Penyelenggaraan Perpustakaan, mengamanatkan Pemerintah Daerah melakukan pembinaan terhadap keberadaan perpustakaan di tingkat Kecamatan dan Desa/Kalurahan. Untuk mewujudkan hal tersebut Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman mencanangkan Kalurahan Sumbersari sebagai Rintisan Gemar Membaca. Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Kalurahan Sumbersari, Kapanewaon Moyudan, pada Senin (18/11/2024).

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman, Cristina Rini Puspitasari, Lurah Sumbersari beserta Pamong dan staf, Ketua dan Anggota BPKal Sumbersari, serta tamu undangan lainnya.

Lurah Sumbersari, Sukadi dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman atas dicanangkannya Kalurahan Sumbersari sebagai Rintisan Kalurahan gemar membaca. Selama ini Pemerintah Kalurahan Sumbersari sudah memiliki ruang perpustakaan, tetapi belum bisa dimanfaatkan secara optimal.

“Pengelola setiap hari datang dari pagi, tetapi buku belum tersentuh sama sekali. Maka dengan setelah dicanangkan nanti kami akan berupaya untuk memaksimalkan penggunaannya,” kata Sukadi.

Ia juga menuturkan Pemerintah Kalurahan Sumbersari masih mempunyai lahan yang cukup apabila BPKal menyetujui akan dibangun ruang perpustakaan yang lebih prefentif dengan akses yang lebih memadai. Sukadi menambahkan, potensi pemanfaatan perpustakaan cukup baik karena setiap hari pendopo kalurahan juga sebagai tempat bermain anak-anak, dan kantor kalurahan berdekatan dengan sekolah.

“Maka pada hari ini kami juga menghadirkan empat Kepala SD juga Kepala TK dan PAUD, dengan harapan setelah dicanangkan nanti peserta didik dari sekolah tersebut dapat memanfaatkannya,” imbuh Sukadi.

Selanjutnya, perwakilan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman, Cristina Rini Puspitasari pada kesempatan yang sama menuturkan bahwa berdasarkan Perda Kabupaten Sleman Nomor 22 Tahun 2019 Tentang Pengelolaan Perpustakaan, sampai tahun 2023 telah terbentuk 25 rintisan kalurahan gemar membaca dari 86 Kalurahan di Kabupaten Sleman.

“Dengan demikian setelah hari ini kami canangkan, maka Kalurahan Sumbersari menjadi urutan yang ke 26,” tuturnya.

Cristina mengatakan, bahwa tujuan dicanangkannya rintisan kalurahan gemar membaca ialah untuk memasyarakatkan gemar membaca dan membudayakan masyarakat untuk gemar membaca. Mengingat, membaca merupakan jendela dunia.

“Semua ilmu kita dapatkan karena membaca. Dengan memohon ridha Tuhan Yang Maha Esa, kami canangkan Sumbersari sebagai Rintisan Kalurahan Gemar Membaca,” ucapnya.

Acara dilanjutkan dengan saresehan yang dimoderatori oleh Junaidi Carik Sumbersari, dengan narasumbernya ialah perwakilan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman, Cristina Rini Puspitasari, Lurah Sumbersari Sukadi, Sidik Pratomo, Moh. Mursyid dan Panewu Anom Moyudan Parjono.  (Giek/ KIM Moyudan)




PPK Kapanewon Moyudan Gelar Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara Pilkada 2024

Moyudan- Gelaran Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman Tahun 2024 sudah di depan mata atau tinggal beberapa hari ke depan. Guna memberikan pemahaman secara detail dalam penyelenggaraan Pemilihan tersebut maka perlu dilakukan simulasi. Simulasi dilakukan oleh seluruh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) diseluruh Kabupaten Sleman, salah satunya PPK Moyudan yang menggelar simulasi Pemungutan dan Penghitingan Suara pada Minggu (17/11/2024) bertempat di Gedung Olah Raga SD N Kaliduren.

Pada kegiatan simulasi tersebut dihadiri langsung oleh Panewu Moyudan, Danramil Moyudan, Kapolsek Moyudan, Lurah se Kapanewon Moyudan. Dalam simulasi tersebut PPK Moyudan juga menghadirkan salah satu Anggota KPPS se- Kapanewon Moyudan, Ketua dan Anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) se – Kapanewon Moyudan. Dalam simulasi tersebut juga disaksikan langsung oleh Panwascam Kapanewon Moyydan.

Sebelum simulasi dimulai Ketua PPK Moyudan Agung Wahyudi dalam sambutannya menyampaikan maksud dan tujuan diadakannya simulasi adalah untuk bisa memberikan gnaran langsung kepada Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS ) maupun PPS dalam Penyelenggaraan Pilkada.

“Mohon dengan hormat kepada KPPS untuk memperhatikan betul, langkah-langkah dalam pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara yang nanti akan diperagakan secara lsngsung,” ajak Agung.

Selanjutnya Ia juga berharap kepada KPPS yang hadir untuk bisa menyampaikan hasil pengamatannya kepada anggota KPPS lainnya. Agung juga melaporkan bahwa dalam simulasi tersebut KPPS akan diperagakan oleh Anggota PPS dan PPK, mereka akan berperan sebagai KPPS 1-7, saksi dan Pengawas TPS. Sedangkan sebagai pemilihnya adalah sebagian warga Kaliduren 2, Sumberagung, Moyudan, Sleman yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap ( DPT) dalam Pilkada tahun 2024.

Panewu Moyudan Harsowasono dalam kesempatan memberikan sambutannya memberikan apresiasi kepada PPK Moyudan atas diselenggarakannya Simulasi. Dengan simulasi tersebut Harso berharap kepada penyelenggara untuk memperhatikan agar nantinya tidak ada permasalahan hukum maupun administratib.

“Dengan melihat secara langsung gambaran pemungutan dan penghitungan suara ini, semoga bisa memperlancar tugas kalian semua dan menjadi awal suksesnya Pilkada di Kapanewon Moyudan,” tutur Harso.

Selanjutnya Panewu Moyudan juga berharap kepada penyelenggara untuk selalu berkoordinasi dengan stake holder dan Pemangku Wilayah, agar sinergitas dalam ketugasan berjalan seiring dan sejalan.

Selanjutnya dilakukan praktik pemungutan suara, dalam kesempatan tersebut Panewu Moyudan berkenan untuk menjadi peraga sebagai pemilih. Proses dan langkah dalam pemungutan dan penghitungan suara dipraktikan secara langsung.

Setelah selesai semua proses dilanjutkan dengan evaluasi sehingga kesalahan dan kekurangan dapat dibenahi. (Giek / KIM Moyudan)




Siswa MAN 4 Sleman Raih Emas Turnamen Internasional Karate-Do

Sleman  – Hafidz Nashir Anshori Utomo, siswa kelas XII Program Keagamaan (PK) MAN 4 Sleman berhasil meraih emas pada International Tournament Kei Shin Kan Karate-Do 2024. 

“Alhamdulillah saya dari tim Indonesia serta Yogyakarta berhasil memenangkan kompetisi, dan mendapatkan juara 1, medali emas di kategori komite,” pesan singkat Hafidz kepada Tim Kesiswaan Sabtu (16/11/2024). Hafidz menyatakan sangat berterimakasih dan bersyukur atas bimbingan selama ini sehingga pertandingan ia jalani dengan lancar dan meraih prestasi. 

Pertandingan berlangsung Kamis – Sabtu (14-16/11/2024) di Gedung Olah Raga (GOR) Bandung Jl. Jakarta Kota Bandung Jawa Barat.  Siswa yang juga piawi seni baca Qur’an tersebut merasa bangga dan mendapatkan banyak pengalaman ketika bertanding dan bisa bertemu dengan atlit-atlit manca negara. 

“Senang dan bangga bisa meraih emas, pengalaman berharga bertemu atlit-atlit manca negara,” ujar Hafid yang selain mendapat motivasi dan bimbingan dari pelatih, juga didampingi sang ayah. 

Sejak keberangkatan ke Bandung dengan moda kereta api serta setiap kegiatan selalu ia laporkan kepada madrasah melalui media sosial dalam bentuk foto-foto dan video, beserta berbagai informasi kompetisi.

Ahmad Arif Makruf Kepala MAN 4 Sleman merasa bangga dan memberi apresiasi atas torehan prestasi Hafidz.  “Prestasi di bidang bela diri ini semakin menguatkan Hafidz secara fisik, dengan kemampuan keagamaan, indikasi memiliki karakter mulia, prestasi jasmani Rohani.  Semoga menginspirasi siswa lainya,” ujar Arif usai mendapat laporan torehan prestasi tersebut. 

Beberapa guru dan pegawai pun turut memberi apresiasi seperti yang disampaikan Umi Hidayati Guru Tata Boga dan Esti Winarni Guru Tata Busana.  “Alhamdulillah, prestasi Ananda Hafidz luar biasa, MAN 4 Sleman semakin teristimewa dan semakin membahana,” ungkapnya.  (Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)




Disnaker Sleman Sosialisasikan Program Padat Karya di Padukuhan Sombangan

Sleman – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sleman memberikan sosialisasi kepada Padukuhan Sombangan, Kalurahan Sumbersari, Kapanewon Moyudan yang menjadi salah satu lokasi kegiatan Padat Karya Infrastruktur tahun 2024. Sosialisasi itu berlangsung di di Rumah Ketua RT 01 Padukuhan Sombangan, Aswandi, Rabu (13/11/2024).

Sosialisasi tersebut dihadiri oleh perwakilan Disnaker Sleman, Sarjono, anggota DPRD Propinsi DIY, pendamping / fasilitator, Ulu-ulu Kalurahan Sumbersari, Ketua KPK Sumbersari, Dukuh Sombangan, Ketua LPM, Sub Unit Sombangan, dan calon tenaga kerja dari padukuhan setempat.

Dukuh Sombangan, Agus Sartono pada kesempatan itu menyampaikan terima kasihnya kepada salah satu Anggota Dewan yaitu Muhammad Yazid yang telah mengusulkan Paukuhan Sombangan sebagai lokasi padat karya tahun ini.

Ia menjelaskan, area yang menjadi lokasi program padat karya merupakan jalan ke arah persawahan sebagai sarana transportasi penunjang perekonomian.

“Semoga dengan padat karya ini bisa meningkatkan kesejahteraan warga kami, baik disaat bekerja pada proyek padat karya ini, maupun pasca proyek karena sarana transportasi lebih baik,” pungkas Agus.

Sementara, salah satu Anggota DPRD Provinsi Muhammad Yazid pada kesempatan yang sama mengatakan bahwa program padat karya di Sombangan ini merupakan usulan dari DPRD Provinsi yang dananya diturunkan melalui Disnaker Kabupaten Sleman. Yazid menambahkan, program yang dibawa ke masyarakat ini merupakan wujud aspirasi Pembangunan masyarakat.

” Dengan padat karya ini saya yakin pembangunan akan lebih berkualitas, karena saya yakin tidak ada yang mencari untung, kalau ada yang berbuat curang pasti akan mendapat sanksi sosial dari masyarakat,” tutur Yazid.

Selanjutnya, perwakilan Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Sleman, Sarjono mengatakan program padat karya ini merupakan kegiatan pemberdayaan, sehingga hak dan kewajiban masyarakat yang terlibat sebagai pekerja haru diperhatikan.

“Selain itu tata cara dan mekanisme pencairan dana juga perlu dijelaskan, agar tidak timbul fitnah yang bisa menghambat Pembangunan,” tandasnya.

Lebih lanjut, Saejono menjelaskan bahwa pendanaan untuk program padat karya ini akan diturunkan dalam dua termin. Di mana, termin pertama dana diberikan sebesar 30%, dan digunakan untuk kegiatan sosialisasi, pembayaran premi BPJS ketenagakerjaan, pembelian sebagia material dan alat kerja. Sedangkan termin kedua sebesar 70℅ yang digunakan untuk upah pekerja, membayar pajak, material dan honor swakelola.

Sarjono pun mengingatkan, agar setiap tahapan program difoto sebagai dokumentasi, kemudia dilaporkan.

“Saya mohon semua warga dan pengelola untuk mematuhi aturan pedoman pelaksanaan, termasuk tertib administrasinya,” ungkap Sarjono.  (Giek/KIM Moyudan)




PPS Sumbersari Gelar Bimtek Orientasi Tugas KPPS

Sumbersari – Guna meminimalisir kesalahan dan pelanggaran dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman Tahun 2024 PPS Sumbersari menggelar Bimtek Orientasi Tugas ( Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara ( KPPS). Kegiatan tersebut digelar pada Minggu malam (10/11/2024) bertempat di pendapa Kalurahan Sumbersari, Moyudan, Sleman.

Bimtek diikuti oleh 105 anggota KPPS yang tersebar dari 15 TPS di Sumbersari. Selain itu juga dihadiri oleh Lurah Sumbersari, Ketua PPK Moyudan dan anggota.

Ketua PPS Sumbersari Sugiyanto dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada Pemerintah Sumbersari yang selalu mendukung setiap tahapan dan memberikan fasilitas tempat untuk kegiatan PPS.

Selanjutnya Sugiyanto menuturkan sebagai upaya memberikan pemahaman tentang kode etik penyelenggara agar tidak terjadi permasalah hukum perlu diberikan bimtek tentang kode etik bagi KPPS.

Selain itu juga untuk memberikan pemahaman bagi masing-masing KPPS dalam melaksanakan tugasnya.

“Saya percaya panjengan sudah berkali-kali menjadi KPPS, tetapi dari evaluasi penyelenggaraan sebelumnya masih ditemukan kesalahan, maka Bimtek ini merupakan hal penting guna meminimalisir kesalahan,” katanya. 

Lebih lanjut Ia berharap kepada semua KPPS untuk mengikuti dan mengikuti Bimtek dengan sebaik-baiknya. “Dengan memohon ridha Allah Tuhan Yang Maha Esa dan mengucap Bismillahirrahmanirrahiim Bimtek Oriantasi Tugas bagi KPPS saya nyatakan dibuka,” pungkasnya.

Selanjutnya Sukadi Lurah Sumbersari dalam sambutannya menyampaikan bahwa atas nama Pemerintah Sumbersari selalu mendukung setiap tahapan Pilkada yang dilakukan oleh PPS Sumbersari. Ia juga menambahkan kepada KPPS yang sudah terlantik sudah menjadi bagian dari penyelenggara maka harus mentaati semua regulasi agar tidak terjadi permasalahan hukum.

“Profesionalitas penyelenggara harus tetapfff sead fa dipegang teguh, demi suksesnya Pilkada,” tuturnya.

“Tetap jaga kekompakan KPPS dengan pembagian tugas yang baik, sehingga pekerjaan menjadi ringan, insya allah akan menghasilkan yang terbaik,” imbuhnya.

Materi pertama tentang kode etik penyelenggara Pemilihan disampaikan langsung oleh ketua PPS Sumbersari Sugiyanto. Dalam pemaparannya Ia menjelaskan tentang kode etik, kode adalah tanda atau rambu-rambu. Sedangkan etik adalah kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan ahklak dan antara benar dan salah. Kode etik merupakan pola aturan atau tata cara sebagai pedoman berperilaku dan berbudaya.

Selanjutnya Sugiyanto menjelaskan kode etik penyelenggara Pilkada yang harus dilakukan adalah profesional, aksebilitas, jujur, adil, akuntabel, ber kepastian hukum, proporsiinal, tertib dan terbuka.

“Sedangkan prinsip penyelenggara Pemilihan adalah mandiri, jujur dan adil,” ungkapnya.

Materi kedua tentang uraian tugas KPPS dalam Pemungutan Suara yang disampaikan oleh C. Nina Widiyaningsih Devisi Sosdiklih, SDM dan Parmas PPS Sumbersari. Sedangka materi ke tiga tentang Penghitungan Suara dipaparkan oleh Devisi Perdatin PPS Sumbersari Ari Miftah Ardhina. Dari kedua pemateri tersebut menyampaikan tugas dari masing-masing KPPS dalam pemungutan suara dan penghitungan suara.  (Giek / KIM Moyudan)