Siswi MAN 4 Sleman Raih Juara 2 Lomba Lukis DIY-Kyoto Tahun  2024

Sleman – Nayla Lintang Kinanti, siswi MAN 4 Sleman berhasil meraih juara 2 dalam Lomba Lukis DIY-Kyoto Tahun 2024 yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Sleman, Minggu (25/08/2024). Acara tersebut berlangsung di Desa Wisata Pulesari, Turi, Sleman, Yogyakarta, dengan partisipasi dari berbagai sekolah di wilayah DIY.

Siswi kelahiran Magelang, 26 Desember 2006 ini menghadirkan lukisan bertema “Pengaruh Budi Pekerti dan Teknologi untuk Indonesia Emas” yang mendapat penghargaan tinggi dari para juri. Lukisan tersebut menyampaikan pesan kuat tentang pentingnya integrasi antara nilai-nilai luhur dan kemajuan teknologi untuk mencapai masa depan yang gemilang bagi Indonesia.

Saat ditemui setelah acara, Nayla menyampaikan pandangannya mengenai tema yang diangkat dalam karyanya. Menurutnya, untuk meraih Indonesia Emas, remaja harus mengintegrasikan budi pekerti yang luhur dengan kemajuan teknologi.

“Budi pekerti membentuk karakter dan integritas, sementara teknologi membawa inovasi dan efisiensi. Dengan memadukan keduanya, kita dapat menciptakan masyarakat yang tidak hanya cerdas secara digital tetapi juga bijaksana dan beretika,” tutur Nayla.

“Ini merupakan dasar yang kokoh untuk membangun masa depan yang gemilang dan berkelanjutan bagi Indonesia,” sambungnya.

Kepala MAN 4 Sleman, Ahmad Arif Makruf menyampaikan penghargaan atas prestasi yang diraih Nayla. Ia menyatakan bahwa prestasi ini bukan hanya membanggakan madrasah, tetapi juga menjadi inspirasi bagi siswa-siswa lainnya.  Kreativitas Nayla dalam menyampaikan pesan moral melalui seni lukis patut dihargai.

“Kami berharap prestasi ini dapat menjadi pemacu semangat bagi seluruh siswa  MAN 4 Sleman untuk terus berkarya dan berprestasi,” ujar Ahmad.

Dengan prestasi ini, Nayla diharapkan dapat terus mengembangkan bakatnya di bidang seni serta menjadi teladan bagi generasi muda lainnya dalam mengintegrasikan nilai-nilai moral dengan kemajuan teknologi demi kemajuan bangsa.  (Edy / KIM Sumber Biwara Moyudan)




Delapan Mahasiswa Inggris, Spanyol, dan Afrika Barat Berkunjung ke Posbindu Mugi Waras Blendung Sumbersari

Moyudan – Sebanyak 8 mahasiswa dari Inggris, Spanyol, dan Ghana  Afrika Barat berkunjung ke Posbindu (Pos Pembinaan Terpadu) Mugi Waras di Blendung, Sumbersari, Moyudan, pada Senin (26/08/2024).

Kunjungan tersebut merupakan kegiatan mahasiswa Angli Ruskin University, The United Kingdom Inggris dalam rangka International Placement di Prorram Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) Fakultas Kedokteran,  Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK)  UGM Yogyakarta.

Tim mahasiswa itu didampingi oleh dosen pembimbing Ahmadi, diterima oleh Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) Moyudan Wahyu Aryanti Rosaria Bawaningsih, Dukuh Blendung Rizky Anas Ikhwanudin, ketua Bina Keluarga Lansia sekaligus Ketua Posbindu, Djumanah, dan 70 peserta Posbindu yang hadir.

Ahmadi menyampaikan bahwa kegiatan itu bertujuan untuk menjalin kerjasama antara UGM dan Universitas di Inggris, agar mahasiswa menyaksikan secara  langsung kegiatan di komunitas lansia yang dikunjungi.

Pada kesempatan itu para mahasiswa tersebut  menyampaikan rasa terimakasihnya karena disambut hangat  dengan kesenian tradisional gejog lesung yang sangat menghibur dan membuat mereka langsung membaur dan berjoget ria.

Mereka juga menyampaikan rasa senangnya ditempatkan di Indonesia, dan hasil kunjungan ini akan dibawa pulang ke negaranya sebagai oleh-oleh istimewa.

“Saya tak menyangka bakal disambut semeriah ini. Orang  Indonesia itu menurutku sangat bahagia, tidak punya masalah, tidak ada yang stres, semuanya murah senyum, wajahnya berseri-seri, dan penuh semangat,” kata Olayinka Clementine  Oshinowo, mahasiswa asal Inggris.

“Disini suasananya damai, aman, nyaman, warganya ramah, penuh  kekeluargaan dan rukun-rukun satu sama lainnya, dan menebarkan budaya yang baik,” ungkap Ohechi Ifeoma Ihezue  mahasiswa dari Ghana, Afrika Barat.

Selanjutnya Armando Napoleon Hufado mahasiswa dari Spanyol mengatakan pelajaran yang didapat. 

“Banyak yang bisa dipetik disini bahwa lansia tidak hanya banyak umurnya, tetapi kita dapat belajar  dari mereka tentang arti kehidupan, nilai kejujuran, kebijaksanaa, dan pengalaman berharga,” tuturnya.

Menjawab pertanyaan-pertanyaan mahasiswa, Ketua Posbindu Djumanah menerangkan tentang sejarah awal mula berdirinya, sumber dana, dan kegiatan-kegiatan yang dilakukan  para lansia. Sedangkan Ketua PKB Wahyu Aryanti juga menerangkan tentang 7 dimensi lansia tangguh. (Eny Ms/ KIM Moyudan)




Maksimalkan Penulisan Antologi Air, 10 Penulis Embung Gelar Rakor Bersama Pembimbing

Sleman – Pasca dilakukannya Loka Karya mitos air yang digelar pada hari Jum’at (16/8/204) yang lalu, tim langsung menugaskan 10 penulis untuk menulis antologi mitos air. Guna mengkoordinasikan fungsi dan tugas masing- masing maka dilakukan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada hari Minggu (25/8/2024) bertempat di Waroenk Pengkolan Condong Catur Sleman.

Pada Rakor tersebut selain menghadirkan 10 Penulis juga menghadirkan pembimbing antara lain Wiwien Widya Rahayu yang juga merupakan dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM Yogyakarta. Selain itu juga dihadiri oleh Budi Sardjono seorang novelis, dan R Toto Sugiharto seorang pewarta.

Wiwien dalam memberikan pembinaan menyampaikan bahwal kegiatan tersebut akan menjadi tonggak sejarah kegiatan di tahun 2025.

” Tim ini akan akan menjadi pijakan yang besar di tahun 2025 dan tim ini akan menjadi dowline yang ketiga,” tuturnya.

Sedangkan Budi Sarjono atau biasa dipanggil Budsar menuturkan bahwa semua teman Pasbuja (Paguyuban Sastra Jawa ) Kabupaten Sleman bisa masuk dalam semua lini. Ada repoetase, pembuat cerkak, esai dan sebagainya. Lebih lanjut ia menuturkan bahwa buku Antologi cerkak Watu Asmara habis 50 eks dalam waktu 6 bulan.

“Kemungkinan setelah usai embung dan toponimi, kita akan membuat antologi cerkak lagi,” tambah Budsar.

R Toto Sugiharto memaparkan target penerbitan Embung adalah di bulan September 2024, maka mohon Senin Sore ( 26/8/2024 ) pukul WIB penulisan Embung sudah bisa dikirim melalui email atau WA. Toto juga menambahkan bahwa penulis mitos baru sesuai dengan kreativitasnya.

“Kemampuan untuk menyembuhkan atau kisah yang melatar belakangi juga bisa digunakan untuk membuat mitos baru dan dengan pesan khusus,” pungkasnya. (Giek/KIM Moyudan)




PAUD Tunas Bangsa Sombangan Berpartisipasi Meriahkan Peringatan HUT ke-79 RI

Sleman – Guna memberikan pelajaran dan pengetahuan tentang nilai sejarah kemerdekaan, PAUD Tunas Bangsa Sombangan melakukan karnaval, Jum’at (23/8/2024). Karnaval tersebut dimulai di gedung PAUD Tunas bangsa, kemudian berjalan mengelilingi wilayah Padukuhan Sombangan, dan berakhir di gedung PAUD Tunanas Bangsa.

      Selain diikuti seluruh peserta didik, karnaval itu juga diikuti oleh seluruh guru dan wali siswa. Para peserta nampak mengenakan berbagai antribut, termasuk membawa sebuah gunungan yang terbuat dari bahan bekas dan sampah.

      Kepala PAUD dan KB Tumas Bangsa, Riningsih menuturkan kegiatan karnaval ini sebagai sarana mengenalkan peserta didik mengenai kemerdekaan melalui perjuangan panjang Bangsa Indonesia.

“Dengan karnaval ini, peserta didik akan bisa merasakan perjuangan bangsa, dan kami bisa memberikan motivasi untuk mengisi kemerdekaan kepada peserta didik,” terangnya.

Riningsih juga mengungkapkan, replika gunungan berasal dari barang bekas dan sampah yang bertujuan agar para peserta didik mendapatkan pengetahuan bahwa barang bekas dapat dimanfaatkan kembali.

“Dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM), kami juga memanfaatkan barang bekas sebagai alat peraga,” pungkasnya,  (Ciek / KIM Moyudan)




Masyarakat Nasri Sumbersari Terkesan dengan KKN UIN Sunan Kalijaga

Sleman – Iman adalah percaya adanya Tuhan dengan menjalankan semua kewajiban dan meninggalkan larangan-larangan-Nya.  Sholat bagi kaum muslimin merupakan kewajiban, ibadah yang harus dikerjakan, jangan sampai ditinggalkan.  Demikian pula halnya puasa Ramadahan wajib bagi yang mampu, jangan sampai meninggalkan.

“Andai ada udzur tidak bisa puasa Ramadhan, bisa mengganti dihari lain sesuai syariat.  Jangan sampai meninggalkan salat karea salat tiang agama,” pesan Ustaz Bahrul Ulum saat menyampaikan tausiyah pada pengajian sekaligus perpisahan mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan warga Pedukuhan Nasri III Sumbersari Moyudan Sleman Rabu (21/8/2024) di halaman Masjid An-Nashr.

Pada kesempatan itu, ustaz Bahrul Ulum menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Nasri III Sumbersari, karena para mahasiswa KKN diterima dengan baik, direngkuh sebagai keluarga dan warga.  Bahrul dan teman-temannya memperoleh banyak manfaat selama melaksanakan program KKN. 

Sementara Dukuh Nasri, Zamzuri Latif mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa yang telah memberi banyak inspirasi, dedikasi, menjalankan program untuk masyarakat, seperti sosialisasi literasi keuangan, pengajian, penyuluhan hingga terbentuknya grup hadroh. 

Latif berharap para mahasiswa bisa belajar hidup bermasyarakat.  “Ada aturan, unggah-ungguh, tepa selira dalam bermasyarakat,” ungkapnya. 

“Itulah seninya hidup di masyarakat, saling membantu, guyup, rukun, saling menghagai,” tegas Latif. 

Selain tausiah, pada kesempatan itu Grup Hadroh bersama para ibu warga RW 06 tampil dengan syair-syair sholawat diiringi rebana yang menambah meriahnya pengajian. Dua perwakilan pemuda RW 6 dan 7 juga menyampaikan kesan-kesan positif, para mahasiswa bisa berkolaborasi dengan pemuda-pemudi Dakawaon dan Tlukan-Jetis yang berada di wilayah Nasri. 

“Terima kasih atas kerja sama selama ini, utamanya saat 17-an.  Semoga kakak-kakak mahasiswa dapat segera lulus dengan nilai baik,” tutur Fina mewakili Muda-mudi Ihwanul Muslimin RW 07 Nasri III Sumbersari.  (Edy/KIM Sumber Biwara Moyudan)