Silaturahmi Komunitas Literasi di Kasuran Jadi Kelas Menulis Biografi

Sleman — Bertempat di kediaman novelis Budi Sarjono yang berlokasi di Padukuhan Kasuran, Kalurahan Margodadi, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, sejumlah pegiat literasi karya tulis menggelar ajang silaturahmi yang berkembang menjadi ruang belajar menulis pada Minggu (06/09/2026). Pertemuan yang diawali secara spontan ini dimanfaatkan para peserta untuk menimba ilmu penulisan karya sastra biografi.

Kegiatan silaturahmi tersebut dihadiri oleh sejumlah penggiat literasi lokal, di antaranya Agus Suprihono, Achyadi, Naning, Ngatilah, Maria Widi, Nursiyah, dan Sugiyanto. Momentum berkumpulnya komunitas ini menjadi kesempatan berharga mengingat intensitas pertemuan antar-pegiat sempat berkurang dalam beberapa waktu terakhir.

Dalam kesempatan tersebut, novelis Budi Sarjono membagikan teknik dan pemahaman mendalam mengenai penyusunan novel pendek (novelet) berbasis biografi tokoh. Pria yang akrab disapa Budsar ini menekankan pentingnya akurasi sejarah dan daya pikat narasi dalam penulisan kisah hidup seseorang.

“Biografi merupakan karya tulis atau sastra yang berisi riwayat atau kisah hidup seseorang yang ditulis oleh orang lain. Penulisan biografi harus berisi fakta dan kisah nyata tokoh, disajikan dalam bentuk narasi, serta memuat peristiwa penting dari riwayat pendidikan, karier, hingga penghargaan,” jelas Budi Sarjono di hadapan para peserta.

Ia menguraikan bahwa penulisan biografi secara terstruktur terdiri dari bagian orientasi sebagai pengenalan identitas, kronologi peristiwa penting yang dialami tokoh, serta reorientasi yang memuat penutup dan pandangan penulis. Menurutnya, karya biografi memiliki fungsi penting dalam mendokumentasikan kontribusi sejarah seorang tokoh sekaligus memberikan inspirasi bagi pembaca.

Budi Sarjono juga menambahkan bahwa pengolahan biografi ke dalam bentuk novelet memungkinkan masuknya unsur dramatisasi fiksi agar cerita menjadi lebih menarik, dengan syarat tetap memperoleh persetujuan dari tokoh bersangkutan. Melalui ajang “sinau bareng” ini, para pegiat literasi di Kabupaten Sleman diharapkan dapat semakin produktif mendokumentasikan rekam jejak para tokoh lokal ke dalam karya sastra yang berkualitas. (Giek/KIM Moyudan)




Kepramukaan MAN 4 Sleman Perkuat Karakter dan Regenerasi Kepemimpinan Siswa

Sleman — Pramuka MAN 4 Sleman memasuki babak baru kepengurusan melalui upacara Pelantikan dan Serah Terima Jabatan (Sertijab) Dewan Ambalan (DA) Sunan Kalijaga dan Nyi Ageng Serang Gugus Depan dan Pangkalan MAN 4 Sleman, Rabu (2/9/2026).

Kegiatan tersebut menandai peralihan kepengurusan periode 2025/2026 kepada pengurus baru periode 2026/2027. Prosesi berlangsung khidmat di sela kegiatan ekstrakurikuler reguler sebagai bagian dari regenerasi kepemimpinan dan penyerahan tanggung jawab organisasi.

Wakil Kepala MAN 4 Sleman Bidang Kesiswaan, Nuke Koesrini, menyampaikan apresiasi kepada pengurus sebelumnya atas waktu, tenaga, dan pemikiran yang telah dicurahkan selama masa kepengurusan. Ia juga berpesan kepada pengurus baru agar siap melanjutkan estafet kepemimpinan dengan semangat solidaritas, kerja sama, dan inovasi.

“Proses ini menjadi pembelajaran untuk meningkatkan solidaritas dan kerja sama, sekaligus melanjutkan perjuangan pengurus sebelumnya. Setiap generasi memiliki cara berpikir yang berbeda, sehingga diperlukan inovasi baru,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Dewan Ambalan purna, Afra Naufal Fajar, berharap kepengurusan baru mampu menghadirkan kegiatan kepramukaan yang lebih menarik dan dinamis. Menurutnya, tantangan dalam membimbing anggota baru dapat menjadi proses pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan dan kedisiplinan.

Ia berharap Dewan Ambalan periode 2026/2027 dapat melanjutkan program yang telah berjalan sekaligus menciptakan inovasi agar kegiatan Pramuka semakin diminati oleh para siswa.

Dengan dilantiknya kepengurusan baru, Pramuka MAN 4 Sleman diharapkan semakin solid, berprestasi, serta terus menjadi wadah pembentukan generasi muda yang disiplin, bertanggung jawab, dan berkarakter.

(Edy/KIM Sumber Biwara Moyudan)




Dinsos Sleman dan Forum WKSBM Bersinergi Optimalkan Anggaran Tahun 2026

Sleman – Dalam upaya memperkuat sinergi dan mengoptimalkan program kesejahteraan sosial, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sleman bersama Forum Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat (WKSBM) menggelar Rapat Koordinasi di Ruang Rapat Srikandi Dinsos Sleman, Rabu (2/9/2026).

Ketua Tim Kerja Kelembagaan dan Partisipasi Sosial Dinsos Sleman, Sri Handayani, yang akrab disapa Handa, menyampaikan bahwa pada tahun 2026 Dinsos Sleman masih memiliki anggaran untuk pelaksanaan tiga kali kegiatan pembinaan dan penumbuhan WKSBM. Selain itu, masih tersedia anggaran untuk tiga kali pertemuan Forum WKSBM.

“Untuk itu, monggo (silakan) anggaran tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal,” tuturnya.

Handa menambahkan, Dinsos Sleman juga telah menjalin sinergi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sleman dalam upaya meningkatkan pemberdayaan dan perekonomian keluarga. Menurutnya, Forum WKSBM dapat berkoordinasi dengan Dinsos Sleman untuk mengakses program-program pemberdayaan tersebut.

“Melalui WKSBM, program tersebut dapat dikoordinasikan dengan Dinsos Sleman agar masyarakat dapat mengakses berbagai bentuk pemberdayaan yang tersedia,” ungkapnya.

Dalam rapat koordinasi yang dihadiri seluruh anggota Forum WKSBM tersebut, disepakati bahwa anggaran yang tersedia akan dimanfaatkan untuk kegiatan penumbuhan WKSBM di Kapanewon Ngemplak dan Padukuhan Klusat, Kalurahan Sumbersari, Kapanewon Moyudan. Selain itu, anggaran juga akan digunakan untuk kegiatan pembinaan WKSBM di lokasi yang akan ditentukan kemudian.

Sementara itu, anggaran untuk kegiatan rapat kerja Forum WKSBM juga akan dimanfaatkan secara optimal guna mendukung pelaksanaan program dan penguatan kelembagaan WKSBM di Kabupaten Sleman.

Ketua Forum WKSBM Sleman, Subiyanto, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dinsos Sleman yang secara konsisten memberikan dukungan anggaran bagi kegiatan Forum WKSBM.

“Selanjutnya, melalui Forum WKSBM kami akan turut menyosialisasikan kerja sama antara Baznas Sleman dan Dinsos Sleman. Semoga kami dapat terus meningkatkan kapasitas dalam memberikan pelayanan sosial kepada masyarakat di Kabupaten Sleman,” pungkasnya.

(Giek/KIM Moyudan)




Merti Dusun Karakan 2026: Pesta Budaya dan Wujud Syukur Warga Sidomoyo

Sleman — Ribuan warga Padukuhan Karakan 06, Kalurahan Sidomoyo, Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman, bergotong royong menyukseskan puncak tradisi Merti Dusun Karakan 2026 pada Minggu (30/08/2026). Mengusung tema Saguh Ora Mingkuh, Hambuko Mulyaning Projo, tradisi tahunan ini menjadi ruang kebersamaan lintas generasi untuk mengekspresikan rasa syukur sekaligus merawat warisan budaya lokal.

Puncak perhelatan budaya yang dimulai sejak pukul WIB tersebut dimeriahkan dengan kirab budaya mengelilingi wilayah padukuhan. Kirab menempuh rute mulai dari SPPG Sidomoyo menuju Jalan Forlantas, melintasi Jalan Sidomoyo, hingga berakhir di Jalan Karakan. Berbagai atraksi seni dan kreasi warga ditampilkan dalam pawai ini, seperti gunungan hasil bumi, pasukan bergada, kereta kuda, pertunjukan topeng ireng, ogoh-ogoh, tari jathilan, serta arak-arakan dari kelompok TPA dan sekolah setempat.

Ketua Panitia Merti Dusun Karakan, Risdianto, mengungkapkan bahwa kemeriahan dan kelancaran rangkaian acara dapat terwujud berkat kuatnya semangat kebersamaan di antara seluruh elemen masyarakat Karakan.

“Semangat nyengkuyung dan bahu-membahu menjadi kekuatan utama sehingga Merti Dusun tahun ini dapat dipersiapkan dengan lebih meriah. Persiapan ini melibatkan pemuda-pemudi Ormika, Kelompok Pemuda Minggu Wage, bapak-bapak Selasa Kliwon, ibu-ibu Dawis, serta Kepala Padukuhan Karakan 06 Liling Watiyasita,” ujar Risdianto di sela-sela kegiatan.

Rangkaian perayaan merti dusun tersebut sejatinya telah berlangsung maraton sejak Juli 2026. Berbagai kegiatan pendukung telah digelar untuk menyemarakkan suasana, mulai dari pemutaran film perjuangan, pementasan seni jathilan Kudho Budoyo, pertunjukan musik indie, perlombaan anak-anak, turnamen bola voli, jalan sehat, hingga pertunjukan wayang kulit bersama dalang Ki Yusuf Anshori.

Melalui penyelenggaraan Merti Dusun Karakan 2026, warga Sidomoyo berharap nilai-nilai kebudayaan dan tradisi luhur dapat terus dilestarikan demi mempererat tali silaturahmi serta memperkokoh ikatan sosial masyarakat di tengah perkembangan zaman. (Edy/KIM Sumber Biwara Moyudan)




Lebih Baik Merawat Daripada Membangun

Sleman — Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sleman menekankan pentingnya komitmen panjang dan konsistensi dalam menjaga keberlangsungan Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat (WKSBM). Prinsip “lebih baik merawat daripada membangun” menjadi komitmen utama Dinsos Sleman yang disampaikan dalam giat Pembinaan WKSBM Berkah Rahayu di Padukuhan Gamplong 5, Kalurahan Sumberrahayu, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman, pada Senin (31/08/2026).

Kegiatan yang bertempat di kediaman dukuh setempat tersebut menjadi penutup dari rangkaian pembinaan maraton Dinsos Sleman sepanjang Agustus 2026. Pembinaan ini dirancang untuk merevitalisasi dan menjaga eksistensi kelembagaan sosial di tingkat akar rumput, mengingat dari total 98 WKSBM yang tersebar di wilayah Sleman, sebanyak 18 di antaranya tercatat kurang aktif.

Ketua Tim Kelompok Kerja Kelembagaan dan Partisipasi Sosial Dinsos Sleman, Sri Handayani, menegaskan bahwa merawat kelembagaan membutuhkan kesabaran dan kerja sama yang konsisten dibandingkan sekadar mendirikannya.

“Membangun hanya butuh momentum, semangat, siasat, dan modal awal. Sedangkan merawat membutuhkan konsistensi, komitmen panjang, kesabaran, dan biaya berkelanjutan. Di era digitalisasi ini WKSBM lebih kompleks dalam pelayanannya. Selain permasalahan sosial di lingkungan, kita sebagai ujung tombak dalam permasalahan Perlinsos,” ujar Sri Handayani di sela-sela pembinaan.

Ia menggarisbawahi pentingnya kolaborasi ketat antara pengurus WKSBM, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kapanewon (TKSK), Forum WKSBM, serta pemerintah kalurahan setempat demi memperkuat jaring pengaman sosial warga.

Selain itu, Dinsos Sleman juga membuka akses kemitraan strategis dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sleman untuk mendukung program pemberdayaan ekonomi, bantuan modal usaha, hingga perbaikan rumah tidak layak huni. Pengurus WKSBM dan warga yang membutuhkan bantuan tersebut diimbau untuk berkoordinasi langsung melalui TKSK maupun Dinsos Sleman agar penanganan masalah sosial dapat berjalan optimal dan tepat sasaran. (Giek/KIM Moyudan)