KPU Kabupaten Sleman Gelar Bimtek dan Orientasi Tugas PPS

Sleman – KPU Kabupaten Sleman menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Orientasi Tugas PPS pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman Tahun 2024. Bimtek digelar pada hari Selasa (28/5/2024) bertempat di Indoluxe Hotel Yogyakarta. Jalan Pelajar Tentara Pelajar No. 106 Sari harjo, Ngaglik, Sleman.

Bimtek dibuka langsung oleh Ketua KPU Kabupaten Sleman Ahmad Baehaqi. Dalam sambutannya Ahmad Baehaqi memohon kepada peserta untuk mengikuti Bimtek dengan saksama, agar dalam menjalankan tugas tidak menemui hambatan.

Lebih lanjut Baehaqi menekankan agar PPS bisa melaksanakan tugas dengan profesional, penuh integritas, mandiri dan tetap menjaga kode etik penyelenggara Pemilu.

“Agar tidak terjadi permasalahan hukum laksanakan tugas dengan profesional dan berintegritas,” ajak Baehaqi.

Sedangkan Rani, Komisioner KPU DIY mengapresiasi kerja PPS karena PPS merupakan garda terdepan dalam penyelengaraan Pemilu, karena PPS yang berhadapan langsung dengan masyarakat.

“Berikan informasi yang optimal kepada masyarakat dan lakukan pendekatan kepada masyarakat dengan baik, agar terwujud sinergitas dalam penyelenggaraan Pilkada,” tutur Rani.

Materi Bimtek tentang Kelembagaan KPU dan Tahapan Penyelenggaraan Pilkada Tahun 2024, Hubungan Kerja dan Peningkatan Kapasitas Penyelenggaraan Pilkada disampaikan oleh Ahmad Baehaqi.

Sedangkan materi Kode Etik dan Kinerja Badan Adhoc Pilkada, serta Pembentukan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP), KPPS dan Sekretariat PPS dipaparkan oleh Huda Al Amna Devisi Sosislisai Pendidikan Pemilih Parisipasi Masyarakat Sumberdaya Manusia (Sosdiklih Parma SDM) KPU Kabupaten Sleman. (Giek/KIM Moyudan)




Melihat Kirab Budaya Hari Jadi ke-76 Kalurahan Sidoluhur

Sleman – Kirab Budaya sebagai Puncak Hari Jadi ke-76 Kalurahan Sidoluhur Godean Sleman berlangsung meriah Sabtu sore (25/5/2024) dengan start di Lapangan Sidoluhur dan finish di Pedukuhan Krajan. 

Kirab menampilkan berbagai potensi pedukuhan, kelompok Masyarakat, Paguyuban Pedagang Pasar Godean, serta kelompok SD dan SMP se Kalurahan Sidoluhur. Setiap kelompok dipimpin langsung oleh Dukuh atau kepala sekolah.  Puluhan ogoh-ogoh raksasa berbagai kelompok, aneka jenis kesenian memukau penonton yang tumpah ruah di sepanajang route kirab.  Hari Jadi Kalurahan Sidoluhur mengusung tema Manunggaling Karsa Bawono.

Menurut Bambang Edy Baskara ketua Panitia Hari Jadi ke-76 Kalurahan Sidoluhur rangkaian acara diawali sejak dua bulan yang lalu dengan Sawalan & Tasyakuran Hadeging kalurahan (19/4), Pasar Rakyat Hadeging Sidoluhur (17/5 – 2/6/2024),  Ziarah Kubur (20/5). 

Sementara Kamis (23/5) digelar UMKM, Pentas Jathilan Wago Budhoyo & Wargo Turonggo Jati serta Kenduri Budaya.  Malamnya pada hari yang sama digelar Pengajian  Sidoluhur Bersholawat dengan menghadirkan Habib Musthofa Sayidi Baraqbah.   Digelar pula Pasar Malam sejak 20 Mei hingga 2 Juni 2024 mendatang di Lapangan Sidoluhur utara Gunung Berjo.

Hernawan Zudanto merasa bangga melihat warga masyarakat antusias mengikuti rangkaian acara Hari Jadi ke-76 Sidoluhur. 

“Setiap pedukuhan mengirimkan kelompoknya dan Dukuh memimpin langsung,” ujarnya. 

Kegiatan berbasis seni dan budaya ini juga merupakan bagian dari eksistensi Sidoluhur menuju kalurahan mandiri budaya.  Hadir saat pembukaan Tim Monitoring dan Evaluasi (monev) dari Kundha Kabudayan DIY, RM Donny Surya Megananda, Assekda 3 Sleman, Drs Kunto Riyadi, Panewu Godean, Rohmiyanto AP, dan mantan Sekda Sleman, Harda Kiswaya.  (Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)




PPS Harus Junjung Tinggi Profesionslitas dan Integritas

Sleman – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman gelar pelantikan Anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman tahun 2024. Pelantikan digelar pada hari Minggu (26/5/2024) bertempat di The Alana Yogyakarta Hotel dan Convention Center Jalan Tentara Palagan Km 7 Kapanewon Ngaglik.

Pengambilan Sumpah dan Janji 258 Anggota PPS se Kabupaten Sleman dilakukan oleh Ketua KPU Kabupaten Sleman Ahmad Baehaqi. Dalam sambutanya Ketua KPU Kabupaten Sleman Ahmad Baehaqi menyampaikan bahwa setelah melalui beberapa tahapan rekrutmen PPS diantaranya melalui seleksi Administrasi, tes tertulis dan wawancara akhirnya terpilih 258 anggota PPS yang nanti bertugas di 86 Kalurahan yang tersebar di Kabupaten Sleman.

Lebih lanjut Baehaqi berharap agar Anggota KPS bisa melaksanakan tugas dengan profesional dan penuh integritas.

“PPS dalam tugasnya harus berkualitas, penuh tanggung jawab, profesional, dan berintegritas sehingga tidak menimbulkan permasalahan hukum,” tambah Baehaqi.

Hal senada juga disampaikan oleh Tri Mulatsih dari KPU DIY. “Kepada PPS saya mohon untuk menjunjung tinggi sportivitas, menjaga netralitas, dan mandiri,” tutur Mulatsih.

Sedangkan Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo dalam Sambutannya menyampaikan bahwa Sleman merupakan Indonesia mini yang masyarakatnya hiterogin maka PPS harus bisa melayani kepada masyarakat.

“Saat ini kalian sudah menghentakkan kaki untuk menjalankan roda demokrasi di Kabupaten Sleman, maka jalankan dengan profesional dan penuh integritas,” ungkap Kustini.

Lebih lanjut ia juga menambahkan transparansi pemilihan harus tetap dijaga karena nilai 1 swarapun  cukup berarti. Kustini berharap agar PPS tetap menjaga demokrasi di Sleman dengan berkualitas.

Menurut Huda Alamna, Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Pemilih dan Sumberdaya Manusia ( Sosdiklih Parmas dan SDM) KPU Kabupaten Sleman bahwa dalam seleksi PPS dilakukan melalui beberapa tahapan.

 “Dari 416 peserta yang dinyatakan lolos seleksi tes tertulis dilanjutkan dengan tes wawancara yang diselenggarakan pada tanggal 21 Mei 2024 sampai dengan tanggal 23 Mei 2024, selanjutnya akan ditetapkan sejumlah 258 Anggota PPS untuk 86 Kalurahan di setiap Kalurahan 3 orang, yang akan ditetapkan pada tanggal 25 Mei 2024, selanjutnya anggota PPS terpilih akan dilantik pada tanggal 26 Mei 2024,” tutur Huda Rabu (22/5/2024) di Kantor KPU Kabupaten Sleman. (Giek/ KIM Moyudan)




Bupati Sleman Serahkan Penghargaan Kepada 10 Penulis Toponimi

Sleman – Anak-anak remaja perlu tahu dan memahami sejarah pedukuhan di sekitar mereka tinggal.  Setiap pedukuhan memiliki adat, kebiasaan maupun tradisi, keunikan serta aneka permainan tradisioal khas.   Untuk itulah, penting diusahakan agar semua itu terdokumentasikan dalam buku toponimi atau sejarah asal-usul nama pedukuhan.

“Kami mengapresiasi Kundha Kabudayan yang telah menyelenggarakan lomba film documenter, bersama para juri mendampingi anak-anak dalam proses produksi film,” kata Kustini Sri Purnomo Bupati Sleman saat memberikan sambutan pada Pemberian Penghargaan Lomba Film Dokumenter Tingkat Kabupaten Sleman Sabtu (25/5/2024) di Lapangan Denggung Sleman. Produksi film dokumener tersebut tidak lepas dari buku Toponomi sejarah asal usul nama pedukuhan yang diterbitkan Kundha Kabudayan Sleman. 

Hingga saat ini Kundha Kabudayan Sleman sudah menerbitkan 2 jilid buku toponimi, mendokumentasikan 65 pedukuhan dari 1200 pedukuhan yang ada.  Sementara penulisan toponimi jilid 3 saat ini masih berlangsung. 

Kundha Kabudayan memberikan penghargaan kepada 10 (sepuluh) penulis toponimi, yang tulisannnya diangkat menjadi film documenter.  Kesepuluh penulis adalah para anggota Paguyuban Sastra dan Budaya Jawa (Pasbuja) Kawi Merapi Sleman.  Penghargaan diserahkan langsung oleh Kustini Sri Purnomo Bupati Sleman, didampingi Edy Winarya kepala dinas.  

Berikut sepuluh penulis Para penulis yang mendapat apresiasi beserta tulisannya, V. Maria Murwaningsih (Kwagon, Kisah Kyai Batu Liman), Edy Suparyanto (Cemoroharjo, Dahulu Berupa Hutan Cemara yang Subur), Indriyani Voluntiri Azis (Balong, Kisah Leluhur dari Rawa Lumpur), Eti Daniastuti (Beteng, Ada jejak Trunojoyo), Latief Noor Rochman (Sentono, Permukiman Bangsawan dan Abdi Dalem), Sri Purwatining Handayani (Tangisan, Kisah Gadis dalam Kentheng Batu), Ngatilah (Panggungan, Pos Pengamatan Proyek Keraton), Warsiti (Karanganyar, Dahulu Ada Sendang di Tengah Hutan Aren), Erlina yuliastuti (Klero, ada Jejak Demak Bintoro), dan Praba Pangripta (Glagahwero, Dahulu Berupa Hutan Glagah yang luas).

Para anggota Pasbuja Kawi Merapi lainnya merasa bangga dan turut mengapresiasi.  Seperti yang diungkapkan Maria Widi Aryani, “Toponimi ikut memantik generasi muda untuk mencintai dan tahu asal usul tanah leluhurnya dengan membuat film dokumenter. Keren! Ajang lomba seperti ini harus terus ada,” paparnya. 

Sementara Budi Sardjana, Pengurus Pasbuja yang juga novelis menyatakan buku toponimi semangkin menantang, dan semangkin berbobot.  Budi berpesan kapada para anggota Pasbuja untuk tetap rendah hati dan terus belajar agar semakin maju.  (Edy /KIM Sumber Biwara Moyudan)




Dua Siswi MAN 4 Sleman Raih 5 Medali Emas O2SN Sleman

Sleman – 2 (dua) siswi MAN 4 Sleman berhasil meraih prestasi di Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kabupaten Sleman.  Pertama Shafa Naura Firdaus siswi XI IPS-1, meraih 1 (satu) emas cabang olah aga (Cabor) pencak silat.  Sementara Anindya Puspita Ayu Saputro meraih 4 (empat) emas cabor renang. 

Saat dihubungi Kamis (23/05/2024), Shafa menuturkan sebelum bertanding ia mengikuti latihan rutin di UNY dan Gedung Sarana Prasarana Gempol Sleman.  Setiap Selasa dan Rabu, ia rajin melakukan latihan pembiasaan badan untuk melakukan gerakan selama 3 menit.

Setiap Kamis, Shafa fokus pada penguatan fisik untuk menambah kekuatan dan kecepatan gerakan.  Sementara Jumat dan Sabtu, ia melakukan pembiasaan badan untuk melatih gerak seni selama 3 menit.  Setiap latihan dimulai dengan pemanasan, dilanjutkan kombinasi sit-up, push-up, back-up sebanyak 30 kali dalam 3 set, diakhiri dengan pendinginan. 

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan senang, perjuangan terbayarkan. Tapi saya belum merasa puas karena masih ada lawan lebih berat di tingkat provinsi,” ujar siswi kelahiran Ciamis, 6 Januari 2007, dari pasangan Firdaus Wibowo dan Wiwin Rahayuningsih.

Sementara Anindya saat dihubungi menuturkan ia menyiapkan diri mengikuti lomba sejak April dengan berbagai latihan ekstra.

“Saya lakukan latihan fisik dan program endurance untuk meningkatkan stamina dan kekuatan.  Persiapan matang dan latihan intensif menjadi kunci utama keberhasilan,” ungkap Anindya. 

Kerja keras Anindya berbuah manis, meraih 4 (empat) medali emas cabor renang: 100 meter gaya bebas, 50 meter gaya bebas, 50 meter gaya kupu-kupu, dan 50 meter gaya punggung.

“Alhamdulillah, saya berhasil meraih empat medali emas. Tentu sangat bahagia dan bangga. Pencapaian ini merupakan hasil kerja keras, dedikasi, dan latihan intensif,” katanya.

Prestasi tersebut juga memotivasi Anindya terus berlatih untuk kompetisi tingkat provinsi mendatang, menyiapkan fisik dan mental dengan baik, tambahnya. Anindya lahir 23 Agustus 2008 di Banyumas, putri dari pasangan Dino F. Saputro dan Dwi Esti Ningsih.  Kecintaan Anindya pada cabor renang dimulai sejak kelas 6 SD.  Sebelumnya, ia telah bergabung dengan klub renang di Kalimantan Selatan dan Malang, serta dilatih oleh beberapa pelatih profesional.

Prestasi dua siswi tersebut mendapat apresiasi, seperti yang disampaikan Ida Uswatun Hasanah Pengawas dari Kementerian Agama Sleman.

“Luar biasa, selamat untuk ananda dan pembimbingnya, semangat terus memajukan madrasah,” tulisnya.  

“Selamat dan sukses untuk Ananda Shafa dan Anindya beserta para pelatih dan pendamping.  Semoga menginspirasi siswa-siswi lain,” papar Ahmad Arif Makruf kepala MAN 4 Sleman usai mendapat laporan. 

Para guru dan pegawai bangga, dan mengapresiasi.  “Golden tiket SNBP Olah Raga UNY, Mari kita semangati anak-anak kita,” tulis Umi Hidayati salah satu guru.  (Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)