Peringati 14 Tahun UU Keistimewaan DIY, Civitas Academica MAN 4 Sleman Kenakan Busana Adat Jawa

Sleman — MAN 4 Sleman menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati 14 tahun disahkannya Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Senin (31/08/2026). Perhelatan khidmat yang berlangsung di halaman madrasah setempat tersebut diikuti oleh seluruh siswa kelas X, XI, XII, jajaran guru dan karyawan, serta mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Suasana upacara tampak semarak dan kental dengan nuansa budaya lokal lantaran mayoritas peserta mengenakan pakaian adat Jawa Gagrak Ngayogyakarta. Agenda peringatan ini difungsikan sebagai sarana menanamkan rasa bangga terhadap warisan budaya adiluhung sekaligus memberikan pemahaman sejarah atas kontribusi besar Kesultanan Yogyakarta dan Kadipaten Pakualaman terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Wakil Kepala Bidang Sarana dan Prasarana MAN 4 Sleman, Suranta, yang bertindak sebagai pembina upacara menegaskan bahwa pengesahan UU Keistimewaan DIY memberikan landasan hukum kuat atas kewenangan keistimewaan demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

“Kita harus bangga mengenakan busana Jawa, semakin mencintai serta melestarikan budaya Jawa yang adhiluhung. Momentum ini penting untuk menumbuhkan rasa bangga dan menghargai budaya kita,” ujar Suranta saat menyampaikan amanat upacara.

Selain menyoroti pentingnya nilai keistimewaan dan pelestarian budaya, Suranta juga mengingatkan seluruh siswa untuk menjaga kedisiplinan, mematuhi tata tertib madrasah, serta merawat fasilitas dan kebersihan lingkungan sekolah.

Respons positif turut disampaikan para siswa. Fitria Sari, siswi kelas X F, mengungkapkan kesannya atas pelaksanaan upacara yang dinilainya berlangsung seru, tertib, dan khidmat. Ia berharap Yogyakarta semakin maju dan berjaya ke depannya. Sementara itu, petugas upacara dari kelas XII E, Rani, bersyukur latihan intensif selama tiga hari yang dijalaninya bersama tim dapat menghasilkan penampilan upacara yang optimal.

Melalui peringatan 14 tahun disahkannya UU Keistimewaan DIY ini, MAN 4 Sleman berharap seluruh warga madrasah dapat terus memegang teguh nilai-nilai kearifan lokal serta mengimplementasikannya dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari. (Edy/KIM Sumber Biwara Moyudan)




Pentas Seni Antar-RT Warnai Malam Puncak Peringatan HUT ke-81 RI di Sombangan Moyudan

Sleman — Rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Padukuhan Sombangan, Kalurahan Sumbersari, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman, resmi ditutup. Organisasi pemuda Muda-Mudi Mekar Arum menggelar malam puncak bertajuk Pesta Seni dan Pembagian Hadiah di Lapangan Bola Voli Padukuhan Sombangan pada Jumat (28/08/2026).

Acara puncak tersebut mengangkat tema SERASI yang merupakan akronim dari Semarak Agustusan Sombangan Nyawiji. Agenda ini menjadi penutup dari rangkaian kegiatan perayaan kemerdekaan yang telah berlangsung selama satu bulan penuh, mulai dari berbagai kompetisi olahraga, senam massal, hingga jalan sehat warga.

Kegiatan diawali dengan pemutaran dokumentasi video perjalanan acara selama sebulan, dilanjutkan dengan pertunjukan potensi seni dari perwakilan setiap RT di Padukuhan Sombangan. Ratusan warga memadati area kegiatan bersama jajaran pemerintah setempat, termasuk Lurah Sumbersari Sukadi, Dukuh Sombangan Agus Sartono, serta para pengurus RT dan RW.

Lurah Sumbersari, Sukadi, mengutarakan rasa bangganya atas inisiatif dan peran aktif generasi muda dalam menggerakkan partisipasi masyarakat selama bulan kemerdekaan.

“Atas nama Pemerintah Kalurahan Sumbersari merasa bangga atas inisiatif generasi muda dalam menyemarakkan HUT ke-81 RI. Hal ini membuktikan bahwa pemuda Sombangan merupakan potensi pembangunan yang harus digerakkan dan ditunggu kiprahnya untuk bangsa. Pemuda harus kita dukung dan berdayakan secara optimal. Dengan semangat persatuan kesatuan, untuk mewujudkan gotong royong, golong gilik menyatu dalam kehidupan harus kita pegang,” ujar Sukadi di sela-sela acara.

Senada dengan hal tersebut, Dukuh Sombangan, Agus Sartono, turut mendorong pembentukan komunitas seni lokal guna menampung minat serta potensi bakat seni tari maupun seni lukis yang dimiliki warga.

Sementara itu, Ketua Panitia Kegiatan, Rafif Nafis Furqoni, menjelaskan bahwa pementasan seni berbasis RT sengaja dihadirkan untuk mempererat tali persaudaraan sekaligus memberikan ruang ekspresi bagi warga setempat.

“Ini bukti kita benar-benar nyawiji dalam bingkai persaudaraan. Kapan lagi kita berkreasi dan membuktikan potensi yang tersimpan kalau bukan sekarang,” tutur Rafif Nafis Furqoni.

Malam puncak perayaan kemerdekaan di Padukuhan Sombangan tersebut diakhiri dengan pembagian hadiah bagi para pemenang berbagai perlombaan dalam suasana kebersamaan dan penuh kemeriahan. (Giek/KIM Moyudan)




Maulid Nabi di MAN 4 Sleman Tekankan Pentingnya Akhlak dan Adab

Sleman –Suasana khidmat menyelimuti Masjid An-Najah MAN 4 Sleman saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Senin (24/8/2026). Kegiatan yang diikuti siswa dan guru tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman tentang pentingnya akhlak dan adab dalam kehidupan generasi muda.

Kegiatan yang digagas Pengurus ROHIS dan OSIS MAN 4 Sleman tersebut menghadirkan penceramah dr. Yogi Tri Sumarno. Dalam tausiyahnya, Yogi mengajak para siswa untuk merenungkan makna menjadi generasi yang unggul, tidak hanya dari sisi kecerdasan, tetapi juga memiliki akhlak yang baik.

“Kecerdasan tanpa akhlak bagaikan tubuh tanpa ruh,” tegasnya.

Yogi kemudian mengisahkan hadis dalam Arbain Nawawi tentang seorang lelaki berpakaian putih bersih yang datang dan duduk di dekat Rasulullah SAW untuk menuntut ilmu. Menurutnya, kisah tersebut mengandung pesan mengenai pentingnya kesucian hati dan adab dalam mencari ilmu.

“Ilmu itu suci. Maka hanya hati dan sikap yang suci pula yang mampu menerimanya dengan sempurna. Saat menuntut ilmu, bersihkan diri. Saat bertemu guru, dekatkan hati. Itulah adab yang sering kita lupakan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan para siswa untuk tetap menghormati guru di tengah perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup. Menurutnya, sikap hormat kepada guru merupakan bagian penting dalam proses memperoleh ilmu.

Peringatan Maulid Nabi tersebut turut diisi pembacaan shalawat oleh Hadroh Shoutushofa dan doa bersama. Pembina OSIS MAN 4 Sleman, Agus Musthofah mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk menumbuhkan kesadaran siswa agar meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

“Penting untuk menjaga adab dan etika dalam menuntut ilmu. Jadilah generasi hebat, berilmu, beretika dan berakhlak, serta memiliki semangat pantang menyerah untuk meraih impian,” tegas Agus.

Lebih lanjut, Kepala MAN 4 Sleman, Ahmad Arif Makruf mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang melibatkan ROHIS, OSIS, pembina, guru, dan pegawai. Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan upaya madrasah membentuk generasi yang memiliki keseimbangan antara ilmu dan akhlak.

“Melalui kegiatan ini MAN 4 Sleman berupaya untuk mencetak generasi berilmu dan berakhlak mulia, karena masa depan dimulai dari adab hari ini,” tegasnya.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat diterapkan dalam keseharian siswa melalui kebiasaan menjaga kebersihan, menghormati guru dan orang tua, membangun sikap positif, serta peduli terhadap sesama.

(Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)




Dukung Gerakan Sleman Ijo Royo-Royo, Bupati Sleman Serahkan 180 Bibit Tanaman untuk KWT se-Moyudan

Sleman — Momentum pembukaan Lomba Gobak Sodor antar-Kelompok Wanita Tani (KWT) di Lapangan Sumbersari, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman, pada Sabtu (22/08/2026) diwarnai aksi penghijauan lingkungan. Bupati Sleman, Harda Kiswaya, secara simbolis menyerahkan bantuan 180 bibit tanaman dari Balai Pembibitan Tanaman Hutan (BPTH) Wilayah III Yogyakarta kepada para perwakilan KWT peserta lomba.

Prosesi penyerahan bantuan bibit tersebut didampingi oleh Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman Esti Listyawati, Panewu Moyudan Muhammad Arif Rahman, serta Ketua Komite Permainan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Kabupaten Sleman Wijang Wahyu Wiwoho.

Dalam arahannya, Bupati Sleman Harda Kiswaya mengimbau para anggota KWT untuk menanam serta merawat bantuan bibit tersebut dengan optimal demi menjaga daya dukung lingkungan dan pasokan pasokan oksigen di wilayah Sleman.

“Tanaman merupakan aset oksigen bagi kita semua. Apalagi ini ada juga tanaman buah, bisa menjadi fungsi ganda, menghasilkan oksigen dan buah untuk dikonsumsi. Kami berharap Sleman berbudaya, sehat, nyaman, dan ijo royo-royo,” ujar Harda Kiswaya di sela-sela pembukaan acara.

Harda menambahkan bahwa kelompok masyarakat, KWT, hingga perorangan dapat mengajukan permohonan bibit secara mandiri ke BPTH guna memperluas kawasan hijau, memelihara cadangan air tanah, dan menjaga kesegaran udara.

Apresiasi senada diutarakan oleh Panewu Moyudan, Muhammad Arif Rahman. Menurutnya, KWT memegang peranan krusial sebagai garda terdepan dalam menjaga kelestarian lingkungan dan ketahanan pangan keluarga.

Di sisi lain, Lurah Sumbersari, Sukadi, turut menyampaikan rasa terima kasih atas penyaluran bibit pohon pinang dari panitia KPOTI Moyudan yang rencananya akan ditanam di sekitar kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) Kalurahan Sumbersari guna mempercantik serta mengasrikan area publik desa. (Giek/KIM Moyudan)




Ratusan Warga Ngancar Cangkringan Semarakkan HUT ke-81 RI Lewat Jalan Sehat dan Pesta Rakyat

Sleman — Ratusan warga dari berbagai tingkatan usia memadati Lapangan Voli Dusun Ngancar, Kalurahan Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman, pada Minggu (23/08/2026). Kehadiran masyarakat lereng Gunung Merapi ini dalam rangka mengikuti kegiatan Jalan Sehat dan Pesta Rakyat yang diselenggarakan untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan yang dimulai pukul WIB tersebut dipusatkan di Lapangan Voli Dusun Ngancar sebagai titik awal (start) dan titik akhir (finish) rute jalan sehat.

Ketua Panitia Penyelenggara, Dani, mengutarakan bahwa agenda tahunan ini dirancang sebagai wadah kebersamaan untuk menyatukan seluruh elemen masyarakat di wilayah Ngancar.

“Semoga jalan sehat ini dilancarkan dan dapat mempererat persatuan antara panitia dan warga,” ujar Dani di sela-sela keberangkatan peserta.

Senada dengan hal itu, Dukuh Ngancar, Teguh, menegaskan bahwa momentum perayaan kemerdekaan sangat penting untuk menjaga keharmonisan dan ikatan silaturahmi antarwarga padukuhan.

“Dengan adanya jalan sehat ini, kita bisa saling bersosialisasi dan berkomunikasi serta mempererat tali persaudaraan,” tutur Teguh.

Usai menyelesaikan rute jalan sehat, suasana kebersamaan berlanjut dengan pengundian aneka hadiah kejutan (doorprize) serta panggung hiburan musik organ tunggal yang mengajak warga bernyanyi bersama. Kesan positif turut dirasakan oleh salah satu pemuda setempat, Azril Nur Rofi, yang mengapresiasi kelancaran jalannya acara.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, para pemuda dan warga Padukuhan Ngancar bergotong royong menggelar aksi bersih lingkungan dengan memungut sampah di sekitar area Lapangan Voli Dusun Ngancar hingga lokasi kembali bersih dan rapi. (Edy/KIM Sumber Biwara Moyudan)