Manfaatkan Waktu untuk Kegiatan Positif

Sleman – Salah satu rangkaian kegiatan Ramadan 1444 H di Masjid Al-Falah Sombangan Sumbersari Moyudan adalah pengajian jelang takjil. Pemateri yang dihadirkan juga beragam yang berasal dari  berbagai disiplin ilmu, baik ustaz, kepolisian maupun pejabat pemerintahan. Salah satu yang hadir memberikan pengajian adalah Sekretaris Daerah Sleman, Harda Kiswaya pada Minggu (2/4/2023).

Dalam ceramahnya, Harda mengajak para jemaah untuk bisa me-manage waktu untuk melakukan kegiatan yang positif agar tidak menjadi orang yang merugi. Ia mendasari pernyataannya itu dari Quran Surat Al-Ashar.

Berdasarkan surat tersebut, Harda mengajak agar setiap orang dapat memanfaatkan waktu dengan baik, menggunakan waktu saat sehat sebelum sakit.

“Untuk mewujudkan khusnul khatimah, perlu rencana yang baik, dan upaya yang optimal dengan tepat waktu,” pungkas Harda. (Giek/KIM Sumber Biwara Moyudan)




Semarakkan Ramadan, Pemerintah Kapanewon Moyudan Gelar Tarling

Sleman- Guna menyemarakkan bulan Ramadan 1444 H, Pemerintah Kapanewon melakukan safari Tarwih Keliling (Tarling) di Masjid Al-Ikhlas Klisat, Sumbersari, Moyudan pada hari Rabu (29/3/2023). Rombongan tarling terdiri dari Panewu Anom Moyudan beserta perangkat Kapanewon, Muspika dan jajaran Forum Pimpinan Kapanewon Moyudan, Lurah dan Pamong se-Kapanewon Moyudan dan masyarakat setempat.

Lurah Sumbersari Sukadi menyampaikan terima kasih dan selamat datang kepada tim safari tarwih  keliling. Dirinya mengungkapkan alasan dipilihnya masjid Al-Ikhlas sebagai tempat safari tarling, dikarenakan saat ini masjid tersebut masih dalam proses pembangunan atau rehab.

“Atas nama Pemerintah Kalurahan Sumbersari dan masyarakat Klisat kami menharapkan bantuan dana untuk kelanjutan pembangunan masjid ini,” tutur Sukadi mengakhiri sambutannya.

Ketua Takmir Masjid Al-Ikhlas Achmadi dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembangunan masjid Al-Ihklas baru mencapai 70 persen.

“Pembangunan dimulai sejak bulan Agustus  tahun 2021 dan telah menelan biaya sebesar untuk kesempurnaan masih kekurangan dana sebesar 715 juta rupiah,” terang Achmadi.

Sedangkan Ketua kelompok tarling Kapanewon Moyudan yang diwakili Danramil Moyudan Hanung menuturkan bahwa safari tarwih keliling Kapanewon Moyudan dilaksanakan sebanyak empat kali, dan dimulai pada hari Senin 27 Maret 2023 di Masjid At-Taqwa  Sangubanyu Sumberrahayu.

“Kemudaian hari berikutnay di Karang Anjir Sumberarum, saat ini di Masjid Al-Ikhlas Sumbersari dan akan diakhiri pada hari berkutnya di Sumberagung,” jelas Hanung.

Lebih lanjut Hanung mengharpakan untuk selalu memupuk rasa ukhuwwah sehingga akan terwujud rasa persatuan dan kesatuan dan terbentuk masyarakat yang adem ayem.

Asmui dari KUA Moyudan dalam tausiahnya menyampaikan bahwa semua yang ada di dunia ini akan hilang dan akan ditinggalkan baik pangkat, jabatan dan harta, kecuali tiga hal yaitu shadaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang shalih. Jariyatun artinya mengalir maka setiap amal jariah akan mendapatkan pahala yang mengalir, sedangkan ilmu yang bermanfaat maksudnya setiap ilmu harus diajarkan kepada orang lain.

“Ridha Allah adalah ridha orang tua maka jadilah anak yang sholih yang menjadi dambaan setiap orang tua,” tutup Asmui. (Giek/KIM Sumber Biwara Moyudan)




Antisipasi Jerat Pinjol, OJK Solisialisasikan Literasi Keuangan kepada Warga Sumbersari

Sleman – Perkembangan teknologi memudahkan masyarakat melakukan transaksi online melalui Financial technology (Fintech).  Fintech adalah inovasi industri jasa keuangan yang memanfaatkan teknologi.  Produk fintech biasanya berupa suatu sistem yang dibangun guna menjalankan mekanisme transaksi keuangan spesifik.  Namun masyarakat perlu berhati-hati memanfaatkan fintech, jangan sampai terjerat pinjaman online illegal (pinjol).  

“Untuk menghindari hal tersebut, cek legalitas, abaikan segala tawaran investasi melalui SMS, WA, maupun media sosial (medsos), dan jaga data diri utamanya NIK,” papar Raden Mas Wibisono saat menyampaikan paparannya pada Sosialisasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Sosialisasi sendiri mengusung tema Meningkatkan Kewaspadaan Masyarakat Terhadap Investasi dan Pinjaman Online Illegal (Pinjol) Sabtu (25/3/2023) di Pendopo Kalurahan Sumbersari Moyudan.  Kegiatan dihadiri Sukadi Lurah Sumbersari beserta seluruh pamong kelurahan, para ketua RT – RW, serta pengurus berbagai organisasi di Kalurahan Sumbersari Moyudan Sleman. 

Wibisono menuturkan, Nomor Induk Kependudukan atau NIK harus dijaga baik-baik penggunaannya. “Jika tidak, bisa disalahgunakan pihak tak bertanggung jawab untuk membobol data keluarga hingga merugikan pemilik,” tegas Wibisono.  

Ia meminta masyarakat untuk menghindari berbagai penawaran pinjaman maupun investasi melalui medsos dalam bentuk Camilan.  “Penawaran lewat media social atau medsos dengan memanfaatkan fasilitas Camilan, yakni camera, microphone dan location,” lanjutnya.  

“Orang yang terjerat pinjol harus diberikan pendampingan.  Jangan dijauhi karena ia adalah korban,” tegas Wibisono.

Ia juga menyampaikan beberapa tips apabila terlanjur pinjam pinjol illegal, yakni laporkan ke SWI atau Satgas Waspada investasi agar dilakukan pemblokiran. Bila sudah jatuh tempo dan tidak mampu membayar maka hentikan upaya mencari pinjaman baru atau pinjam ke orang lain. 

“Apabila mendapat penagihan tak beretika seperti terror, intimidaasi hingga pelecehan maka blokir semua nomor kontak peneror, beritahu ke seluruh kontak di HP bahwa apabila mendapat pesan tentang pinjol agar diabaikan, dan lapor ke polisi dengan melampirkan nomor kontak penagih yang masih muncul, serta jangan pernah lagi mengakses pinjol illegal,” terang Wibisono lagi.

Sosialisasi juga dilakukan tanya jawab, serta praktik langsung memeriksa (check) legalitas suatu lembaga keuangan.  “Pastikan simpan nomor WA OJK 081157157157. Ketik nama Lembaga dan kirim ke nomor tersebut, selanjutnya kita akan mendapat informasi Lembaga tersebut legal atau illegal,” kata Dian dari OJK yang turut memandu peserta untuk praktek memeriksa legalitas suatu lembaga keuangan online melalui nomor tersebut.

Dian juga memberikan tips aman melakukan pinjaman yakni, meminjam pada fintech peer-to-peer lending yang terdaftar pada OJK, pinjaman untuk hal produktif, pahami manfaat, beaya, bunga, jangka waktu, denda serta resiko.  “Dan yang paling penting pinjam sesuai kebutuhan dan kemampuan.  Pinjam untuk memenuhi kebutuhan bukan memenuhi keinginan,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan, agar masyarakat tidak mudah tergiur penawaran investasi, dan harus selalu waspada terhadap penawaran investasi. 

“Jangan sampai terjebak investasi illegal.  Ciri-ciri investasi illegal di antaranya menjanjikan keuntungan tak wajar dalam waktu dekat, menjanjikan bonus dari perekrutan atau members get members, memanfaatkan public figure untuk menarik minat investasi, klaim tanpa resiko, serta legalitas tidak jelas,” tutup Wibisono.  (Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)




BBY dan BPMP DIY Pantau Kegiatan Literasi di SD Muh Semingin

Sleman – SD Muhammadiyah Semingin merupakan satu-satunya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang mendapatkan bantuan hibah 281 buku dari Kemendikbudristek Republik Indonesia.  Untuk melihat pemanfaatan buku hibah yang diserahkan November 2022 itu dilakukan monitoring (Pemantauan) dan evaluasi oleh Balai Bahasa Yogyakarta (BBY) dan BPMP DIY. 

Monitoring dan evaluasi di SD Muhammadiyah Semingin Sumbersari dilakukan oleh Dwi Pratiwi dari Balai Bahasa Yogyakarta (BBY) DIY dan Cokrowihasto, Widyaprada dari Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP Yogyakarta) Jumat (24/3/2023). 

“Semua buku hibah dari Kemendikbudristek perlu ditempeli stiker jenjang pada sampul.  Ini akan dikoordinasikan oleh tim pemantau kepada tim Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra,” papar Dwi Pratiwi.

Ia menambahkan perlu adanya pengelola khusus baik oleh guru maupun pegawai yang memilikiki kompetensi pengelolaan perpustakaan.

Cokrowihasto menegaskan perlunya penataan buku ramah anak.  “Semua buku bacaan perlu ditata lebih ramah anak, sereta variasi ruang perpustakaan guna meningkatkan daya tarik anak untuk membaca,” tambahnya. 

Sementara Kepala SD Muhammadiyah Semingin, Eny Purwaningsih melaporkan optimalisasi pemanfaatan buku hibah untuk meningkatkan literasi di sekolah. Program yang telah dilakukan, adanya jadwal kunjung siswa ke perpustakaan, pemanfaatan buku bacaan secara bergilir, pembiasaan membaca 15 menit sebelum pembelajaran,  hingga setiap ruang kelas terdapat pojok baca.

“Alhamdulillah, monev berjalan dengan baik dan lancar. Mohon do’a restu semoga pelaksanaan literasi di sekolah bisa semakin baik,” papar Eny Purwaningsih.

 “Untuk pengelolaan buku perpustakaan, kami juga dibantu mahasiswa yang sedang mengikuti program merdeka belajar,” tambahnya.

Pengurus Komite Zamahsari dan Agus Joko Indarto mengapresiasi optimalisasi kegiatan literasi di SD Muhammadiyah Semingin guna peningkatan mutu layanan dan output peserta didik.  (Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)




Isi Pengajian Jelang Takjil, Kanit Binmas Polsek Moyudan Imbau Warga Selalu Waspada

Sleman- Salah satu Kegiatan Ramadan di Masjid Al-falah Sombangan, Sumbersari Moyidan Sleman adalah pengajian menjelang takjil. Pada Minggu (26/3/2023) pengajian disampaikan oleh Kanit Binmas Polsek Moyudan Ipda Paijan, yang dihadiri kurang lebih 200 jamaah.

Dalam ceramahnya Paijan menyampaikan bahwa situasi kamtibmas secara umum di Moyudan saat ini kondusif. Ia mengajak masyarakat untuk membantu tugas kepolisian dalam menjaga keamanan, di mana warga diminta jangan sampai lengah ketika meninggalkan rumah.

“Harus dikunci sehingga akan lebih tenang untuk beribadah ke masjid. Jangan sampai memberikan kesempatan kepada orang yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan kejahatan,” ujarnya.

Lebih lanjut dirinya juga berharap kepada orang tua untuk ngawasi anaknya jangan sampai terjadi kejahatan anak jalanan.

“Kalau anak keluar malam lebih dari jam sepuluh juga harus dicari. Orang tua berkewajiban memberikan tauladan dan pendidikan.  Jangan sampai anak-anak kita terjerumus dengan narkoba,” imbuhnya. (Giek/ KIM Sumber Biwara Moyudan )