Badan Kesbangpol Kabupaten Sleman Sosialisasikan Pemilu Serentak Tahun 2024

Sleman – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sleman Selenggarakan Sosialisasi Pemilu Serentak Tahun 2024 bertempat di aula Kapanewon Moyudan Kabupaten Sleman, Kamis (16/3/2023). Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan siswa SMK 1 Muhammadiyah Moyudan, 2 Moyudan, SMK Islam Moyudan dan SMA Bina Umat Moyudan.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sleman Hery bahwa maksud dan tujuan diadakannya sosialisasi Pemilu. Sejak dua tahun sebelum Pemilu , Pemerintah Kabupaten Sleman sudah merencanakan untuk menyukseskan perhelatan lima tahunan berupa Pemilihan Umum yang akan digelar pada tanggal 14 Februari 2024.

“Ada tiga komponen yang menjadi sasaran sosialisasi yakni segmen pemilih pemula, kaum perempuan dan disabilitas,” ujar Heri Sutopo.

Materi sosialisasi antara lain peraturan Perundang-undangan dan tahapan Pemilihan Umum yang disampaikan oleh Komisioner KPU Kabupaten Sleman Asvino Wardana. Materi Kominikasi Interaktif disampaikan oleh Zen Risna, sedangkan materi jenis pelanggaran Pemilu disampaikan oleh ketua Bawaslu Sleman Muhammad Abdul Karim.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa pada Pemilu Tahun 2019 tingkat partisipasi pemilih mencapai 88,99 %. “Untuk tahun 2024 nanti silahkan  dinaikkan, pemilih yang cerdas akan menghsilkan pemimpin yang berkualitas,” tutur Asvino. (Giek/ KIM Sumber Biwara Moyudan)




Wujudkan Generasi Muda Sukses, Kapolsek Pakem Berikan Pembinaan Kepada Siswa MAN 4 Sleman

Sleman (MAN 4 Sleman) – Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Pakem, Ani Sukayarini memberikan pembinaan kepada siswa-siswi MAN 4 Sleman Senin (13/3/202023), bertempat di MAN 4 Sleman, Pakem, Kabupaten Sleman. Dalam kesempatan tersebut, Ani memaparkan berbagai macam hal yang sebaiknya tidak dilakukan oleh siswa dan siswi sekolah. Beberapa diantaranya adalah membawa senjata tajam.    

“Bila tertangkap membawa sajam, termasuk ikat pinggang yang dimodifikasi menjadi senjata akan langsung diproses di Polres Sleman bukan lagi di Polsek,” ujar Ani.

Selain itu, Ani juga melarang untuk para siswa dan siswi untuk berkendara dengan knalpot blombongan karena hal itu bisa mengganggu ketertiban umum. Ia meminta siswa yang masih mengendarai motor dengan knalpot blombongan untuk segera mengganti dengan knalpot standar. 

“Nantinya akan ada operasi penertiban knalpot, bagi pelanggar akan disita di Kepolisian Sektor Pakem,” tegasnya.

Ani juga berpesan kepada siswa agar jangan minum minuman beralkohol, karena hal itu berdampak buruk, serta menjauhi narkotika dan obat-boabat terlarang (narkoba). “Kalian adalah remaja, tumpuan masa depan bangsa.  Jauhi perilaku negatif,” tegasnya. 

Hal yang tak kalah penting adalah para siswa harus bijak dalam bermedia sosial. “Ada pihak-pihak yang memanfaatkan media sosial untuk menipu, bullying, memantau keberadaan seseorang hingga terjadi kejahatan. Hati-hati dan bijak dalam ber-status di media sosial, hindari bullying baik verbal maupun fisik,” pesannya.

Kegiatan diakhiri dengan deklarasi bersama menolak adanya geng-geng sekolah, menolak adanya siswa dengan energi lebih, serta menolak kejahatan di jalan. 

“Deklarasi ini diharapkan akan semakin menyadarkan siswa agar mereka lebih fokus belajar untuk meraih cita-cita,” ungkap Ahmad Arif Ma’ruf Kepala MAN 4 Sleman di sela menerima tamu Kepolisian Sektor Pakem. (Edy-KIM Sumber Biwara Moyudan)




PPS Kalurahan Sumberagung Lakukan Monitoring Pantarlih Tahap Ketiga

Sleman – Sejak ditetapkan sebagai Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) pada tanggal 12 Februari 2023, masa kerja pantarlih saat ini sudah memasuki sepuluh hari terakhir masa tugas. Sesuai petunjuk dari KPU bahwa setiap sepuluh hari, Panitia Pemungutan Suara (PPS) harus melakukan monitoring terhadap kerja Pantarlih.

Hal tersebut yang dilakukan oleh PPS Sumberagung, Moyudan, Sleman pada Minggu (12/3/2023). Dalam monitoring, PPS melakukan pemeriksaan buku kerja Pantarlih dan hasil kerja coklit yang disesuikan dengan e-coklit.

Ketua PPS Sumberagung Sriyono mengatakan bahwa monitoring dilakukan sebelum masa berakhir tugas Pantarlih yaitu tanggal 14 Maret 2023. Dirinya berharap dengan adanya monitoring ini, apabila ada kekeliruan dalam input data pemilih masih ada waktu untuk memperbaiki.

Lebih lanjut Sriyono mengatakan bahwa Kalurahan Sumberagung jumlah Pantarlihnya paling banyak di Kapanewon Moyudan yaitu sebanyak 45 (empat puluh lima) orang.

“Alhamdulillah sampai saat ini sudah 98% Pantarlih dapat menyelesaikan tugas coklit dan e-coklit,” ujar Sriyono.

Menurut salah satu Pantarlih yang tidak mau disebut identitasnya mengatakan kendala dalam melaksanakan tugasnya antara lain pilih yang sulit ditemui karena tinggal dan tugas di luar kota. Kendala yang lain yaitu seringnya server atau jaringan eror sehingga menghambat untuk melakukan e-coklit. (Giek / KIM Sumber Biwara Moyudan).




Kundha Kabudayan Kabupaten Sleman Gelar Workshop Penulisan Asal-Usul Nama Padukuhan

Kundha Kabudayan (Dinas Kebudayaan) Kabupaten Sleman menggelar Workshop Penulisan Asal-Usul Penamaan Pedukuhan yang berlangsung di Restoran Pringsewu pada Kamis (9/3/2023).

Workshop tersebut diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari penulis-penulis yang telah lolos seleksi dan penulis Toponimi (asal-usul padukuhan) pada pada tahun 2022.

Acara itu dibuka oleh Kepala Kundha Kabudayan Kabupaten Sleman, Edy Winarya yang menyampaikan dukungan penuh terhadap program itu. “Buku ini sangat mahal nilainya pada masanya kelak, sebagai dokumen cerita sejarah untuk generasi yang akan datang dan nama Anda sebagai penulis akan terkenang di situ, maka silakan dibuat sebaik-baiknya,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Budi Sardjono, redaktur pelaksana majalah Memetri Kundha Kabudayan Sleman yang bertindak sebagai narasumber memaparkan bahwa untuk membuat cerita yang menarik, penulis harus terjun langsung ke lapangan. “Tak cukup sekali demi mendapatkan sumber cerita sejarah dan kemudian meramunya sebagai tulisan yang menarik,” lanjutnya.

Sementara Sutopo Sugihartono selaku narasumber kedua yang juga redaktur majalah Memetri dan mantan redaktur Kedaulatan Rakyat selama 35 tahun memaparkan materi tentang teknik penulisan asal usul sejarah pedukuhan dengan teknik 5W + 1H dan piramida terbaik.

Wiwien Widyawati Rahayu, dosen FIB UGM sebagai narasumber ketiga memberikan materi tentang sumber data sebagai referensi tulisan. “Sumber data itu sangat penting untuk kelayakan sebuah tulisan, maka mencari sumber data baik dari narasumber ataupun dari dokumen atau buku, mutlak dilakukan,” paparnya.

Kemudian pemateri yang terakhir adalah Latief Noor Rochmans, menyampaikan materi tentang foto jurnalistik seperti aspek foto, hal-hal yang perlu diperhatikan saat memotret dengan handphone, hal-hal yang perlu dihindari, dan teknik memotret yang baik. (Eny Ms/KIM Sumber Biwara Moyudan)




Kalurahan Sumbersari Sosialisasikan Lowongan Pamong Jagabaya

Sleman – Jabatan pamong jagabaya memiliki peran penting dan  strategis, utamanya untuk menjaga ketertiban dan keamanan. Namun saat ini jabatan pamong jagabaya Sumbersari masih lowong. Untuk itulah dilakukan Sosialisasi Lowongan Pamong Jagabaya Kalurahan Sumbersari, Kapanewong Moyudan.

“Lowongan harus segera diisi. Rekrutmen kita lakukan secara objektif dan transparan,” kata Sukadi Lurah Sumbersari Selasa (7/3/2023) di Kantor Kalurahan Sumberadi, Moyudan, Sleman.

“Semoga akan terpilih putra terbaik Sumbersari untuk mengisi lowongan tersebut,” imbuh Sukadi.

Jabatan jagabaya Kalurahan Sumbersari lowong karena Bambang Sunarto selaku Jagabaya pensiun tahun 2022. Junaidi yang juga carik kemudian ditunjuk sebagai Plt Jagabaya Sumberari. 

Lurah Sumbersari sendiri telah membentuk panitia panitia pengangkatan pamong yang terdiri dari unsur pamong kalurahan, BPKal dan tokoh masyarakat.

“Rekrutmen dilakukan secara terbuka, transparan, serta dapat dipertanggungjawabkan,”  kata Ridwan Ketua Panitia di rumah Dukuh Tumut Sumbersari saat sosialisasi.

Pelaksanaan sosialisasi mulai Senin (6/3/2023) sampai dengan Rabu (8/3/2023). Sosialisasi dilakukan di rumah dukuh atau yang ditunjuk di Pedukuhan I s.d. XIII.  Sosialisasi di setiap pedukuhan dihadiri 20 orang terdiri dari RT RW dan tokoh masyarakat setempat.  Materi sosialisasi di antaranya jadwal, persyaratan bakal calon, test hingga pelantikan calon terpilih. (Edy/KIM Sumber Biwara Moyudan)