Pasbuja Kawi Merapi Gelar Gladhen Nulis Esai, Cerkak, dan Geguritan

Sleman – Paguyuban Sastra Budaya Jawa (Pasbuja) Kawi Merapi Sleman menggelar Gladhen (pelatihan) Nulis Esai, Cerkak (Cerpen Bahasa Jawa), dan Geguritan (Puisi Jawa) di Aula Dinas Kebudayaan (Disbud) Sleman pada Sabtu (8/1/2022). Kegiatan yang terselenggara bekerja sama dengan Disbud Sleman ini diikuti oleh 24 peserta yang terdiri dari guru, mahasiswa, dan umum.

Ita Kurniawati, Kepala Seksi Sastra dan Budaya Disbud Sleman yang hadir mewakili Kepala Disbud Sleman mengatakan bahwa pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dari para peserta yang juga merupakan pengisi dari Majalah Memetri terbitan Disbud Sleman. “Diharapkan, adanya gladhen ini nantinya dapat meningkatkan kualitas isi dan tampilan majalah tersebut, serta dapat meningkatkan kemampuan berliterasi masyarakat,” ujar Ita.

Pelatihan menghadirkan langsung mentor yang berasal dari kalangan profesional, yaitu Redaktur Pelaksana Bahasa Jawa Memetri Budi Sardjono, Pemimpin Umum Majalah Digital Bahasa Jawa Belik Sutopo Sugihartono, Redaktur Majalah Djaka Lodang Suhindriyo, dan serta kalangan akademisi Wiwien Widyawati Rahayu, Dosen FIB UGM.

Pelatihan berlangsung secara positif, yang ditandai banyaknya pertanyaan diskusi yang disampaikan oleh peserta. Para mentor juga memberikan tugas untuk membuat tulisan kepada peserta yang kemudian akan dievaluasi pada gladhen berikutnya. Selain itu, tulisan para peserta gledhen juga nantinya akan ditampung di Majalah Bahasa Jawa Belik. (Eny MS/KIM Sumber Birawa Moyudan)




Siswa MAN 4 Sleman Gelar Pameran Kreativitas

Sleman – Keterampilan desain grafis dan kreasi menjadi hal yang banyak dibutuhkan di dunia kerja. Keterampilan tersebut diperoleh melalui banyak latihan dan praktik. Hal itulah yang dikembangkan oleh Madrasah Aliyah Negeri 4 Sleman (Manesa), yang memiliki kelas keterampilan Desain Komunikasi Visual (DKV) dan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP). Hasil dari kelas tersebut kemudian ditampilkan di Pameran Kelas Keterampilan di Gedung Baru MAN 4 Sleman, Sabtu (8/1/2022).

Pranggiyoma Aulia Berlando, Siswa Kelas X IPS 2 yang juga merupakan Ketua Pantia Pameran mengatakan bahwa pameran ini dilakukan untuk memamerkan hasil dari praktik para siswa di kelas DKV dan APHP.

Pada kelas tersebut, para siswa diajarkan berbagai macam hal. Untuk kelas DKV, siswa diajarkan untuk membuat desain stiker, mug, kaos, sampul buku, gantungan kunci, hingga kemasan barang. Sementara untuk APHP siswa diajarkan mengani tata cara pengolahan hasil pertanian secara kreatif, sehingga dapat menjadi makanan siap jadi, seperti aneka olahan kue dan makanan lainnya, serta minuman seperti jus. “Baik hasil keterampilan DKV maupun APHP karya teman-teman ini memiliki nilai jual,” imbuh Berlando.

Sementara itu, Mohammad Yusuf, Kepala Manesa mengapresiasi pagelaran pameran ini. Menurutnya, hal ini merupakan bukti nyata dari kreativitas para siswa. “Kalian hebat, dan kerja keras tak kenal Lelah dalam menyiapkan pameran ini. Patut diapresiasi,” ujar Yusuf sambil membuka pameran secara simbolis dengan pemotongan pita di pintu masuk ruangan pameran.

Yusuf juga mengatakan bahwa pagelaran pameran ini telah sesuai dengan Keputusan Dirjen Pendis Kementerian Agama RI Nomor 1023 Tahun 2016 tentang Pedoman Penyelenggaraan Keterampilan di Madrasah Aliyah.

Selain Yusuf, pagelaran pameran ini juga mendapatkan apresiasi dari para wali siswa yang hadir. Mulyadi, salah satu Wali Siswa kelas X peserta pameran merasa bangga atas pameran yang diselenggarakan ini. Ia tidak mengira kalau anaknya mampu membuat desain menarik yang ia lihat langsung.

“Karya-karya anak-anak ternyata lebih dari ekpektasi, saya nggak nyangka kalau mereka se-kreatif ini. Maju terus MAN 4 Sleman,” ujar Mulyadi. (Edy S/KIM Moyudan)




Puspenjar Kemdikbudristek Memantau ANBK di Moyudan

Moyudan – Tim Pusat Penilaian Pembelajaran (Puspenjar) Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Tehnologi (Kemdikbudristek) memantau pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) di SD Muhammadiyah Semingin dan SD Negeri I Ngijon, Kapanewon Moyudan, Rabu (24/11/2021).

ANBK merupakan kegiatan evaluasi dan pemetaan mutu pendidikan yang terdiri dari instrumen Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) literasi, numerasi, survei karakter, dan lingkungan belajar. Kegiatan yang diselenggarakan dari Senin (22/11/2021) sampai Kamis (25/11/2021) tersebut dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi nomor 17 tahun 2021 dan Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman nomor 1227/KPTS/2021.

Sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku, proses pemantauan dilakukan dari luar ruang, karena yang diperbolehkan berada di ruangan hanya peserta, pengawas ruang, dan proktor. “Jumlah peserta yang ikut ada 9 orang dari kelas 5,” jar Eny Purwaningsih, Kepala SD Muhammadiyah

Euis Yumirawati, perwakilan Puspenjar Kemdikbudristek mengapresiasi pelaksanaan ANBK di SD Muhammadiyah Semingin dan SD Negeri I Ngijon ini. Ia melihat pelaksanaan telah berjalan dengan baik dan sesuai dengan protokol kesehatan.

“Kami melihat anak-anak fokus mengerjakan penilaian dan mereka mematuhi prokes,” ujar Euis Yumirawati. (Edy/KIM Moyudan) 




Lurah Sumbersari Terpilih Resmi Bertugas

Moyudan – Sukadi, Lurah Sumbersari terpilih periode 2021-2027 resmi menjalankan tugasnya setelah dilakukan serah terima jabatan dari Pejabat Lurah sebelumnya di Pendopo Kalurahan Sumbersari, Selasa (16/11/2021). Proses sertijab dihadiri langsung oleh Panewu Moyudan, Harsowasono.

“Selamat menjalankan tugas, rapatkan barisan antar pamong, bangun komunikasi internal dan eksternal guna mewujudkan pemerintahan Sumbersari yang lebih baik dan masyarakat sejahtera,” ujar Harsowasono.

Sukadi, Lurah Sumbersari terpilih menyatakan siap merangkul dan menjalin komunikasi intensif antar semua pihak agar dapat memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

“Kami juga siap menerima saran dan kritik yang bersifat membangun untuk kemajuan Sumbersari,” ujar Pria yang pernah menjabat sebagai Dukuh Blendung itu.

Sementara itu, Endang Sudarini, Pj Lurah Sumbersari mengucapkan selamat kepada Sukadi atas terpilihnya dirinya sebagai Lurah Sumbersari yang baru. Ia juga menyampaikan terima kasihnya kepada Panitia Pemilihan Lurah (Panpilur) Sumbersari yang sudah menjalankan tugasnya dengan baik, hingga selesai pelaksanaan Pilur 2021.

Menanggapi hal tersebut, Bambang Sunarto, Ketua Panpilur Sumbersari merasa bersyukur karena seluruh tahapan Pilur Sumbersari berhasil terlaksana dengan baik.

“Sertijab merupakan tugas akhir Panpilur, kami menyampaikan terima kasih atas kerja keras seluruh panitia dan kesekretariatan serta dukungan semua pihak sehingga pilur berjalan aman terkendali,” pungkas Bambang. (Edy/KIM Moyudan)




Pembangunan Karakter, Dinamika Pembangunan, dan Ketaatan Hukum di Kabupaten Sleman

Seyegan – Lembaga Hikmah Dan Kebijakan Publik, LHKP PWM DIY bekerja sama dengan Forum Pengurangan Resiko Bencana, FPRB Kabupaten Sleman dan Forum Ormas dan LSM Kabupaten Sleman menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Pembangunan Karakter, Dinamika Pembangunan, dan Ketaatan Hukum di Kabupaten Sleman, pada Sabtu (13/11/2021) di RM Genduk Wulan, Seyegan.

Sebagai pemantik diskusi, Ani Martanti, Ketua Komisi A DPRD Sleman menekankan pentingnya kolaborasi antara tokoh masyarakat, ormas dan LSM untuk melakukan pengawasan dan penegakan perda.

“Pedagang kecil di trotoar bisa digaruk, demikian juga semua pelaku usaha di wilayah Kabupaten Sleman tentunya harus mengikuti regulasi di Kabupaten Sleman. Dengan menaati perizinan dan regulasi yang ada maka akan menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sleman serta meningkatkan kesehateraan masyarakat,” terang Ani Martanti.

Sementara itu, Riyanto dari Dinas DPMPTSP Kabupaten Sleman mengapresiasi aspirasi dan kepedulian masyarakat dengan melaporkan keluhan masyarakat terkait perizinan dan dampak kegiatan yang berimbas pada lingkungan.

“Pembangunan manusia seutuhnya seyogyanya mengikuti pakem, ramah lingkungan, aman dari resiko bencana dan mengutamakan nilai kemanusiaan. Banyak kegiatan atau pelaku usaha yang memprioritaskan kekinian, instagramable, hits tanpa mempertimbangkan resiko bencana,” ungkap Riyanto.

Dari sisi kajian akademis Andrie Irawan dari Fakultas Hukum Universitas Surakarta menyoroti beberapa fenomena yang terjadi di Sleman, seperti pondokan LV (Las Vegas) dan short time di beberapa daerah di Kabupaten Sleman, Menara Telekomunikasi diduga tanpa IMB di Kapanewon Cangkringan, serta keberadaan Coffee Shop di Bantaran Kalikuning di Kapanewon Depok.

“Upaya progresif penegakan perda dengan melakukan normatif humanis, berhukum dengan hati nurani dan pendekatan sosio-religi,” urai Andrie Irawan.

Nurcahyo Probo dari LHKP PWM DIY mengakui bahwa dirinya dalam beberapa bulan terakhir ini banyak mendapat aduan dari masyarakat terkait pemondokan/tempat penginapan yang disalahgunakan oleh beberapa pihak. Hal tersebut menunjukkan tanda bahwa telah terjadi keresahan yang dirasakan oleh warga, yang diduga karena adanya pemondokan/tempat penginapan yang disalahgunakan fungsinya.

“Hal tersebut dikhawatirkan bisa merusak moral (karakter) masyarakat. Kita sangat mengapresiasi masyarakat sekitar pemondokan karena dengan adanya aduan tersebut berarti menunjukkan masyarakat Sleman mempunyai kepedulian yang baik berpartisipasi aktif dalam pembangunan serta mengawasi terhadap dampak negatifnya,” ungkap Nurcahyo. (HRH91/KIM Moyudan)