Panpilur Sumbersari Undi Nomor Calon Lurah

Moyudan – Panitia Pemilihan Lurah (Panpilur) Sumbersari menggelar pengundian nomor urut Calon Lurah yang ikut dalam Pilur Sumbersari tahun 2021. Pengundian dilakukan di Ruang Pertemuan Kalurahan Sumbersari, Kapanewon Moyudan, Sleman, Senin (11/10/2021). Proses pengundian dipimpin langsung oleh Sekretaris Panpilur Sumbersari, Junaidi.

Dalam pengundian, setiap Calon Lurah dipersilahkan mengambil nomor urut dalam kotak tertutup. Pemanggilan didasari pada urutan ketika calon menyerahkan berkas saat pendaftaran. Setelah pengundian, kemudian didapatkan nomor urut setiap Calon Lurah, yaitu Risdiyanto sebagai Calon Lurah nomor urut 1, Sulistiyana A sebagai Calon Lurah nomor urut 2, Sukadi sebagai Calon Lurah nomor urut 3, dan Rujiyanto sebagai Calon Lurah dengan nomor urut 4. Hasil pengundian tersebut kemudian dituangkan ke dalam Surat Keputusan (SK) nomor 9/PPL/SBSR/2021 tentang Penetapan Tanda Gambar Calon Lurah Sumbersari beserta Nomor Urut.

Setelah pengundian, setiap Calon Lurah juga mendatangani Deklarasi Damai Pilur, dengan setiap Calon menyetujui untuk melaksanakan Pilur dengan aman, tentram, damai, dan berintegritas.

Harso Wasono, Panewu Moyudan berharap setiap Calon Lurah dapat menjaga keamanan pelaksanaan Pilur di Sumbersari. “Agar pemilihan dapat berjalan damai dan berintegritas, aman, lancar, sejuk, dan terpilih yang terbaik. Laksanakan apa yang sudah disepakati bersama,” ujarnya.

Sementara Kapolsek Moyudan, AKP Muhamad Darban meminta setiap calon yang tidak terpilih harus bisa berbesar hati (legawa). “Berusahalah untuk meraih suara dan amanah dengan sebaik-baiknya dengan menjaga keamanan dan ketertiban, kerukunan, menaati perundang-undangan, yang terpilih jadilah pemimpin yang dicintai masyarakat, siapapun yang terpilih adalah ketentuan Tuhan,” tegasnya.

Ia juga meminta setiap pelanggaran yang terjadi, bila dilengkapi dengan bukti yang kuat akan diproses secara hukum.

Hal senada juga disampaikan oleh Danramil Moyudan, Sukahrajana. Ia meminta setiap calon untuk dapat menerima hasil Pilur dengan tegar dan lapang dada untuk menjaga keamanan, kerukunan, dan kedamaian antar warga. Ia juga meminta Panpilur untuk tetap netral dalam menjalankan tugasnya. (Edy/KIM Moyudan)




Melestarikan Budaya Bangsa dengan Berlatih Pencak Silat

Sleman – Pencak Silat adalah bagian dari Budaya Seni Bela Diri yang telah menjadi warisan dari para leluhur. Sehingga ada banyak kelompok yang membentuk parguruan untuk terus berusaha melestarikan. Salah satunya adalah Pelopor Pencak Silat Indonesia (POPSI) Bhayu Manunggal yang juga membuka cabang ranting di Kalurahan Sidoarum, Sleman.

Achmad Husein Indrajaya, Dewan Pendekar POPSI mengatakan bahwa POPSI merupakan media untuk para pelatih Pencak Silat untuk bertukar pengalaman, pengembangan, dan pelestarian Pencak Silat. “Karena Pencak Silat merupakan bagian dari hidup, mandarah daging pada diri pesilat,” ujar Achmad, saat memberikan wejangan kepada para pelatih saat latihan bersama di Joglo Arum Bantulan Sidoarum, Kapanewon Godean, Sleman, Minggu (3/10/2021).

Sementara itu, Didin Hernowo, Penasihat POPSI menuturkan bahwa setiap murid dan pelatih silat di POPSI Bhayu Manunggal harus menjunjung tinggi sikap handarbeni (ikut mempertahankan/bertanggung jawab) dengan memahami sejarah, ajaran, dan falsafah. “Di manapun berada, harus bisa mengembangkan tempat latihan. Dengan adanya pelatih yang handarbeni, membuat perguruan semakin ngrembaka (berkembang),” tambahnya.

Raka Kasmin, yang juga merupakan bagian dari Dewan Pendekar POPSI Bhayu Manunggal mengatakan bahwa belajar Pencak Silat merupakan bagian dari upaya untuk melestarikan budaya bangsa, sehingga pelatih huars bersemangat dalam melatih dan menanamkan nilai-nilai luhur dan budi pekerti kepada para murid.

Pada kesempatan tersebut, Dewan Pendekar POPSI juga memberikan arahan kepada pelatih dalam memberikan materi pelatihan, dimulai dari pemanasan, gerak langkah, gerak dasar tangan, dan gerak dasar kaki.

“Setiap pelatih harus menguasai materi dan mampu memberi contoh gerak dengan baik, benar, dan bertenaga. Latihan ini diharapkan bisa me-refresh kemampuan pelatih, sehingga siap melatih dan menguji kenaikan tingkat bulan depan,” ungkap Jaka Widada, Biro Organisasi POPSI Bhayu Manunggal DIY. (Edy/KIM Moyudan)




Sambut Pilur, Panpilur Sumbersari Gelar Bimtek untuk Anggota KPPS

Moyudan – Pemilihan Lurah (Pilur) serentak di Kabupaten Sleman yang sempat mengalami penundaan karena COVID-19 akhirnya akan digelar pada Minggu 31 Oktober 2021, seperti yang tertuang dalam Keputusan Bupati Sleman Nomor 48/ tentang Penetapan Hari dan Tanggal Pemungutan Suara Pemilihan Lurah Serentak Tahun 2021. 

Untuk memastikan kelancaran dan kesuksesan pesta demokrasi tersebut, Panitia Pemilihan Lurah (Panpilur) Sumbersari Kapanewon Moyudan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), KPPS Keliling dan KPPS Cadangan. 

Bimtek yang diadakan dari Selasa (28/9/2021) hingga Sabtu (2/10/2021) di Pendopo Kalurahan Sumbersari ini diikuti oleh 17 KPPS, 2 KPPS Keliling dan KPPS Cadangan yang dibagi sebanyak enam angkatan, di mana masing-masing angkatan diikuti oleh 3 KPPS, kecuali pada hari terakhir yang terdiri dari 4 KPPS. Materi yang diberikan adalah mengenai kebijakan Pemungutan Suara Pemilihan Lurah, Penerapan Protokol Kesehatan, dan Teknis Pelaksanaan.

“Pilur yang diselenggarakan dengan e-voting semakin meneguhkan Sleman sebagai Smart Regency. Secara teknis berbeda dengan tahun sebelumnya, salah satunya adalah adanya KPPS Keliling sebagai tindak lanjut masukan dewan.  Kami mohon seluruh anggota KPPS mencermati dan mengikuti simulasi guna kesuksesan Pilur,” ujar Junaidi, Sekretaris Panpilur Sumbersari. 

Junaidi mengatakan pada pelakasanaan Pilur nanti, setiap kelurahan didampingi Tim Teknis Umum (TTU) dan setiap KPPS akan didampingi Tim Teknis Khusus (TTK). 

“Maka diperlukan pemahaman dan koordinasi yang baik antara KPPS dengan TTK sehingga proses bisa berjalan dengan baik dan lancar, jika ada kendala teknis dapat segera teratasi,” lanjut Junaidi.              

Riyanto, perwakilan dari Kapanewon Moyudan pada kesempatan tersebut menambahkan bahwa pada pelaksanaan Pilur nanti, diharapkan semua pihak yang terlibat untuk terus menaati protokol kesehatan (prokes), karena Pandemi masih berlangsung.

“KPPS harus memahami langkah penerapan prokes guna meminimalisir penyebaran COVID-19.  Pilur harus berjalan lancar tertib lancar dan aman, namun kesehatan masyarakat harus menjadi perhatian utama, salah satunya dengan penerapan prokes,” lanjut Riyanto .

Menurutnya, hal tersebut harus diperhatikan karena sesuai dengan Keputusan Bupati Nomor 44.1/ tentang Penerapan Protokol Kesehatan Pelaksanaan Pilur Serentak  Secara Elektronik Dalam Kondisi Bencana Non Alam COVID-19. 

Sementara Sukamto, bagian dari TTU menjelaskan secara tugas-tugas KPPS, mulai dari penyiapan alat oleh TTL, pembukaan, verifikasi, me-generate kartu, hingga penutupan.  Penjelasan teknis diakhiri dengan simulasi. 

Setiap KPPS diberi kesempatan melakukan simulasi secara bergantian, saat KPPS 4 menjadi petugas misalnya, anggota KPPS 5 dan 6 menjadi pemilih, begitu pula sebaliknya sehingga semua dapat melakukan simulasi proses pelaksanaan pilur. “Dengan simulasi ini kami berharap semua anggota KPPS benar-benar paham proses e-voting pada pilur 31 Oktober mendatang,” pungkas Sukamto. (Edy/KIM Moyudan)




MAN 4 Sleman Gelar Vaksinasi COVID-19 Kedua untuk Siswa

Pakem – Sebagai upaya untuk memutus rantai penyebaran COVID-19, percepatan vaksinasi terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sleman. Salah satunya adalah Vaksinasi yang dilakukan di MAN 4 Sleman, Kapanewon Pakem, pada Kamis (30/9/2021) yang terselenggara atas kerja sama antara Dinas Kesehatan Sleman, TNI, Polri, Kemenag Sleman, dan MAN 4 Sleman.

Vaksinasi sendiri menargetkan para siswa dari 9 Madrasah yaitu dari Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darul Ulum Candibinangun, MI Darul Ulum Sinar Melati, Madrasah Tsanawiyah (MTs) YAPI Pakem, MTs Negeri 4 Sleman, MTs Darul Ulum Sinar Melati, MTs Afkaaruna, Madrasah Aliyah (MA) Al-Qodir, MTs Al-Qodir, MAN 4 Sleman, dan Sekolah Menengah Theologi Katolik (SMTK) Cangkringan. Selain itu, para warga di sekitar sekolah juga bisa ikut mendaftar.

Muhammad Yusuf Kepala MAN 4 Sleman mengatakan peserta yang terdaftar ada sebanyak 1172 orang, yang terdiri dari 1062 orang siswa, dan 110 warga di sekitar sekolah. Dari jumlah tersebut, peserta yang hadir berjumlah 1034 orang yang terdiri dari 982 orang siswa dan 86 warga.

“Kami berupaya memberikan layanan sebaik mungkin kepada para peserta. Namun mohon dimaklumi bila ada hal yang kurang berkenan karena sedang ada pembangunan,” ujar Yusuf.

Sementara itu, Panewu Pakem yang melakukan pemantauan pelaksanaan vaksinasi, memberikan apresiasi atas penyelenggaraan vaksinasi di MAN 4 Pakem ini. Ia mengatakan, percepatan vaksinasi yang dilakukan dapat segera mewujudkan kekebalan komunal.

“Dengan adanya percepatan vaksinasi dosis dua, segera terwujud herd immunity. Semoga Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pun segera terwujud,” imbuh Rakhmat. (Edy/KIM Moyudan)




Panewu Moyudan Lantik Penjabat Lurah Sumbersari

Moyudan – Panewu Moyudan, Harsowasono melantik Endang Sudarini sebagai Pejabat Lurah Sumbersari pada Rabu (15/9/2021) di Pendopo Kalurahan Sumbersari. Pelantikan dilakukan agar tidak terjadi kekosongan jabatan Lurah di Kalurahan Sumbersari, karena berakhirnya masa jabatan Lurah sebelumnya Bambang Sardjana, sementara Pemilihan Lurah (Pilur) masih belum bisa terlaksana akibat Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Pelantikan dihadiri oleh Pemerintah Kapanewon Moyudan, Forum Komunikasi Kalurahan, Badan Perwakilan Kalurahan (BPKal), Pamong Kalurahan, Paguyuban Istri Pamong, Lembaga Kemasyarakatan Kalurahan, dan mitra Pemerintah Kalurahan Sumbersari.

Panewu Moyudan, Harsowasono berharap dengan adanya Penjabat Lurah, layanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik. Sebagai Panewu yang juga baru dilantik menggantikan Panewu sebelumnya, Harsowasono juga siap menerima berbagai masukan dan aspirasi dari masyarakat untuk kemajuan Kapanewon Moyudan. 

Terkait Pilur, Harsowasono berharap pelaksanaannya dapat berjalan lancar. “Saya meminta semua elemen masyarakat dapat menjaga ketenangan, kedamaian dan ketentraman menjelang hingga pelaksanaan Pilur Sumbersari 31 Oktober mendatang,” ungkap Harsowasono.

Sementara itu, Bambang Sardjana sebagai Lurah Purna Tugas mendapatkan apresiasi dari warga atas selesainya masa jabatannya. 

“Selamat purna tugas Mas Bambang Sardjana, pengabdianmu tidak pernah terlupakan.  Semoga Allah memberikan pahala yang besar atas pengabdian tersebut, Aamiin,” tulis salah seorang warga Sumbersari, Sujari di jejaring sosial Kalurahan Sumbersari. (Edy/KIM Moyudan).