Donor Darah Berikan Banyak Manfaat

Donor darah memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Dengan mendonorkan darah, kita dapat memastikan kondisi kesehatan tubuh kita. Hal tersebut yang ditegaskan oleh Titin Sulistiyaningsih, Sekretarin Palang Merah Indonesia (PMI) Kapanewon Moyudan pada kegiatan donor darah yang digelar PMI Moyudan, bekerja sama dengan PMI Kabupaten Sleman di Pendopo Kapanewon Moyudan, Kamis (10/6/2021).

Selain untuk memastikan kesehatan, donor darah juga dapat meningkatkan produksi darah dalam tubuh, membakar kalori, membuat pikiran lebih stabil, dan sejumlah manfaat lainnya. “Setetes darah yang didonorkan juga akan menyelamatkan sejuta jiwa,” ungkap Titin.

Donor darah sendiri merupakan agenda rutin yang diadakan oleh PMI Kapanewon Moyudan.

“Merupakan agenda rutin tiga bulanan, untuk agenda berikutnya akan direncanakan pada tanggal 10 September 2021,” ujar Titin.

Dari catatan PMI Moyudan, minat pendonor di wilayah kapanewon Moyudan pada setiap event donor darah cukup bagus. Untuk donor darah kali ini calon pendonor yang mendaftar sejumlah 69 orang. Dari jumlah tersebut 52 orang dinyatakan memenuhi syarat untuk mendonorkan darahnya, dan setiap pendonor diambil sekitar 300 cc. (Edy-KIM Moyudan)




Kalurahan Sumbersari Dikukuhkan Menjadi Destana

Penanganan bencana alam yang terjadi harus dilandasi dengan tindakan preventif yang cepat dan tepat dalam melakukan pengelolaan resiko bencana guna meminimalisir adanya korban. Hal tersebut menurut Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo yang menjadi alasan dibentuknya Desa (kalurahan) Tanggap Bencana (Destana) di Kabupaten Sleman, salah satunya adalah Kalurahan Sumbersari.

“Kami berharap Sumbersari sebagai kalurahan tangguh bencana dapat menambah pengetahuan kepada masyarakat adanya potensi bencana di lingkungannya.  Gladi lapang penanggulangan bencana sebagai langkah menyamakan persepsi dan mematangkan koordinasi antar instansi penanganan bencana,” kata Kustini saat mengukuhkan Desa Tangguh Bencana (Destana) Sumbersari Jumát (28/05/2021) di Pendopo Kalurahan Sumbersari Moyudan Sleman.

Pengukuhan sendiri dimulai dengan melakukan simulasi penanganan bencana angin kencang yang menimpa Padukuhan Menulis dan Tumut. Beberapa simulasi yang dilakukan antara lain adalah penanganan oleh Tim Pusat Data Informasi, Tim Barak dan Pengungsian, Tim Logistik, Tim Dapur Umum, dan Tim Kesehatan dan Relawan, sesuai dengan pelatihan Destana yang telah dilakukan selam 6 hari sebelum pengukuhan.

“Tim Destana Sumbersari dibentuk dengan Keputusan Lurah Sumbersari Nomor 13 Tahun 2021 beranggotakan 25 Orang, terdiri dari Pamong Kalurahan, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Relawan yang tergabung dalam LOSARI, Satlinmas dan masyarakat,” ungkap Junaidi, Carik Sumbersari di depan tamu undangan yang menghadiri pengukuhan, seperti Bupati Sleman, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman, Panewu Moyudan, dan Danramil Moyudan.

Tim Destana Sumbersari diharapkan dapat menjalankan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) utamanya, yakni meningkatkan kapasitas warga masyrakat dalam penanggulangan bencana, sebagai pelaksana kegiatan Penanggulangan Bencana, bekerja sama dengan lembaga terkait dalam menanggulangi berbagai bencana.

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Joko Supriyanto mengatakan ada 7 (tujuh) potensi bencana di Kabupaten Sleman yaitu puting beliung/ angin kencang, erupsi Merapi, banjir, tanah longsor, kekeringan, gempa bumi dan kebakaran.

“Dari tujuh tersebut yang paling rawan di Sumbersari adalah angin kencang atau puting beliung,” tegasnya. (Edy/KIM Moyudan)




Panewu Moyudan Tinjau Langsung Penerapan Prokes Hajatan

Menyikapi maraknya tradisi hajatan yang dilakukan masyarakat setiap Bulan Syawal, Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Kapanewon Moyudan melakukan peninjauan penerapan protokol kesehatan (prokes) pada acara hajatan pernikahan di wilayah Kapanewon Moyudan, Sabtu (22/5/2021).

Peninjauan dipimpin langsung oleh Panewu Moyudan, Arifin, yang juga bertindak sebagai ketua Satgas COVID-19 Moyudan. Selain dari Kapanewon, tim peninjau juga terdiri dari unsur Kepolisian dan TNI.

“Hasil pemantauan menunjukkan bahwa protokol kesehatan dijalankan dengan baik. Harapannya, hajatan berjalan lancar dan tidak terjadi penularan COVID-19 dari klaster hajatan,” ujar Arifin pada saat melakukan pemantauan.

Selain pelaksanaan hajatan, Satgas COVID-19 Moyudan juga melakukan pemantauan penerapan prokes di tempat wisata yang ada di Kapanewon Moyudan. Pemantauan telah dilakukan secara intensif sejak Sabtu (15/5/2021). Tempat wisata yang menjadi wilayan pemantauan antara lain Nyiur Melambai Pedaran di Kalurahan Sumberagung, Sendang Jatiningsih di Kalurahan Sumberarum, dan Studio Alam Gamplong di Kalurahan Sumberahayu. (Edy/KIM Moyudan)




Bangun Tata Nilai Budaya lewat Majalah Digital Bahasa Jawa Belik

Tata nilai yang ada di masyarakat akan mudah diterima ketika disampaikan melalui kebudayaan. Hal tersebut yang ditekankan oleh Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, H.Y Aji Wulantara pada acara Peluncuran Majalah Digital Bahasa Jawa Belik pada Kamis (20/5/2021) di Rumah Makan Kembang Desa Senuko Sidoagung, Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman.

“Terbitnya majalah Digital Basa Jawa Belik juga berfungsi sebagai sarana mendokumentasikan berbagai potensi kebudayaan dan pengetahuan yang ada di masyarakat. Semoga Belik bisa dijadikan sumber pengetahuan kehidupan perihal kebudayaan bagi siapapun,” ungkap Aji.

Aji mengapresiasi Paguyuban Sastra Budaya Jawa Kabupaten Sleman (Pasuja Kawi Merapi) atas inovasi dalam menerbitkan Majalah Digital Belik ini, yang bertepatan juga dengan hari Kebangkitan Nasional. Majalah Belik ini kata Aji ibarat sumber mata air, sumber kehidupan yang tak pernah habis. Keberadaannya perlu didukung dan dikembangkan lebih lanjut, seperti ada terjemahaan untuk masyarakat umum.

“Hadirnya Belik diharapkan turut mendukung keistimewaan Yogyakarta, agar masyarakat benar-benar mengetahui jati dirinya serta mengejawantahkan nilai keistimewaan dalam kehidupan nyata,” ujarnya.

Peluncuruan Majalah Digital Belik sendiri ditandai dengan pemotongan tumpeng dan pembukaan laman Majalah Belik di alamat resmi yang dilakukan oleh Aji sendiri. Khusus untuk edisi perdana, masyarakat bisa mengaksesnya dengan gratis.

Pada kesempatan yang sama, Sutopo, Ketua Pasbuja Kawi Merapi menyampaikan bahwa lahirnya Majalah Belik ini dilandasi atas semangat dan tekad para pengurusnya yang berasal dari berbagai macam profesi, seperti novelis, redaktur, ilustrator wayang, dan lainnya. Para pengelola tersebut tidak hanya menyumbangkan karya mereka, namun juga berusaha mengumpulkan sponsor demi terbitnya Majalah Belik.

“Harapannya majalah tersebut bisa dijadikan wahana untuk berkarya bagi pecinta dan penggiat sastra Jawa hingga masyarakat luas,” kata Sutopo.

Sementara itu, Pimpinan Redaksi Majalah Belik, Suhindriyo menerangkan bahwa Belik akan terbit setiap triwulan, dengan edisi pertama yang terbit pada tanggal 20 Mei 2021 terdiri dari 52 halaman.

”Dipilihnya 20 Mei Hari Kebangkitan Nasional penanda bangkitnya para penulis untuk terus berkarya. Era digital sangat memungkinkan Belik mendunia,” ujar Suhin.

Selain itu, Belik menurut  Suhin akan membangun relasi dengan beberapa penulis, terutama para penggiat sastra Jawa di berbagai daerah, dan kalangan untuk penerbitan yang akan datang.

Selain Dinas Kebudayaan Sleman, peluncuran Majalah Belik juga dihadiri oleh para penggiat sastra Jawa perwakilan dari Gunungkidul dan Kulon Progo. Acara dimeriahkan dengan pembacaan gurit yang dimuat di Belik oleh H.Y. Aji Wulantara, Tity Sutarti dan macapat oleh Yohanes Siyamta, serta penampilan iringan siter sehingga nuansa kejawaan semakin kental. Kegiatan tetap mengedepankan protokol kesehatan ketat, yaitu dengan pemantauan suhu, semua yang hadir mencuci tangan, mengenakan masker serta menjaga jarak. (Edy/Kim Moyudan)   




PISEW Diharapkan Dapat Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Moyudan

Pandemi COVID-19 memberikan dampak yang besar di berbagai sektor. Tidak hanya aspek kesehatan, pandemi yang telah berlangsung selama lebih dari 1 tahun ini juga mempengaruhi kondisi sosial, politik, dan ekonomi di masyarakat. Salah satu yang paling terdampak adalah kondisi ekonomi masyarakat. Menurunnya daya belu membuat aktivitas perdangangan terganggu yang menyebabkan banyak usaha yang mengalami kemacetan hingga kebangkrutan. Sehingga, diperlukan langkah strategis guna mendorong dan mengembangkan kebutuhan ekonomi tersebut.

Menyikapi hal tersebut, Pemerintah melalui Kementerian Pekekrjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengembangkan program unggulan yakni Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW).

“PISEW bertujuan untuk meningkatkan dan mengembangkan infrastruktur yang mendorong pertumbuhan ekonomi,” papar Arifin, Panewu Moyudan pada Jumát (07/05/2021) saat melakukan peninjauan dan monitoring lapangan pekerjaan PISEW berupa pembangunan kios-kios di Pasar Gamplong, Sumberahayu dan Pertashop d Gesikan Sumbersari, Moyudan, Kabupaten Sleman.

Program PISEW ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi geliat ekonomi warga masyarakat di Padukuhan Gamplong, karena juga didukung oleh keberadaan studio alam yang dapat menarik perhatian banyak wisatawan untuk berkunjung. Sementara tu, adanya Pertashop di Gesikan, Kalurahan Sumbersar akan memberikan kemudahan bagi masyarakat memperoleh bahan bakar berkualitas.

“Kemudahan ini sangat mendukung aktivitas perekonomian masyarakat setempat,” ujar Arifin. (Edy/KIM Moyudan)