Night Carnaval Awali Sengkuyung Fest HUT ke-80 Kalurahan Sumberarum

Sleman – Peringatan Hari Jadi ke-80 Kalurahan Sumberarum diawali dengan gelaran Night Carnaval yang meriah pada Sabtu (10/10/2026). Pawai malam tersebut mengambil titik awal dari Padukuhan Kalawenang dan berakhir di Lapangan Sumberarum, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Rangkaian acara carnaval ini diikuti oleh Lurah beserta Pamong Kalurahan Sumberarum, anggota Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal), serta kontingen warga dari 16 padukuhan se-Sumberarum. Pengibaran bendera start dilakukan langsung oleh Panewu Moyudan, Arif Rahman.

Panewu Moyudan, Arif Rahman, memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kalurahan Sumberarum atas penyelenggaraan kegiatan budaya tersebut. Menurutnya, pawai malam ini membuktikan tingginya potensi budaya lokal sekaligus kuatnya rasa kebersamaan warga.

“Kebersamaan dan gotong royong ini merupakan modal utama proses pembangunan,” ujar Arif Rahman.

Lurah Sumberarum, Sukamto, menjelaskan bahwa berdasarkan Kekancingan dari Panitipura Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Kalurahan Sumberarum resmi berdiri pada Kamis Pahing, 17 Oktober 1946 dengan Surya Sengkala Sabdaning Wiku Hangesti Rahayu. Sebelum Kemerdekaan RI, wilayah ini terdiri atas empat kalurahan lama, yakni Puluhan, Jitar Dukuh, Sejati Pasar, dan Sermo.

“Berdasarkan Maklumat Pemerintah Provinsi DIY Nomor 5 Tahun 1948 tentang Perubahan Daerah-daerah Kalurahan, keempat kalurahan tersebut digabung menjadi Kalurahan Sumberarum yang kini terdiri dari 16 padukuhan,” tutur Sukamto.

Sementara itu, Ketua Panitia HUT ke-80 yang juga menjabat sebagai Carik Sumberarum, Diva Nuari Sapta, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian acara dikemas dalam perhelatan bertajuk Sengkuyung Fest. Puncak peringatan akan ditutup dengan pertunjukan wayang kulit semalam suntuk oleh dalang muda Ki Yusuf Anshor pada 17 Oktober 2026 mendatang.

“Pada HUT ke-80 Kalurahan Sumberarum kami mengangkat tema Sengkuyung Fest HUT ke-80 Kalurahan Sumberarum. Tema tersebut memiliki makna bahwa dengan dukungan seluruh warga Sumberarum, pelestarian seni dan budaya lokal dapat terus ditampilkan,” kata Diva Nuari Sapta. (Giek/KIM Moyudan)




Nobar Video Deklarasi, Siswa MAN 4 Sleman Diajak Jadi Bagian dari Solusi

Sleman – MAN 4 Sleman menggelar kegiatan Deklarasi Pencegahan Kenakalan Remaja, Kekerasan, dan Paham Radikalisme seusai salat Zuhur pada Kamis (8/10/2026). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa sebagai langkah nyata menciptakan lingkungan madrasah yang aman, damai, dan kondusif.

Pelaksanaan deklarasi dilakukan secara serentak melalui nonton bareng (nobar) video deklarasi dari kanal YouTube resmi. Lokasi nobar dibagi menjadi dua tempat dengan pendampingan guru, yaitu siswa putra di lantai dua Masjid An-Najah dan siswa putri di aula lantai satu masjid.

Usai penayangan video, para siswa putra mendapatkan pembekalan serta penguatan dari Ridwan Efendi dan Ahmad Qomarudin Zain. Siswa didorong untuk tidak sekadar menjadi penonton, melainkan mengambil peran aktif sebagai bagian dari solusi pencegahan perundungan dan kekerasan.

Inisiator penguatan, Ridwan Efendi, menekankan pentingnya sikap saling menghargai perbedaan, pengendalian diri, serta keberanian untuk melapor jika menemukan tindakan kekerasan di lingkungan sekolah.

“Kekuatan seorang pelajar bukan ketika mampu melakukan kekerasan, tetapi ketika mampu mengendalikan diri dan memilih menyelesaikan masalah dengan cara yang baik,” tegas Ridwan Efendi.

Sementara itu, sesi siswa putri berlangsung tertib di bawah pendampingan Acun Elma Yuliani, Isnain Septiani Dhamayanti, serta jajaran guru pendamping lainnya.

Melalui agenda ini, MAN 4 Sleman berharap deklarasi yang digaungkan tidak sebatas seremonial, tetapi terwujud dalam perilaku sehari-hari seluruh siswa yang berakhlak, berprestasi, cinta damai, dan bertanggung jawab. (Edy/KIM Sumber Biwara Moyudan)




Tim Adiwiyata Sleman Bina MAN 4 Sleman, Perkuat Budaya Peduli Lingkungan

Sleman – Komitmen MAN 4 Sleman dalam membangun budaya madrasah yang peduli lingkungan terus diperkuat melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Adiwiyata. Kegiatan tersebut menghadirkan Tim Adiwiyata Kabupaten Sleman untuk memberikan pembinaan kepada civitas akademika MAN 4 Sleman, Rabu (7/10/2026).

Bimtek yang berlangsung di Aula Masjid An-Najah Lantai 1 tersebut menghadirkan Tri Handayani dari Tim Adiwiyata Kabupaten Sleman sebagai narasumber. Kegiatan diikuti peserta didik kelas XI dan XII untuk meningkatkan pemahaman sekaligus kepedulian terhadap lingkungan.

Tri memberikan pemahaman mengenai konsep, prinsip, dan penerapan program Adiwiyata dalam kehidupan sehari-hari. Materi mencakup kebersihan dan sanitasi, pengelolaan sampah, konservasi air dan energi, serta pelestarian keanekaragaman hayati.

Menurut Tri, program Adiwiyata tidak sekadar kegiatan sesaat, tetapi gerakan yang membutuhkan keterlibatan seluruh warga madrasah secara konsisten dan berkelanjutan.

“Jika kau cukup peduli pada orang-orang yang masih hidup atau kehidupan di bumi, maka buatlah atau ciptakanlah lingkungan yang lebih baik bagi kita semua,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Tata Usaha MAN 4 Sleman, Wahir Tupono, yang mewakili Kepala Madrasah, mengatakan Bimtek Adiwiyata menjadi bagian penting dalam membentuk karakter peserta didik yang peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan perlu diwujudkan melalui kebiasaan sehari-hari, bukan hanya dipahami sebagai sebuah program.

“Karena itu, seluruh warga madrasah memiliki peran dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang bersih, sehat, dan nyaman,” tegasnya.

Lingkungan madrasah yang terjaga juga diharapkan mendukung proses pembelajaran sekaligus membentuk kesadaran peserta didik untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Melalui pembinaan tersebut, MAN 4 Sleman berharap budaya peduli lingkungan semakin tumbuh di kalangan seluruh civitas akademika dan menjadi bagian dari kebiasaan madrasah yang diterapkan secara konsisten dan berkelanjutan. (Edy/KIM Sumber Biwara Moyudan)




PKM Madrasah Aliyah Sleman 2026 Resmi Digelar di MAN 5 Sleman

Sleman – Pekan Kompetisi Madrasah (PKM) Madrasah Aliyah (MA) tingkat Kabupaten Sleman Tahun 2026 resmi digelar di MAN 5 Sleman, Margorejo, Tempel, Selasa (6/10/2026). Kegiatan yang berlangsung hingga Rabu (7/10/2026) tersebut diikuti siswa-siswi madrasah aliyah negeri dan swasta se-Kabupaten Sleman.

Pembukaan PKM dilakukan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, H. Nadhif. Ia mengatakan PKM tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembelajaran untuk membentuk karakter, kemandirian, tanggung jawab, dan sikap saling menghargai.

“PKM bukan sekadar kompetisi. Ini ruang belajar, menempa karakter, dan mengantarkan talenta madrasah menuju prestasi yang lebih tinggi,” ujar Nadhif.

Ketua Panitia PKM MA Sleman, Mucharom, mengatakan penyelenggaraan kegiatan melibatkan Kelompok Kerja Kepala Madrasah Aliyah (K2MA), 32 madrasah aliyah, panitia lokal, serta OSIS. Ia berharap seluruh pihak mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan.

PKM MA Sleman 2026 mempertandingkan 14 cabang kompetisi yang meliputi bidang olahraga, seni, dan keagamaan. Beberapa perlombaan digelar di lokasi berbeda, antara lain bulu tangkis di GOR Seyegan dan lari sprint 100 meter di Lapangan Keceme.

Cabang yang dipertandingkan di antaranya catur, bulu tangkis, bola voli, tenis meja, lari sprint, hadroh, Musabaqah Syarhil Quran (MSQ), Musabaqah Fahmil Quran (MFQ), Musabaqah Hifdzil Quran (MHQ), kaligrafi, nasyid, dan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ).

Kasi Pendidikan Madrasah Kankemenag Sleman, Elva Tsuroya, meminta OSIS turut mendukung pelayanan peserta dan tamu, khususnya sebagai pemandu serta membantu memastikan informasi dan penunjuk arah tersedia dengan baik. Aspek kesehatan dan kesiapsiagaan juga diperkuat melalui sinergi dengan PMI maupun puskesmas.

Nadhif berharap prestasi siswa madrasah Sleman dapat terus berkembang hingga tingkat DIY.

“Kita bertanggung jawab mengantarkan anak-anak sukses di tingkat DIY,” tegasnya.

PKM MA Sleman 2026 diharapkan menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi, membangun karakter, sekaligus meningkatkan prestasi menuju jenjang kompetisi yang lebih tinggi.

(Edy/KIM Sumber Biwara Moyudan)




Porkal Jadi Berkah, UMKM Laris Manis di Sumbersari

Sleman – Gelaran Pekan Olahraga Kalurahan (Porkal) Sumbersari 2026 tidak hanya menjadi panggung adu ketangkasan olahraga, tetapi juga memberikan dampak ekonomi positif bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.

Ajang turnamen yang dibuka secara resmi oleh Panewu Moyudan, Muhammad Arif Rahman, di Lapangan Bola Voli Bendosari, Kalurahan Sumbersari, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Sabtu (3/10/2026) ini memadukan kompetisi bola voli antar-13 padukuhan dengan pemberdayaan ekonomi warga.

Panitia pelaksana bersama Karang Taruna Bakti Sari dan warga Padukuhan Bendosari sengaja menyediakan area khusus bagi belasan UMKM untuk memasarkan produk olahan kuliner tradisional, makanan ringan, minuman segar, hingga kerajinan tangan selama 26 hari masa turnamen.

Lurah Sumbersari, Sukadi, menegaskan bahwa Porkal diselenggarakan tidak sekadar sebagai ajang olahraga dan hiburan rakyat, tetapi juga momentum penggerak roda ekonomi tingkat kalurahan.

“Harapan kami kehadiran UMKM ini menjadi sarana memperkenalkan makanan olahan lokal dan produk lokal, sehingga bisa dikenal oleh masyarakat luas,” ujar Sukadi.

Dampak positif perputaran ekonomi tersebut dirasakan langsung oleh para pedagang yang menangguk untung dari melimpahnya penonton setiap malam.

“Alhamdulillah semenjak Porkal dibuka, dagangan habis terus. Harapannya Porkal tahun depan lapak UMKM diperbanyak lagi,” ungkap Utik Sumardi, salah satu pelaku usaha dari lapak UMKM PKK Bendosari pada Minggu (4/10/2026).

Sinergi antara kegiatan olahraga dan pemberdayaan ekonomi masyarakat ini diharapkan dapat terus dipertahankan serta menjadi tradisi khas dalam setiap penyelenggaraan Porkal Sumbersari pada tahun-tahun mendatang. (Giek/KIM Moyudan)