Porkal Jadi Berkah, UMKM Laris Manis di Sumbersari

Sleman – Gelaran Pekan Olahraga Kalurahan (Porkal) Sumbersari 2026 tidak hanya menjadi panggung adu ketangkasan olahraga, tetapi juga memberikan dampak ekonomi positif bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.

Ajang turnamen yang dibuka secara resmi oleh Panewu Moyudan, Muhammad Arif Rahman, di Lapangan Bola Voli Bendosari, Kalurahan Sumbersari, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Sabtu (3/10/2026) ini memadukan kompetisi bola voli antar-13 padukuhan dengan pemberdayaan ekonomi warga.

Panitia pelaksana bersama Karang Taruna Bakti Sari dan warga Padukuhan Bendosari sengaja menyediakan area khusus bagi belasan UMKM untuk memasarkan produk olahan kuliner tradisional, makanan ringan, minuman segar, hingga kerajinan tangan selama 26 hari masa turnamen.

Lurah Sumbersari, Sukadi, menegaskan bahwa Porkal diselenggarakan tidak sekadar sebagai ajang olahraga dan hiburan rakyat, tetapi juga momentum penggerak roda ekonomi tingkat kalurahan.

“Harapan kami kehadiran UMKM ini menjadi sarana memperkenalkan makanan olahan lokal dan produk lokal, sehingga bisa dikenal oleh masyarakat luas,” ujar Sukadi.

Dampak positif perputaran ekonomi tersebut dirasakan langsung oleh para pedagang yang menangguk untung dari melimpahnya penonton setiap malam.

“Alhamdulillah semenjak Porkal dibuka, dagangan habis terus. Harapannya Porkal tahun depan lapak UMKM diperbanyak lagi,” ungkap Utik Sumardi, salah satu pelaku usaha dari lapak UMKM PKK Bendosari pada Minggu (4/10/2026).

Sinergi antara kegiatan olahraga dan pemberdayaan ekonomi masyarakat ini diharapkan dapat terus dipertahankan serta menjadi tradisi khas dalam setiap penyelenggaraan Porkal Sumbersari pada tahun-tahun mendatang. (Giek/KIM Moyudan)




Karang Anjir Boyong Piala Bergilir, Porkal Sumberarum 2026 Sukses Melestarikan Olahraga Tradisional

Sleman – Padukuhan Karang Anjir resmi keluar sebagai juara umum dan berhak memboyong piala bergilir Pekan Olahraga Kalurahan (Porkal) Sumberarum 2026 setelah memuncaki perolehan kejuaraan pada laga final di Kalurahan Sumberarum, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Sabtu (3/10/2026).

Penutupan Porkal Sumberarum 2026 ini dihadiri oleh Panewu Moyudan beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kapanewon (Forkopimka), Ketua Komite Permainan dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Kabupaten Sleman Syukron Arif Muttaqin, serta Lurah Sumberarum beserta pamong kalurahan.

Lurah Sumberarum, Sukamto, mengapresiasi kerja keras panitia dan seluruh pihak yang telah mencurahkan dana, tenaga, serta pemikiran hingga seluruh rangkaian kompetisi olahraga tradisional ini berjalan lancar.

“Semoga permainan tradisional ini bisa membuka kembali ingatan kita di waktu kecil, dan mengenalkan kembali kepada generasi muda dan anak-anak kita,” ujar Sukamto saat menutup acara secara resmi.

Porkal Sumberarum 2026 mempertandingkan permainan tradisional beregu putra dan putri meliputi bakiak, egrang, dan gobak sodor yang diikuti oleh kontingen dari seluruh padukuhan di wilayah Kalurahan Sumberarum.

Pada kategori Bakiak Putri, Karang Anjir berhasil meriah juara pertama, disusul Puluhan di posisi kedua, Sejati Pasar posisi ketiga, dan Sejati Tlukan posisi keempat. Sementara pada kategori Bakiak Putra, gelar juara pertama diraih Sejati Desa, disusul Jitar Ngemplak, Karang Anjir, dan Sejati Tlukan.

Untuk cabang Egrang Putri, gelar juara pertama disabet oleh Puluhan, diikuti Pingitan, Jitar Dukuh, dan Pakelan. Pada bagian Egrang Putra, Jitar Ngemplak keluar sebagai juara pertama, disusul Sejati Desa, Karang Anjir, dan Pakelan.

Sedangkan pada cabang Gobak Sodor Putri, regu Sejati Pasar berhasil merebut juara pertama, disusul Pakelan, Sejati Desa, dan Sejati Tlukan. Untuk cabang Gobak Sodor Putra, gelar juara pertama berhasil disabet Karang Anjir, disusul Jitar Dukuh, Sejati Pasar, dan Jitar Ngemplak.

Melalui akumulasi gelar kejuaraan tersebut, Padukuhan Karang Anjir dinyatakan sebagai juara umum dan berhak atas piala bergilir Porkal Sumberarum 2026. (Giek/KIM Moyudan)




Resmi Dibuka Panewu Moyudan, Porkal Sumbersari 2026 Jadi Ajang Silaturahmi dan Sportivitas Warga

Sleman – Panewu Moyudan, Muhammad Arif Rahman, resmi membuka gelaran Pekan Olahraga Kalurahan (Porkal) Sumbersari 2026 di Lapangan Bola Voli Padukuhan Bendosari, Kalurahan Sumbersari, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Sabtu (3/10/2026).

Pembukaan turnamen bola voli putra dan putri yang diikuti oleh kontingen dari 13 padukuhan se-Kalurahan Sumbersari ini ditandai secara simbolis dengan pemukulan bola pertama oleh Panewu Moyudan.

Dalam sambutannya, Panewu Moyudan, Muhammad Arif Rahman, mengapresiasi kolaborasi antara Pemerintah Kalurahan, Karang Taruna Bakti Sari, dan panitia lokal Padukuhan Bendosari. Ia berharap ajang ini dapat menjaga kesehatan jasmani sekaligus memupuk tali silaturahmi antarwarga.

“Marilah kita jaga sportivitas bagi pemain dan pendukung. Bagi penonton, semoga Porkal ini bisa menjadi hiburan yang menyehatkan,” ujar Muhammad Arif Rahman.

Senada dengan hal tersebut, Lurah Sumbersari, Sukadi, mengingatkan seluruh peserta untuk menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas dan jiwa besar selama bertanding.

“Permainan itu pasti ada yang kalah dan pemenang. Bagi tim yang kalah harus bisa lapang dada menerima kekalahan dan jadikan motivasi untuk lebih giat berlatih. Bagi pemenang tidak usah jumawa, dan tetap menghargai lawan,” tegas Sukadi.

Sementara itu, Ketua Panitia Porkal, Junaidi, melaporkan bahwa kompetisi kali ini terbagi ke dalam empat pool dan terlaksana berkat gotong royong seluruh elemen masyarakat. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan pemikiran, tenaga, hingga dana dari berbagai pihak demi kelancaran serta keamanannya ajang tersebut. (Giek/KIM Moyudan)




Kenalkan Budaya Jawa dan Pendidikan Khas Kejogjaan, Pasbuja Kawi Merapi Sambangi SMPN 2 Moyudan

Sleman – Paguyuban Sastra dan Budaya Jawa (Pasbuja) Kawi Merapi menyambangi SMP Negeri 2 Moyudan guna mengenalkan kekayaan budaya Jawa sekaligus mengimplementasikan Pendidikan Khas Kejogjaan (PKJ) kepada para siswa pada Kamis (1/10/2026).

Tiga pengurus Pasbuja Kawi Merapi, yaitu Budi Sarjono, Achyadi, dan Ngatilah, disambut hangat oleh Kepala SMPN 2 Moyudan, Suhartono, beserta jajaran guru. Kunjungan ini diisi dengan pelatihan praktis mengenai unggah-ungguh (tata krama), pembenahan pemahaman tata bahasa Jawa, hingga pembuatan karya sastra.

Novelis sekaligus pengurus Pasbuja Kawi Merapi, Budi Sarjono atau yang akrab disapa Budsar, menyampaikan bahwa penanaman nilai sastra dan budaya Jawa sangat krusial dalam membentuk karakter generasi muda agar bangga terhadap identitas budayanya.

“Hari ini kami mengajari para murid tentang unggah-ungguh, tata krama, membongkar salah kaprah penggunaan kata-kata dalam bahasa Jawa, serta membuat geguritan (puisi) dan crita cekak (cerkak). Dalam waktu sekitar empat jam, para siswa berhasil menghasilkan 60 gurit dan 60 cerkak,” ujar Budi Sarjono.

Selain menulis, pengurus Pasbuja Kawi Merapi, Ngatilah, menjelaskan bahwa para siswa juga diajak mempraktikkan langsung penggunaan bahasa Jawa krama melalui simulasi peran.

“Pendidikan Khas Kejogjaan tidak sekadar teoritis tetapi langsung dipraktikkan. Selain menulis gurit dan cerkak, para siswa juga praktik langsung menggunakan bahasa Jawa krama melalui main peran, seperti memperagakan ketua remaja masjid yang sowan ke lurah untuk menyampaikan undangan. Para siswa terlihat sangat menghayati,” papar Ngatilah.

Salah seorang siswa, Naswa, mengaku sangat berkesan dan terbantu dengan metode pembelajaran interaktif tersebut.

“Awalnya saya merasa minder untuk menulis menggunakan bahasa Jawa karena takut salah. Setelah mengikuti praktik menulis dan bermain peran, rasa minder itu perlahan hilang. Saya menjadi lebih percaya diri dan berharap kegiatan seperti ini dapat dilanjutkan,” tutur Naswa.

Anggota tim Pasbuja Kawi Merapi, Achyadi, menambahkan pada Jumat (2/10/2026) bahwa kegiatan tersebut mendapat apresiasi tinggi dari kalangan pendidik di wilayah Sleman Barat, ditandai dengan banyaknya permintaan dari pihak sekolah lain untuk menyelenggarakan program serupa.

Kegiatan yang ditutup dengan pembagian buku karya sastra Jawa ini diharapkan mampu mendorong generasi muda untuk konsisten menerapkan nilai-nilai tata krama serta melestarikan budaya Jawa dalam kehidupan sehari-hari. (Edy/KIM Sumber Biwara Moyudan)




MAN 4 Sleman Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Teguhkan Nilai Persatuan dan Kebangsaan

Sleman – MAN 4 Sleman menggelar upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Kamis (1/10/2026), di halaman madrasah. Kegiatan tersebut diikuti seluruh guru, pegawai, dan peserta didik dengan berlangsung tertib dan khidmat.

Kepala MAN 4 Sleman, Ahmad Arif Makruf, bertindak sebagai pembina upacara. Sementara itu, Pengurus OSIS MAN 4 Sleman bertugas dalam rangkaian upacara sebagai bagian dari pembelajaran kepemimpinan dan tanggung jawab bagi peserta didik.

Pelaksanaan upacara mengacu pada Pedoman Penyelenggaraan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 yang dikeluarkan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Nomor B/668/MK/

Salah satu agenda dalam upacara tersebut adalah pembacaan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila oleh Kepala Madrasah selaku pembina upacara. Ikrar tersebut menjadi momentum untuk mengingat kembali kedudukan Pancasila sebagai dasar negara sekaligus memperkuat komitmen dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“Sejak kemerdekaan Indonesia diproklamasikan 17 Agustus 1945, berbagai ancaman terhadap NKRI terus terjadi, baik dari dalam maupun luar negeri. Karena itu, kewaspadaan dan semangat kebersamaan yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila perlu terus dijaga untuk memperkokoh keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Arif.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila juga menjadi momentum bagi warga madrasah untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Bagi peserta didik, kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran untuk memahami pentingnya menjaga persatuan, menghargai perbedaan, serta menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan madrasah maupun masyarakat.

Keterlibatan Pengurus OSIS sebagai petugas upacara memberikan pengalaman bagi peserta didik dalam mengembangkan kedisiplinan, kepemimpinan, dan tanggung jawab. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik belajar mempersiapkan dan melaksanakan kegiatan resmi secara tertib dan bertanggung jawab.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di MAN 4 Sleman diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh warga madrasah untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

(Edy/KIM Sumber Biwara Moyudan)