Perkamuda DIY Jenjang Aliyah 2026 Semai Karakter dan Kemandirian Murid Madrasah

Sleman — Sebanyak 456 murid dari 34 Madrasah Aliyah (MA) se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengikuti Perkemahan Pramuka Murid Madrasah Daerah Istimewa Yogyakarta (Perkamuda DIY) Jenjang Aliyah Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Bumi Perkemahan Taman Tunas Wiguna Babarsari, Depok, Sleman, pada (21–24/9/2026).

Perkamuda diselenggarakan Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama DIY bekerja sama dengan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka DIY. Kegiatan ini menjadi ruang bagi murid madrasah untuk mengembangkan kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, kepemimpinan, kerja sama, serta kepedulian terhadap sesama melalui pengalaman di alam terbuka.

“Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman kepramukaan, tetapi juga melatih kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, kepemimpinan, kerja sama, serta kepedulian terhadap sesama,” ujar Kepala Kanwil Kemenag DIY, Ahmad Bahiej, saat membuka kegiatan, Senin (21/9/2026).

Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong, pelepasan merpati, serta penyematan tanda peserta kepada perwakilan peserta putra dan putri. Ahmad Bahiej didampingi Kabid Pendidikan Madrasah Sidik Pramono serta Kabid Penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Anita Isdarmini.

Perkamuda 2026 diikuti 57 sangga yang terdiri atas 28 sangga putra dengan 224 peserta dan 29 sangga putri dengan 232 peserta. Kegiatan mengusung tema “Perkamuda DIY Jenjang Aliyah Istimewa dengan KBC”. Istimewa merupakan akronim dari Berintegritas, Sportif, Tangguh, Inovatif, Mandiri, Empati, dan berWawasan, sedangkan KBC merujuk pada Kurikulum Berbasis Cinta.

Selama perkemahan, peserta mengikuti berbagai kegiatan edukatif dan menantang yang mendorong pengembangan potensi diri sekaligus penerapan nilai-nilai kepramukaan. Selain itu, kegiatan menjadi sarana mempererat persaudaraan antarmadrasah melalui interaksi, kerja kelompok, pertukaran pengalaman, dan pembelajaran menghargai perbedaan.

Melalui Perkamuda DIY 2026, nilai-nilai yang diperoleh selama perkemahan diharapkan dapat diterapkan peserta dalam kehidupan sehari-hari, baik di madrasah maupun di lingkungan masyarakat.

(Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)




Salurkan 12 Tangki Air Bersih ke Gunungkidul, WKSBM Restu Kasih Tempel Perluas Aksi Kemanusiaan

Sleman – Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat (WKSBM) Restu Kasih dari Padukuhan Blumbang, Kalurahan Merdikorejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, menyalurkan bantuan air bersih ke Padukuhan Temu Ireng 1, Kalurahan Girimulyo, Kapanewon Panggang, Kabupaten Gunungkidul pada Minggu (20/9/2026). Aksi nyata ini digelar untuk membantu meredakan krisis air bersih yang dialami warga akibat musim kemarau.

Penyaluran air bersih tersebut menjadi bukti nyata kepedulian sosial yang tidak terbatas oleh batas teritorial. Seluruh dana operasional dan armada tangki dihimpun secara swadaya melalui dana santunan serta sumbangan sukarela warga Padukuhan Blumbang dan sekitarnya.

Ketua WKSBM Restu Kasih, Sudarwadi, mengutarakan bahwa penyaluran air bersih ini difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dasar harian warga yang terdampak kekeringan parah di kawasan Gunungkidul.

“Hari ini kami droping air bersih sebanyak 12 tanki, semoga bermanfaat. Ini wujud nyata bahwa kepedulian tidak mengenal batas wilayah. Dari Tempel Sleman untuk saudara kita di Gunungkidul,” ujar Sudarwadi.

Ia menambahkan bahwa kawasan Kapanewon Panggang kerap menjadi langganan krisis air bersih saat musim kemarau tiba, yang memaksa warga setempat membeli air atau menunggu bantuan pasokan. Kondisi tersebut menggugah pengurus WKSBM Restu Kasih untuk bergerak menggalang solidaritas kemanusiaan.

Bantuan armada tangki air bersih ini disambut antusias oleh warga Temu Ireng 1 yang telah menantikan pasokan air. Ke depan, WKSBM Restu Kasih berkomitmen untuk terus konsisten menjalankan aksi sosial tidak hanya di tingkat lingkungan kalurahan, tetapi juga menyasar daerah lain yang membutuhkan uluran tangan. (Giek/KIM Moyudan)




Tingkatkan Kepatuhan Minum Obat Hipertensi Lansia, Mahasiswa FK-KMK UGM Gelar Edukasi di Sombangan

Sleman – Mahasiswa Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan program pengabdian masyarakat berupa sosialisasi dan edukasi kepatuhan minum obat bagi penderita hipertensi. Kegiatan yang menjadi bagian dari implementasi mata kuliah Program Gizi ini digelar bertepatan dengan agenda Posyandu Lansia di Padukuhan Sombangan, Kalurahan Sumbersari, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman pada Sabtu (19/9/2026).

Edukasi kesehatan ini diselenggarakan untuk memberikan pemahaman mendalam kepada masyarakat lansia mengenai bahaya hipertensi yang kerap kali tidak menunjukkan gejala khusus, sekaligus menepis mitos keliru di tengah masyarakat terkait konsumsi obat darah tinggi jangka panjang.

Ketua Kelompok Mahasiswa UGM, Salsabila Putri Amri, menjelaskan bahwa hipertensi merupakan kondisi tekanan darah di atas batas normal secara menetap yang membutuhkan penanganan serta kontrol secara rutin agar tidak menimbulkan komplikasi serius.

“Apabila tidak dikendalikan, hipertensi dapat mengakibatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan gangguan ginjal. Jangan menunggu munculnya gejala, sebaiknya secara rutin memeriksa tekanan darah,” ujar Salsabila Putri Amri.

Ia juga memaparkan langkah-langkah pencegahan melalui penerapan gaya hidup sehat, seperti pembatasan asupan garam, perbanyakan konsumsi sayur dan buah, olahraga teratur, pengelolaan stres, hingga penghentian kebiasaan merokok. Selain pencegahan, Salsabila secara khusus meluruskan anggapan keliru di masyarakat yang menyebut bahwa konsumsi obat hipertensi secara terus-menerus dapat merusak organ ginjal.

“Fakta kerusakan ginjal justru terjadi akibat rusaknya pembuluh darah pada ginjal akibat hipertensi yang tidak terkendali. Obat justru mencegah kerusakan ginjal dengan mengendalikan tekanan darah. Jangan hentikan konsumsi obat hipertensi meskipun merasa dalam kondisi baik atau tekanan darah sudah normal,” tegas Salsabila Putri Amri.

Melalui kegiatan sosialisasi yang melibatkan lima perwakilan mahasiswa UGM tersebut, para lansia di Padukuhan Sombangan diharapkan semakin disiplin dalam menjaga pola makan, memeriksakan tekanan darah secara berkala, serta patuh dalam mengonsumsi obat sesuai anjuran medis. (Giek/KIM Moyudan)




Mahasiswa UGM Gelar Pengabdian di Sombangan, Usung Program CERDIK

Sleman – Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) dari Departemen Gizi, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) melaksanakan pengabdian masyarakat di Padukuhan Sombangan, Kalurahan Sumbersari, Kapanewon Moyudan, Sleman. Kegiatan berlangsung selama tiga bulan, mulai 21 September hingga 30 November 2026.

Sosialisasi program digelar di Masjid Al-Falah Sombangan, Kamis (17/9/2026), dan dihadiri Carik Sumbersari Junaidi, Dukuh Sombangan Agus Sartono, Ketua RT dan RW, PKK, serta kader kesehatan.

Carik Sumbersari, Junaidi menyampaikan apresiasi kepada UGM FK-KMK yang telah memilih Sombangan sebagai lokasi pengabdian. Ia berharap kehadiran mahasiswa dapat memberikan edukasi sekaligus mendorong upaya pencegahan penyakit tidak menular, khususnya hipertensi.

“Dengan tema Cegah Hipertensi dengan Diet, Aktivitas Fisik, dan Deteksi Dini (CERDIK), kami berharap kegiatan ini dapat memberikan edukasi yang disertai praktik nyata di masyarakat,” ujarnya.

Ketua Kelompok 1, Salsabila Putri Amri menjelaskan program CERDIK akan dilaksanakan selama kurang lebih tiga bulan melalui kegiatan pendataan, pemberian edukasi, dan praktik. Program tersebut menargetkan pengendalian faktor risiko hipertensi dalam jangka pendek dan penurunan morbiditas hipertensi hingga 10 persen dalam jangka panjang.

Sementara itu, mahasiswa UGM lainnya, Yosia Deby Septiyawati Hasibuan memaparkan berdasarkan data Puskesmas Moyudan, hingga September 2025 terdapat 494 kunjungan dari wilayah Sumbersari dengan keluhan hipertensi. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi secara berkelanjutan.

Menurut Yosia, faktor risiko yang ditemukan di masyarakat antara lain pola hidup kurang sehat, kebiasaan merokok dan begadang, pola makan tinggi garam, serta konsumsi keripik, gorengan, tepung, dan gula secara berlebihan. Aktivitas fisik teratur juga masih rendah karena sebagian masyarakat menganggap aktivitas sehari-hari sebagai olahraga.

“Faktor lainnya adalah belum optimalnya pemanfaatan layanan kesehatan. Banyak masyarakat usia produktif yang jarang melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala,” jelasnya.

Untuk menjawab kondisi tersebut, program CERDIK mencakup penyusunan dan distribusi buku resep menu gizi seimbang untuk penderita hipertensi, demonstrasi pengolahan makanan, pemberdayaan pekarangan melalui pembagian benih sayuran dan edukasi budidaya, senam rutin, kelas Tai Chi, serta pengadaan sarana olahraga.

Selain itu, mahasiswa memberikan edukasi pemanfaatan layanan Puskesmas, pelatihan pengukuran tekanan darah, edukasi kepatuhan konsumsi obat hipertensi, serta pendampingan penggunaan aplikasi SATU SEHAT untuk mendukung pemantauan kesehatan secara mandiri.

(Giek/KIM Moyudan)




PKKS SD Muhammadiyah Semingin Perkuat Evaluasi dan Layanan Pendidikan

Sleman – SD Muhammadiyah Semingin menggelar Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (PKKS) di Aula KHA Dahlan, Rabu (16/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari evaluasi kinerja kepala sekolah sekaligus upaya mendorong peningkatan mutu pengelolaan dan layanan pendidikan.

PKKS mencakup empat kompetensi utama, yakni kepribadian, sosial, keprofesionalan, serta keaktifan sebagai warga Muhammadiyah. Penilaian tersebut dilakukan untuk melihat pelaksanaan tugas kepemimpinan kepala sekolah secara menyeluruh, termasuk dalam membangun hubungan dengan warga sekolah dan persyarikatan.

Penilaian dilakukan oleh Tim PKKS yang terdiri atas Arif Mahfud, Sri Mariyani, dan Suparyanto. Kegiatan turut dihadiri perwakilan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sleman serta dua perwakilan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) dan Pendidikan Nonformal (PNF) PDM Sleman.

Kepala SD Muhammadiyah Semingin, Eny Purwaningsih menyampaikan syukur atas kelancaran pelaksanaan PKKS. Ia juga mengapresiasi dukungan guru dan komite sekolah.

“Alhamdulillah, penilaian kinerja kepala sekolah sudah terlaksana hari ini. Terima kasih atas doa restu dan dukungan seluruh guru serta pengurus komite sehingga kegiatan berjalan dengan baik dan lancar,” ujarnya.

Menurut Eny, hasil penilaian akan menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi untuk meningkatkan kinerja sekolah. Evaluasi secara berkala diharapkan dapat mendorong perbaikan berbagai program dan layanan pendidikan bagi peserta didik.

Ketua Komite SD Muhammadiyah Semingin, Anton Rahmat Widodo turut mengapresiasi pelaksanaan PKKS. Ia menegaskan dukungan komite terhadap berbagai program sekolah, termasuk upaya peningkatan kualitas layanan.

“Komite mendukung penuh semua program sekolah. Apresiasi untuk semua guru dan pegawai yang terus berupaya melakukan inovasi,” katanya.

Pelaksanaan PKKS menjadi bagian dari komitmen SD Muhammadiyah Semingin untuk memperkuat tata kelola sekolah, meningkatkan profesionalisme, serta menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas dan selaras dengan nilai-nilai Muhammadiyah. (Edy/KIM Sumber Biwara Moyudan)