Beri Bekal Anak untuk Songsong Masa Depan

Ngaglik –  Dalam rangka menyemarakkan Hari Jadi ke-102 Kabupaten Sleman, Kecamatan Ngaglik menggelar serangkaian acara, antara lain senam bersama yang dihadiri hampir orang peserta lintas generasi baik lansia, dewasa dan juga anak, Sabtu (5/5) di Halaman Desa Sardonoharjo.  

Acara ini dikaitkan dengan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang diprakarsai Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman dengan dibuktikan dengan tanda tangan bersama antara lain Wakil Bupati Sleman, Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Kepala Dinas Pendidikan Sleman, dan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Sleman, serta Camat Ngaglik.

Selain menandatangi Deklarasi Germas, juga dilaksanakan penandatanganan Deklarasi Gerakan Nasional Baca Buku (Gernas Baku). Dalam kesempatan tersebut, Bunda Paud Kabupaten Sleman menyampaikan terima kasih dan menyambut baik gerakan yang bertujuan memberikan bekal kepada anak-anak untuk menyongsong masa depan yang lebih baik,

Germas dan Gernas Baku ini dihadiri ribuan pengunjung karena bersamaan dengan Hari Jadi ke-102 Kabupaten Sleman. Dalam kesempatan itu ditampilkan gerak dan lagu TPA Amanah Mulia Dusun Nganggrung Desa Sukoharjo yang disambut sangat meriah.

Sementara itu Camat Ngaglik, Subagya, mengatakan bahwa Germas ini sangat penting untuk keluarga dan masyarakat agar dapat terus menjaga pola hidup sehat yang sudah menjadi kebutuhan dalam kehidupan.

Sementara itu, Subagya juga mengatakan bahwa Gernas Baku pun penting sekali karena akhir-akhir ini penggunaan gawai yang salah bisa berpengaruh buruk bagi putra-putri kita.  “Dengan keterlibatan bunda dan wali murid ikut membantu dengan cara baca buku baik cerita atau lainnya bisa mengurangi pengaruh tersebut,” ucap Subagya.

Dalam acara tersebut hadir Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun yang dalam sambutannya mengatakan bahwa masyarakat perlu menyambut kegiatan seperti ini. “Terima kasih Kecamatan Ngaglik sudah bisa mengadakan kegiatan seperti ini semoga setiap waktu ada momentum bisa menggerakkan masyarakat untuk memajukan wilayahnya,” tutur Sri Muslimatun.

Usai sambutan Wakil Bupati Sleman, dilanjutkan jalan santai berhadiah dengan jarak tempuh hampir 2 km. Untuk melengkapi acara juga disuguhkan pameran hasil produksi unggulan Kecamatan Ngaglik atau Ngaglik Expo sehingga masyarakat Ngaglik mengetahui hasil produk di wilayahnya. (Suripto)




Dinas Arsip dan Perpustakaan Sragen Studi Banding ke Perpustakaan Desa Sukoharjo

Ngaglik – Untuk meningkatkan pengetahuan dan mengembangkan perpustakaan di desa-desa se-Kabupaten Sragen Provinsi Jawa Tengah, Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Sragen mengajak 56 personil pengelola perpustakaan desa se-Kabupaten Sragen dan didampingi para kepala bidang dan seksi serta pemerhati perpustakaan Kabupaten Sragen mengunjungi Perpustakaan Desa Sukoharjo, Jumat (4/5). 

Kunjungan rombongan tersebut diterima langsung oleh Camat Kecamatan Ngaglik Subagya, Kepala Desa Sukoharjo Hadi Subronto, serta jajaran Pemerintah Desa Sukoharjo dan Pengelola Perpustakaan Desa Sukoharjo.

Dalam sambutannya, Camat Ngaglik menyampaikan terima kasih dan menyambut baik atas kunjungan ini. Perpustakaan Desa Sukoharjo merupakan perpustakaan yang meraih Juara II Tingkat Nasional pada tahun 2017 yang lalu.

“Namun demikian walaupun juara nasional pasti masih ada hal yang kurang dan mungkin banyak kelebihan yang perlu digali dan bisa sebagai bahan acuan untuk diterapkan di desa-desa perpustakaan di Kabupaten Sragen,” tutur Subagya.

Disamping itu, dikatakan Subagya, Perpustakaan Desa Sukoharjo ini sudah ada sejak tahun 2014 dan terus dirintis secara bertahap dengan melibatkan para generasi muda khususnya para anggota karang taruna Desa Sukoharjo.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Sragen, Dwi Aryani menyampaikan terima kasih atas penyambutan dan penerimaan kunjungan perpustakaan di Desa Sukoharjo ini,

“Kunjungan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para pengelola perpustakaan di desa-desa se-Kabupaten Sragen maka dari itu kita mengajak 50 orang pengelola perpustakaan desa dan pendamping untuk melihat secara langsung pengelolaan perpustakaan di Desa Sukoharjo dan juga melihat kondisi serta dukungan pemerintah setempat dalam pengelolaan Perpustakaan Desa Sukoharjo ini,” urai Dwi.

Disampaikan Dwi, di Sragen ada 200 desa lebih namun belum semua desa mampu mengelola perpustakaan desa. “Dengan kunjungan ini semoga bisa menimba ilmu dan mengembangkannya di desanya masing masing untuk ke depan,” tambahnya.

Pengelola Perpustakaan Desa Sukoharjo, Lastikawati memaparkan bahwa Perpustakaan desa Sukoharjo menjadi Juara Nasional II bukanlah hal yang instan. “Sejak tahun 2014 dirintis oleh perangkat desa lalu tahun 2015 mulai melibatkan karang taruna dan pemerhati perpustakaan sehingga terus meningkat partisipasi masyarakatnya dan dapat dukungan dari pemerintah desa sehingga perpustakaan ini disengkuyung berbagai pihak beberapa pilar antara lain Pemerintah Desa, masyarakat, dan keluarga terutama sekolah disekolah desa Sukoharjo,” terang Lastikawati.

Ditambahkannya, ada beberapa inovasi di perpustakaan ini antara lain kantin pojok baca, tempat khusus untuk Gernas Baku atau Gerakan Nasional Baca Buku yang melibatkan bunda paud dan TK, serta ibu wali siswa, pun sistem pinjaman sudah otomatis secara online sehingga mempercepat pelayanan.

Kepala Desa Sukoharjo, Hadi Subronto mengatakan bahwa dukungan anggaran setiap tahun terus ditingkatkan sesuai kebutuhan riil dalam pengelolaan perpustakaan. “Contoh dulu memakai mobil donatur dari masyarakat untuk keliling dusun dan sekolah. Tahun ini diberikan mobil baru untuk perpustakaan dalam semester II nanti ini dukungan dari dana desa yang telah disetujui,” kata Hadi.

Hadi menggarisbawahi bahwa keterlibatan pemerintah desa, masyarakat, sekolah, dan stakeholder yang lain menjadikan Perpustakaan Desa ini berkembang dan terus maju. “Yang terpenting ada kata kuncinya yaitu niat yang tulus dan motivasi pengelola pun dukungan masyarakat itu yang terpenting,” tandasnya. (Suripto)




Gugus Paud VI Desa Sukoharjo Wakili Ngaglik Maju Lomba Tingkat Kabupaten

Ngaglik- Selasa (24/4), TK Lestari, Dusun Siwil, Sukoharjo menjadi pusat kunjungan Tim Penilai Gugus Paud Kabupaten Sleman yang diketuai oleh Winarsih.

Sebelum mengevaluasi kegiatan Gugus Paud VI, Tim Penilai diterima langsung oleh Camat Ngaglik Subagya. Dalam kata sambutannya, Subagya menyampaikan terima kasih dan selamat datang kepada Tim Penilai Apresiasi Gugus Paud Kabupaten Sleman di Dusun Siwil ini.

Dalam penerimaan ini, hadir Muspika Kecamatan Ngaglik, Kepala UPT Pendidikan Ngaglik,  unsur kesehatan,  KUA, serta undangan lainnya.

Ada tiga titik kunjungan Tim Penilai yaitu TK Lestari Gugus Paud Inti, Gugus Paud Imbas I di TPA Amanah Mulia, dan Gugus Imbas II KB Cahaya Mulia.

Ketua Tim Penilai, Winarsih mengutarakan maksud dan tujuan diadakannya penilaian dan evaluasi apresiasi Gugus Paud adalah untuk  melihat dari dekat bagaimana kiprah pengelola Gugus Paud yang terdiri dari TK,  KB,  TPA dan SPSS.

“Ini perlu dievaluasi dan kegiatan evaluasi ini dilaksanakan setiap tahun, setelah evaluasi tingkat kecamatan dan dilanjutkan Kabupaten,” beber Winarsih.  Dikatakan Winarsih, yang dievaluasi yaitu KBM dari masing-masing Gugus, sarana dan prasarana pendukung program, manajemen Gugus maupun kegiatan unggulan, serta partisipasi masyarakat dan lingkungannya.

“Itu semua yang akan dinilai dan juga dampak terhadap lingkungannya setelah ada pembelajaran baik di Paud, KB, TK, SPSS dan juga TPA,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Gugus Paud VI Desa Sukoharjo, Rustiningsih sekaligus Kepala TK Lestari menyampaikan visi, misi, dan program baik jangka pendek dan jangka panjang serta kegiatan lain yang memperlancar program KBM serta dukungan dari pihak pemerintah, swasta dan partisipasi masyarakat yang perlu diapresiasi oleh pihak Gugus Paud VI Desa Sukoharjo.

“Atas dasar itulah maka Gugus Paud VI Desa Sukoharjo tetap maju, berkembang dan terus membangun demi kemajuan desa Sukoharjo dalam bidang pendidikan khususnya pendidikan usia dini,” kata Rustiningsih.

Setelah paparan dari Ketua Gugus Paud VI Desa Sukoharjo dilanjutkan kunjungan di masing-masing kegiatan dalam Gugus VI antara lain yang dilihat administrasi manajemen Gugus, Sarana Prasarana, perpustakaan, UKS TK Lestari, serta data partisipasi masyarakat serta KBM secara langsung. (Suripto)




Kirab Gunungan Hasil Bumi Meriahkan Merti Dusun Ngabean Kulon

Ngaglik – Sore itu Jumat (20/4), Padukuhan Ngabean Kulon diguyur hujan cukup deras. Dalam suasana yang demikian itu tidak menyurutkan niat warga Ngabean Kulon untuk mengadakan kegiatan merti dusun.

Berbagai hasil bumi dibentuk Gunungan diarak keliling kampung. Berbagai tetabuhan dibunyikan mengiringi kirab tersebut.

Dengan gagahnya Tri Yoga Ekatani memimpin bregada berwarna merah mengawali kirab. Diiringi musik Lokananta membuat suasana kirab lebih semarak. ” Kita libatkan semua warga masyarakat Ngabean Kulon untuk mengikuti kegiatan merti dusun tahun ini, 10 rt, 4 rw, dan pemerintah desa ” ujar Suparno, Ketua Panitia Merti Dusun Ngabean kulon.

Agenda dalam rangka Merti Dusun Ngabean Kulon tahun ini diawali dengan kerja bakti masal kemudian kirab budaya, upacara tradisional, pentas seni antar rt, bakti sosial, ziarah mantan tokoh, dan ditutup pagelaran wayang orang dengan lakon romonitik.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 15,20, dan 21 April 2018 di Halaman SMP dan SMK Piri Ngaglik, Sleman.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Sinduharjo Sudarja memberikan mengapresiasi atas kegiatan merti dusun di Padukuhan Ngabean Kulon ini. “Agar kegiatan ini dapat dilestarikan dan menjadi contoh padukuhan lainnya,” pesan Sudarja. (Suripto)




Tingkatkan Kapasitas dan Kompetensi Kader IMP

Ngaglik – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Sleman bekerjasama dengan BKKBN DIY menggelar Workshop IMP (Institusi Masyarakat Pedesaan) Kecamatan Ngaglik Siap Melaksanakan Gerakan Institusi Bangkit (GESIT), Selasa (17/4) di Kantor Kecamatan Ngaglik. Workshop ini dihadiri oleh 50 peserta kader IMP dari 6 desa se-Kecamatan Ngaglik. 

Sekretaris Camat, Purwati dalam sambutannya menyampaikan peran IMP yang sangat strategis. “Karena IMP adalah institusi yang paling bawah yaitu di tingkat desa, sehingga mengetahui persis kondisi dan situasi di wilayahnya masing masing,” tutur Purwanti.

Sementara itu, dalam paparan Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman yang disampaikan oleh Dwi Wiharyanti, menjelaskan terkait peran IMP di lapangan yang akhir-akhir ini dirasa kurang aktif.

“Dengan adanya Workshop IMP ini diharapkan menggugah semangat baru untuk menggerakkan kembali apalagi tenaga PKB tinggal beberapa orang tanpa didukung oleh keberadaan IMP dan program KB di lapangan bisa mengendor bahkan berhenti,” tutur Dwi.

Oleh karena itu, Dinas P3AP2KB dan BKKBN DIY berupaya untuk bisa mengadakan Workshop IMP ini bagi setiap kecamatan di Kabupaten Sleman 2 kali dalam setahun. Hal ini untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan kompetensi kader IMP baik di tingkat kecamatan maupun Desa se-Kecamatan Ngaglik. (Suripto)