Puskesmas Ngemplak Selenggarakan Workshop Percepatan Penanggulangan Stunting

Ngemplak – Camat Ngemplak, Siti Wahyu Purwaningsih menyampaikan sambutannya terkait upaya dan solusi terbaik tentang pencegahan dan penanggulangan stunting di wilayah Kecamatan Ngemplak, “Tidak hanya sektor kesehatan saja penanggulangan stunting ini, melainkan harus lintas sektoral,” ujar Siti di ruang Ramayana Hotel Buena Colombo, Kamis (20/02/2020). Siti Wahyu Purwaningsih menjelaskan bahwa program ini menjadi bagian dalam pemberdayaan masyarakat desa yang digerakkan secara bersama-sama baik dari unsur Muspika, organisasi perangkat daerah (OPD) seperti Dinas Pertanian, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas P3AP2KB dan lainnya.
Kesadaran dan kepedulian masyarakat perlu terus ditingkatkan utamanya pencegahan dan penanggulangan stunting. Langkah selanjutnya yang dilakukan Kecamatan Ngemplak yaitu menandatangani Surat Keputusan (SK) percepatan penanggulangan stunting sebagai tindak lanjut dari terbitnya Peraturan Bupati (Perbup) Sleman tentang Program Percepatan Penanggulangan Balita Stunting No. 27 tahun 2019. Berdasarkan Perbup tersebut, Sungkawati dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa menjelaskan, bahwa dana desa dapat dialokasikan dalam penanggulangan stunting.
Menurut Nurhastiani, Kepala Puskesmas Ngemplak II, bahwa Puskesmas Ngemplak telah melakukan berbagai program sebagai antisipasi dari stunting, seperti penyuluhan dan konseling, edukasi persiapan pernikahan, program ibu hamil, program ASI eksklusif hingga program pemberian makanan bayi dan anak (PMBA). “Pendampingan dalam pelaksanaan atas dikukuhkannya SK Kecamatan dan SK Desa menjadi prioritas Puskesmas Ngemplak I dan II”, imbuhnya.
Wisnu Murtiyani, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat yang hadir sebagai salah satu narasumber workshop menyampaikan agar pelaksanan, gerakan ajak menimbang cegah dan atasi stunting (Gambang) benar-benar dilaksanakan prosedurnya dengan baik. Kabupaten Sleman merupakan Kabupaten dengan indeks angka stunting yang rendah sekitar 8℅, sementara DIY masih sekitar 25℅ dan Indonesia 30,8 ℅. Rendahnya Indeks stunting di Sleman merupakan buah upaya dari sinergi dan sikap guyup rukun dalam pelasanaanya, Wisnu Murtiyani menambahkan.
Workshop ini dimoderatori oleh Seruni Anggreni yang sekaligus menjabat sebagai Kepala Puskesmas Ngemplak I. Kegiatan yang diikuti oleh 25 peserta se-Kecamatan Ngemplak ini terdiri atas kepala desa, perangkat desa, kader desa, kantor urusan agama, kepala sekolah, pos Kesehatan desa, Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dan unsur Muspika.
Di akhir sesi acara dilaksanakan penandatangan SK percepatan penanggulangan stunting dan penandatangan komitmen bersama, “Penanggulangan Masalah Prioritas Nasional Kecamatan Ngemplak”. (Nuradi/KIM Ngemplak)



