Desa Wedomartani Dukung Penuh Olahraga Bola Voli

Ngemplak – Pemerintah Desa Wedomartani, Kecamatan Ngemplak meresmikan klub bola voli Bintang Utara di RM Kopi Gajah, Jalan Kaliurang, Selasa (28/05/2019). Acara yang dihadiri oleh Sekretaris Umum PBVSI Sleman, Ahmad Suryono ini sekaligus merilis logo klub bola voli Bintang Utara.

“Sebenarnya Bintang Utara ini adalah wajah baru namun stok lama, karena sudah lama berkiprah di dunia olahraga DIY khususnya wilayah Sleman, akan tetapi sempat vakum karena dulu masih dikelola secara mandiri dan bisa dikatakan tradisional,” ujar Ahmad Suryono. Diharapkan dengan dirilisnya manajemen dan logo baru ini, Bintang Utara bisa dikelola secara profesional sehingga bisa lebih maju dan berprestasi.

Dalam sambutannya Kepala Desa Wedomartani, Teguh Budianto juga menyampaikan harapannya seiring dengan hadirnya kepengurusan baru Bintang Utara. “Semoga bisa menampung dan memfasilitasi bibit-bibit unggul dalam cabang olahraga bola voli di wilayah Sleman, minimal wilayah Wedomartani, Ngemplak dan sekitarnya, sehingga bisa berprestasi dan membawa nama harum Sleman dan Wedomartani khususnya,” ujar Teguh Budianto.

Bintang Utara adalah klub bola voli yang berdiri sejak 1985
dan dulu sangat aktif mengikuti turnamen di DIY. Mereka rajin mengikuti
turnamen-turnamen meski harus patungan mengumpulkan dana.

Untuk sekarang Bintang Utara didukung pendanaannya oleh pemerintah Desa Wedomartani, bahkan masuk dalam penganggaran desa. Selain itu, pemerintah desa menunjukkan keseriusannya dengan menyediakan lapangan desa yang baru dan fasilitas lainnya. Ini dilakukan pemerintah Desa Wedomartani untuk memberikan dorongan dan semangat bagi pegiat bola voli terutama generasi mudanya.

Dalam acara peresmian ini, selain buka puasa bersama juga dijadikan ajang reuni pemain-pemain senior dan veteran Bintang Utara. Kehadiran mereka diharapkan membawa semangat dan aura positif bagi Bintang Utara. (KIM Ngemplak/Bibit)




Karang Taruna Parikesit Gelar Ramadan Fest #1

Ngemplak – Untuk
menyemarakkan bulan suci Ramadan, karang taruna Parikesit dari Desa Wedomartani
mengadakan rangkaian acara yang bertajuk ‘Ramadan Fest #1’.  Ini merupakan kegiatan pertama yang
diselenggarakan oleh karang taruna Parikesit dalam masa kepengurusan yang baru.

Ramadan Fest #1 digelar mulai 7 Mei hingga 27 Mei dan telah dibuka oleh Camat Ngemplak, Siti Wahyu Purwaningsih, didampingi oleh Kepala Desa Wedomartani, Teguh Budianto. Dalam sambutannya Siti mengatakan karang taruna sangat dibutuhkan oleh masyarakat, karena karang taruna adalah dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat. Siti juga sangat mendukung acara-acara seperti ini karena melibatkan langsung masyarakat sekitar, apalagi guna mengisi kegiatan positif di bulan Ramadan.

Selain Pasar Ramadan yang digelar di lapangan Desa Wedomartani, salah satu rangkaian Ramadan Fest #1 adalah lomba menggambar antar Taman Pendidikan Alquran (TPA) se-Wedomartani yang digelar Sabtu (18/05/2019) di pendopo kantor Desa Wedomartani. Lomba menggambar ini diikuti oleh 30 anak dari TPA se-Wedomartani dan memperebutkan hadiah berupa sertifikat, uang pembinaan, dan bingkisan. Duduk sebagai dewan juri dalam lomba menggambar ini Sekretaris Desa Wedomartani R. Rohmad Gunawan Hardono, Bibit Widayoko sebagai praktisi seni dan Muthiah Rasyidah dari karang taruna Parikesit.

Muthiah Rasyidah yang juga ketua karang taruna Parikesit ini menyampaikan alasannya menggelar Ramadan Fest #1 di Desa Wedomartani. “Selain untuk menambah semangat anak-anak TPA di Desa Wedomartani, karang taruna Parikesit juga memberanikan diri dan belajar mengemas sebuah kegiatan yang kebetulan jatuh di bulan yang baik ini,” imbuh Muthiah Rasyidah. Selain lomba menggambar ini, nanti pada tanggal 27 Mei juga akan diadakan lomba mewarnai anak untuk anak-anak TPA se-Wedomartani, sekaligus menutup rangkaian acara Ramadan Fest #1 ini.(KIM Ngemplak/Bibit Widayoko).




Relawan Wedomartani Siap Bantu Stop Narkoba dan Kekerasan Terhadap Anak

Ngemplak – Maraknya kasus penyalahgunaan narkoba dan kekerasan terhadap anak menginspirasi Desa Wedomartani untuk memberikan Peningkatan Kapasitas Relawan Desa untuk turut mendukung kerja Satgas Anti Narkoba dan Perlindungan Anak di Desa Wedomartani. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Desa Wedomartani Teguh Budiyanto, Jumat (29/3/2019) di Balai Desa Wedomartani, Ngemplak.

Desa
Wedomartani sendiri telah memiliki Satgas Anti Narkoba Wedo Waspada dan Satgas
Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), yang mana sedang gencar melakukan
sosialisasi Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) di 25 padukuhan.
Dari hasil sosialisasi itu masih banyak didapati hak sipil anak yang belum
didapatkan, yakni kepemilikan akte kelahiran. Karenanya Pemerintah Desa
Wedomartani menggandeng Relawan Desa untuk meningkatkan perannya terhadap
masalah penyalahgunaan narkoba dan perlindungan hak anak.

Hadir
sebagai narasumber, Eko Prasetyo dari Jogja Home Care dan Nyadi Kasmorejo dari
Yayasan Lembaga Perlindungan Anak Yogyakarta.

Menurut
Nyadi untuk menjadi Desa Ramah Anak, Wedomartani harus dapat memenuhi lima
klaster hak anak. Pertama, hak sipil dan kebebasan, kedua lingkungan keluarga
dan pengasuhan alternatif, ketiga kesehatan dan kesejahteraan dasar, keempat
pendidikan, waktu luang dan kegiatan seni budaya, kelima perlindungan khusus.

Sementara
Eko Prasetyo lebih banyak menyampaikan tentang ciri-ciri pengguna narkoba. Hal
ini agar satgas dalam tugasnya dapat melakukan penanganan dengan tepat agar
justru tidak menjadi korban kejahatan pengguna narkoba. “Pada akhirnya semua
akan dikriminalisasikan karena penyalahgunaan narkoba dan supaya terhindar
hendaklah relawan dapat melaporkan pada pengguna narkoba pada BNN, atau lembaga
yang menangani rehabilitasi ketergantungan terhadap narkoba sebelum menjadi
kasus hukum,” tuturnya. (Bibit W)




Tokoh Lintas Agama Deklarasikan Pemilu Damai

Ngemplak
– Tokoh lintas agama di Desa Wedomartani Kecamatan Ngemplak Kabupaten Sleman,
pada Sabtu (16/3/2019) mengadakan Dialog Lintas Agama yang difasilitasi oleh
Pemerintah Desa Wedomartani. Hadir sebagai narasumber Ahmad Sidqi dari KPUD
Yogyakarta dan H. Sukirno, sebagai tokoh lintas agama.

Dalam
pemaparannya Sukirno menyampaikan bahwa perbedaan merupakan fitrah atau sunatullah yang jika dikelola dengan
baik akan menjadi modal dasar pembangunan suatu negara.

“Pemilu
merupakan sarana untuk mencari pemimpin-pemimpin bangsa yang amanah sehingga
harus disikapi secara dewasa. Sebagai warga negara dan umat beragama hendaklah
menggunakan hak pilihnya dengan penuh tanggung jawab,” kata Sukirno.

Sementara Ahmad Sidqi, menggambarkan tentang sistem pemilu yang cukup rumit. Disampaikannya, ada beberapa potensi kerawanan yang antara lain disebabkan oleh proses penghitungan.  

“Proses
perhitungan ini harus bisa selesai pada tanggal 17 April di tingkat KPPS
sementara dalam sebuah simulasi yang pernah dilakukan oleh KPUD bahwa proses
pemungutan dan penghitungan suara baru dapat selesai jam WIB. Belum lagi
jika ada yang komplain dari saksi serta wajah-wajah baru dari anggota KPPS yang
relatif belum berpengalaman,” ujarnya.

Masalah
kedua, berkembangnya media sosial yang banyak menyampaikan propaganda dengan
berita bohong (hoax) ujaran kebencian (hate
speech
) maupun fitnah.

“Merujuk
salah satu lembaga survei bahwa 91,8 % media sosial tentang politik, 88,6 %
tentang SARA. Sedangkan masyarakat kita senang dengan informasi yang diyakini
sebagai kebenaran dan bukan kebenaran yang berdasarkan data, yang disebut
sebagai teori pos truk,” lanjut Ahmad.

Dalam
dialog tersebut melahirkan 6 butir deklarasi damai, yakni  mendukung penyelenggara pemilu untuk
melaksanakan tugasnya dengan seadil-adilnya dan sejujur-jujurnya, menolak
segala bentuk kampanye provokatif dengan berita bohong (hoax), ujaran kebencian
(hate speech), fitnah dan sebagainya
dengan menggunakan media apapun,  mendorong
kepada masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya secara rasional dan
bertanggung jawab, mendorong kepada lembaga pemantau dan pengawas pemilu untuk
melaksanakan fungsinya sebagaimana peraturan yang ditetapkan, menjaga dan
menciptakan suasana masyarakat yang rukun dan aman untuk mewujudkan pemilu yang
demokratis dan damai, serta siap menerima hasil pemilu yang ditetapkan secara
sah oleh penyelenggara pemilu. (Bibit W)




Kiprah BKM Sedyo Makmur Desa Wedomartani dalam Bidang Ekonomi dan Pembangunan

Ngemplak – Rembug Warga Tahunan (RWT) merupakan sarana untuk penyampaian laporan pertanggungjawaban, program kerja, dan RAB satu tahun berikutnya. Karenanya, pada Kamis (20/12/2018) bertempat di Balai Desa Wedomartani, BKM Sedyo Makmur Desa Wedomartani menyelenggarakan RWT tersebut.

Acara tersebut dihadiri oleh Camat Ngemplak, Kepala Desa Wedomartani, perwakilan dari BPD, LPMD, PKK, Pamong Desa, Kepala Dukuh se-Desa Wedomartani, anggota BKM, perwakilan dari KSM yang ada di Desa Wedomartani, serta fasilitator.

Dalam sambutannya Camat Ngemplak, Siti Wahyu Purwaningsih mengucapkan terima kasih dan memberi apresiasi kepada BKM. Di usia 11 tahun BKM, ternyata BKM masih eksis dan berkembang. Ini terbukti BKM dapat berkiprah dalam bidang ekonomi dan pembangunan, contohnya sedikit banyak mengurangi angka kemiskinan dan melakukan pemugaran rumah tidak layak huni.

“Sampai saat ini modal atau kekayaan BKM sudah mencapai hampir 600 juta rupiah dengan jumlah KSM 74 kelompok,” beber Siti.

Sementara itu, Koordinator BKM, Lagiman melaporkan hasil pembangunan yang dilaksanakan di RT 1 Padukuhan Blotan yang semula merupakan wilayah kumuh sekarang sudah tertata rapi dan bahkan ke depan bisa dijadikan destinasi wisata dan area outbond.

“Ini karena lokasinya yang dekat sungai serta udara yang sejuk serta air sungai yang jernih,” tutur Lagiman.

Rembug Warga Tahunan tahun 2018 diakhiri dengan harapan dari Lagiman mewakili anggota bahwa tahun 2019 nanti masa bakti pengurus tahun 2018 akan berakhir dan berharap generasi muda bisa ikut ambil bagian dalam pengelolaan BKM di tahun selanjutnya.  (Sg R)