Wedomartani Belajar Kelola Dana Desa dari Sukapura, Probolinggo

Ngemplak – Pemerintah Desa Wedomartani, Ngemplak melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (22/9/2018). Kegiatan ini berlangsung dalam rangka peningkatan kapasitas kerja dan fungsi aparat desa seperti dalam UU nomor 6 tahun 2014, yang disampaikan oleh Kepala Desa Wedomartani, Teguh Budianto.
Kunjungan kerja ini diikuti oleh Pemdes Wedomartani beserta jajarannya, BPD sampai ke perangkat dusun, pengurus PKK hingga bidan desa dan juga satgas yang ada, termasuk perwakilan linmas dan karang taruna desa.
Dalam kunjungan kerja ini, rombongan diterima oleh Kasi Pembangunan Kecamatan Sukapura, Hasim dan Kades Sukapura, Budi Cahyono.
Selain silahturahmi, kunjungan disampaikan oleh Kades Wedomartani Teguh Budianto dimaksudkan untuk belajar perihal tata kelola dana desa. “Walaupun pasti ada beberapa aturan yang tidak sama antar pemerintah, minimal kami bisa belajar dalam penyusunan rencana kegiatan yang berkenaan dengan pembangunan yang memakai dana desa, baik pembangunan fisik maupun nonfisik, perihal pemberdayaan masyarakat,” bebernya.
Ditambahkan Teguh, melalui kunjungan ini rombongan berharap dapat belajar mengenal potensi daerah wisata di Sukapura, mengingat Sukapura merupakan daerah penyangga wisata Gunung Bromo. “Sebab Wedomartani juga sedang mempersiapkan program wisata desa yang berbasis budaya,” ungkap Teguh.
Dalam sambutannya Kasi Pembangunan Kecamatan Sukapura, Hasim, mengatakan sangat gembira dan merasa tersanjung atas kunjungan ini. “Selain wisata alam Gunung Bromo kami juga punya wisata Air Terjun Madakaripura,” katanya.
Kecamatan Sukapura sendiri disampaikan Hasim berbatasan dengan Kabupaten Lumajang, Malang, dan Pasuruhan. Kecamatan yang beribukota di wilayah desa Sukapura ini terdiri dari 12 desa.
Sementara itu Kades Sukapura, Budi Cahyono, mengatakan bahwa penggunaan dana desa di wilayahnya salah satunya adalah untuk pembangunan fisik berupa pengadaan peralatan air bersih untuk masyarakat. Mengingat apabila musim kemarau banyak warga kekeringan dan harus mengambil air bersih di mata air yang jaraknya sekitar 1,5 hingga 2 kilometer, terutama di Dusun Ngadas dan Jetak. “Hal inilah yang menyebabkan Desa Sukapura masuk nominasi dalam pemberian penghargaan dari Kementerian Desa tahun 2017 tentang penggunaan dana desa,” cerita Budi.
Salah satu kunci dalam penggunaan dana desa dikatakan Budi adalah transparan dalam penggunaannya karena dipantau oleh masyarakat. “Adapun kegiatan yang berkenaan dengan kepemudaan, kami sedang fokus dengan kegiatan olahraga, salah satunya cabang bola voli. Kebetulan saat ini sedang ada turnamen Karo Cup yang diselenggarakan oleh Suku Tengger. Kami support lapangannya, masyarakat yang mengelola dan menyelenggarakan,” tutupnya. (Bibit W)



