Seleksi PLAPD Cabor Catur di Sleman, Mempersiapkan Atlet Unggulan Menuju POPDA 2025

Sleman – Seleksi Pusat Latihan Atlet Pelajar Daerah (PLAPD) untuk cabang olahraga (cabor) catur berlangsung pada 26-27 Oktober 2024 di Aula Bappeda Kabupaten Sleman. Acara ini diikuti oleh atlet catur pelajar dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama se-Kabupaten Sleman.

Seleksi kali ini menggunakan sistem Swiss dengan 4 babak untuk kategori putra dan sistem setengah kompetisi dengan 3 babak untuk kategori putri, sesuai peraturan catur standar dengan waktu pikir 30 menit dan increment 30 detik.

Menurut keterangan Ahmad Ridlo selaku Pimpinan Turnamen bahwa seleksi PLAPD yang diadakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Sleman ini bertujuan untuk pembinaan dan persiapan menghadapi pekan olahraga pelajar daerah (POPDA 2025).

“Atlet catur siswa-siswi pelajar yang berasal dari tingkat sekolah dasar dan tingkat sekolah menengah pertama Se-Kabupaten Sleman. Adapun kurun waktu PLAPD  hingga akhir Desember ini,” ungkapnya, Minggu (27/10/2024)

Dispora Sleman menjalin kerjasama dengan Percasi Kabupaten Sleman dalam setiap kegiatan pembinaan dan kompetisi. Dukungan dari pengurus Percasi Kabupaten Sleman yang diketuai oleh Sutapa sangat berperan dalam kelancaran PLAPD ini. Terlebih cabang olah raga catur ini sangat membanggakan Kabupaten Sleman karena saat  PON yang diselenggrakan di Aceh beberapa waktu lalu, pelajar asal Sleman atas nama Shafira Devi Herfesa dapat menyumbang perolehan medali emas hingga membawa nama harum DIY.

“Ini adalah bukti keberhasilan PLAPD  Kabupaten Sleman yang telah dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya,” ujar Handoko, Kepala Bidang Pembinaan Olahraga Dispora Sleman saat meninjau PLAPD.

Menurutnya, cabang olahraga catur ini harus terus ditingkatkan pembinaannya karena Sleman mempunyai Sumber Daya Manusia yang sangat memadai karena memiliki pelajar yang sangat potensial.

“Apalagi ditopang dengan kinerja kepengurusan Percasi Kabupaten Sleman yang sangat progresif,” tukasnya.

“Kabupaten Sleman saat ini memiliki atlet-atlet handal cabor catur yang sudah memiliki capaian kejuaraan baik  tingkat DIY, nasional, bahkan Internasional,” pungkas Handoko.

Pada seleksi ini, terdapat beberapa atlet seeded yang secara otomatis terdaftar sebagai atlet PLAPD dan menjadi bagian dari tim POPDA, sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Atlet-atlet tersebut adalah Atlet seeded  Putri yang terdiri dari Shafira Devi Herfesa ,Shifania Aulia Cahyono, Salsabila Berlian Herfesa, Chavi Elisha Egbert Dawn. Sementar Atlet seeded  Putra adalah Zendhy Afriyansyah.

Adapun Hasil Peringkat 1 hingga 3 Seleksi PLAPD yaitu untuk Kategori Putri adalah Kinara Anindya Atha, Vira Yuliana, Shaholaw PrinzhaHerfesa dari keseluruhan ada empat atlet. Kategori Putra terdiri dari Adimas Satya Nugroho, Bagus Putra Prasetya, Dika Arya Pratama dari keseluruhan ada 9 atlet. (Nuradi-KIM Ngemplak)




Piknik Keluarga ke Amerika, Sarana Dialog Budaya Siswa NSLI-Y di Ngemplak Sleman

Sleman – Taman Bacaan Masyarakat Mata Aksara menerima kunjungan 16 siswa dari Amerika Serikat yang tergabung dalam program National Security Language Initiative for Youth (NSLI-Y), Selasa (30/07/2024). Keenambelas siswa itu disambut dengan tari pembuka dan geguritan. Sambutan yang kental dengan nuansa Jawa, menjadi pembuka perkenalan saudara dari dua benua ini.

Hadirnya siswa NSLI-Y dan 16 keluarga di Mata Aksara, didesain dalam kegiatan “Piknik Keluarga ke Amerika Serikat”. Kegiatan ini berupa dialog budaya antara siswa NSLI-Y dan keluarga Mata Aksara. Tiap keluarga beranggotakan antara 2 sampai 4 orang, yang mana masing-masing keluarga setidaknya terdiri dari ibu dan satu orang anak.

Pengelola Mata Aksara, Nuradi Indra Wijaya menyampaikan bahwa ini adalah tahun ketiga diselenggarakan kegiatan serupa. “Tahun ini para ibu dilibatkan secara aktif untuk berdiskusi dengan siswa dari Amerika,” tuturnya.

“Tentu dimaksudkan agar Ibu bisa menjadi model bagi putra-putrinya, bahwa belajar tidak mengenal usia. Semangat belajar sepanjang masa ini diharapkan terbawa dalam lingkup pengasuhan keluarga,” sambung Nuradi.

Pada lima kelompok kecil yang beranggotakan 3 sampai 4 siswa NSLI-Y, mereka berdiskusi dengan 3 sampai 4 keluarga. Pertemuan ini dimaksudkan sebagai ajang bertukar cerita tentang budaya di Indonesia dan Amerika.

Di mana, siswa NSLI-Y berbagi cerita tentang sekolah, makanan, suasana, dan budaya di Amerika. Begitupun keluarga Indonesia menceritakan aneka budaya Indonesia.

Seorang siswa dari Massachusetts, Quyen menyampaikan kegiatan ini merupakan acara yang luar biasa.  “Kami biasanya belajar budaya Indonesia, sehingga ketika kami diberi kesempatan berbagi tentang budaya dan kehidupan kami di Amerika, kami merasa senang bisa berdiskusi,” tandasnya.

Hadirnya 16 siswa NSLI-Y untuk belajar bahasa Indonesia selama enam minggu ini, pada akhirnya menjadi pembuka banyak hal. Ibu Dian yang mengajak dua putrinya menyampaikan, “Saya dan anak-anak merasa senang bisa bertukar cerita. Meski anak-anak masih malu, pertemuan ini membuka semangat mereka. Putri saya, Amabelle suatu saat ingin ke Amerika,” ungkapnya.

Program NSLI-Y yang diselenggarakan oleh Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, dan di Indonesia bekerja sama dengan Yayasan Bina Antarbudaya. Kegiatan  ini diharapkan bisa menjadi jembatan tumbuhnya persahabatan dan persaudaraan antara warga Amerika Serikat dan warga Indonesia.  (Nuradi/KIM Ngemplak).




Forkom UMKM Kapanewon Ngemplak Dikukuhkan

Ngemplak- Panewu Kapanewon Ngemplak melantik sekaligus mengukuhkan pengurus forum komunikasi UMKM Kapanewon Ngemplak periode 2024 – 2027 pada Jumat (14/6/2024) di Pendopo Kapanewon Ngemplak.

Dalam sambutannya, Panewu Ngemplak Dakiri menyampaikan Forkom UMKM harus segera ada seperti yang diamanatkan dalam Peraturan Bupati Sleman No. 49 Tahun 2022 tentang Pedoman Pembentukan Forum Komunikasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah.

“Dengan pengukuhan kepengurusan Forkom UMKM Kapanewon Ngemplak menjadi solusi dan wadah yang resmi untuk menampung anggotanya yaitu pelaku UMKM agar bisa memajukan UMKM yang ada di  Kapanewon Ngemplak, oleh karenanya pengurus Forkom UMKM Ngemplak hari ini harus segera dikukuhkan,” ujar Dakiri.

Pelantikan dan Pengukuhan dilakukan oleh Panewu Kapanewon Ngemplak berdasarkan Surat Keputusan Tentang Pengurus Forum UMKM Kapanewon Ngemplak periode 2023 sd 2027.

Sony, Ketua Forkom UMKM Sleman menambahkan bahwa mengemban amanah menjadi pengurus Forkom UMKM merupakan tugas yang berat, namun dengan semangat gotong royong diharapkan soliditas kepengurusan akan terus terpupuk dan terbina.

“Bagaimana mengedepankan kepentingan pelaku UMKM untuk sukses membangun usahanya,” ujar Sony yang dalam kesempatan tersebut juga memperkenalkan aplikasi pendataan keanggotaan Forkom UMKM Sleman “SiData4kom”.

Sementara itu  Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo berpesan agar pengurus mengikhlaskan waktunya untuk membantu reka-rekan sesama pelaku UMKM.

“Agar bisa terus berjalan dan yang tak kalah penting adalah pemasaran,” tukasnya.

Dirinya juga berharap pelaku UMKM di Kapanewon Ngemplak harus bisa memanfaatkan teknologi informasi untuk menjawab tantangan global saat ini yang semuanya serba digital.

“Pemasaran harus menggunakan platform digital sehingga bisa menjangkau pasar yang lebih luas dengan tentunya harus mengedepankan kualitas yang prima,” pungkas Kustini. (Nuradi-KIM Ngemplak)




Kejuaraan Catur Kabupaten Sleman Lahirkan Atlet Berbakat Masa Depan

Sleman – Percasi Kabupaten Sleman menggelar Kejuaraan Catur Kabupaten (KEJURKAB) Sleman tahun 2024. Mengulang kesuksesan tahun lalu animo peserta yang turut dalam kejuaraan tembus lebih dari 200 atlet. Penjaringan kepesertaan dilakukan ketat  sesuai dengan syarat dan ketentuaan yang diberlakukan oleh panitia pelaksana kejuaraan yaitu merupakan warga Kabupaten Sleman dengan menunjukkan bukti Kartu Keluarga agar benar-benar dapat dipastikaan kewargaannya. Hal ini sebagai bukti keseriusan Percasi Sleman untuk menggali bibit daerahnya.

Ajang Kejurkab yang berlangsung selama dua hari Sabtu dan Minggu tanggal 24 – 25 Mei 2024 ini diikuti oleh sebanyak  210 atlet catur Sleman yang terdiri dari kategori Junior Putra dan Junior Putri dengan kelas A-G sebanyak 136 atlet dan kategori Senior Terbuka sebanyak 74 atlet. Pelaksanaan kompetisi berlangsung di aula Bappeda Sleman untuk kategori Junior Putra/Putri dan Gedung Op Room Pemkab Sleman untuk kategori Senior Terbuka.

Ketua Umum Pengkab Percasi Sleman, Sutapa menyampaikan bahwa agenda Kejurkab ini bertujuan untuk menggali bibit catur yang ada di wilayah Sleman.

“Dengan melaksanakan Kejurkab ini diharapkan dapat menjaring dan memunculkan atlet-atlet pecatur muda di Sleman,” ujarnya saat memberikan sambutan.

Percasi Kabupaten Sleman sangat serius memajukan cabang olah raga catur karena memiliki sumber daya manusia yang sangat potensial dan memadai. “Agenda Kejurkab yang dilaksanakan tiap tahun menjadi langkah yang sangat strategis untuk memetakan bagaimana ke depan Kabupaten Sleman memiliki atlet-atlet catur muda yang handal mewakili Kabupaten Sleman dalam kejuaraan tingkat daerah maupun nasional. Sekaligus untuk mempertahankan juara umum Kejurda Catur tahun 2024 mendatang,” Sutapa menambahkan.

Ranting Percasi Sleman, juga klub-klub catur yang ada di wilayah Sleman dilibatkan secara aktif dalam penyelenggaraan Kejurkab Catur tahun ini, dan sungguh menggembirakan hampir dari 17 ranting Percasi dan klub mengirimkan atletnya mengikuti Kejurkab kali ini.

”Kami melibatkan pengurus Percasi Ranting  di tujuh belas kapanewon, baik sebagai panitia maupun narahubung yang ada di wilayahnya masing-masing, dan sungguh menggembirakan animo peserta yang mendaftar dalam Kejurkab ini,” ungkap Ilham selaku Ketua  Panitia Pelaksana. (Nuradi- KIM Ngemplak)




Karang Taruna se-Kalurahan Widodomartani Gelar Lomba Olahraga Tradisional

Ngemplak – Karang Taruna Padukuhan Se Kalurahan Widodomartani, Kapanewon Ngemplak mengikuti lomba olahraga tradisional, Jumat (29/9/2023). Lomba diselenggarakan sore hari di kawasan Edo Wisata, Karanganyar.

Jenis olahraga tradisional dibawah binaan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) yang dilombakan meliputi Gobagsodor, Bakiak dan Egrang, ketiga termasuk olahraga rekreasi.

Lomba dibuka Lurah Widodomartani Heruyono didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Yuli Astuti dan Ketua Kalurahan Budaya Subarjo. Mengawali  sambutannya Heruyono mengapresiasi Karang Taruna yang dengan suka rela menginisiasi kegiatan lomba.

“Apa yang dilakukan Karang Taruna Sesuai gagasan pemerintah Kalurahan Widodomartani untuk mengangkat kembali, mengembangkan dan melestarikan olahraga maupun permainan tradisional,” ungkap Heruyono.

Lebih lanjut Heruyono berharap, dengan diselenggarakannya lomba olah raga tradisional dapat dijadikan ajang mempererat kesatuan dan persatuan generasi muda, selain itu memperkokoh keberadaan Karang Taruna sebagai garda pembinaan remaja dan pemuda. “Semoga Karang Taruna makin kompak dan berjaya dengan karyanya,” pungkas Heruyono.

Sementara itu, pak Sus panggilan akrabnya Kamituwa Widodomartani menuturkan, panitia memberikan apresiasi kepada para pemenang dalam bentuk piala dan uang pembinaan.

“Kegiatan serupa direncanakan akan dilaksana secara berkala dikawasan Edo Wisata. Tetapi tidak menutup kemungkinan masyarakat memanfaatkan area secara mandiri diluar agenda panitia. Yang penting kawasan Edo Wisata bisa dimanfaatkan untuk masyarakat, termasuk pelaku usaha UMKM dan kegiatan kesenian,” tutupnya.

Dalam pelaksanaan lomba Jumat lalu, panitia didukung oleh sejumlah guru olahraga yang menguasai aturan permainan, sehingga lomba menggunakan aturan baku yang diharapkan nantinya dipahami oleh masyarakat. (Tri Joko S/KIM Kalasan)