Tumbuhkan Rasa Cinta Budaya Sejak Dini Lewat Gebyar PAUD

Ngemplak – Pemerintah Kalurahan Budaya Widodomartani, Kapanewon Ngemplak, bekerjasama dengan Forum PAUD  menggelar acara Gebyar PAUD, Jumat (29/9/2023) di Kawasan Edo Wisata Karanganyar, Widodomartani.

Ketua tim Penggerak PKK yang sekaligus Bunda PAUD Widodomartani Yuli Astuti, saat membuka dimulainya Gebyar PAUD mengatakan, kegiatan dimaksudkan untuk menumbuhkan rasa cinta budaya bagi anak anak serta mendorong kreatifitas lembaga, baik peserta didik, pendidik maupun pengelola lembaga.

 “Kami berharap kegiatan serupa tidak tergantung pada even even yang diselenggarakan oleh Kalurahan,” ujar Yuli.

Sementara itu, Sigit Nurrahmat Widodo salah satu panitia menuturkan bahwa kegiatan tahun ini diikuti sepuluh penampil meliputi TK IT Khalifah Center, KB IT Khalifah Center, KB AR-Raudah, SPS Makarti, TK PKK Widodo, RA Ki Ageng Wonolelo, TK Tunas Bhakti Ngalian. Selain itu juga RA Ar-Raudah serta KB Among Putra dan RA Ibnu Abbas.

Menurut Sigit, materi penampilan yang ada cukup bervariasi, dari klasih, modern, garapan sampai pada yang bernuansa religi.

Kegiatan Gebyar PAUD Merupakan kegiatan pembuka dari seluruh rangkaian Gelar Potensi yang diselenggarakan selama tiga hari.

Sementara itu Pendamping Kalurahan Budaya Anis Damayanti mengatakan, Kegiatan juga didukung dengan gelar potensi UMKM yang ada dan dibawah binaan Kalurahan Budaya Widodomartani. Materi produk UMKM sangat bervariasi, dari kerajinan, kuliner hingga batik. (Tri Joko S/KIM Kalasan)




Pamong Donoharjo Ziarahi Makam Pendahulu

Ngaglik – Memperingati Hari Jadi ke-75 Kalurahan Donoharjo, perangkat Kalurahan Donoharjo melakukan ziarah dan doa bersama di makam pamong dan lurah terdahulu yang telah meninggal dunia di makam Penen, Kalurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Jumat (23/6/2023).

Carik Donoharjo, Anang Patri Widyantoro mengatakan ziarah ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi Kalurahan Donoharjo. “Ziarah ini diselenggarakan untuk mendoakan para pamong yang telah berpulang, mengenang kembali jasa para pendahulu serta sebagai wahana pembelajaran bahwa setiap insan pasti akan kembali kepada Sang Pencipta,” terang Anang.

Ziarah dilakukan di makam seluruh mantan pamong yang tersebar di pemakaman Suruh, Balong, Karanglo, dan Nyamplung. Acara ziarah ini diisi dengan tabur bunga dan doa bersama.

Selain acara tabur bunga dan doa bersama di makam para pendahulu, rangkaian Hari Jadi Donoharjo ke-75 juga diisi dengan aneka lomba antar padukuhan yaitu lomba volly putra, lomba bulu tangkis, lomba catur, lomba senam, lomba mewarnai, serta lomba kesenian antar padukuhan.

Di samping itu juga diselenggarakan berbagai kegiatan di antaranya pengajian, misa, aneka pentas budaya seperti angguk, jathilan, gedrug, pentas musik, pameran UMKM, dan sebagai puncak acara diselenggarakan kirab budaya pada 16 Juli nanti dengan rute dari Kalurahan Karanglo lama menuju Balai Kencana Bakalan diakhiri di Balai Kalurahan Donoharjo. (Endarwati/KIM Ngaglik)




Membentuk Keluarga Literasi dengan Metode Read Aloud

Sleman – Dalam rangka merealisasikan program Gelari Pelangi, Pokja II Tim Penggerak  Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Sleman menyelenggarakan Pelatihan Read Aloud bagi Kader PKK pada Rabu (22/2/2023) di Aula Kapanewon Sleman, DIY.

Kegiatan ini diikuti oleh kader PKK Kabupaten Sleman Tengah yang meliputi wilayah dari Kapanewon Mlati, Sleman, Turi, Tempel, Pakem dan Ngaglik. Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman mengusung kegiatan literasi  untuk meningkatkan pengetahuan dalam keluarga melalui minat membaca buku dimulai dari anak usia dini. Diharapkan dengan keluarga yang literat akan membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Dalam sambutannya Ketua Tim Penggerak  PKK Kabupaten Sleman, . Sri Habsari  Suprobo Dewi menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya peningkatan pendidikan dalam keluarga agar literat sehingga menyejahterakan keluarga. Kegiatan literasi ini menyasar kader PKK sekabupaten Sleman dengan 3 kali pelatihan pada tanggal 15 dan 22 Februari juga tanggal 1 Maret 2023.

“Minggu lalu wilayah Sleman Barat, hari ini Sleman Tengah, dan Minggu depan menyasar untuk wilayah Sleman Timur”, jelasnya.

“Dalam pelaksanaan pelatihan ini kami bekerjasama dengan gerakan pemasyarakatan minat baca (GPMB) DIY dan Mata Aksara sebagai mentornya. Hal ini sejalan dengan tindak lanjut dari MoU yang ada”, imbuhnya.

Read Aloud adalah metode membaca dengan bersuara nyaring atau lantang sehingga bisa didengarkan oleh siapa saja dengan diikuti oleh intonasi lagu kalimat dan ekspresi mimik pembacanya. Dengan cara ini membaca menjadi lebih menyenangkan dan dapat memberikan kedekatan hubungan antara pembaca dan yang dibacakan.

Tri Akhmeriyadi selaku Panewo anom Kapanewon Sleman menyampaikan bahwa budaya baca haruslah dipupuk sejak dini dengan ditauladani oleh kedua  orangtuanya.

“Tidak hanya ibunya saja namun juga oleh bapaknya, tentunya bisa dengan metode read aloud yang akan dipelajari nanti.  Membacakan buku cerita diharapkan dapat lebih meningkatkan kedekatan perasaan Ibu dan anak sehingga keluarga menjadi lebih bahagia” ujar Tri sekaligus membuka pelatihan bagi kader PKK tersebut.

Sementara itu Nuradi Indrawijaya, mentor sekaligus Ketua GPMB DIY menjelaskan bahwa metode read aloud ini juga bisa digunakan untuk anak-anak belajar membaca, bahkan yang gemar membaca.

“Selain itu, read aloud juga melatih keterampilan menyimak, menambah kosa kata dan untuk membangun kedekatan antara orangtua dan anak,” ujarnya.

Heni Wardatur Rohmah  dari Mata Aksara selaku narasumber menjelaskan untuk bisa menguasai metode read aloud, ada tiga tahapan yang harus diperhatikan oleh orangtua yakni persiapan, saat memulai dan selama kegiatan, serta sesudah.

Tahap persiapan menyangkut empat hal yakni menetapkan tujuan pembacaan, memilih bahan bacaan, membaca kembali, dan merencanakan tanggapan. Kemudian tahapan kedua yaitu saat dan selama kegiatan dimulai dengan membaca informasi latar bacaan, memperhatikan intonasi, kecepatan, dan penekanan kata, serta melakukan interaksi gestur. Tahapan terakhir yakni sesudah, ditutup dengan kegiatan diskusi bersama peserta.

“Persiapan merupakan tahap terpenting dalam mempraktikan metode read aloud. Contohnya panjang teks dan bacaan yang nyaman untuk kita baca, menjadi pertimbangan penting dalam memilih bahan bacaan dan yang terpenting adalah tindakan nyata (action) berupa praktik membaca buku dalam keluarga di rumah,” jelas Heni.

Dalam kesempatan lain Gugun salah satu peserta manyatakan kesenangannya mendapatkan pelatihan read aloud ini.

“Senang mendapat pengalaman baru, diberi ilmu membacakan buku cerita dengan teknik yang menyenangkan sehingga nanti saat di rumah akan langsung praktik,” ujarnya.

Sementara itu, Mila Harda, Ketua Pokja II PKK Sleman berharap dengan pelatihan ini, para kader dapat memiliki pemahaman tentang teknik read aloud dan nantinya dapat langsung menerapkannya di dalam keluarga.

“Semoga pelatihan membaca nyaring ini dapat berkontribusi meningkatkan literasi membaca di Kabupaten Sleman,” pungkas Mila. (Nuradi-KIM Ngemplak)




Membekali Anggota KIM dengan Ilmu Jurnalistik

Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Lumintu Ngemplak menggelar pelatihan jurnalistik bagi anggotanya di Widodomartani, Ngemplak, Sleman, Kamis (16/2/2023). Pelatihan ini diikuti oleh sejumlah pemuda warga Ngemplak dan para staf kalurahan pengelola Sistem Informasi Desa (SID) di wilayah Kapanewon Ngemplak.

Peserta pelatihan mendapat materi pengantar jurnalistik, teknik menulis berita, dan fotografi jurnalistik yang disampaikan para praktisi media. Minta Harsana, Ketua KIM Lumintu Ngemplak mengatakan kegiatan pelatihan jurnalistik ini bertujuan mengaktifkan keberadaan KIM yang sudah terbentuk di beberapa kalurahan sekaligus mendorong terbentuknya KIM kalurahan yang belum ada.

“Lewat pelatihan ini dapat diperoleh bibit-bibit jurnalis muda, sehingga informasi yang dimiliki oleh kalurahan bisa terekspos dan lebih mengangkat potensi yang dimiliki oleh kalurahan,” ungkap Minta Harsana.

Panewu Anom Kapanewon Ngemplak, Tri Widodo Purnomo dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada KIM Ngemplak yang secara aktif melakukan terobosan-terobosan kegiatan dalam rangka menumbuhkan dan menguatkan peranan warga masyarakat untuk bisa memberikan informasi yang membangun sehingga dapat mengangkat potensi ekonomi yang dimiliki oleh warga masyarakat Ngemplak.

“KIM hendaknya menjadi panglima yang menguasai informasi di wilayahnya berikut data sehingga pemberitaan yang dilakukan secara masif dapat menciptakan inovasi yang selanjutnya menciptakan ikon bagi kapanewon dalam hal peningkatan ekonomi dan kesejahteraan,” ujar Tri Widodo Purnomo.

Pelibatan warga masyarakat khususnya pemuda dapat menjadi agen dalam hal sumber berita yang update dengan memanfaatkan media online yang ada. Mengemas informasi yang sesuai dengan jamannya sehingga dapat memantik dan mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat. “Tentunya dengan selalu bersinergi dengan pemerintah,” imbuhnya.

Adapun Ketua KIM Sembada Kabupaten Sleman Suripto turut menyampaikan bahwa saat ini kondisi KIM Sleman sangat beragam. Keberadaan KIM di tiap kalurahan sangat dibutuhkan karena diharapkan mampu mengangkat potensi yang ada di wilayah setempat.

“Mari yang sudah terbentuk KIM-nya di kalurahan untuk diaktifkan. KIM Kabupaten Sleman melakukan pertemuan rutin dengan tujuan menghimpun pendapat anggota sekaligus melakukan evaluasi. KIM Ngemplak sangat aktif karena beberapa kali melaksanakan program kegiatan yang menarik, seperti saat ini dengan melakukan pelatihan jurnalistik, ini menunjukkan program kerjanya jalan,” ungkap Suripto. Suripto juga mengajak  agar kalurahan yang belum membentuk KIM segera dibentuk KIM di tingkat kalurahan.

Nuradi, salah satu pemateri menegaskan bahwa pelatihan ini tidak semata-mata mengajak untuk jadi wartawan atau jurnalis, tapi lebih kepada mengajak para peserta untuk memahami bagaimana sebuah berita itu bisa dilakukan oleh siapa saja dengan media online apapun secara sederhana hingga menjadi sebuah produk jurnalistik yang sesuai kaidah-kaidah faktual dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam acara ini juga dilakukan penandatanganan kerjasama (MoU) antara KIM Lumintu Ngemplak dengan Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) DIY, yang bertujuan untuk saling bersinergi dalam peningkatan literasi di masyarakat.(Nuradi-KIM Ngemplak)




Padi Organik Bersertifikat Bernilai Ekonomi Tinggi

Ngemplak – Kelompok Tani Mekar, Dusun Ngalian, Kalurahan Widodomartani, Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman, mewujudkan jerih payah dan upayanya dengan menuai panen raya padi organik. Ditandai dengan serangkaian tradisi wiwitan dan pemotongan padi oleh pejabat terkait dan sejumlah kelompok tani Padukuhan Ngalian dan dilanjutkan penyerahan sertifikat organik, Rabu (23/11/2022).

Kelompok Tani Mekar menyatakan terus mewujudkan komitmennya untuk dapat terus berinovasi dalam kemandirian produksi pertanian secara organik dan berkelanjutan. Minto Hartono, koordinator Internal Control System (ICS) yang juga anggota kelompok tani, mengungkapkan bahwa dengan menerapkan pertanian secara organik ini sungguh dapat dirasakan manfaat dan hasil panen yang diperoleh juga sangat memuaskan.

“Dari lokasi lahan seluas 2 hektar ini diperoleh hasil panen 17,6 ton gabah padi organik varitas standar wangi. Ditambah lagi harga dari padi organik ini nilainya sangat tinggi dibandingkan padi konvensional dengan selisih harga hampir dua ribu rupiah per kilogramnya,” ungkap Minto.

“Pupuk organik yang digunakan semuanya diproduksi secara mandiri dengan memanfaatkan aplikasi Asam Humat yang memacu pertumbuhan mikroba pengurai di sawah,” sambung Minto menjelaskan bagaimana perlakuan penanaman padi organik di bawah koordinasinya.

Semua hasil pertanian organik ini dibranding dalam produk bernama Klepon yang merupakan akronim dari Kelompok Bertani Pangan Organik Ngalian.

Andi Nawa Candra, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, menyambut gembira panen padi organik ini dengan sekaligus juga diperolehnya sertifikat organik bagi Kelompok Tani Mekar. Sertifikat dengan No: 446-LSPr-092-IDN-09-22 yang dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Organik Seloliman ini membuktikan bahwa padi organik yang dihasilkan memiliki mutu yang telah terstandardisasi.

“Penanaman dan perlakuan secara organik ternyata bisa menjadi solusi menjawab tantangan tentang ketahanan pangan baik ditinjau dari ketersediaan pangan dan keamanan pangan. Ke depan sertifikasi ini harus bisa dipertahankan dan ditingkatkan dari sertifikasi nasional menjadi tersertifikasi internasional dengan menguatkan unit pengolahan pupuk organik (UPPO) dan Biosaka,” ujar Andi.

Dalam kesempatan yang sama Suparmono, Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman menyampaikan pesan agar masyarakat petani mendukung upaya untuk mempertahankan lahan pangan berkelanjutan sebagai langkah mendasar mempertahankan kawasan pertanian dalam menjamin ketersediaan pangan di Kabupaten Sleman.

Suparmono menyatakan sektor pertanian itu harus menjanjikan dan bernilai ekonomi tinggi yang menyejahterakan petani sehingga tidak kalah geliat ekonominya dengan sektor lain. Dengan demikian lahan pertanian bisa dipertahankan dan tidak beralih fungsi.

“Inovasi serta kreativitas petani menjadi sangat penting dilakukan, seperti halnya kelompok tani yang ada di Ngalian ini, bisa memanfaatkan lahan seoptimal mungkin melalui teknologi pertanian dengan cara organik yang sangat menguntungkan secara ekonomi dengan mengintegrasikan pertanian, peternakan, dan perikanan,” ungkap Suparmono.

Selain itu Suparmono juga menghimbau kelompok tani yang ada di Kabupaten Sleman untuk mereplikasi keberhasilan pertanian organik yang tersertifikasi seperti halnya kelompok tani di Ngalian ini. Peran Lurah pun disebutnya sangat penting dalam memperkuat semangat petaninya untuk meningkatkan hasil pertanian secara organik. Hal ini harus terus diupayakan dengan kolaborasi kelompok-kelompok tani dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Adapun Suharsono, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) DIY menekankan pentingnya mengkaji serta mengevaluasi dampak peningkatan nilai ekonomi dari penerapan pertanian organik bagi petani. Harapannya hal positif yang dirasakan oleh petani menjadi sebuah motivasi yang terus bisa ditingkatkan untuk lebih mengoptimalkan dan memajukan produksi hasil pertaniannya.

“Sosialisasikan serta sebarluaskan keberhasilan yang telah dicapai oleh kelompok tani Mekar Dusun Ngalian ini, melalui media sosial yang ada, sehingga memacu petani lain untuk tumbuh dan maju bersama,” pungkasnya. (Nuradi-KIM Ngemplak)