Upaya Penguatan di Masa Pandemi, Kapanewon Ngemplak Gelar Pembinaan Pelaku UMKM

Pembinaan ekonomi yang diinisiasi oleh Kapenewon Ngemplak pada Kamis (14/10/2021) di Warung Mbah Putri bertujuan menguatkan pelaku UMKM yang berada di wilayah Kalurahan Widodomartani.

Kegiatan tersebut digelar dalam bentuk diskusi ekonomi yang turut dihadiri oleh Panewu Ngemplak beserta staf dari konsultan Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan Usaha Mikro dan Menengah (PLUT KUMKM) Sleman, Ketua Forkom UMKM Kalurahan Widodomartani, Ketua dan Pengurus Forkom UMKM Kapenewon Ngemplak, Bank BPD DIY Capem Pakem, serta 20 orang peserta dari pengurus dan perwakilan anggota Forkom UMKM Kalurahan Widodomartani.

Sumariyah selaku Panewu Ngemplak menyatakan bahwa sektor UMKM menjadi bagian penting menggerakkan roda perekonomian yang ada di masyarakat, terutama sektor kuliner.

UMKM dinilai paling kuat bertahan bahkan tetap hidup di tengah pandemi COVID-19. Kapanewon mempunyai kebijakan dalam hal fasilitasi yang disampaikan dalam bentuk usulan dari masyarakat, terutama yang tergabung dalam kelompok seperti kepengurusan Forkom UMKM Kalurahan Widodomartani.

“Pagu usulan partisipasi masyarakat (PUPM) dapat dipergunakan oleh Forkom UMKM Kalurahan, dalam usulan terbut dapat berupa pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan keterampilan anggota Forkom UMKM juga kapasitas yang dapat meningkatkan nilai jual dari produk yang dihasilkan pelaku UMKM yang ada di Kalurahan Widodomartani,” urai Sumariyah.

Partisipasi dari masyarakat dalam bentuk PUPM akan mendorong kebijakan yang akan diambil oleh pemerintah.

Sumariyah melanjutkan bahwa dalam waktu dekat, kapanewon akan mengundang Ketua Forum UMKM Kapanewon dan Ketua Forum UMKM Kalurahan di wilayah Ngemplak dalam rangka menjaring usulan terkait pengembangan UMKM sebagai dasar perencanaan kegiatan tahun 2022.

Pada kesempatan itu Sekretaris Forkom UMKM Kalurahan Widodomartani menyampaikan program kerja Forkom UMKM Kalurahan Widodomartani. Beberapa di antaranya seperti pembuatan database anggota, pemasaran produk secara online, pelatihan kemasan, pelatihan pengelolaan keuangan dan menjalin kemitraan.

“Alhamdulillah program kemitraan sebagai salah satu program kerja sudah terlaksana, dengan hadirnya Bank BPD Capem Pakem yang telah memfasilitasi kregiatan ini sekaligus memberikan pendampingan pengelolaan keuangan,” terang Heni.

Bayu yang menjadi narasumber dari PLUT KUMKM Sleman menyambut baik pendataan sebagai salah satu program kerja Forkom UMKM Kalurahan Widodomartani.

“Pentingnya pendataan berikut klasifikasinya, agar memudahkan pendampingan bagi pengurus Forkom UMKM Kalurahan Widodomartani. Seperti halnya dalam penentuan sasaran peserta dalam keperluan pelatihan, sehingga tepat sasaran effektif dan efisien,” urainya.

Dalam kesempatan itu juga, Bank BPD Capem Pakem menerangkan produk QRIS Bank BPD sebagai perangkat pendukung pelaku UMKM agar semakin memudahkan transaksi dan layanan yang lebih praktis dan mendukung penegakan protokol kesehatan karena transaksi tidak secara langsung menggunakan fisik uang. (Nuradi-Kim Ngemplak)




Wedomartani Gelar Musrenbang Pemanfaatan Danais untuk Kalurahan Mandiri Budaya

Wedomartani – Pemerintah Kalurahan Wedomartani menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa Urusan Keistimewaan (Musrenbangdes-is) di Balai Kalurahan Wedomartani, Kapanewon Ngemplak, Selasa (12/10/2021).

Musyawarah yang dilakukan untuk membahas Usulan Program dan Kegiatan di Kalurahan Wedomartani tahun 2023 dan Pemantapan BKK Danais tahun 2022 ini dihadiri langsung oleh Kepala Bidang Perencanaan dan Pengendalian Urusan Keistimewaan Paninradya Keistimewaan, Nur Ikhwan Rahmanto, dan Lurah Wedomartani, Teguh Budiyanto.

Pada kesempatan tersebut, Nur Ikhwan Rahmanto memberikan paparan mengenai Perencanaan dan Penganggaran Dana Keistimewaan di Kalurahan, sementara Teguh Budiyanto memaparkan penjelasan Kalurahan Wedomartani sebagai Desa Mandiri Budaya.

Penjelasan Teguh juga dibantu oleh Ketua Desa Mandiri Budaya Wedomartani, Mujiburrahman, yang menjelaskan mengenai penggunaan danais di Wedomartani.

Dalam kesempatan tersebut, Nur Ikhwan Rahmanto berharap bantuan Danais dapat digunakan dan dimanfaatkan untuk masyarakat. “Dalam membantu pengentasan kemiskinan, mengurangi pengangguran, peningkatan pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan investasi sehingga terjadi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Nur Ikhwan Rahmanto.

Acara kemudian diakhiri dengan penyampaian aspirasi masyarakat terkait pemanfaatan danais. (Hastuti Setyaningrum/KIM Lumintu Ngemplak)




Kapanewon Ngemplak Gelar Konseling dan Edukasi bagi Calon Pengantin

Menindaklanjuti pentingnya persiapan bagi calon pengantin agar sukses dalam membina rumah tangga, Kapanewon Ngemplak bersama Puskesmas Ngemplak II mengadakan kegiatan edukasi yang bertajuk Kesehatan Reproduksi dan Perencanaan Kehamilan pada Calon Pengantin atau Pasangan Baru pada Senin (11/10/2021)

Bertempat di Balai Kalurahan Wedomartani, kegiatan konseling calon pengantin tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kepada calon pengantin baru tentang kesehatan reproduksi dan bagaimana merencanakan keluarga dengan sebaik mungkin dan agar dapat mendapatkan keturunan yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.

Dalam kesempatan tersebut, Sumariyah selaku Panewu Ngemplak menekankan pentingnya pemahaman kesehatan reproduksi untuk mempersiapkan keturunan yang sehat sebagai upaya menurunkan angka stunting.

“Program edukasi calon pengantin, program ibu hamil,  program ASI eksklusif hingga program pemberian makanan bayi dan anak (PMBA) menjadi edukasi utama bagi calon pengantin,” imbuhnya.

Sementara itu, Psikolog Puskesmas Ngemplak II, Yunia Puspita, menyampaikan bahwa persiapan yang dibutuhkan dalam pernikahan meliputi persiapan fisik pengasuhan anak, pengelolaan ekonomi keluarga dan yang tak kalah pentingnya adalah faktor psikis.

“Karena dalam suatu pernikahan ada berbagai konflik, dibutuhkan kesiapan dalam menghadapi serta bagaimana menyelesaikan konflik secara bersama-sama,” kata Yunia.

Selain itu, Diana selaku Bidan Puskesmas Ngemplak II menambahkan bahwa sebelum menikah, sebaiknya setiap calon pengantin sudah merencanakan persiapannya meliputi, kehamilan, psikologis, dan pengasuhan anak sedini mungkin.

Diana juga menegaskan bahwa setelah pemeriksaan kesehatan di Puskesmas sebagai syarat ke KUA, pasangan calon pengantin harus diberikan pendidikan menjelang pernikahan.

“Edukasi persiapan dan kesiapan rencana berumah tangga, juga dari segi kesehatan ibu hingga anak kelak secara umum dari laborannya dan konsultasi dari psikolog,” tandasnya. (Nuradi-KIM Ngemplak)




Upaya Kembangkan Potensi Ekonomi, GKR Mangkubumi Kunjungi Lereng Merapi

Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi didampingi Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, bertandang ke lereng Merapi, tepatnya di wilayah Kapanewon Cangkringan, guna meninjau potensi ekonomi terutama di bidang  pertanian, perkebunan dan peternakan pada Sabtu (9/10/2021).

Disambut langsung oleh Panewu Cangkringan, Djaka Sumarsono, kunjungan lapangan GKR Mangkubumi dimulai dari Teras Merapi di Dusun Kalitengah Kidul, Glagaharjo, Cangkringan. Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Klangon, Dusun Kalitengah Lor yang terdapat perkebunan stroberi.

Dalam kesempatan itu juga, GKR Mangkubumi beserta rombongan menyempatkan memetik buah stroberi didampingi KWT Kalitengah Lor.

“Selain hasil stroberi yang sudah dimiliki, warga hendaknya menanam juga jenis-jenis sayuran untuk bisa memasok di pasar modern atau supermarket,” imbu GKR Mangkubumi.

Hal tersebut, menurutnya, merupakan wujud diversifikasi pertanian agar dapat memberikan nilai tambah ekonomi masyarakat.

“Hampir 100 persen warga menanam tanaman Strawberry untuk mendukung agrowisata bukit Klangon,” ujar Sri Rahayu, salah satu anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Kalitengah Lor.

Rahayu menambahkan, warga Klangon sudah menanam sebanyak dari target   tanaman sroberi. Diharapkan pada akhir bulan Desember dapat diresmikan Kampung Stoberi.

Kunjungan kemudian dilanjutkan menuju kawasan perkebunan kopi di Dusun Petung, Kepuharjo, Cangkringan.

Dalam kesempatan tersebut, Panewu Cangkringan melakukan penanaman bibit pohon kopi merapi disaksikan GKR Mangkubumi, Wakil Bupati Sleman, dan Asisten Sekretaris Daerah 2 Sleman beserta jajarannya di lahan perkebunan kopi salah satu petani warga Dusun Petung.

“Biji kopi kini dijual dalam bentuk kopi kering sehingga tinggi dan stabil harga jualnya, permintaan yang cukup tinggi hingga kewalahan memenuhi permintaan,” ujar Ketua Badan Permusyawarahan Kalurahan (BPKal) Kepuharjo.

Selain itu, tinjauan dari GKR Mangkubumi juga dilanjutkan ke hunian tetap (huntap) Pagerjurang, yaitu kawasan hunian korban terdampak erupsi Merapi dan lokasi peternakan sapi perah serta pengolahan susu di Dusun Kaliadem, Kepuharjo. (Nuradi/KIM Ngemplak)




Disperindag Sleman Gelar Bimtek Kemasan bagi Pelaku IKM Kapanewon Cangkringan

Dalam rangka memberikan pengetahuan serta keterampilan desain kemasan produk bagi pelaku usaha Industri Kecil Menengah (IKM), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kemasan bagi IKM pangan di Kapanewon Cangkringan.

Kegiatan tersebut digelar di Pendopo Kapanewon Cangkringan dalam empat sesi, yaitu pada 30 September, 1 Oktober, 7 Oktober, dan 8 Oktober 2021 serta diikuti sebanyak 20 peserta yang merupakan anggota Forkom UMKM Kapanewon Cangkringan.

Bimtek tersebut digelar sebagai wujud dukungan Disperindag Sleman pada kemajuan IKM pangan khususnya Kapanewon Cangkringan serta upaya percepatan pemulihan ekonomi di masa pandemi COVID-19.

Sementara materi kemasan yang dipaparkan pada bimtek tersebut dipilih mengingat selera konsumen saat ini tidak terbatas pada rasa saja, tetapi juga dari sisi kemasan yang ditawarkan. Selain memberikan nilai estetika produk, kemasan juga dianggap dapat memberikan informasi tentang produk tersebut. 

Rahmat, narasumber dari Seksi Pengawasan dan Pengendalian Usaha Industri Disperindag Sleman, menjelaskan bahwa kegiatan bertujuan agar para pelaku IKM yang ada di Kapanewon Cangkringan tidak hanya menekuni olahan saja, namun juga pada perbaikan serta inovasi kemasan.

Hal tersebut disampaikan Rahmat karena masih banyak pelaku IKM yang menggunakan kemasan yang tidak sesuai dengan standar dari Kementerian Perdagangan.

“Barang dalam keadaan terbungkus yang diproduksi atau dikemas wajib mencantumkan nominal kuantitas pada labelnya dalam bentuk berat bersih, isi bersih, atau netto,” ujar Rahmat.

Ia menambahkan, berkenaan dengan label produk, banyak kemasan dari pelaku IKM yang belum mencantumkan informasi yang jelas bagi konsumen. Pelaku usaha yang memproduksi atau mengemas produk wajib memastikan produk yang dikemas tersebut memiliki kuantitas yang sesuai dengan yang tercantum pada labelnya.

“Kuantitas barang tidak boleh berbeda dengan label agar tidak merugikan konsumen,” jelasnya.

Panewu Cangkringan, Djaka Sumarsono, berharap bahwa kegiatan tersebut dapat bermanfaat dan dapat diimplementasikan oleh masyarakat pelaku IKM agar bisa bersaing dengan produk lainnya  di pasar

Selain itu, ia juga berharap agar para peserta bimtek dapat mempromosikan produk lokal Cangkringan sehingga kondisi ekonomi masyarakat Cangkringan dapat pulih kembali.

“Bimtek ini sangat bermanfaat bagi kami pelaku IKM, karena mendapatkan berbagai informasi serta keterampilan membuat kemasan yang menarik dan sesuai dengan standar yang seharusnya,” ujar Inas, salah satu peserta yang juga Ketua Forkom UMKM Kapanewon Cangkringan.

Selama empat hari pertemuan bimtek, peserta diberikan sesi brainstorming, perancangan serta desain kemasan, revisi desain kemasan, pembuatan prototipe kemasan, dan foto produk.

Materi yang disampaikan dalam bimtek meliputi, keamanan pangan, penggunaan bahan tambahan pangan, persyaratan, informasi, labelling dan desain kemasan. (Nuradi-KIM Ngemplak)