Percasi Cangkringan Gelar Audiensi dengan Kapanewon

Pengurus Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Cangkringan melakukan audiensi dengan Panewu Cangkringan di Kantor Kapenewon Cangkringan pada Jumat (8/10/2021). Sejumlah pengurus Percasi yang hadir diterima dan ditemui langsung oleh Panewu Cangkringan, Djaka Sumarsono didampingi Kepala Jawatan Sosial.

Dalam audiensi tersebut, Nuradi selaku Ketua Percasi Cangkringan menyampaikan bahwa telah terbentuk kepengurusan Percasi Kapanewon Cangkringan melalui Surat Keputusan Nomor 014/PERCASI Sleman/2021 tentang Pengesahan Susunan Personalia Pengurus Perkumpulan Catur (Perca) Ranting Percasi Kapanewon Cangkringan Masa Bakti 2021-2025 pada 24 September 2021 lalu.

Menanggapi SK tersebut, Djaka mengharapkan agar Percasi Cangkringan benar-benar dapat menumbuhkan semangat berolahraga catur masyarakat di wilayah Cangkringan.

“Kami merasa senang dengan terbentuknya kepengurusan bidang catur ini. Dipersilakan gedung kapanewon untuk dapat digunakan sebagai tempat berlatih juga bisa digunakan sebagai sekretariat Percasi Cangkringan,” ujarnya.

Djaka menambahkan, sebagai Pembina Percasi sekaligus Panewu Cangkringan, ia berupaya untuk mengoordinasikan instansi maupun lembaga yang ada di Cangkringan untuk mendukung kemajuanolahraga catur ini.

Dalam kesempatan yang sama, Nuradi mengutarakan beberapa program yang akan dilaksanakan, yaitu penjaringan bibit atlet yang ada di ada Kapanewon Cangkringan dengan melakukan pendataan bekerjasama dengan sekolah yang ada di wilayah Cangkringan yaitu SD/MI dan SMP/MTs.

Selain itu, Percasi juga berencana untuk mengadakan pelatihan yang dipusatkan di Kapanewon Cangkringan, bekerja sama dengan Percasi Sleman.

Hal ini ditanggapi dengan baik oleh Hermanto selaku Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Cangkringan. Hermanto menyatakan bahwa pihaknya akan membantu memfasilitasi tempat pertandingan catur jika ada kompetisi.

Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa pihaknya akan menghubungkan para pihak terkait yang bisa memberikan dukungan sarana dan prasarana olah raga catur, terutama kepada pemerintah kalurahan yang dapat memberikan informasi siapa saja yang memiliki potensi sebagai atlet catur di tingkat kalurahan. (Nuradi-KIM Ngemplak)




Antisipasi Berkurangnya Lahan Pertanian, Kapanewon Ngemplak Gelar Rakor LP2B

Ngemplak – Kapenewon Ngemplak menggelar Rapat Koordinasi Validasi Peta Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), Jumat (1/10/2021) di Pendopo Kapenewon Ngemplak.

Rapat koordinasi terkait perlindungan LP2B sesuai dengan amanat Perda Kabupaten Sleman No. 6/2020, yaitu perlunya dilakukan validasi data sejumlah bidang sawah termasuk nama pemilik dan penggarapnya. Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Jawatan Praja Kapanewon Ngemplak, Aditya Purnomo.

Dalam kesempatan tersebut, Aditya mengatakan bahwa lahan pertanian di Kapanewon Ngemplak semakin berkurang sebagai akibat pertumbuhan penduduk dan ekonomi, sehingga perlu dilakukan berbagai upaya untuk mengatasinya.

“Upaya perlindungan LP2B salah satunya dengan membentuk kawasan pertanian pangan berkelanjutan yang menjadi bagian integral RT/RW di lingkup kabupaten,” ujarnya. 

Sementara itu, Sunarjo, staf Seksi Bina Sarana dan Prasarana Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DPPP) Kabupaten Sleman menyampaikan bahwa sesuai dengan UU No 41 tahun 2009 tentang lahan pertanian pangan berkelanjutan, setiap daerah harus membuat rencana atau rancangan kawasan lahan mana yang akan menjadi lahan abadi untuk pertanian.

Ia juga menambahkan bahwa DPPP Sleman menjalin kerja sama dengan PT Trikarsa untuk melakukan verifikasi data lahan, agar data yang diperolen memiliki validitas yang memadai. “Hal ini juga sesuai aturan tentang penggunaan dana anggaran,” ujarnya.

Dinas pertanian bersama pemerintah desa di Kapenewon Ngemplak untuk selanjutnya akan merinci lebih detail lagi blok lahan pertanian yang ada milik siapa, berapa luasannya, dan lokasinya ada di mana, dibantu oleh pihak ketiga yang sudah ditunjuk. “Sehingga diperoleh data yang lengkap untuk kebutuhan pemetaan,” tambah Sunarjo.

Masalah pendataan ini kemudian dijelaskan lebih lanjut oleh Jaiz, perwakilan PT Trikarsa. Pada kesempatan tersebut, Jaiz membeberkan terdapat dua tahap pengumpulan data, yaitu Data Primer dan Data Sekunder. Pengumpulan Data Primer dilakukan dengan cara observasi, sosialisasi, survei lapangan, dan wawancara. Sementar untuk Data Sekunder meliputi data angka, peta-peta serta studi terkait.

“Data yang diperlukan untuk validasi LP2B berupa, luas bidang, status tanah, No sertifikat (letter C), Nama dan NIK pemilik tanah, alamat pemilik tanah, nama dan alamat penggarap, pemanfaatan, keberadaan jaringan irigasi, dan indek pertanaman padi,” jelas Jaiz. (Nuradi/KIM Ngemplak)




Ulu-Ulu Kalurahan Widodomartani Dilantik

Bertepatan dengan hari kesaktian Pancasila, Jumat (1/10/2021) pagi dilaksanakan pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan Ulu-Ulu Kalurahan Widodomartani, Ngemplak, Sleman.

Acara dilaksanakan secara khidmat, bertempat di Pendopo Kalurahan Widodomartani dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Sebagaimana Peraturan Bupati Sleman Nomor 2.9 Tahun 2020, ulu-ulu merupakan pimpinan pelaksana tugas operasional yang membantu lurah pada bidang kemakmuran atau seksi kesejahteraan.

Mengingat tugas pokok dan fungsi ulu-ulu yang sangat strategis, pelantikan jabatan ulu-ulu di Kalurahan Widodomartani menjadi terisi kembali setelah mengalami kekosongan dari tahun 2018.

Heruyono selaku Lurah Kalurahan Widodomartani memimpin dan melantik langsung Tri Kogam Maliki sebagai Ulu-Ulu Kalurahan Widodomartani sekaligus memberhentikan jabatan sebelumnya sebagai Kepala Urusan Danarta sesuai dengan SK Lurah Nomor 18/./2021 dan rekomendasi mutasi jabatan dari Panewu Kapanewon Ngemplak.

Heruyono menuturkan, dengan dilantiknya ulu-ulu di kalurahan diharapkan pembangunan desa Widodomartani dapat lebih progresif.

“Jabatan bukanlah prestis namun merupakan titipan dari warga masyarakat Widodomartani sehingga dapat memperlancar pembangunan dan perekonomian desa. Tugas yang baru sebagai ulu-ulu haruslah amanah serta mengedepankan kepentingan warga masyarakat,” ujar Heru.

Dalam sambutannya, Sumariyah selaku Panewu Ngemplak menyampaikan bahwa pengisian jabatan ulu-ulu ini berdasarkan Peraturan Daerah (PERDA) Kabupaten Sleman Nomor 10 Tahun 2019 tentang Tata Cara Pengisian dan Pemberhentian Perangkat Desa.

“Ketugasan ulu-ulu agar selalu dikomunikasikan dengan para dukuh sehingga bisa sinergi dalam upaya memberdayakan masyarakat serta mengembangkan potensi ekonomi dan pertanian desa, juga saat menjalankan tugasnya sesuai dengan aturan dan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Sumariyah menutup sambutannya.

Acara pelantikan dihadiri dan disaksikan oleh Panewu beserta jajaran Kapenewon Ngemplak, BPKal, Babinsa, Babinkantibmas, Penggerak PKK, Dukuh se-Kalurahan Widodomartani, beserta tamu undangan. (Nuradi-KIM Ngemplak)




DPK Sleman Serahkan Hibah Router WiFi Kepada Perpustakaan Kalurahan

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Sleman menyerahkan 12 router WiFi kepada 12 perpustakaan kalurahan pada Rabu (29/9/2021) di Selasar Gedung Perpustakaan Kabupaten Sleman.

Kepala DPK Sleman, Sri Wantini, menyampaikan bahwa hibah tersebut merupakan bantuan pengembangan dan pemeliharaan layanan perpustakaan elektronik Kabupaten Sleman yang bersumber dari APBD Kabupaten Sleman tahun anggaran 2021.

DPK Sleman memiliki layanan Sleman One Search (SOS) yang dapat digunakan oleh masyarakat pemustaka dalam memperoleh informasi digital  tentang koleksi buku yang ada di setiap perpustakaan di lingkungan Kabupatan Sleman seperti halnya perpustakaan kalurahan.

Menurut Sri Wantini, penyerahan bantuan router WiFi bagi 12 perpustakaan kalurahan anggota SOS dimaksudkan agar perpustakaan dapat lebih memanfaatkan jaringan internet dalam memberikan layanan kepada pemustaka.

“Bagaimana mengoptimalkan layanan digitalisasi perpustakaan serta pemanfaatan prasarana hibah jaringan internet secara berkesinambungan yang dilaporkan penggunaannya kepada kantor DPK Kabupaten Sleman setiap akhir tahun,” pungkas Sri Wantini.

Dari 12 perpustakaan kalurahan yang mendapatkan bantuan tersebut, satu diantaranya merupakan perpustakaan yang memiliki kategori desa mandiri gemar membaca, yaitu Perpustakaan Kalurahan Widodo (Widodomartani).

Sementara 11 perpustakaan lainnya masih berstatus sebagai rintisan desa gemar membaca program dari DPK Sleman, yaitu Perpustakaan Generasi Sukoharjo Cerdas (Sukoharjo), Perpustakaan Sumber Ilmu (Balecatur), Perpustakaan Pustaka Karta (Sidokarto), Perpustakaan Pustaka Widya (Margokaton), Perpustakaan Pena (Sumberharjo), Perpustakaan Mentari (Sumberrahayu), Perpustakaan Banyu Pustaka (Banyuraden), Perpustakaan Banyurejo (Banyurejo), Perpustakaan Caturharjo (Caturharjo), Perpustakaan Tirtoadi (Tirtoadi), dan Perpustaan Umbulmartani (Umbulmartani). 

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Bambang Nursinggih, didampingi Nuradi Indra Wijaya selaku Ketua GPMB Kabupaten Sleman juga menyerahkan sejumlah buku tematik berbahasa Jawa dalam rangka meningkatkan minat baca masyarakat Sleman.

“Minat membaca adalah suatu gerakan, salah satunya dengan menyediakan buku-buku berbahasa Jawa yang lekat dengan keseharian masyarakat seperti dongeng dan karya sastra lainnya,” ungkap Bambang. (Nuradi-KIM Ngemplak)




Forum TBM Sleman Gelar Musyawarah Daerah

Sleman – Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kabupaten Sleman gelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-4 mengusung tema Semangat Kolaborasi Pegiat Literasi Mewujudkan Kecakapan Hidup Masyarakat di Tengah Pandemi.  Kegiatan yang diselenggarakan di Aula TBM Mata Aksara Sleman, Minggu (26/9/2021) ini dihadiri oleh perwakilan pengelola TBM se-Kabupaten Sleman, dengan jumlah peserta sekitar 25 orang.

Sidik Pratomo, Ketua Forum TBM Sleman Non-Aktif dalam sambutannya menyatakan kepemimpinan forum TBM saat ini harus memiliki kompetensi yang gesit, sesuai dengan perkembangan teknologi yang serba cepat dan terbarukan. “Agenda Musda ini diharapkan terpilih ketua forum yang sesuai dengan kriteria tersebut,” kata Sidik.

Sementara itu, Ketua Forum TBM DIY, Indra Suryanto mengatakan bahwa semangat Musda ini harus menjadi kekuatan untuk membuktikan kinerja literasi sesuai dengan semboyan Sleman Sembada. Indra, juga mengapresiasi kesigapan panitia dalam menyiapkan seluruh rangkaian kegiatan ini hingga dapat terselenggara dengan baik dan lancar.

Sri Muliani, Kepala Seksi Kurikulum dan Peserta Didik PAUD dan Pendidikan Masyarakat Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman menuturkan bahwa FTBM Sleman merupakan sebuah gerakan nyata dalam bidang literasi di Kabupaten Sleman. Meskipun bukan lembaga formal, para pegiat literasi yang tergabung di dalamnya memiliki peran penting bagi masyarakat.

“Terlebih di masa pandemi, saat anak-anak masih pembelajaran secara daring di rumah, banyak aksi penguatan literasi yang dilakukan masing-masing TBM,” ungkap Sri.

Sri juga mengatakan, sepak terjang FTBM Sleman juga mendapat dukungan dari Disdik Sleman melalui bantuan buku bacaan. Ia juga menekankan mengenai pentingnya kerja sama antar pihak dalam menjalan tugas pokok FTBM.

Hal senada juga diungkapkan oleh Sri Wantini, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman. Ia mengatakan, kolaborasi dalam menguatkan literasi merupakan hal yang penting untuk dilakukan.

“Forum TBM merupakan mitra dari Dinas Perpustakaan Sleman, sehingga diharapkan kolaborasi dapat terus dijalin untuk terus menumbuhkan serta menguatkan literasi masyarakat Sleman” ujar Sri Wantini.

Pada Musda juga dilakukan pemilihan Ketua Forum TBM yang baru secara musyawarah. Namun karena belum memperoleh kesepatakan, pemilihan dilanjutkan dengan proses pemungutan suara (voting). Dari hasil voting, Imam Syaiful Wicaksono terpilih sebagai Ketua Forum TBM Sleman untuk periode 2021-2026.

“Ketua Forum terpilih agar terus menjalin komunikasi yang baik dengan mengedepankan suasana jalinan guyup rukun antar TBM di Sleman,” tutup Sidik. (Nuradi/KIM Ngemplak)