MWCNU Gamping Rawat Tradisi Mahabbah dan Takzim Lewat Ziarah Ulama Mlangi

Sleman – Jajaran pengurus dan warga Nahdliyin yang tergabung dalam Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Gamping melaksanakan ziarah ke makam Kiai Nur Iman Mlangi (Bendoro Pangeran Haryo Mas Sandiyo) di Padukuhan Mlangi, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Kamis (22/10/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 100 orang ini dipimpin langsung oleh Rois Syuriah MWCNU Gamping, Ahmad Mabarun.

Ziarah tersebut diselenggarakan untuk menyambut peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2026 sekaligus merawat tradisi kecintaan (mahabbah) dan penghormatan (takzim) kepada para ulama pendahulu.

Ahmad Mabarun menjelaskan bahwa dalam tradisi keagamaan, hubungan spiritual antara santri dan guru tidak terputus meskipun sang guru telah wafat.

“Kecintaan itu diwujudkan melalui doa, penghormatan, serta kesungguhan meneruskan ajaran dan keteladanan yang telah diwariskan semasa hidupnya,” ujar Ahmad Mabarun.

Selain mendoakan para pendahulu, kegiatan ini menjadi ruang refleksi bagi para pengurus organisasi keagamaan untuk mengedepankan keikhlasan, keteladanan, serta memperkuat komitmen pengabdian kepada masyarakat. Tradisi ziarah ini diharapkan terus menghidupkan semangat mahabbah dan takzim di kalangan warga Nahdliyin dalam menjaga sanad keilmuan serta nilai-nilai luhur perjuangan bangsa. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)




Lurah Sendangtirto Lantik Tiga Dukuh Terpilih

Sleman – Lurah Sendangtirto, Amir Junawan, resmi melantik tiga dukuh terpilih di Gedung Serbaguna Kalurahan Sendangtirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Kamis (22/10/2026).

Ketiga pejabat wilayah yang dilantik tersebut meliputi Nur Ahmadi sebagai Dukuh Sribit, Dani Nurseha sebagai Dukuh Gandu, serta Endri Susilo Herlambang sebagai Dukuh Minggiran. Mereka berhasil terpilih setelah menyisihkan total 14 pendaftar yang lolos verifikasi dalam penjaringan ketat, dengan rincian 7 peserta untuk formasi Padukuhan Sribit, 3 peserta untuk Padukuhan Gandu, dan 4 peserta untuk Padukuhan Minggiran.

Prosesi pelantikan ini dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (DPMK) Kabupaten Sleman Agung Dwi Maryanto, Panewu Berbah Djaka Sumarsono, Danramil Berbah Kapten Inf. Edi Sutrisno, Kapolsek Berbah AKP Fitrianto Heri Nugroho, jajaran pamong Kalurahan Sendangtirto, serta tokoh masyarakat setempat.

Panewu Berbah, Djaka Sumarsono—yang hadir mengenakan baju koko dan sarung sebagai bentuk penghormatan menyambut Hari Santri—menyampaikan selamat kepada para dukuh yang baru dilantik. Ia berharap momentum ini menjadi awal pengabdian yang optimal dalam melayani warga.

“Semoga dukuh terpilih segera bisa melakukan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan ketugasan yang diembannya,” ungkap Djaka Sumarsono.

Ia turut mengapresiasi Pemerintah Kalurahan Sendangtirto yang sukses mengawal seluruh rangkaian pemilihan tiga dukuh secara bersamaan, mulai dari sosialisasi, pendaftaran, hingga ujian seleksi yang berjalan lancar tanpa kendala.

Senada dengan hal tersebut, Lurah Sendangtirto Amir Junawan berpesan agar jabatan baru ini dijalankan dengan penuh kesungguhan, keikhlasan, serta diniatkan sebagai ibadah dalam melayani masyarakat.

“Semoga ketiga dukuh bisa segera adaptif dengan lingkungan kerja sebagai bagian dari pelayan masyarakat di lingkungan pemerintahan Kalurahan Sendangtirto,” pesan Amir Junawan.

Dirinya juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada panitia pemilihan pamong yang telah bekerja keras menyukseskan seluruh tahapan seleksi hingga terlaksananya pelantikan tersebut. (Kusnadi/KIM Berbah)




Tingkatkan Akuntabilitas Bank Sampah, Sanata Dharma Latih Pengurus JPSM Sehati Sleman Kelola Keuangan dengan Excel

Sleman – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Sanata Dharma Yogyakarta memberikan pelatihan praktis penggunaan Microsoft Excel untuk pengelolaan keuangan bank sampah bagi 20 pengurus Jejaring Pengelola Sampah Mandiri (JPSM) Sehati Kabupaten Sleman. Kegiatan ini berlangsung di Laboratorium Komputer Dasar 2, Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta pada Kamis (22/10/2026).

Pelatihan ini merupakan kelanjutan dari kerja sama strategis yang telah terjalin selama satu tahun antara Universitas Sanata Dharma dan JPSM Sehati Sleman, dengan fokus memperkuat aspek tata kelola administrasi, transparansi, dan akuntabilitas keuangan bank sampah.

Ketua Tim PKM Universitas Sanata Dharma, Francisca Reni Retno Anggraini, menjelaskan bahwa program ini dirancang berdasarkan kebutuhan nyata pengelola di lapangan agar pencatatan transaksi dan pelaporan keuangan dapat berjalan lebih tertib.

“Pelatihan ini merupakan wujud keberlanjutan kerja sama yang telah kami bangun bersama JPSM Sehati Kabupaten Sleman. Kami ingin ilmu pengetahuan yang dikembangkan di kampus tidak hanya tersimpan dalam jurnal akademik, tetapi juga dapat diterapkan secara nyata untuk membantu masyarakat menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi,” ujar Francisca Reni Retno Anggraini.

Pelatihan yang melibatkan dosen serta mahasiswa dari Program Studi Akuntansi dan Informatika ini dipandu langsung oleh Rivansa Andre Barima. Peserta diajak mempraktikkan langsung penggunaan Microsoft Excel, mulai dari pengenalan menu program, pembuatan kode dan nama rekening, pencatatan jurnal penerimaan dan pengeluaran, hingga penyusunan laporan laba rugi dan neraca secara sistematis.

Salah satu peserta pelatihan, Sutarto Agus, menyambut positif pendampingan yang diberikan karena sangat membantu pengurus dalam mempermudah pekerjaan administratif sehari-hari.

“Saya merasa terbantu dengan adanya program yang dibuat oleh Tim PKM ini. Programnya jelas dan mudah diaplikasikan, sehingga bisa membantu kami dalam mengelola administrasi keuangan bank sampah,” kata Sutarto Agus.

Melalui sinergi lintas disiplin ilmu ini, Universitas Sanata Dharma berharap para pengelola bank sampah mampu memperkuat tata kelola organisasi, menjaga transparansi, serta memastikan keberlanjutan gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kabupaten Sleman. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Perkuat Ketahanan Pangan, Koramil 11/Depok Salurkan 300 Bibit Cabai kepada KWT Teratai Mekar

Sleman — Koramil 11/Depok Kodim 0732/Sleman menyalurkan 300 bibit cabai rawit varietas Kaliber kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Teratai Mekar di Padukuhan Dabag, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Kamis (22/10/2026). Bantuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui optimalisasi lahan pekarangan.

Penyerahan bibit dirangkai dengan pengolahan lahan dan penanaman cabai bersama di demplot KWT Teratai Mekar. Kegiatan yang berlangsung pukul – WIB tersebut diikuti sekitar 20 orang dari unsur Koramil 11/Depok, penyuluh pertanian, pemerintah padukuhan, serta pengurus dan anggota KWT.

Babinsa Condongcatur, Serda Jati Hary Prayuda mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan TNI terhadap program ketahanan pangan sekaligus pengembangan pertanian di lingkungan masyarakat.

“Atas nama Danramil 11/Depok, kami menyerahkan bantuan bibit cabai kepada KWT Teratai Mekar. Kegiatan ini merupakan wujud nyata dukungan terhadap program ketahanan pangan sekaligus membantu pengembangan kebun KWT,” kata Jati.

Dalam kegiatan tersebut, personel Koramil bersama anggota KWT menanam 46 bibit cabai di dua bedeng berukuran masing-masing 1 x 7 meter. Penanaman akan dilanjutkan dengan menyiapkan empat bedeng tambahan sehingga total luas lahan budi daya mencapai sekitar 42 meter persegi. Sebagian bibit lainnya akan dibagikan kepada anggota untuk ditanam di pekarangan rumah masing-masing.

Ketua KWT Teratai Mekar, Ida Halimah, menyampaikan apresiasi atas bantuan dan keterlibatan langsung personel Koramil dalam pengolahan lahan hingga penanaman.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada TNI AD, khususnya Koramil 11/Depok, yang telah bersinergi dengan KWT Teratai Mekar. Terima kasih atas bantuan bibit cabai serta kontribusi langsung dalam pengolahan lahan dan penanaman bersama,” ujarnya.

Menurut Ida, dukungan tersebut menambah semangat anggota untuk mengembangkan demplot dan memanfaatkan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga. Tanaman akan dirawat bersama melalui penyiraman, pemupukan, serta pengendalian hama dan penyakit secara berkala.

KWT Teratai Mekar berdiri pada 17 Februari 2022 dan memiliki 34 anggota aktif. Kelompok ini mengelola lahan sekitar 484 meter persegi di Padukuhan Dabag dengan membudidayakan berbagai tanaman hortikultura dan tanaman obat keluarga. Keterbatasan lahan diatasi melalui metode hidroponik, vertikultur, polibag, rak bertingkat, dan wall planter.

Pada 9 Oktober 2026, KWT Teratai Mekar juga menjadi lokasi peluncuran Sistem Fertigasi Cerdas Terjangkau AURORA oleh Universitas Gadjah Mada melalui Smart Agriculture Research Center. Teknologi berbasis Internet of Things (IoT) tersebut dirancang untuk mendukung penyiraman dan pemupukan tanaman secara otomatis dan efisien.

Selain mengembangkan inovasi pertanian, KWT Teratai Mekar meraih Juara I Lomba Inovasi Pemanfaatan Lahan Terbatas Tingkat DIY 2026. Kelompok ini juga pernah meraih Juara I Lomba Evaluasi Administrasi Tingkat Kabupaten Sleman pada 2023 dan Juara I Lomba Tanam Timun Baby Tingkat Kabupaten Sleman pada 2024.

Melalui bantuan bibit dan kolaborasi lintas sektor, pengembangan pertanian di Padukuhan Dabag diharapkan dapat memperkuat ketersediaan pangan keluarga sekaligus mendorong pemanfaatan lahan secara produktif dan berkelanjutan. (Wasana/KIM Depok)




Budidaya Anggrek Bulan di Temuwuh Balecatur, Peluang Usaha yang Menjanjikan

Sleman — Budidaya tanaman hias tidak hanya menawarkan keindahan, tetapi juga peluang usaha yang menjanjikan. Salah satunya terlihat di Padukuhan Temuwuh, Kalurahan Balecatur, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, yang mengembangkan budidaya anggrek bulan di lahan seluas lebih dari dua hektare.

Lahan tersebut terbagi menjadi tujuh greenhouse yang dilengkapi paranet dan kipas angin untuk menjaga sirkulasi udara serta kondisi lingkungan yang sesuai bagi pertumbuhan anggrek. Puluhan ribu tanaman anggrek dibudidayakan secara intensif dengan usia beragam, mulai dari satu bulan hingga siap jual pada usia enam hingga tujuh bulan.

“Kipas ini berfungsi agar sirkulasi udara lancar di dalam greenhouse,” ungkap Diran, salah satu pekerja di kebun pembibitan tersebut, Kamis (22/10/2026).

Perawatan tanaman meliputi penyiraman, pemberian pupuk dan obat, serta pengaturan paparan sinar matahari dan sirkulasi udara. Kebersihan media tanam berbahan cocopeat atau serbuk sabut kelapa juga dijaga untuk mendukung pertumbuhan tanaman yang optimal.

Menurut Diran, hasil panen rata-rata mencapai tanaman dalam sekali panen. Untuk menjaga kesinambungan produksi, tanaman dibudidayakan dalam kelompok usia yang berbeda. Usia jualnya sekitar tujuh bulan, ketika tanaman telah dewasa tetapi belum berbunga.

“Dijual pada usia sekitar 7 bulan. Jadi sudah dewasa tetapi belum berbunga,” lanjutnya.

Kegiatan budidaya ini juga membuka lapangan pekerjaan bagi sedikitnya 18 karyawan yang terlibat dalam proses pembibitan hingga perawatan tanaman.

Anggrek bulan menjadi salah satu tanaman hias yang diminati karena keindahan bunganya dan masa mekar yang relatif lama. Dengan perawatan intensif serta permintaan dari berbagai wilayah, budidaya anggrek bulan di Temuwuh menjadi salah satu peluang usaha tanaman hias yang berpotensi dikembangkan. (Dwi Ony Raharjo/KIM Pararta Guna Gamping)