Kesempatan Bagi Pencari Kerja Untuk Bergabung Di BLK Sleman

upload137-300x200

Sleman – UPT Balai Latihan Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kabupaten Sleman kembali membuka kesempatan bagi masyarakat pencari kerja khususnya di wilayah Kabupaten Sleman untuk mengikuti pelatihan keterampilan gratis di berbagai bidang kejuruan.

Pelatihan yang dibuka akan dilaksanakan dalam dua gelombang, demikian Media Center Kabupaten Sleman, Yogyakarta,  melaporkan, Sabtu (8/3).

Gelombang I meliputi sembilan sub kejuruan, yaitu Teknisi HP, Teknisi Komputer, Sepeda Motor, Mesin Logam, Las Listrik, Tata Boga, Bordir, Teknik Pendingin, dan Operator Komputer. Sedangkan Gelombang II meliputi 4 sub kejuruan yaitu Gulung Dinamo, Tata Rias, Operator Komputer, dan Las Listrik.

Pendaftaran peserta dilayani setiap setiap hari kerja (Senin sd. Sabtu) di BLK Sleman. Sementara syarat pendaftaran bagi calon peserta pelatihan meliputi Usia 18-45 tahun, Foto copy KTP Sleman 1 lembar, Foto copy ijazah terakhir 1 lembar, Pas foto berwarna 3×4, 3 lembar, dan mengisi formulir pendaftaran.

Formulir pendaftaran dapat diperoleh di BLK Sleman atau dapat diunduh di halaman download. Informasi lebih lanjut dan pendaftaran dilayani di Balai Latihan Kerja Sleman yang beralamat di Jl. Palagan Tentara Pelajar Km. 15, Bunder, Purwobinangun, Pakem, Sleman, Yogyakarta, Telepon 0274-895956 atau melalui @.




Ratusan Botol Minuman Keras Disita Satpol PP Sleman

Sleman – Puluhan  botol miras hasil operasi selama tiga hari sejak Senin hingga Rabu (3-5/3), telah berhasil diamankan tim gabungan Satpol, Polres Sleman, dan Penyidik pegawai Negeri Sipil.  Operasi Miras tersebut dipimpin oleh Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Satpol PP Kabupaten Sleman Drs. Fathoni Budi Prabowo.

Fathoni Budi Prabowo menjelaskan, penertiban tersebut dilakukan dalam rangka penegakan Perda Nomor 8 tahun 2007 tentang Pelarangan, Penjualan dan Penggunaan Minuman beralkohol.

Menurutnya, operasi yang berlangsung pada  Senin (3/3)  menyisir dua tempat di wilayah Turi, yaitu sebuah mini market  dimana ditemukan 42 kaleng Bir Bintang dan 17 kaleng Guines,   sementara di sebuah warung di daerah  Purwobinangun ditemukan  lima botol Anggur Kolesom dan satu Anggur Merah.

“Yang menarik penjualan Anggur Kolesom tersebut biasanya dikomsumsi petani untuk obat pegel dan penghangat badan,” katanya.

Sementara, operasi yang berlangsung, Selasa (4/3), katanya,  menyisir beberapa toko dan warung di wilayah Depok, ditemukan 25 botol miras, yang terdiri tiga botol Topi Miring, 12 botol Anggur Merah dan 10 botol Anggur Kolesom.

Ia mengungkapkan, selama operasi dua hari didapat barang bukti sebanyakn 84 botol miras.

“Yang jelas dalam operasi miras tersebut berjalan lancar tanpa ada perlawanan dari penjual, dan  hal tersebut berkat kerjasama dan persiapan yang matang. Para petugas juga dilengkapi dengan surat tugas dan  adanya Perda nomor 3 tahun 2007 yang mengatur ketentuan penjualan miras,” katanya.

Ia mengungkapkan, dalam pasal 5 perda tersebut menyebutkan bahwa setiap orang atau badan dilarang menjual langsung minuman beralkohol golongan A, kecuali hotel melati dan hotel berbintang serta diskotik, bar, karaoke, restoran dan kafe yang menyatu dengan kawasaan hotel. Kemudian bar, pub dan kafe dan restoran dengan tanda talam kencana dan selaka.




Sultan DIY Tinjau Langsung Kegiatan Pembersihan Abu Vulkanik Di Sleman

Sleman – Kegiatan pembersihan abu vulkanik akibat letusan G Kelud di tempat-tempat yang vital dan fasilitas publik di Sleman mendapat perhatian dari Gubernur DIY. Gubernur DIY, Selasa (18/2) mengunjungi kegiatan pembersihan abu vulkanik yang dilakukan Pemkab Sleman.

Gubernur pertama kali mengadakan pemantauan di Puskesmas Rawat Inap Sleman di Nyaen Pandowoharjo Sleman. Di Puskesmas ini kegiatan pelayanan tetap berlangsung walaupun dengan atap bangunan puskemas dan halamannya masih tertutup abu vulkanik.

Gubernur di tempat ini juga menyerahkan bantuan Pemerintah DIY berupa mobil pemadam kebakaran dengan tangga hidrolis serta alat-alat penunjang kegiatan kerja bhakti seperti sekop, karung dan gerobag sorong kepada Kabupaten Sleman. Mobil damkar bantuan ini langsung digunakan untuk menyemprot bagian atap puskesmas dan atap bangunan SDN Nyaen, dibantu dengan mobil water canon dari Polda DIY.

Selanjutnya, Gubernur melakukan peninjuan ke Pasar Turi, karena pasar ini menjadi tempat kegiatan yang cukup penting untuk menggerakkan roda perekonomian di wilayah Turi dan sekitarnya.

Kemudian rombongan gubernur yang juga disertai Kapolda DIY, Danrem DIY, Danlanal, Gubernur AU serta pejabat di lingkungan DIY serta Bupati Sleman yang disertai dengan pejabat Sleman melakukan peninjauan ke pasar ikan dan pembenihan ikan nila Garongan Girikerto Turi.

Di tempat ini, gubernur melakukan dialog dengan petani ikan dan petani salak Turi. Dalam dialog ini, masyarakat Turi menyampaikan bahwa produksi tanaman salak di Turi tidak terpengaruh dengan adanya abu vulkanik.

Dalam kesempatan ini, Gubernur DIY meminta segera dilakukan upaya embersihan tempat-tempat yang mempunyai nilai strategis, seperti puskesmas, sekolah, pasar dan tempat pelayanan maupun pusat kegiatan perekonomian agar aktivitas masyarakat dapat segera pulih.




PNS Sleman Kerja Bakti Bersihkan Abu Vulkanik Gunung Kelud

upload116-300x198

Sleman – Aparat Pemerintah Kabupaten Sleman, Senin (17/2), secara serentak mengadakan kerja bakti membersihkan  lingkungan kantor masing-masing dari debu abu vulkanik Gunung Kelud.

Walaupun Ibukota Kabupaten Sleman tadi malam sempat diguyur hujan deras namun  ternyata tidak semua abu terbawa air hujan, masih banyak yang tersisa di lingkungan kantor, hanya genting dan pohon saja yang sudah bersih dari abu vulkanik.

Dalam kerja bakti ini, juga dikerahkan untuk membersihkan lingkungan ibukota Sleman dan sekolah-sekolah SD se Kabupaten Sleman, dengan mengerahkan aparat TNI, Polri, SAR, Tagana Relawan, tenaga kerbesihan jalan, PMI Sleman, guru sekolah dan mobil pemadam kebakaran Sleman.

Teknis pelaksanaan kerja bakti dibagi untuk 31 tim ke sekolah SD, 10 Tim di jalan-jalan, 2 tim ke pasar-pasar, 7 tim ke SLB dan Panti Sosial melibatkan 500 personil. Sementara itu masyarakat juga giat melakukan kerja bakti di lingkungan masing-masing dengan mengerahkan mesin pompa untuk menyemprot jalanan dengan air.

Menurut Drs. Yuli Setiono, Kepala BPPD Sleman, kegiatan hari ini akan dievaluasi sore harinya untuk kegiatan pada esok hari, bila belum tuntas masih akan dilanjutkan dalam kegiatan kebersihan lingkungan.

Bupati Sleman, didampingi kepala DInas Pendidikan, juga melakukan peninjauan dalam kegiatan kebersihan yang dilakukan di SD N Trimulyo dan SLB Balong Candibinangun Pakem.

Sementara itu Gubernur DIY Sri Sultan HB X juga melakukan peninjauan ke Bandara Adisucipto Yogyakarta, didampingi Danlanud Adisucipto, Bupati Sleman, Komandan Kodim Sleman, Kapolres Sleman,  dan diterima oleh Managemen Angkasa Pura Andi G wirson. Gubernur didampingi Sekda DIY, Kepala PU DIY dan Walikota Yogyakarta.

Gubernur memerintahkan kepada Manajemen Bandara untuk mempercepat pembersihan bandara sehingga bandara segera dapat dioperasionalkan untuk melayani penerbangan. Karena dampak penutupan bandara dari penerbangan perekonomian Yogyakarta khususnya menjadi terganggu.

Gubernur juga memerintahkan untuk malam hari nanti agar dikerahkan mobil damkar kota 2 unit dan Sleman 2 unit untuk mempercepat proses pembersihan bandara dari abu vulkanik G Kelud.

Menurut Manajemen bandara sudah mengoperasionalkan 8 mobil damkar dan 4 tangki air serta mengerahkan pompa-pompa air untuk menyemprot landasan pacu, dibantu mobil damkar Sleman, hari Sabtu 2 mobil dan hari Minggu 3 mobil serta orang. Dan menurut rencana kemungkinan baru hari Rabu Bandara bisa operasional melayani penerbangan.




Sleman Pun Diguyur Hujan Abu Akibat Gunung Kelud Meletus

211_20140214012331

Sleman – Akibat erupsi Gunung Kelud yang terjadi pada Kamis (13/2) malam sekitar pukul WIB, sejumlah material dari perut gunung seperti abu dan pasir tidak hanya menutupi daerah sekitar gunung seperti Kediri, namun telah mencapai Yogyakarta dan sekitarnya.

Hujan abu terlihat masih turun dan membentuk lapisan yang cukup tebal di wilayah Kabupaten Sleman.

“Sejak semalam sekitar pukul letusan, saya kira itu anak-anak yang iseng bermain petasan. Tapi setelah saya keluar rumah, abu tebal terlihat di atas jok motor dan jalanan pun terlihat memutih,” kata Arya Trisnanto, warga Gamping, Sleman, saat dihubungi pukul WIB, Jumat (14/2).

Dilansir Mitigasi BPBD Kediri, Jumat (14/2), sebaran abu yang dikeluarkan dari perut gunung telah mencapai pantai selatan di Pulau Jawa. Kawasan di Yogyakarta, Pacitan, Blitar dan sekitarnya juga dihujani abu vulkanik.