BKD Sleman Sosialisasikan Jabatan Fungsional Perencana

Sleman – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Sleman, hari ini Rabu (16/4), menyelenggarakan sosialisasi jabatan fungsional perencana di Aula Lt 3 BKD Sleman, untuk menambah pengetahuan dan wawasan tentang jabatan fungsional perencana.

Kepala BKD Sleman Drs. Iswoyo Hadiwarno mengatakan bahwa selain untuk menambah pengetahuan dan wawasan, juga untuk meningkatkan pengetahuan tentang diklat perencana yang dilaksanakan oleh Pusbindiklatren.

Acara sosialisasi yang dibuka oleh Sekretaris Daerah, dr. Sunartono, ini diikuti oleh 100 orang peserta yang berasal dari semua instaansi di lingkungan Pemkab Sleman. Bertindak sebagai nara sumber sosialisasi, yaitu  Wignyo Adiyoso, , MA,PhD Kepala Bidang Pengkajian program Informasi dan layanan perencana Bappenas.

Sunartono menyampaikan bahwa  Jabatan Fungsional merupakan salah satu jalur karier yang dapat ditempuh oleh PNS selain jabatan struktural. Jabatan fungsional adalah kedudukan yang menunjukkan tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak seseorang PNS dalam suatu satuan organisasi yang dalam pelaksanaan tugasnya didasarkan pada keahlian dan/atau ketrampilan tertentu serta bersifat mandiri.

Jabatan fungsional perencana (JFP) maupun Jabatan Struktural merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari manajemen kerja di Instansi/lembaga Pemerintahan.  Masing-masing memiliki tugas, tanggungjawab, dan wewenang sendiri untuk melaksanakan kegiatan perencanaan dalam rangka pencapaian visi misi organisi.

Sunartono menambahkan bahwa untuk mewujudkan jabatan fungsional perencana yang profesional, maka diperlukan pegawai yang profesional dalam bidang perencanaan yang diikuti dengan ketentuan hak dan kewajiban sesuai perundangan yang berlaku.

Idealnya semua fungsional perencana melaksanakan tugas perencanaan mulai dari identifikasi permasalahan, perumusan alternatif kebijakan perencanaan, pengkajian alternatif, penentuan alternatif dan rencana pelaksanaan, pengendalian dan penilaian hasil pelaksanaan sebagaimana diatur dalam Keputusan Menpan No. 16/Kep/

Pada tahun 2013 Pemerintah Kabupaten Sleman telah memberangkatkan 3 orang PNS dari Bappeda Kabupaten Sleman untuk mengikuti diklat perencana tingkat pertama dan saat ini sedang dalam proses pengangkatan sebagai pejabat fungsional perencana.

Selain itu, Pemkab. Sleman juga mengirimkan peserta diklat perencanaan sebanyak 6 orang, untuk mengikuti diklat Perencanaan Pembangunan Daerah (PPD) dan diklat Green Economy yang diselenggarakan oleh Pusdiklatren.

Pada tahun ini Kabupaten Sleman mengirimkan 32 PNS calon peserta diklat non gelar substantif 2014 untuk diseleksi Pusdiklatren untuk mengikuti 7 jenis diklat dari 8 jenis yang ditawarkan, dan juga mengirimkan 4 PNS, calon peserta diklat Jabatan Fungsional Perencana yang diselenggarakan Pusdiklatren.




Pemkab Sleman Selenggarakan Sosialisasi Pelayanan Publik

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman menyelenggarakan sosialisasi Pelayanan Publik di pendopo Rumah Dinas Bupati, Selasa (15/4), dan kegiatan tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah Sleman dr. Sunartono, Mkes.

Acara yang diselenggarakan oleh Bagian Organisasi ini, menghadirkan narasumber dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia, sementara peserta sosialisasi meliputi seluruh SKPD di lingkungan Pemkab Sleman.

Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan dengan tujuan memberikan pemahaman kepada aparatur negara tentang hak dan kewajiban mereka dalam memperoleh pelayanan. Sosialisasi ini juga sejalan dengan komitmen Pemkab Sleman dalam mewujudkan good governance.

“Sementara kualitas pelayanan publik juga ditentukan oleh kualitas aparaturnya. Upaya peningkatan SDM aparatur dilakukan melalui diklat, bimtek, kursus maupun pelatihan-pelatihan khusus,” kata Sekda.

Kinerja pelayanan publik Kabupaten Sleman mendapat apresiasi dengan diraihnya Piala Citra Bhakti Abdi Negara Tahun 2011 dengan kategori A serta diraihnya Peringkat II pada Peneringkatan Kinerja Pelayanan Publik Tingkat DIY berdasar PermenPANRB No. 66 Tahun 201, dan juga tahun 2014 ini program Pasar Kerja Keliling juga menjadi salah satu Inovasi Pelayanan Publik harus lebih  dikembangkan.

Dalam pandangan masyarakat seringkali kinerja birokrasi dinilai dari seberapa baik pelayanan publik yang  diberikan kepada masyarakat. Jika pelayanan publiknya baik maka kinerja birokrasi dianggap baik pula begitupun sebaliknya.

Untuk menghindari penilaian buruk kinerja birokrasi maka perlu senantiasa berupaya untuk memberikan yang terbaik pada masyarakat. Pelayanan prima yang dimaksud adalah pelayanan  yang terbaik yang mampu diberikan kepada masyarakat.




Pagu Indikatif Usulan Kecamatan Di Sleman Rp45 Miliar

Sleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman, melalui satuan kerja perangkat daerah (SKPD), telah menganggarkan dana sekitar Rp 45 miliar untuk mengakomodasi usulan perencanaan pembangunan dari masyarakat.

Untuk mengalokasikan dana tersebut, Pemkab melalui Bappeda Sleman telah meminta pada pemerintah Kecamatan di Kabupaten Sleman untuk membuat usulan yang dimasukkan dalam Pagu Indikatif Usulan Kecamatan (PIK).

“Kami sudah meluncurkan program PIK ini sejak 3 tahun lalu dan tahun 2014 ini, kami menganggarkan dana sekitar Rp45 miliar yang dibagi dalam PIK reguler sebesar Rp25,78 miliar dan PIK pendamping PNPM Mandiri perkotaan dan perdesaan sebesar Rp19,86 miliar,” kata Kepala Bappeda Sleman drg Intriati Yudatiningsih MKes kepada wartawan, di Sleman, Selasa (15/4).

PIK itu sendiri dimaksudkan untuk mengakomodasi usulan masyarakat dari tingkat kecamatan sehingga bisa diakomodir oleh masing-masing SKPD yang bersangkutan. Harapannya pelaksanaan musrenbang yang dilaksanakan setiap tahun menjadi menarik karena masyarakat dilibatkan untuk memberikan usulan.

“Ada kewajiban bagi SKPD untuk mengakomodir usulan dalam PIK tersebut asalkan PIK yang diajukan sudah sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Ada sekitar 11 kriteria untuk menyusun PIK tersebut,” kata Intriati.

Kriteria itu antara lain menyangkut jumlah penduduk, luas wilayah, posyandu, ruas jalan kabupaten, irigasi dan lainnya. PIK itu sendiri, kata Intriati, akan dibagikan dalam dua jenis, yaitu PIK reguler dan PIK pendampingan PNPM Mandiri perkotaan dan perdesaan.

“Intinya, PIK ini sebagai satana bagi kecamatan untuk mengusulkan apa yang diinginkan di daerahnya, sehingga usulan itu akan dibawa ke SKPD yang bersangkutan untuk mengakomodirnya,” tambahnya.

Besaran anggaran PIK ini setiap kecamatan berbeda dan akan dibagi secara proporsional dan  disesuaikan dengan kriteria yang ada.




201 Pelajar SMA/SMK/MK Di Sleman Ikut Seleksi Calon Paskibraka

Sleman, – Sebanyak 201 pelajar kelas X dan XI SMA/SMK/MA Negeri/Swasta yang lolos seleksi tingkat wilayah, mengikuti pemilihan calon Paskibraka Kabupaten Sleman. Sebelumnya total peserta tingkat wilayah Timur, Tengah dan Barat yang mengikuti seleksi sebanyak 500 pelajar. Pembukaan pemilihan calon Paskibraka ditandai dengan pengalungan nomor peserta secara simbolis kepada 2 pelajar putra putri oleh Sekda Kabupaten Sleman dr. Sunartono, Mkes, didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Sleman Arif Haryono, SH, di Aula Unit I Pemkab Sleman, Senin (14/4). Sunartono mengatakan bahwa seleksi calon anggota Paskibraka Sleman ini merupakan upaya pengkaderan anggota Paskibraka dalam mewujudkan generasi yang berwawasan kebangsaan. Seleksi Paskibraka juga untuk menanamkan jiwa perjuangan, disiplin dan ksatria. ”Hanya siswa-siswi yang memenuhi syarat, yang terpilih dalam melaksanakan tugas kenegaraan sebagai pengibar dan penurun bendera Merah Putih, dalam rangkaian peringatan HUT RI di Kabupaten Sleman,” kata Sunartono. Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Sleman Arief Haryono menjelaskan bahwa seleksi ini nantinya untuk memilih 4 orang peserta putra dan 4 orang peserta putri untuk dikirim wakil pemilihan calon Paskibraka tingkat nasional. Targetnya salah satu calon dapat lolos ke tingkat nasional. Selain itu, seleksi juga dilakukan untuk memilih 18 orang putra dan 18 orang putri untuk dilatih menjadi Paskibraka Kabupaten Sleman dengan cadangan masing-masing 3 putra dan 3 putri. Pemilihan akan dilakukan selama 3 hari, mulai hari ini Senin (14/4) hingga Rabu (16/4) dengan materi tes tertulis, tes kesehatan dan postur tubuh, tes kesemaptaan jasmani, tes ketrampilan baris berbaris, tes wawancara meliputi mental dan ideology, kepribadian, pengetahuan umum dan kedaerahan, ketrampilan khusus meliputi penguasaan bahasa Inggris, seni budaya dan olahraga serta teknologi informasi.




30 Finalis Dimas Diajeng Sleman Melaju Babak Grand Final

Sleman, – Sleman saat ini telah berhasil memperoleh 30 orang dimas diajeng hasil seleksi tahun 2014. Kepastian 30 dimas diajeng Kabupaten Sleman ini diumumkan dalam acara Sugeng Rawuh Party, di Pusat Kuliner Jogja Paradise Jalan Magelang Sinduadi Mlati, Sleman, Jumat (11/4).

Dimas Tio, selaku ketua pelaksana, mengatakan walaupun sempat diguyur hujan namun acara yang dilaksanakan out door ini masih dapat berlangsung dan cukup meriah.

Dari 114 pendaftar telah diadakan tes meliputi dua tahap, yakni administrasi dan tertulis, serta wawancara. Seleksi dimas diajeng bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sleman dilakukan cukup ketat mengingat tujuan diadakannya pemilihan ini adalah untuk mencari generasi muda yang berkarakter, peduli dan berprestasi.

Acara Sugeng Rawuh Party, menurut Dimas Tio, merupakan bagian dari rangkaian acara untuk menyambut kehadiran 30 finalis sebagai anggota keluarga ikatan dimas diajeng Sleman.

Acara ini merupakan terobosan baru untuk mengumumkan siapa saja yang terpilih menjadi finalis, agar semua semifinalis pun bisa merasakan euphoria pemilihan. Selanjutnya nanti akan dipilih yang menjadi juara 1 s/d 5.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sleman Ir. Ayu Laksmidewi, TP. MM mengungkapkan pemilihan dimas diajeng Sleman ini merupakan upaya untuk mendidik generasi muda secara dini, agar menjadi generasi yang memiliki kesadaran dan ketahanan budaya yang tinggi.

Disamping itu, ke depan dimas diajeng Sleman juga diharapkan dapat menjadi generasi yang mampu mengemban sebagai duta wisata dan budaya yang benar-benar dinamis, penuh semangat dan dedikasi terhadap kemajuan Kabupaten Sleman.

Adapun untuk 15 dimas Sleman yakni Ade Dwi Saputra, Agus Salim, Arif zudi Winarto, Dimitri Dairi, Eko Setiawan, Emanuel Nung Agoton, Endy Agustian, Fahrizal Fauzi Aldino fajar wijanarko, Muh Amri Zakarzi, Rico Survival Subaidi, Rivo Riyarno, Sapta Abimanyu, Susilo, Tri Nurusan fadhillah.

Sementara 15 diajeng Sleman yakni Acintyas Widaning, Ahla Sabila, Anisa Yunas, Ariyanti Dyah Maharani, Desiyana Adityawati, Dorothea Gecella Putri, Galuh Santika, Gestina Novitasari, Kadenza Adatya Tamara, Nefertiti Yunizare, Honika Tiara Cintya, Rizky Annisa, Wulansari, Wurning Wandeha Larasukma.

Para finalis yang terpilih akan menjalani pembekalan yang sangat intens yang berupa workshop dan briefing, pemotretan, table manner, bakti sosial, kunjungan media partner, outbound, presentasi dan famtrip.

Sebelum malam Grand Final yang akan dilangsungkan tanggal 16 Mei 2014 di Gedung Serba Guna UIN Yogyakarta, para finalis diwajibkan untuk menjalani karantina selama 4 (empat) hari.