Media Center Kabupaten Sleman Sosialisasikan Lokasi Baru

Sleman– Media Center Kabupaten Sleman yang difasilitasi oleh Dishubkominfo Kabupaten Sleman mulai saat ini sudah menempati lokasi yang baru, di Jl. KRT Pringgodiningrat, Beran Tridadi Sleman.

Sebelumnya Media Center Sembada menempati ruang perpustakaan Bagian Humas di Kantor Setda Sleman.

Dibandingkan dengan lokasi yang lama, maka di lokasi yang baru ini Media Center Sembada bisa diakses dengan lebih mudah dan dimanfaatkan oleh masyarakat umum, bahkan juga bisa dimanfaatkan para wartawan di Sleman untuk memperlancar tugasnya.

Demikian disampaikan Kasi Sarana Informasi, Bidang Komunikasi dan Informatika Dishubkominfo Kabupaten Sleman, Budi Santosa ST MEng di kantornya, Selasa (18/3).

Menurut Budi, media center yang lokasinya berdampingan dengan kantor LSPE, telah memiliki beberapa fasilitas komputer dan memang baru sekitar 2 minggu lalu mulai bisa diakses dan memiliki infrastruktur yang cukup lengkap.

Saat ini di media ceter sudah ada 14 komputer bantuan dari Kementrian Kominfo dan semuanya bisa digunakan dengan baik. Untuk media center ini telah ditempatkan dalam ruangan khusus dan kapan saja bisa dipergunakan.

“Hanya saja, siapa saja yang menggunakan fasilitas media center diminta untuk mengisi buku tamu, dan tidak membayar,” kata Budi.

Selain itu, media center Sleman ini juga bisa dimanfaatkan untuk pelatihan. Dicontohkan, bila ada komunitas di masyarakat yang ingin belajar IT (Ilmu Teknologi) bisa memanfaatkan media center ini.

Hanya saja untuk instrukturnya diharapkan membawa sendiri, dan media center hanya memfasilitasi tempat dan peralatan komputernya saja.

Untuk menggunakan media center sebagai tempat pelatihan caranya sangat mudah, cukup mengajukan surat permohonan penggunaan ke Dishubkominfo Kabupaten Sleman. Dan nantinya akan diatur waktunya oleh petugas.

“Kalau komputer di media center kurang bila digunakan untuk pelatihan bisa menggunakan komputer di lab Dishubkominfo,” tambah Budi.




11 Parpol Ikuti Kampanye Damai Di Sleman

Sleman – Sebanyak 11 partai politik (Parpol) peserta Pemilu Kabupaten Sleman, Sabtu (15/3), mengikui karnaval kampanye damai yang dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman.

Puluhan unit mobil partai yang dihiasai denggan pernak-pernik, terlihat mengikuti konvoi tersebut yang mengambil start dan finish di halaman parkir Monumen Jogja Kembali (Monjali), demikian Media Center Kabupaten Sleman melaporkan, Senin (17/3).

Karnaval Pemilu Damai ini dilakukan dalam rangka menyambut pelaksanaan kampanye terbuka yang akan dimulai hari Minggu (16/3). Selain diikuti seluruh parpol peserta, pawai ini diikuti dan melibatkan Panwas, Pemda, Polres, dan menyuguhkan atraksi kesenian sehingga dapat menarik simpatik masyarakat.

Pawai ini juga betujuan untuk membangun dan meneguhkan kembali komitmen penyelenggara dan peserta pemilu untuk melaksanakan kampanye secara damai, aman tanpa menimbulkan konflik dan gesekan apapun.

Pada kesempatan ini,  juga dilakukan pembacaan dan penandatanganan komitemen akan mengendalikan kontestan agar tercipta suasana aman dan damai.

Ketua KPU Kabupaten Sleman, Ahmad Shidqi, mengungkapkan, kegiatan ini merupakan program nasional dan dilakukan serentak di seluruh Indonesia. Satu parpol diberi jatah tiga mobil dan diberi ruang seluas-luasnya untuk berkreasi, seperti menghias mobil atau menampilkan atraksi hingga penyampaian visi misinya.

“Ini sebagai salah satu media sosialisasi pelaksanaan Pemilu yang akan dilakukan 9 April nanti kepada masyarakat. Kami kenalkan kepada masyarakat siapa saja peserta pemilu. Masing-masing parpol kami persilakan membawa identitas dan keunggulan mereka,” kata Ahmad Shidqi.

Ia mengatakan rombongan konvoi melewati seluruh dapil yang ada di Kabupaten Sleman. Hal tersebut bertujuan untuk mengenalkan partai-partai peserta Pemilu kepada masyarakat. Kegiatan ini mengelilingi enam Dapil untuk mengenalkan para peserta Pemilu beserta atribut serta visi misinya.

Kapolres Sleman mengajak agar kampanye yang dilaksanakan menjadi kegiatan yang berbudaya dan meraih simpati masyarakat, dengan harapan  kampanye yang dilaksanakan dapat berjalan lancar dan kondusif. Untuk mengawal kampanye parpol Polres Sleman menyiapkan 600 personil setiap hari.

Sementara itu, Sekda Sleman dr. Sunartono, MKes mengingatkan kepada peserta pemilu agar dapat melaksanakan kampanye damai dengan mentaati peraturan yang telah ditetapkan, yakni tidak melibatkan anak, menyinggung SARA, tidak mengganggu arus lalu lintas dan tidak merusak fasilitas umum.




Tingginya Angka Kemiskinan Masih Jadi Tantangan DBKS DIY

Sleman – Sampai saat ini DBKS sudah dicanangkan di 337 desa dari 438  desa di DIY, namun perlu diketahui bahwa masih terdapat sekitar jiwa di Daerah Istimewa Yoghyakarta (DIY) yang masih  hidup di bawah garis kemiskinan yang harus segera dituntaskan.

Angka kemiskinan di DIY masih di atas rata-rata nasional, karena angka kemiskinan di DIY sebesar 16%, sedangkan rata-rata angka kemiskinan nasional 14%.

Tantangan lainnya adalah meningkatnya angka perceraian yang mengindikasikan adanya disharmoni keluarga. Selain itu, juga adanya fenomena pernikahan di bawah umur.

Berdasarkan data dari Kemenag DIY, angka nikah di bawah umur tahun 2013 sebesar 399 orang. Jumlah ini menurun sedikit bila dibndingkan dengan tahun 2012 sebanyak 396 orang.

Bupati Sleman Drs. H. Sri mencanangkan Desa Binaan Keluarga Sakinan Tingkat DIY di Balai Desa Madurejo Kecamatan Prambanan Kabupaten Sleman.

Tujuan gerakan keluarga sakinah ini, adalah sebagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia secara terpadu antara masyarakat dan pemerintah dalam mempercepat mewujudkan masyarakat madani yang bermoral tinggi, penuh keimanan, ketaqwaan dan akhlaq mulia.

Penduduk di wilayah Desa Madurejo adalah sebagian besar petani dan buruh tani. Kepala Desa Madurejo, H. melaporkan bahwa di tingkat RT, RW di tiap Padukuhan sudah ada posyandu anak-anak dan yandu lansia dan tiap RT dan RW sudah terbentuk adanya pengajian secara rutin hal ini perlu di tingkatkan.

Mindoyo berharap agar seluruh warga masyarakat di Desa Madurejo agar mendukung program DBKS ini.

Bupati Sleman memberi apresiasi yang sangat tinggi bahwa di tiga Desa yaitu Desa Madurejo Prambanan, Desa Sidorejo Kecamatan Godean dan Desa Pondokrejo Kecamatan Tempel telah dipilih sebagai Desa Binaan Keluarga Sejahtera (DBKS) tingkat DIY.

Ketua tim  Pembina DBKS DIY Drs. H. Mashuri berharap agar pencanangan DBKS ini dapat mengantisipasi dan menghindarkan munculnya permasalahan-permasalahan keluarga yang potensial menyebabkan terjadinya perselisihan. Terlebih saat ini semakin banyak permaslahan generasi muda seperti kenakalan remaja dan tawuran.

Mashuri mengharapkan dukungan seluruh kader DBKS dalam upaya membangun keharmonisan keluarga. Para kader DBKS inilah yang menjadi motivator dan penggerak kegiatan di tingkat yang paling bawah guna meningkatkan kualitas keluarga.




Kapolres Sleman Serahkan Santunan Anak Yatim Keluarga Polri

Sleman – Kapolres Sleman AKBP Ihsan Amin, SiK, MH. menyerahkan santunan kepada anak yatim keluarga besar Polri di aula Mapolres Sleman, Senin (17/3), dengan didampingi Waka Polres Sleman Kompol Angling Guntoro, SiK dan pengurus yayasan Brata Bhakti DIY.

Santunan yang diberikan kepada 32 anak yatim dan piatu keluarga besar Polri Polres Sleman itu, bersumber dari dana yayasan Brata Bhakti D.I. Yogyakarta dan Kapolres Sleman, sebagai salah satu wujud bentuk kepedulian dari pimpinan terhadap anak yatim dan piatu keluarga besar Polri.

Anak yatim dan piatu yang menerima santunan tersebut merupakan anak kandung anggota Polri aktif yang bertugas di jajaran Polres Sleman yang telah meninggal dunia.

Santunan ini diharapkan dapat memberikan motivasi kepada anak yatim keluarga besar Polri Polres Sleman dan dapat berguna dalam menunjang pendidikannya.




Pasar Kuliner Belut Godean Sleman Siap Jadi Tujuan Wisata Kuliner

Sleman – Pasar kuliner belut Godean Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, siap menjadi tujuan wisata kuliner, menyusul diresmikannya penggunaan pasar kuliner tersebut oleh Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo, MSI, Selasa (11/3).

Dalam kesempatan ini hadir Ketua DPRD Sleman, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Pasar, Camat Gamping.

Kepala Dinas Pasar Kabupaten Sleman Dra. Tri Endah Yitnani, Msi mengatakan pasar kuliner belut ini merupakan upaya penataan pedagang kripik belut di lingkungan pasar Godean yang dirasakan sudah mendesak untuk dipindah, karena lokasi dipinggir jalan yang padat lalu lintasnya sehingga rawan menimbulkan kemacetan lalu lintas.

Pasar kuliner ini berdiri di atas tanah kas desa Sidoagung bekas Kantor Kecamatan Godean seluas m2 dengan luas bangunan   m2 .

Saat ini sudah ditempati 30 pedagang yang tergabung dalam paguyuban pedagang kripik belut wilayah Sleman Barat, Godean, Seyegan, Minggir dan Moyudan.  Nantinya jjuga akan dibangun sentral pasar klitikan dan sentral pasar hewan di lingkungan pasar Godean.

Bupati Sleman dalam sambutannya mengatakan Pusat Kuliner Belut Godean ini diharap memberi kemudahan, baik bagi para pedagang dan konsumen bertransaksi hasil olahan kripik belut secara nyaman dan aman., dan menjadi icon pusat oleh oleh khas Godean.

Lebih dari itu dengan tersentralnya penjualan hasil olahan keripik belut ini tentunya memberikan nilai estetika yang lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Sentralisasi penjualan hasil olahan kripik belut ini  mengembalikan fungsi areal halaman pasar Godean yang  selama ini digunakan untuk lapak para penjual kripik belut dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

Bahkan akan memperlancar arus lalu lintas yang sudah cukup padat di area Pasar Godean dan mengurangi kemacetan di area pasar, sehingga akan lebih menertibkan dan memberikan kenyamanan pengunjung Pasar Godean.

Kepada seluruh pedagang pasar  belut di pusat kuliner belut ini, yang menggunakan model pasar tradisional ini untuk konsisten berjualan disini  dan ikut memelihara sarana Pusat Kuliner Belut ini dengan menjaga kebersihan serta keamanannya.

Endah menyatakan keinginannya untuk menggemakan kembali tentang slogan Pasare Resik Rejekine Apik. Jika para pedagang dan pembeli sama-sama menerapkan prinsip ini. “Maka saya yakin keberadaan pasar belut ini akan memberikan keuntungan lebih bagi penggunanya,” katanya.

Untuk menjadikan pusat kuliner ini ramai pengunjung, pengelola dan para pedagang dapat bersinergi, melaksanakan beberapa kegiatan yang menarik pengunjung.

Selain itu  Kepala Dinas Pasar untuk bersinergi dengan Kepala Dinas Pariwisata di dalam mempromosikan keberdaan pusat kuliner ini, sehingga pusat kuliner ini menjadi jujugan para wisatawan.

Salah satu tujuan pembangunan Pasar Kuliner Belut Godean ini dilakukan untuk menunjang penataan kawasan Kecamatan Godean. Dengan dibangunnya Sentra Kuliner Belut ini tentunya semakin menguatkan citra belut sebagai komoditas unggulan Sleman yang bahkan banyak diminati para wisatawan sebagai oleh-oleh khas Sleman.

Sentralisasi pemasaran komoditas ini diharapkan dapat meningkatkan promosi aneka produk olahan belut sebagai komoditas unggulan Kecamatan Godean, yang akhirnya mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi wilayah.

Pada kesempatan tersebut, Endah juga berharap agar inovasi dapat terus dilakukan untuk memberikan beragam pilihan bagi konsumen. Tidak hanya terbatas pada keripik, belut juga menarik untuk disajikan dalam bentuk lain seperti di antaranya dendeng belut, abon belut, sambel belut kemasan dan lain sebagainya.

“Penganekaragaman pangan ini menggarisbawahi upaya kita untuk meningkatkan porsi produk olahan buatan dalam negeri,” katanya.

Pemkab Sleman terus berupaya mempertahankan dan mengembangkan keberadaan pasar tradisional. Pada saat ini jumlah pasar di Kabupaten Sleman mencapai 39 pasar kabupaten tersebar di 17 kecamatan, serta 36 pasar desa.

Untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada para konsumen, dan menciptakan kondisi pasar yang bersih dan nyaman, Pemkab Sleman juga telah merehabilitasi dan merevitalisasi 9 pasar tradisional, pembinaan bagi pedagang pasar untuk penataan pasar desa.

Selain itu, fasilitasi pembentukan dan pembinaan pengurus paguyuban pasar, penataan tempat dagangan dan jenis mata dagangan di 7 UPT Pelayanan Pasar dan peningkatan pelayanan pedagang pasar di 40 pasar dan Taman Kuliner.

Acara peresmian ditandai dengan pemukulan gong oleh  Bupati Sleman dan pemotongan tumpeng yang diserahkan kepada perwakilan pedagang. Dan untuk memeriahkan acara dihibur dengan Grup Hadroh Gayuh Swargo serta bintang tamu Mbokde Beruk dan Dalijo.