Sukunan Juara Lomba Videografi Padukuhan Banyuraden, Dorong Promosi Potensi Lokal melalui Media Digital

Sleman – Padukuhan Sukunan berhasil meraih juara pertama dalam Lomba Videografi Profil Padukuhan yang diselenggarakan Karang Taruna Wira Muda Banyuraden dengan nilai 252. Pengumuman pemenang dilaksanakan pada puncak Pekan Olahraga Kalurahan (Porkal) Banyuraden 2026, Minggu (25/10/2026), di Lapangan Banyuraden, Gamping, Sleman.
Lomba ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk memperkenalkan karakteristik, potensi unggulan, dan ciri khas wilayah melalui karya audiovisual. Selain mendorong kreativitas warga, kegiatan tersebut juga mengajak masyarakat memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi potensi lokal.
Ketua Karang Taruna Wira Muda Banyuraden, Dias Dwi Nugroho, menjelaskan bahwa pengumpulan karya berlangsung pada 15 September hingga 22 Oktober 2026. Setiap padukuhan diberi kesempatan menyusun profil wilayah dalam bentuk video berdurasi maksimal tujuh menit dengan penyajian yang informatif dan kreatif.
“Melalui karya tersebut, peserta dapat mengangkat beragam potensi, mulai dari kehidupan sosial masyarakat, budaya lokal, lingkungan, kegiatan warga, hingga peluang ekonomi yang menjadi keunggulan masing-masing padukuhan,” ujarnya.
Setelah masa pengumpulan karya berakhir, penjurian dilaksanakan pada 23 Oktober 2026. Proses penilaian melibatkan tiga dewan juri, yakni Susilo Dwi Murwanto, Pengelola Sleman Creative Space; Adnan Iman Nurtjahjo, Ketua Forum Komunitas Informasi Masyarakat (FKIM) Kabupaten Sleman; serta Hermantara Dwi Laksana dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman.
Berdasarkan hasil penilaian, Padukuhan Sukunan menempati posisi pertama dengan nilai 252, disusul Padukuhan Somodaran dengan nilai 250 dan Padukuhan Geplakan dengan nilai 207. Selisih dua poin antara Sukunan dan Somodaran menunjukkan ketatnya persaingan dalam kompetisi tersebut.
Para pemenang memperoleh trofi, uang pembinaan, dan piagam penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas serta upaya peserta dalam mengemas potensi wilayah menjadi konten audiovisual yang menarik.
Lurah Banyuraden, Sudarisman, menyampaikan bahwa lomba videografi profil padukuhan membuka ruang partisipasi masyarakat dalam memeriahkan kegiatan kalurahan melalui karya kreatif yang bermanfaat dalam jangka panjang.
“Lebih dari sekadar kompetisi, video profil padukuhan berpotensi menjadi bahan publikasi digital yang dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi budaya, lingkungan, kegiatan sosial, dan peluang ekonomi kepada khalayak yang lebih luas,” ungkapnya.
Ia berharap, karya-karya tersebut dapat dikelola dan disebarluaskan secara optimal sehingga mampu memperkuat identitas wilayah, membuka peluang kolaborasi, serta mendukung promosi potensi lokal secara berkelanjutan.
“Kreativitas dalam mendokumentasikan potensi lokal diharapkan terus berkembang sehingga setiap padukuhan memiliki materi publikasi yang mampu memperkenalkan keunggulannya, memperkuat kebanggaan warga, dan mendukung pengembangan Kalurahan Banyuraden di era digital,” pungkasnya. (Adnan Nurtjahjo | KIM Pararta Guna Gamping)



