Alamkara, Sarana Memperdalam dan Memperindah Majas dalam Karya Sastra

Sleman — Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Sleman bekerja sama dengan Paguyuban Budaya dan Sastra Jawa (Pasbuja) Kawi Merapi Kabupaten Sleman menggelar program literasi karya tulis bertajuk Alamkara.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman pada Sabtu (24/10/2026) di Rumah Makan Sego Welut Godean, Sleman. Hadir pula dalam kesempatan tersebut Kepala Bidang Sejarah, Bahasa, Sastra, and Permuseuman Dinas Kebudayaan Sleman, Dwi Joko Haryadi, serta Kepala Seksi Bahasa dan Sastra Disbud Sleman, Ita Kurniawati. Acara ini diikuti oleh 23 penulis baru serta sejumlah anggota Pasbuja Kawi Merapi.
Ketua Pasbuja Kawi Merapi, Sutopo Sugihartono, menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan fasilitasi dari Bupati Sleman melalui Dinas Kebudayaan Sleman yang dilaksanakan oleh Pasbuja. Ia menyebutkan, organisasi yang dipimpinnya berdiri pada 30 November 2018 dengan 13 anggota awal dan kini telah berkembang menjadi 138 anggota.
“Pada bulan depan kita akan memasuki usia yang ke delapan tahun,” tutur Sutopo, sekaligus menyampaikan apresiasi kepada Disbud Sleman atas kepercayaan yang diberikan dalam penyelenggaraan program Alamkara. “Semoga kolaborasi ini menjadi semangat kita dalam membangun gotong royong,” ungkapnya.
Sementara itu, bidang Litbang Pasbuja Kawi Merapi yang juga dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Wiwien Widyawati Rahayu, menjelaskan filosofi di balik pemilihan tajuk kegiatan tersebut. Istilah Alamkara berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti hiasan, ornamen, dekorasi, atau keindahan.
Wiwien memaparkan, dalam konteks sastra, alamkara merujuk pada gaya bahasa atau majas yang berfungsi untuk memperindah dan memberikan nilai estetika pada suatu karya tulis.
“Melalui kegiatan ini kami berharap peserta mampu mengekspresikan karya tulis yang indah,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa keindahan bahasa merupakan modal utama bagi seorang penulis untuk memikat pembaca.
“Karya tulis yang indah yang didukung kaidah penulisan yang benar merupakan awal kesempurnaan sebuah karya tulis yang enak dinikmati oleh pembacanya,” pungkas Wiwien. (Giek/KIM Moyudan)



