Pemerintah Kapanewon Prambanan Adakan Gelar Budaya dan Pameran UMKM

Sleman – Dalam rangka memperingati hari jadi ke-12  Undang-undang Keistimewaan DIY dan HUT ke-79 RI, Kapanewon Prambanan menggelar rangkaian kegiatan, di pendapa Kapanewon Prambanan, Selasa malam (27/08/2024).

Kegiatan dimulai tepat pukul WIB, dan dibuka oleh Panewu Prambanan Tri Akhmeriyadi, dengan pemotongan tumpeng. Pada kesempatan itu, Panewu Prambanan menyampaikan rangkaian kegiatan ini diawali dengan lomba sesorah bahasa Jawa antar kalurahan se-Kapanewon Prambanan.

Kemudian dilanjutkan pada tanggal 28 Agustus dengan lomba mewarnai yang diikuti oleh 300 peserta dari PAUD dan TK se-Kapanewon Prambanan. Tidak hanya itu, panitia juga telah menyiapkan beragam rangkaian kegiatan untuk memeriahkan acara dihari kedua.  

“Ada kesenian dari SD dolanan anak se-Kapanewon, pentas jathilan, karnaval yang pesertanya dari seluruh kalurahan, SMP dan SMA yang ada, serta kantor dan dinas terkait yang ada di Kapanewon Prambanan. Pada hari Sabtu tanggal 31 Agustus 2024 akan diakhiri dengan senam massal Sleman Sembada oleh para lansia,” ungkap Tri.

Setelah sambutan selesai, dilanjutkan dengan lomba sesorah bahasa Jawa antar Kalurahan se-Kapanewon Prambanan. Kegiatan berakhir pada pukul WIB, dengan hasil juara 1 diraih oleh Kalurahan Madurejo, juara 2 oleh Kalurahan Sambirejo, dan juara 3 diraih oleh Kalurahan Sumberharjo. (Harmaji / KIM Prambanan).




PEMKAL MADUREJO GELAR BIMTEK MUSKAL VALIDASI PEMUTAKHIRAN DATA KEMISKINAN TAHUN 2024

Sleman – Dalam rangka pelaksanaan pemutakhiran data kemiskinan tahun 2024, Kalurahan Madurejo yang difasilitasi dari Dinas Sosial Kabupaten Sleman, melaksanakan Bimbingan Teknis Musdus/Muskal mulai pukul sampai dengan pukul WIB, di Kalurahan Madurejo, Senin (29/07/2024).

Bimtek ini dihadiri oleh Lurah Madurejo, Carik Madurejo, Pamong Kalurahan Madurejo, seluruh Dukuh dari 16 Padukuhan di Kalurahan Madurejo, serta ketua Sub TPK .

Dalam sambutannya, Lurah Madurejo, H. Sumadi mengungkapkan adanya kegiatan pemutakhiran data tahun ini, Kalurahan Madurejo bisa mendukung program dari kabupaten maupun dari Kapanewon Prambanan. Di mana, program yang dimaksud ialah angka kemiskinan Kapanewon Prambanan tahun ini menjadi 8 persen sesuai target Panewu Prambanan.

Narasumber dari bimtek tersebut ialah perwakilan Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Sarastomo Ari Saptoto menyampaikan, penyelenggaraan Musduk/Muskal penyelenggaranya adalah BPKal masing-masing. Kemudian Data kemiskinan tahun 2023, sebagai bahan Musduk/Muskal tahun 2024.

Selanjutnya, Ari menegaskan bahwa proses Musduk/Muskal hanya untuk menentukan keluarga tersebut layak/tidak layak menyandang predikat keluarga miskin atau rentan miskin. Terakhir, ia  juga mengharapkan Madurejo harus mendukung program pemerintah dalam pencapaian target kemiskinan 8 persen yang sekarang ini masih diposisi 10 persen.

“Madurejo harus mendukung program pemerintah dalam pencapaian target kemiskinan 8 persen yang sekarang ini masih diposisi 10 persen,” imbuhnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab sebagai menutup kegiatan bimtek. (Harmaji/KIM Prambanan).




Bangun Kerukunan Warga, Pemkab Sleman Lakukan Pembinaan Tokoh Agama dan Masyarakat

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman mengundang 315 para tokoh agama dan tokoh masyarakat se-Kabupaten dalam acara Pembinaan Toko Agama/ Masyarakat se-Kabupaten Sleman di Pendopo Parasamya Kabupaten Sleman, Sabtu (27/7/2024).

Hadir dalam acara tersebut Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, didampingi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Asisten III Kabupaten Sleman, Staf Ahli Bidang Hukum dan Pemerintahan serta Kerukunan Umat Beragama, Bidang Kesejahteraan Rakyat, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman.

Acara yang dimulai pukul itu diawali dengan doa, selanjutnya flash mob dari mas Bagas mahasiswa ISI Yogyakarta, didampingi Dimas dan Diajeng Sleman 2024, mengajak seluruh hadirin untuk bernyanyi dan berjoget bersama.

Dalam sambutannya Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menyampaikan bahwak kegiatan ini sesuai dengan Visi dan Misinya, yaitu terciptanya masyarakat yang sejahtera lahir dan batin.

Kustini juga mengharapkan, agar Kabupaten Sleman dapat menerapkan kerukunan antar umat beragama, sehingga dapat terwujud kabupaten Sleman yang aman, tenteram, dan sentausa sesuai dengan Pancasila.

“Diharapkan juga, guna mewujudkan kerukunan, diperlukan komunikasi, silahturahmi, juga koordinasi, agar pandangan yang berbeda dapat diwujudkan dalam satu tujuan yaitu Tuhan Yang Maha Esa,” ungkap Kustini.

“Para tokoh agama juga diharapkan dapat memberikan masukan  agar dapat merajut perbedaan untuk membangun Kabupaten Sleman, sebagai rumah kita bersama. Bupati juga mengajak seluruh lapisan masyarakat agar membiasakan untuk memilah sampah di tempat masing-masing, sehingga akan tetap terjaga Sleman yang sehat dan bersih,” tambahnya.

Kegiatan juga diisi dengan penampilan Tari Pendet dari Agama Hindu, dilanjutkan paduan suara dari Agama Kristen, disusul Tarian Badui dari Kapanewon Tempel, serta penampilan yang  terakhir musik kontemporer dari Agama Katolik. (Harmaji – KIM Prambanan)




Pembangunan Kapel di Prambanan Resmi Dimulai

Sleman – Pembangunan Kapel Santo Antonios Abbas Watu Kandang, Gayam Harjo, Prambanan, Sleman resmi dimulai setelah dilakukan peletakan batu pertama pada Sabtu (20/4/2024). Peltakan batu pertama pembangunan rumah ibadah umat Katolik tersebut dihadiri langsung oleh Panewu Prambanan, Siti Wahyu Purwaningsih.

Heru Susanto, Ketua Panitia Pembangunan menuturkan, rumah ibadah ini dibangun di atas lahan seluas 275 m2 yang bersal dari hibah warga setempat.

“Pembangunan Kapel ini diperkirakan akan menelan biaya sebesar Rupiah,” ungkapnya.

Romo Paroki V. Bondhan PK, Pr. dalam sambutannya mengapresiasi kepada panitia dan seluruh umat atas dukungan dan semangatnya untuk terwujudnya tempat ibadah yang sangat dirindukan oleh umat tersebut.

Dirinya juga ikut berpartisipasi terutama dalam pemilihan nama Watu Kandang, yang kebetulan dilokasi tersebut memang berdampingan dengan destinasi wisata Watu Kandang Gayam Harjo.

“Diharapkan kedepan semoga tempat ini bukan hanya menjadi tempat beribadah saja , namun juga sebagai tujuan wisata religi,” harapnya.

Panewu Prambanan, Siti Wahyu Purwaningsih dalam sambutannya sangat mengapresiasi atas semangat serta kebersamaan panitia, warga dan pengurus gereja dalam mendukung penuh untuk terlaksananya Kapel yang sangat dirindukan ini. Ia juga berjanji akan memberikan bantuan dari dirinya pribadi.

“Biarpun sedikit, karena keikhlasannya semoga dapat bermanfaat,” ujarnya.

Pada akhir kegiatan, diawali oleh kedua Romo dari Paroki Dalem, Panewu Prambanan, Ketua FKUB, Lurah Gayamharjo, Danramil, Kapolsek, Ketua Pembangunan, Kepala dukuh setempat, Ustad dan Takmir masjid setempat, Babinkamtibmas, serta Babinsa, melakukan peletakan batu pertama serta foto bersama, sebagai tanda dimulainya pembangunan. (Harmaji/KIM Prambanan)




FKUB Prambanan Gelar Apel Siaga Keagamaan

Sleman – Forum Kerukunan Umat Beragama Kapanewon Prambanan menggelar Apel Siaga yang diikuti perwakilan selurh satgas agama di Kapanewon Prambanan di Halaman Kantor Kapanewon Prambanan, Sleman, Jumat (22/3/2024). Kegiatan yang diselenggarakan bekerja sama dengan Pemerintah Kapanewon Prrambanan ini dilakukan sebagai bentuk komitmen FKUB Prambanan dalam memastikan kondusivitas masyarakat menjelang hari besar keagamaan yanga akan datang, seperti Paskah dan Idulfitri.

Panewu Prambanan, Siti Wahyu Purwaningsih menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya, apel ini dapat menjadi ajang silaturahmi antar umat beragama yang berada di Kapanewon Prambanan.

“Semoga kedepan kegiatan semacam ini dapat lebih ditingkatkan,” tutur Siti.

Kapolsek Prambanan, AKP Suranto, menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah memastikan kerukunan umat beragama di Kapanewon Prambanan dapat terjaga dengan baik. Suranto juga mengajak seluruh komponen untuk tetap bersinergis dalam menjaga kerukunan umat beragama, terutama menjelang perayaan hari besar agama.,

“Sebentar lagi Idulfitri, mari bersama-sama dalam menjaga malam takbiran nanti, semoga nanti dapat terwujud. Disampaikan pula pengalaman tahun lalu, malam takbiran itu macetnya dari Pasar Gendeng sampai depan Mapolsek,” pungkasnya. (Harmaji/KIM Prambanan)