FORKOM UMKM Kapanewon Sleman Periode 2026–2029 Resmi Dikukuhkan

Sleman — Forum Komunikasi (FORKOM) UMKM Kapanewon Sleman periode 2026–2029 resmi dikukuhkan pada Rabu (10/6/2026). Pengukuhan dilakukan langsung oleh Panewu Sleman, Rohmiyanto, dan dihadiri oleh seluruh pengurus baru yang berjumlah 29 orang.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut lurah se-Kapanewon Sleman, Ulu-Ulu kalurahan se-Kapanewon Sleman atau perwakilannya, serta Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Kabupaten Sleman.

Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Kabupaten Sleman, Sri Wara Nusandari berharap pelaku UMKM mampu meningkatkan inovasi agar semakin berkembang dan berdaya saing.

“UMKM harus mampu meningkatkan inovasi agar dapat terus maju dan berkembang,” ujarnya.

Usai melantik, Panewu Sleman, Rohmiyanto dalam sambutannya menuturkan harapannya agar FORKOM UMKM Kapanewon Sleman semakin maju dan bermanfaat bagi anggota.

“Dengan ini saudara saya kukuhkan secara resmi menjadi Pengurus FORKOM UMKM Kapanewon Sleman periode 2026–2029. Semoga FORKOM UMKM Kapanewon Sleman semakin maju dan mampu memberikan manfaat bagi para pelaku UMKM,” katanya.

Hadir pula Ketua FORKOM UMKM Kabupaten Sleman, H. Ardi Sehami, yang dalam kesempatan tersebut, ia mengajak FORKOM UMKM Kapanewon Sleman untuk berpartisipasi mengisi mengelola lahan yang akan digunakan sebagai pusat kegiatan FORKOM UMKM Kabupaten Sleman di kawasan Jalan Damai, Sariharjo, Sleman.

Ketua FORKOM UMKM Kapanewon Sleman yang baru dikukuhkan, Sushandoyo pun mendukung hal tersebut. Ia menyatakan komitmennya untuk mendorong UMKM Kapanewon Sleman semakin maju melalui kolaborasi dan penguatan kapasitas usaha.

“UMKM Kapanewon Sleman harus terus berkembang melalui kolaborasi. Tidak hanya naik kelas, tetapi juga mampu memperluas jaringan dan meningkatkan daya saing,” ujarnya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kapanewon Sleman atas dukungan dan fasilitasi yang diberikan. Semoga amanah yang diberikan kepada kami dapat dijalankan dengan baik demi kemajuan UMKM di Sleman,” sambung Sushandoyo. (R. Agus N Widayadi / KIM Sleman)




Musrenbang Kapanewon Sleman 2026, Fokus Bahas Daya Saing Ekonomi dan Transformasi Digital

Sleman — Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Sleman, Rustini membuka secara resmi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kapanewon Sleman, Selasa (3/2/2026), di Puri Mataram Drono, Tridadi, Sleman. Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam menyusun rencana pembangunan tahun 2027 di tingkat kapanewon.

Musrenbang tersebut dihadiri oleh Sekretaris Bappeda Kabupaten Sleman, Nunuk Haryati, dan diikuti oleh 61 peserta yang terdiri dari unsur Kapanewon Sleman, lima kalurahan, lembaga kemasyarakatan, termasuk perwakilan Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Sleman. Musrenbang Kapanewon Sleman tahun ini mengusung tema ‘Peningkatan Daya Saing Ekonomi melalui Transformasi Digital Didukung Tata Kelola Pemerintahan yang Berintegritas’.

Meski di tengah kebijakan efisiensi anggaran, semangat para pemangku kepentingan tetap tinggi. Hal ini tercermin dari kehadiran Panewu, para Kepala Jawatan, Lurah, Ulu-ulu, BPKal, seluruh jajaran perangkat Kapanewon Sleman, dan lima kalurahan di bawah koordinasinya.

Panewu Sleman, Rasyid Ratnadi Sosiawan dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Musrenbang tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memudahkan koordinasi dan kehadiran perangkat daerah dalam mendampingi proses perencanaan pembangunan di tingkat kapanewon dan kalurahan.

“Selamat datang dan terima kasih atas kehadiran seluruh peserta. Musrenbang ini merupakan hasil proses panjang, mulai dari musyawarah padukuhan, kalurahan, pra-Musrenbang Kapanewon, hingga puncaknya hari ini,” ujarnya.

Rasyid juga menyampaikan bahwa dengan adanya efisiensi anggaran hingga 50 persen, diperlukan diskusi mendalam bersama OPD terkait, termasuk melalui skema PUPR, Pokir, BKK, dan Dana Keistimewaan. Ia bahkan mengungkapkan rasa syukur atas diterimanya bantuan dua ekor sapi dari kementerian terkait untuk Kapanewon Sleman.

“Semoga bantuan ini membawa manfaat dan Tuhan meridhoi cita-cita masyarakat Kapanewon Sleman,” tandasnya.

Musrenbang dipandu oleh Panewu Anom, Ari Triyono, sementara pembawa acara oleh Kepala Jawatan Kemakmuran, Rustini, yang juga menyelipkan pesan ramah lingkungan. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak menggunakan backdrop sebagai bentuk dukungan terhadap pengurangan sampah sekali pakai yang sulit terurai.

Sementara itu, Sekretaris Bappeda Kabupaten Sleman, Nunuk Haryati menjelaskan bahwa RKPD 2027 merupakan tahun ketiga dalam siklus Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kabupaten Sleman lima tahunan. Ia menegaskan bahwa usulan kegiatan yang tidak dapat diinput melalui sistem dapat diajukan langsung melalui surat resmi kepada Bappeda Kabupaten Sleman.

Dalam Musrenbang tersebut, disampaikan pula besaran usulan anggaran dari masing-masing kalurahan, yakni:

  • Kalurahan Tridadi: sekitar Rp324 juta
  • Kalurahan Trimulyo: sekitar Rp423 juta
  • Kalurahan Triharjo: sekitar Rp325 juta
  • Kalurahan Pandowoharjo: sekitar Rp325 juta
  • Kalurahan Caturharjo: sekitar Rp325 juta
  • Kapanewon Sleman: sekitar Rp274 juta

Musrenbang Kapanewon Sleman diharapkan mampu menghasilkan rumusan program prioritas yang selaras dengan kebijakan pembangunan daerah, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat secara efektif dan berkelanjutan. (R Agus N Widayadi Kim Manggolo Purnomo Sleman)




Sarasehan Forkom UMKM se-Kabupaten Sleman, Sosialisasikan Sleman Mart

Sleman – Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman mengundang forum komunikasi UMKM yang terdiri dari pengurus ForKab Sleman, Forkap dari 17 Kapanewon dan Forkal dari 86 Kalurahan se-Kabupaten Sleman.

Acara ini bertujuan untuk penguatan kelembagaan dan kepengurusan forum komunikasi UMKM Kabupaten Sleman dan sosialisasi Sleman Mart sebagai aplikasi digital marketing bagi pelaku usaha di Sleman.

Acara yang dilaksanakan pada Selasa (16/12/2025) ini berlangsung di Pendopo DPRD Sleman, dan dihadiri oleh 120 orang.

Ketua Forkom UMKM Kabupaten Sleman, Ardi menyampaikan agenda yang akan diselenggarakan, yaitu rapat pengurus pada tanggal 20 Januari 2026.

“Pada kesempatan ini, akan dilaporkan mengenai kepanitiaan mempersiapkan LPJ, masing-masing bidang atau seksi menyampaikan informasi pelaksanaan kegiatan, masing-masing Fokap mengusulkan calon Ketua Forkab. Muskab akan mengundang ketua Forkal dari 86 kalurahan harus hadir jika berhalangan hadir untuk bisa mewakilkan akan tetapi hanya sebagai undangan tidak mempunyai hak suara,” kata Ardi.

“Ulang tahun ForKab tanggl 17 Desember 2025. Forkal harap mengirim SK UMKM. Tugas Forkal untuk mensosialisasikan dan membantu Update data UMKM di wilayahnya untuk entri data di aplikasi SAPA Forkom yang dulu UMKM SATU DATA tidak dipakai lagi,” sambungnya.

Kepala Dinas Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Sleman, Sutiasih pada kesempatan itu menjelaskan beberapa poin, di antaranya persiapan untuk pergantian pengurus Forkab Sleman, pemasaran Forkom UMKM, sosialisasi Sleman Mart sebagai market place, serta beberapa OPD lainnya terkait UMKM.

“Kantor PLUT sekarang ada dua tempat yang di Sleman berada di Depan Rumah Dinas Bupati. Sedangkan PLUT yang baru ada di Kapanewon Minggir. Setiap hari membuka kelas pelatihan gratis, fiyer, pendaftaran online berapapun pesertanya tetap di laksanakan. PLUT penyebutannya di ubah menjadi UMKM Center,” jelasnya.

Selanjutnya, pengoperasian aplikasi Sleman Mart dipandu oleh para mahasiswa magang dari AMIKOM. Aplikasi tersebut diharapkan bisa dipakai promosi dan menjual produk yang nantinya akan disempurnakan terkait jenis pajak, contohnya pajak resto, PPN dan Pph.

“Sleman Mart tidak sama dengan penjualan di MBiz Market. Benefit yang diperoleh kita lebih mudah mencari dan memperoleh pelaku usaha se-Kabupaten Sleman,” ujar Sutiasih.

Ketua Koperasi UMKM, Nuradi Indrawijaya pada kesempatan yang sama mengatakan seluruh pengurus dan pelaku usaha di Kabupaten Sleman diharapkan dapat menjadi anggota koperasi. Sebab, koperasi harus bekerja sama sebagai bentuk akselerasi koperasi berjalan.

“Bagi calon anggota koperasi UMKM Kanupaten Sleman, simpanan pokok sebesar Rp100 ribu per anggota. Simpanan wajib sebesar Rp120 ribu per anggota per tahunnya atau Rp10 ribu per bulan,” jelas Nurhadi. (Bandiyah / Kim Manggolo Purnomo Sleman)




Evaluasi Program 2025, TP PKK Sleman Gelar Rakor Tingkat Kabupaten Hingga Kalurahan

Sleman – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Sleman menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang menjadi evaluasi terakhir program kerja tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 12 Desember 2025, mulai pukul WIB hingga selesai, di Restoran Taman Pringsewu Yogyakarta.

Rakor ini dihadiri oleh 17 Ketua TP PKK Kapanewon dan 86 Ketua TP PKK Kalurahan se-Kabupaten Sleman. Acara utamanya adalah mengevaluasi seluruh kegiatan yang sudah dilaksanakan di tingkat Kalurahan dan Kapanewon, mencakup seluruh 10 Program Pokok PKK dari Kelompok Kerja (Pokja) I sampai Pokja IV.

Selain evaluasi program di tingkat bawah, TP PKK Kabupaten Sleman juga menyampaikan paparan mengenai kegiatan yang telah dilaksanakan sepanjang tahun 2025. Dalam sesi ini, masukan dari TP PKK Kapanewon dan Kalurahan diminta agar dapat dibahas dan dijadikan program prioritas TP PKK Kabupaten Sleman di tahun 2026, sekaligus mengidentifikasi kendala yang dihadapi.

Salah satu agenda penting dalam rakor ini adalah pengumuman hasil Monitoring dan Evaluasi Tertib Administrasi di Tingkat Kabupaten Sleman yang dilaksanakan oleh TP PKK Kabupaten pada tahun 2025.

Adapun Kapanewon yang meraih Juara dalam evaluasi ini adalah Juara 1 diraih Kapanewon Turi dengan nilai 5465, Juara 2 diraih Kapanewon Gamping dengan nilai 4635, Juara 3 diraih Kapanewon Berbah dengan nilai 4464, Juara Harapan 1 diraih Kapanewon Godean dengan nilai 4450, dan Juara Harapan 2 diraih Kapanewon Seyegan dengan nilai 4397.

Di tengah keseriusan evaluasi, acara juga diselingi momen spontanitas untuk merayakan peserta yang berulang tahun di bulan Desember. Ketua TP PKK Kabupaten Sleman, Parmilah, memberikan doa serta mengucapkan Selamat Ulang Tahun.

“Melalui Rakor ini, kami berharap kerja keras PKK di semua tingkatan dapat terus ditingkatkan dan menjadi bekal evaluasi program di tahun mendatang,” tutup Ketua TP PKK Kabupaten Sleman, Parmilah. (Bandiyah/KIM Manggolo Purnomo Sleman)




Kapanewon Sleman Gelar Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Tahun 2025

Sleman – Kapanewon Sleman menggelar rapat forum koordinasi pimpinan, pada Kamis (11/12/2025) di Siti Hinggil Puri Mataram. Acara dihadiri Panewu, Kapolsek, Danramil, DPRD, UPT, puskesmas, puskeswan, dan lurah dari seluruh kalurahan. Rapat ini membahas keamanan wilayah, pelayanan publik, serta persiapan menghadapi akhir tahun.

Panewu Sleman, Rasyid Ratnadi Sosiawan menekankan kepedulian terhadap wilayah terdampak bencana dan kondisi lingkungan di Sleman. Ia menyampaikan fokus penanganan banjir, irigasi, jalan berlubang, dan hal-hal yang tidak diinginkan, serta rencana upacara pada 19 Desember.

Rasyid juga menyoroti temuan PKH dan TKSK penerima bansos lebih kurang seribu untuk judi online dan pentingnya percepatan aktivasi IDK.

Kapolsek Sleman, Kombes Pol. Edy Setyanto Erning Wibowo memaparkan kasus penipuan digital melalui modus IKD yang merugikan warga. Ia menyebut kerugian korban 3 sampai 42 juta yang mengatasnamakan Dukcapil.

“Jangan percaya dengan nomer baru,” ungkapnya mengingatkan warga.

Anggota DPRD Sleman, Dedie Kusuma memberikan arahan untuk penguatan mitigasi dan pelayanan masyarakat. Ia menegaskan bahwa banjir menjadi masalah berbagai daerah.

“Banjir ini problematika di berbagai wilayah juga potensi sungai yang mengalir menuju Jogja,” ujarnya.

Rapat ditutup pukul WIB dengan komitmen memperkuat koordinasi lintas sektor. Instansi diminta menindaklanjuti hasil rapat sesuai tugas masing-masing. Masyarakat pun diimbau menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap penipuan digital.

(Khalda, Elsa, Ammara – KIM Manggolo Purnomo Sleman)