SK Naik Pangkat dan Pepanjangan Kontrak, Aparatur Tempel Didorong Makin Profesional

Sleman – Dua pegawai negeri sipil (PNS) di Kapanewon Tempel, Sleman, menerima Surat Keputusan (SK) kenaikan pangkat. Pada kesempatan yang sama, enam pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) paruh waktu menerima SK perpanjangan kontrak.

Penyerahan SK berlangsung di halaman Kapanewon Tempel, Selasa (29/9/2026). Panewu Tempel, Rasyid Ratnadi Sosiawan, turut hadir sekaligus menyerahkan SK kepada para pegawai. Momentum tersebut diharapkan menjadi dorongan baru bagi aparatur untuk meningkatkan motivasi, profesionalitas, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Tempel yang juga merangkap sebagai Plt Panewu Anom Kapanewon Tempel, Erdi Afiata Valentin, mengatakan kenaikan pangkat dan perpanjangan kontrak bukan semata-mata proses administrasi kepegawaian.

Menurutnya, kesempatan tersebut perlu dimaknai sebagai dorongan untuk meningkatkan semangat dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas.

“Kenaikan pangkat PNS dan perpanjangan kontrak PPPK paruh waktu ini diharapkan menambah motivasi dalam bekerja,” kata Erdi.

Ia berharap para aparatur dapat menjadikan momentum tersebut sebagai penyemangat untuk memberikan kinerja terbaik. Peningkatan jenjang maupun keberlanjutan masa kerja, lanjutnya, perlu berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelaksanaan tugas.

Pelayanan publik di tingkat kapanewon menjadi salah satu ruang yang mempertemukan pemerintah dengan masyarakat secara langsung. Karena itu, profesionalitas aparatur menjadi bagian penting dalam memastikan kebutuhan warga dapat dilayani secara efektif.

Erdi juga mendorong aparatur untuk terus menjaga komitmen dalam melaksanakan tugas sehari-hari. Setiap pekerjaan memiliki kontribusi terhadap kelancaran penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

Penyerahan SK tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat semangat kerja aparatur Kapanewon Tempel. Penghargaan atas jenjang karier dan perpanjangan masa kerja diharapkan tidak berhenti sebagai pencapaian administratif, tetapi menjadi energi untuk memberikan pelayanan yang semakin baik.

Dengan semangat tersebut, aparatur diharapkan mampu terus meningkatkan profesionalitas, disiplin, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas pemerintahan serta melayani masyarakat. (SBD/KIM Tempel)




Antisipasi Kebakaran Lahan Kering, Polsek Tempel Giatkan Edukasi dan Patroli Asap

Sleman – Mengantisipasi maraknya kebakaran lahan kosong dan ladang kering selama musim kemarau, Polsek Tempel meningkatkan langkah preventif melalui pembinaan edukatif dan kegiatan Patroli Asap di wilayah hukumnya.

Hal tersebut ditegaskan oleh Kapolsek Tempel, Samiyono, saat menerima audiens dari Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Senyum Tempel di Mapolsek Tempel, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Selasa (29/9/2026) pagi.

Kapolsek Tempel, Samiyono, mengungkapkan bahwa sebagian besar kejadian kebakaran lahan di Tempel dipicu oleh kelalaian warga yang membakar sampah tanpa pengawasan hingga tuntas.

“Kebanyakan kebakaran terjadi karena ada warga yang membakar sampah yang tidak diawasi. Bara yang masih belum padam ditinggal pergi, lalu tertiup angin, menyambar daun-daun kering, dan merambat. Selama ini tidak ada unsur kesengajaan, hanya kelalaian,” ujar Samiyono.

Untuk memutus potensi bahaya yang dapat merambat ke pemukiman warga, Polsek Tempel memobilisasi jajaran Bhabinkamtibmas dan personel patroli untuk menyisir titik-titik rawan melalui Patroli Asap.

“Pihak Kepolisian memberikan edukasi preventif dan menggiatkan patroli, Bhabinkamtibmas serta Patroli Asap. Bila terlihat ada asap, harus segera didatangi dan dimatikan. Usaha-usaha pencegahan dari rekan-rekan polisi di lapangan kami maksimalkan,” tegasnya.

Samiyono mengimbau warga agar mengolah sampah organik menjadi kompos. Namun, jika terpaksa membakar sampah anorganik, warga wajib menunggu proses pembakaran dan menyiram sisa bara dengan air hingga benar-benar padam.

Ia juga menekankan pentingnya peran aktif kelompok masyarakat dan relawan, termasuk KIM, untuk mempercepat arus informasi bilamana muncul titik api.

“Mari bersama-sama menciptakan wilayah Tempel yang bebas dari kebakaran. Jangan membakar lahan dan jangan membakar sampah sembarangan agar tidak merugikan orang lain,” pungkasnya. (Sadhono Hadi/KIM Senyum Tempel)




Respons Cepat Petugas Berhasil Lokalisasi Kebakaran 8.000 Meter Persegi Kebun Salak TKD Merdikorejo

Sleman – Kebakaran melanda lahan kebun salak seluas kurang lebih meter persegi berstatus Tanah Kas Desa (TKD) di Padukuhan Dermo RT 004/RW 006, Kalurahan Merdikorejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Senin (28/9/2026) siang.

Kobaran api yang sempat merambat cepat akibat tiupan angin dan tumpukan material vegetasi kering berhasil dilokalisasi oleh petugas pemadam kebakaran, sehingga dampak kerusakan dapat ditekan hingga sekitar 25 persen dari total luas lahan.

Kepala Jawatan Keamanan Kapanewon Tempel, Heni Ristiawan, menyampaikan bahwa titik api pertama kali diketahui warga sekitar pukul WIB dari sisi utara kebun.

“Lahan yang terbakar berupa kebun salak, lahan merupakan TKD Kalurahan Merdikorejo. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini. Kendati demikian, terdapat kerugian material berupa kerusakan pada sebagian area tanaman salak,” ujar Heni Ristiawan.

Satu unit armada pemadam kebakaran Kabupaten Sleman beserta personel dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman secara intensif sekaligus memutus pergerakan api menuju area kebun lainnya.

Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada sisa sisa bara yang berpotensi memicu kebakaran susulan. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan serta respons cepat terhadap potensi kebakaran lahan perkebunan di musim kering. (SBD)




Bantu Warga Terdampak Kemarau, Komunitas Guyon Maton Salurkan 25 Tangki Air Bersih ke Purwosari Gunungkidul

Sleman – Komunitas Guyon Maton (GM) asal Cungkuk, Kalurahan Margorejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, menyalurkan bantuan air bersih tahap kedua sebanyak 25 tangki untuk warga terdampak kemarau panjang di Kalurahan Giripurwo, Kapanewon Purwosari, Kabupaten Gunungkidul pada Minggu (27/9/2026).

Penyaluran bantuan ini menyasar sejumlah wilayah RT di Padukuhan Gubar, Widoro, Temon, Sumur, Klampok, dan Gumbeng. Bantuan tersebut merupakan aksi lanjutan dari penyaluran tahap pertama pada 31 Agustus 2026 lalu sebanyak 27 tangki air bersih.

Ketua Komunitas Guyon Maton, Wahyu Herlambang, menyampaikan rasa keprihatinan mendalam atas krisis air bersih yang dialami warga setempat akibat kemarau panjang.

“Semua hasil pengumpulan donasi kami salurkan sesuai peruntukannya. Apabila ada kekurangan maupun biaya operasional lainnya, diambil dari kas atau kantong pribadi anggota. Kami berusaha agar kegiatan bakti sosial GM ini tepat sasaran dan amanah,” ujar Wahyu Herlambang di sela penyerahan bantuan secara simbolis.

Kondisi geografis Kalurahan Giripurwo yang berstruktur tanah keras dan berongga membuat wilayah ini rutin mengalami kekeringan setiap tahun. Upaya pembuat sumur bor di kawasan tersebut juga kerap menemui kendala teknis akibat patahnya mata bor.

Bantuan air bersih seharga Rp150 ribu per tangki tersebut murni terhimpun dari swadaya dan donasi para anggota komunitas yang berkolaborasi dengan relawan lokal setempat. Kedatangan armada tangki air pun disambut antusias oleh warga yang langsung memanfaatkannya untuk kebutuhan harian.

Dukuh Gumbeng, Suparmin, menyampaikan apresiasi atas kepedulian sosial yang ditunjukkan oleh komunitas asal Sleman tersebut.

“Terima kasih kepada Komunitas GM. Semoga kegiatan ini membawa kebaikan dan kemanfaatan bagi seluruh masyarakat di sini,” tutur Suparmin. (Herlambang/KIM Tempel)




Niatkan Silaturahmi dan Refleksi Sejarah, Jamaah Pengajian Lapanan Assalam Kerisan Gelar Ziarah Jejak Ulama di Jawa

Sleman – Jamaah Pengajian Lapanan asuhan Pondok Pesantren API Assalam Kerisan, Banyurejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, menggelar perjalanan wisata religi dan ziarah jejak ulama di Jawa Barat hingga Jawa Tengah selama tiga hari pada Jumat (25/9/2026) hingga Minggu (27/9/2026).

Rangkaian Ziarah dan silaturahmi tersebut mengunjungi sejumlah lokasi bersejarah, di antaranya Makam Habib Ahmad Kemusuh, Makam Syech Wali Maqdhum Purwokerto, Makam Syech Panjalu Ciamis, Makam Karomah Syech Mahmud dan Mama Eyang Cibaduyut di Bandung, Masjid Raya Al Jabbar, Makam Sunan Gunung Jati Cirebon, Makam Syech Samsudin Pemalang, hingga Makam Sapuro Pekalongan.

Selain berziarah, rombongan jamaah juga berkesempatan bersilaturahmi langsung dengan tokoh ulama nasional, Ahsin Sakho Muhammad, di Arjawinangun, Kabupaten Cirebon.

Pengasuh Pondok Pesantren API Assalam Kerisan, Muhammad Wachid Lutfi Ashari atau Gus Lutfi, menyampaikan bahwa kegiatan ziarah ini bertujuan untuk meneladani perjuangan dakwah para pendahulu sekaligus mempererat tali persaudaraan antarjamaah.

“Ziarah bukan hanya perjalanan untuk mendatangi makam. Ada nilai yang ingin kita ambil, yaitu mengenang perjuangan para ulama, mengambil keteladanan dari kehidupan mereka, dan kemudian berusaha menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Gus Lutfi di sela-sela kegiatan.

Ia berharap tradisi keagamaan ini terus membawa dampak positif yang nyata bagi pembinaan mental dan spiritual jamaah sekembalinya ke lingkungan masyarakat.

“Harapannya, setelah pulang dari ziarah, jamaah tidak hanya membawa kenangan perjalanan, tetapi juga membawa semangat untuk memperbaiki diri, menjaga persaudaraan, dan meneruskan nilai kebaikan yang diajarkan para ulama,” pungkas Gus Lutfi. (SBD/KIM Tempel)